Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa meremehkan siapa I
"Pinjam laptop Jacob..." Kayla meminta asistennya untuk memperlihatkan perjanjian dan jaminan kehidupan sampai lima tahun kedepan.
Nella membacanya dan melihat keduanya, wajah nya sama-sama sombong.
"Aku akan terima tawarin ini jaminan dan syaratnya jangan lukai Javier lagi apapun yang terjadi nanti."
Kayla terkekeh.
"Kau tidak ada efek samping menguntungkan atau merugikan kami tapi, syarat itu mudah maka lakukan apapun yang aku minta sekarang." Kayla mempersilakan Nella menandatangani berkas dengan pen langsung di layar laptop.
"Baiklah."
Setelah semua urusan selesai Javier langsung keluar ruangan dan minta Shinta memeriksa Nella apa masih didalam perpustakaan.
Nella duduk tenang saat Shinta datang dan berbalik merasa kalo ada seseorang memperhatikan nya dari belakang punggungnya.
"Nyonya Tuan minta untuk memastikan anda ada atau tidak maaf mengganggu." Tersenyum Nella karena Shinta dan dirinya beda tipis ke datangannya dan Nella beruntung punya intuisi yang tepat sasaran dan ia aman kali ini.
Shinta kembali keluar dari perpustakaan dan pergi menunggu di tempat sebelumnya.
Nella bernafas lega kembali membuka cermin bedak didalam tasnya.
"Aman, huft." Setelah tanda tangan dan pembicaraan setelahnya, Nella di tarik tangannya oleh Kayla.
"Kamu tidak akan pernah melihatnya lagi setelah ini, atur kapan kmu bisa berangkat, aku akan menyiapkan segalanya, senang kamu bisa patuh padaku... Perempuan seperti kamu memang pantas tidak bersama putra ku."
Nella tersenyum melepaskan pelan tangan Kayla dari tangannya.
Senyumannya sangat mengejek Kayla aslinya mata Jacob hanya melihat kalo Nella tersenyum canggung dan geli dengan ucapan Kayla.
Seperti Nella tidak jatuh dalam pesona Javier itu sangat luar biasa.
Kembali ke masa saat Nella yang berusaha terus tenang tidak terjadi apapun padahal ia baru saja mengundang murka Javier yang luar biasa rusaknya.
Nella tidak sadar jika sikap dan ulahnya bisa membuat nyawa Shinta atau Daman melayang dalam sekejap, Seam bersama Javier sudah dalam waktu yang lama bahkan Javier yang benar-benar marah tak terkendali masih bisa terkendali didepan Seam karena itu Seam yang ia kenal saat ibunya masih ada.
Keluar Nella setelah hari mulai terik dan Shinta sudah pucat bahkan Daman sudah tidak banyak bicara.
Memiringkan kepala merasa sikap mereka berdua aneh.
Nella tetap memikirkan dirinya walaupun ia merasa kalo ini membuatnya benar-benar ragu dan merasa akan menangis .
"Kita ke mall sebentar ya, aku mau belanja dan kalian ikutlah aku belanja."
Daman dan Shinta mengangguk.
Padahal sebelum Nella keluar mereka barusan mendapat pesan peringatan dan Seam kalo Javier sedang ingin membunuh seseorang karena sepertinya ada kesalahan yang nyonya mereka lakukan secara diam-diam, Seam mengatakan juga dalam pesan singkatnya kalo Nyonya Nella dan Nyonya Kayla berhubungan dan ada salah satu asisten Kayla dan Ethan.
Maka nya Daman sama sekali tak banyak bersuara ia menggunakan diamnya untuk terus membaca sikap dan situasi yang Nella buat. Shinta juga sudah susah menelan ludahnya.
Melirik Daman yang fokus menyetir, Shinta menghela nafasnya seperti akan di penggal kepala nya.
Daman paham lirikan Shinta membalas dengan mengisyaratkan matanya ada sesuatu didalam sana. Shinta membukanya ternyata ada air putih .
Sampai mereka di mall terdekat yang cukup ramai. Ketiganya turun bersama.
Nella dan Shinta masuk ke setiap toko.
Di mobil yang masih dalam perjalanan pulang suara di ponsel Javier terus bunyi karena pemberitahuan saldo yang terpakai dari kartunya.
"Minta semua bawahanku menjaga setiap sudut kota, pastikan mereka menyamar."
Seam mengangguk.
Menghubungi bawahannya yang masih sibuk santai di tempat mereka bahkan pos hari ini ramai.
"Hei semuanya menyamar Hari ini bos minta semuanya setengah berjaga di tempat."
Semua bergegas dan semua sudah siap.
Daman juga dapat pemberitahuan dari anak buah Seam yang lain.
"Bukan masalah kecil ini, hiss. Sialan!"
Shinta juga membaca pesan dari Daman untuk tetap mengawasi Nella.
Saat sampai di toko tas Nella membeli dua tas satu besar dan kecil ia juga meminta Shinta dan Daman makan di salah satu kedai makan ringan dan eskrim didekat toko tas.
Duduk keduanya disana masih bisa mengawasi Nella dan setelah sedikit lengah Nella mulai masuk ke toilet dan berganti pakaian dengan cepat.
"Kau tau ini tugas besar?"
"Kau kira aku anak-anak apa!" Marah Shinta.
Daman berdecak kesal melihat Shinta yang makan eskrim suapan besar.
"Aku tahu." Jawabnya datar. Lirikan mata Shinta dengki dengan sikap dingin Daman.
"Kau juga kenapa ikut kemari?" Tanya Daman yang melihat Shinta asik menikmati makanan.
"Aku punya firasat tak enak sampai perutku sakit tau!" Alasannya mampu membuat Daman mendesah. Menoleh lagi kebelakang melihat tak ada siapapun. Shinta langsung melihat ekspresi Daman kacau ikut pergi sambil memasukkan semua makanan dan membawa dua cup besar eskrim itu pergi juga, untung sudah di bayar.
Di belakang besment khusus VIP. Kayla dan Jacob sudah menunggu Nella.
Dengan cepat Nella masuk kemobil Kayla dan Jacob yang segera mengemudikan mobil pergi dari sana.
Daman dan Shinta kalang kabut kehilangan Nella.
Di tempatnya Seam masih dalam istirahat menyetir di gantikan oleh yang lainnya.
Seam meminta anak buahnya dan ia ikut dalam perjalanan, total Javier membawa dua sopir.
"Cepat!" Seam mendesis. Paham sopir disebelahnya. Javier yang memejamkan matanya menghela nafasnya memijat pangkal hidung nya.
"Telpon Daman sekarang." Suara Javier sudah terdengar datar. Seam juga merasa panas takut, bahkan sopirpun sudah tak berdaya dan tetap fokus menyetir tanpa kesalahan karena kecepatan ini sudah sangat cepat.
Telpon terhubung. Daman menjauhkan ponselnya karena bukan Seam yang bicara.
"Iya. Tuan kami kehilangan..."
"Apa? Apa kata Tuan..."
Daman meliriknya seketika di besarkan suaranya yang terdengar hanya umpatan kejam.
Daman dan Shinta semakin takut mati.
Di pelabuhan sekarang Nella sudah naik keatas kapal.
Hirupan udara sejuk laut dan juga bau khas solar dari kapal yang pertama kali Nella cium.
Teringat tentang Kayla yang bilang jika semua uang dari kehidupan Nella selama lima tahun sudah masuk rekeningnya setengah dan setengahnya ada didalam tas ini.
Masuk Nella duduk didalam ruang AC kapal yang tertutup matanya menatap jam di ponselnya.
"Apa ini keputusan yang baik, aku tidak mau melakukan hubungan denganmu bukan karena aku tidak suka atau benci, Javier... Maaf."
Melempar ponsel Seam yang untung di tangkapnya tepat.
"Kalian ikut mobil di belakang aku akan pergi sendiri."
Turun Seam dan sopirnya.
Semua anak buah tak melihat dimana Nella lewat bahkan Seam tak mendapatkan kabar apapun sampai satu kabar keluar dari pelabuhan mereka barusan memeriksanya karena Kayla dan Jacob keluar dari sana.
"Sialan kapal sudah menyebrang."
Fokusnya mengemudi diatas kecepatan rata-rata.
"Nella! Sialan... Kamu meremehkanku lagi... Kamu melakukan sesuatu dengannya di belakangku, kali ini yang terakhir Nella.
Saat yang sama Kapal yang Nella naikin masih belum berjalan, sesantai mungkin Nella menikmati harinya.
Kayla yang baru keluar pelabuhan meminta Jacob melakukan tugasnya sekarang.
Di dalam kapal yang belum berjalan tidak seperti pikiran Seam kalo kapal sudah berjalan.
Di kapal sudah di penuhi pembunuh bayaran yang Kayla rencanakan.
Jacob mengangguk lewat tatapnya di spion mobil.
Tertawa Kayla.
"Ahh sejuknya sore ini."
Di sisi lain Javier yang ternyata memasuki pelabuhan sesuai dengan ucapan Seam di telpon kalo salah satu sudah melihat mobil Kayla dan Jacob keluar pelabuhan.
Beruntungnya jalan tol ini ada yang terhubung dengan pelabuhan segera Javier ambil jalan itu dan belum jauh dari pelabuhan mobil Jacob dan Javier bersilang temu tanpa sadar.
Masuk mobil Javier kedalam kapal setelah membeli tiket beruntungnya tidak ada antrian.
Baru mobil yang naik kapal secara perlahan tiba-tiba kaca depan kemudi di pecahkan.
"Nyonya Tuan muda di kapal!" Jacob langsung bicara setelah salah satu orangnya melihat Javier masuk kedalam kapal yang sama dengan Nella,
"Sialan, brengsek merusak... Buat dia pingsan walau terluka parah, itu yang harus kalian lakukan, jangan sampai mati atau kalian juga akan mati! Cepat!"
Serangan kaca mobil dan beberapa orang berdiri didepan mobilnya.
Turun dari mobil, menendang pintu sampai mematahkan tangan akibat memecahkan kaca mobil samping sopir.
Melihat temannya tak sadar dengan tangan yang patah mereka menyerangnya beramai-ramai.
Di dalam ruangan istirahat kapal Nella memejamkan matanya tiba-tiba tali tambang mengikat leher dan perutnya.
Kaget dan panik sampai rasanya takut jika ia mati disini ia akan di buang ke laut.