NovelToon NovelToon
Jodohku Suami Kakak Ku

Jodohku Suami Kakak Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Yora Yul Martika

Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Bryan tersenyum kepada mama Ajeng dan Kiara " makanan ikan nya habis,tolong beritahu pak Dadang ya bi untuk bawa makanan ikan nya ke belakang" ujar Bryan tepat sekali saat Bu Sumi lewat menuju dapur

" Baik pak " ujar bik Sumi

" Mah aku kebelakang lagi ya, kasihan papa sendiri an di sana " Ajeng hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan

" Ki Jawab mama, apa kalian belum bisa menerima pernikahan ini nak? Apa kamu tidak bahagia" Ajeng menggenggam tanga nya Kiara , seperti ada penyesalan di mata Ajeng dan itu di ketahui oleh Kiara

" Tidak mama tidak boleh tahu jika aku dan mas Bryan tidak ada perkembangan sama sekali, kasihan papa mama . Aku tidak mau Mereka kepikiran dan merasa menyesal karena pernikahan ini " ucap Kiara di dalam hati

" Semua nya baik baik aja kok ma, awal nya memang canggung tapi lama kelamaan semua nya berjalan dengan baik, contohnya saja hari ini, mas Bryan nemenin aku shopping Lo mah " Kiara berusaha memperlihatkan ekspresi bahagianya

" Benerkah sayang?" Seketika wajah Ajeng berubah bahagia

" Iya mah, mama mau lihat ngak? Belanja an aku tadi, ayok ke kamar ku " sekarang Kiara tidak takut lagi karena ketika bik Sumi sudah di lantai bawah maka semua sudah beres , di pastikan mama tidak akan curiga meskipun di dalam kamar sana masih di penuhi oleh photo photo nya Kinan

" Ayok" Ajeng mengendong cucu nya dengan penuh kehati hatian

" Kadang kalau di perhatikan Alana tidak hanya mirip Kinan ya Ki, tapi juga mirip kamu mungkin Karana kamu yang jaga dia dari pertama lahir" ujar mama Ajeng di dalam lift

" Mama lupa ya jika aku dan mbak Kinan sangat mirip heheh meskipun cantikan aku " celotehan yang sedari dulu yang di ucapkan oleh Kiara . Dan itu memang benar , Kiara lebih cantik dari pada Kinan . Hanya saja Kiara tidak terlalu menyibukkan dirinya untuk berdandan dan selalu memakai pakaian rapi dan mode. Sedangkan Kinan sangat memperhatikan penampilan nya baik di rumah maupun sedang berpergian

' kamu ini Ki, ngak pernah berubah ya "ucap Ajeng tertawa setelah itu wajahnya berubah sendu

" Mama rindu mbak ya?" Kiara yang tahu ada kesedihan di wajah mama nya

Ajeng melihat Kiara lalu tersenyum di saat pintu lift terbuka " seorang ibu akan Selalu merindukan anak nya , setiap menit dan detik anak anak nya selalu ada di hati dan dirinya. Tentu mama merindukan Kinan tapi mama tidak bisa lagi memeluk dan mencium nya , menyakitkan memang, rindu namun tidak bisa bertemu" ujar mama Ajeng yang membuat air mata nya jatuh

" Maaa, jangan sedih lagi ya nanti mbak Kinan nya juga sedih Lo di sana " bujuk Kiara tersenyum kepada mama nya

" Iya sayang, mama sudah ikhlas kok dengan kepergian Kinan, cuma ada satu yang sangat mengganjal di hati mama nak " ucap perempuan paro baya tersebut setalah pintu kamar utama di buka oleh Kiara

" Apa mah?" Tanya Kiara

" Kamu nak, kebahagiaan kamu" ujar Ajeng sambil meletakkan Alana di ranjang besar tersebut

" Aku bahagia mah" tentu saja Kiara berbohong, meskipun saat ini dia tersenyum bahagia di hadapan mama nya

" Bagaimana kamu bisa bahagia menjalankan rumah tangga nak , Sedangkan di kamar kamu dan bryan saja terpampang nyata photo wanita lain meskipun itu Kinan mbak kamu sendiri" Ajeng menatap photo yang berukuran besar tepat di depan ranjang , jika Bryan sedang tidur maka photo tesebut adalah pemandangan yang indah baginya .

" Mah , dia mbak Kinan Kaka Kiara, apa bedanya aku dan mbak Kinan mah toh kami mirip bahkan ketika melihat photo mbak Kinan, aku seperti Melihat Kiara" ujar Kiara memeluk mama nya dari belakang

" Hmmm apa tidak bisa di dalam kamar saja, photo Kinan di ganti dengan photo kamu nak. Kamu dan Kinan memang bersaudara, kakak dan adik tapi tetap saja kalian berbeda" ujar Ajeng melihat dalam ke mata Kiara , tentu saja seorang ibu melihat kepedihan di dalam mata dan hati putri nya tersebut

" Baiklah mah, nanti aku dan mas Bryan akan mengganti nya dengan photo ku dan photo mas Bryan" jawaban Kiara di sambut senyum oleh mama Ajeng

" Tapi maaf mah, aku ngak janji " ujar Kiara di dalam hati

" Ohh ya sudah mama mau mandi dan bersih bersih dulu deh udah gerah soalnya " ujar Ajeng kemudian

" Ehh ngak jadi ne mau lihat belanjaan aku tadi " jawab Kiara mengangkat beberapa papar bag yang masih utuh di di atas meja rias

" Hahaha nanti aja deh sayang, mama udah gerah banget ini "

" Oke deh mam, nanti kita makan malam bareng ya mah , aku juga mau siap siap dah kalau gitu , berhubung Alana tidur aku juga mau mandi " ujar Kiara kepada Ajeng

" Oke sayang, mama turun ya "

" Yah ma" setelah Ajeng berlalu dari kamar , Kiara mendudukkan bokong di atas sofa yang ada di dalam kamar sambil membuang nafas lega

" Mbak , sekarang aku harus bagaimana? Mana mungkin aku bisa mengganti kan photo mbak apa lagi di dalam kamar ini, mas Bryan tidak akan bisa tidur jika tidak melihat photo nya mbak " Kiara menatap photo yang berukuran besar tersebut

Seketika ucapan ucapan Bara di depan lift tadi terngiang-ngiang di dalam kepala nya Kiara .

" Aku akan membantu mu Ki?" Ujar bara dengan yakin

" Caranya?" Jawab kiara bingung

" Aku akan membuat mas Bryan sadar jika kamu sangat berharga baginya, aku akan membuat mas Bryan cemburu" Bara tersenyum dan mengangkat matanya sebelah

" Kamu jangan aneh aneh deh Bara " Kiara menggelengkan kepala nya

" Aku ngak Aneh aneh kok, cuma ingin menyadarkan mas aku aja, jika dia sudah mencintai kamu namun karena masih terjebak dalam cintanya sama mbak Kinan yang sudah tidak ada lagi , membuat mas Bryan susah mengenali perasaan nya sendiri, untuk itu dia butuh bantuan aku " ujar Bara dengan Melihat wajah Kiara

" Kamu harus setuju untuk ini Kiara " sambung nya kemudian

" Teserah kamu saja Bara, aku pusing " alana meninggal kan bara menuju kamar Alana

" Oke, aku menganggap kamu menyetujui cara ku " Bara mengajar langkah nya Kiara menuju kamar Alana

Saat bersama an , ternyata Alana berada di pangkuan papa nya Bryan

" Wah keponakan nya om udah bangun" Bara mengambil Alana dari tangan nya Bryan lalu membawa nya ke arah Kiara

" Wah Wah itu siapa, Alana pasti udah kangen ya sama mama Kiara yang cantik ini , kan hari ini lama di tinggal kan oleh mama " kini mata Bryan tidak lepas dari pandangan ke arah Bara dan Kiara, sejujurnya pemandangan saat ini yang di lihat mata Bryan adalah menggambarkan keluarga yang bahagia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!