NovelToon NovelToon
My Partner'S Diary

My Partner'S Diary

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:232.3k
Nilai: 5
Nama Author: Decy.27126

TAHAP REVISI🙏


***

Berawal dari kata 'tidak suka' hubungan mereka kian dekat karena sebuah pertengkaran. Batu yang keras, akhirnya luluh oleh air yang tenang.

Seperti itulah Gia dan Riza, dua remaja yang menaiki tangga bersama dari tidak suka, menjadi suka, lalu ke nyaman, dan berakhir dengan saling menyayangi.

***

Sedikit kisah, dari jutaan kisah lain yang mungkin akan membuat kalian tak bisa melupakannya.

@dwisuci.mn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Decy.27126, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

“Jadi, mau cerita?” tanya Gia.

Mereka sudah menyelesaikan sarapan mereka, dan kini sudah kembali duduk di bawah pohon seperti semula.

Riza diam, menatap lurus ke arah depan dan menghembuskan napasnya dsngan berat.

“Nggak tau mau mulai dari mana,” desah Riza frustasi.

Gia terkekeh, “Segitu banyaknya masalah kamu, sampai kamu nggak tau mau cerita dari yang mana dulu?”

Riza mengangguk. “Banyak, dan nggak tau, apa semuanya bisa diselesaiin atau nggak.”

“Kamu masih ingat ucapan aku pas di cafe?” tanya Gia.

Riza mengangguk. “Aku ingat semuanya.”

“Ingat katanya doang, nggak kamu praktekin?”

Riza mendengkus kesal, “Gimana prakteknya? Kamu ngomong aja aku nggak paham-paham banget.”

“Ini, nih. Definisi bodoh yang sesungguhnya, nggak paham, tapi, nggak mau nanya!” gumam Gia tanpa melihat Riza.

Riza menatap Gia dengan kesal. “Kamu ngatain aku bodoh?”

Gia balas menatapnya. “Ngerasa?”

“Ya, enggak juga, tapi, kan, cuma ada kita di sini. Nggak ada orang lain, berarti kamu ngomong sama aku, dong?”

“Aku ngomong sama angin,” kekeh Gia.

“Jangan ngeles!”

“Aku ngomong sama batu.”

“Gia!” Riza menatap Gia dengan geram.

Gia terkekeh, “Kenapa? Kita barusan sarapan, loh, masa laper lagi, sih?”

“Aku nggak laper, aku juga gak baper!” ucap Riza cepat.

“Aku nggak ngomong kamu baper.” Gia membalasnya dengan santai.

“Gia! Udahlah, terserah kamu mau ngomong apa,” pasrah Riza dengan helaan napas.

Gia tertawa kecil. “Berjuang, dong! Masa baru sebentar udah nyerah gitu, sih.”

“Indonesia udah merdeka, ngapain kita berjuang lagi,” dengkus Riza.

“Kamu pikir Indonesia merdeka, terus perjuangan kita selesai gitu aja?”

“Harus gimana lagi?“

Gia berdecak, menatap Riza serius. “Mereka udah berjuang buat masa depan kita, sekarang giliran kita yang berjuang buat–”

“Aku bukan pahlawan, dan nggak mau dianggap sok pahlawan sama orang lain!” potong Riza dengan sarkasnya.

Gia menatap Riza dengan mata memicing. “Kamu yakin ngomong gitu?”

“Ya!”

Gia berdecak kesal, “Jadi, kamu tipe orang yang nggak mau berjuang, tapi, mau nikmatin hasilnya doang?”

Riza terhenyak seketika. Entah kenapa, ucapan Gia tadi mengingatkan Riza dengan Tama, ayahnya.

Dia teringat hal yang membuatnya harus terlibat perang dingin dengan ayahnya sendiri, kata yang selalu diucapkan Tama untuk menyindirnya kini terasa lebih menusuk saat Gia yang mengucapkannya.

Riza tertunduk lesu. “Aku cuma nggak mau dianggap sok sama orang lain, dan aku juga nggak mau terlalu masuk dalam kehidupan orang lain.”

Diam, keduanya tidak ada yang bersuara setelah Riza mengeluhkan perasaannya. Riza yang masih terusik karena perkataan Gia, juga Gia yang hanya menatap di depannya dengan sesekali melirik ke arah Riza yang duduk di sampingnya.

Gia menghela napas. “Kalo nggak mau jadi pahlawan buat orang lain, seenggaknya, kamu harus jadi pahlawan buat diri kamu sendiri.”

“Buat diri aku sendiri?” beo Riza.

Gia mengangguk. “Hmmm, jadi pahlawan buat diri kamu sendiri.”

“Gimana caranya?”

“Buat diri kamu sendiri bahagia, nggak usah peduliin yang lain!” jawab Gia.

“Aku nggak seegois itu.”

“Tapi kamu lebih egois dari itu,” balas Gia cepat.

Riza menengok ke arah Gia yang menatap ke depannya. “Egois?”

“Kamu egois dan aku pun sama, kita semua egois,” ucap Gia tanpa melihat Riza yang mengernyit bingung sekarang ini.

“Vin, semua orang punya sisi egoisnya masing-masing. Kalo kamu mau dimengerti, coba kamu ngertiin yang lain dulu. Kalo mau dimengerti tapi kamu sendiri nggak mau ngertiin orang lain, ya, percuma. Semua harus ada timbal-baliknya.”

“Lagi, nggak semua keberuntungan bisa kita peroleh gitu aja. Roda kehidupan nggak cuma berputar di lingkupan kita doang, banyak orang lain selain kita.”

"Gia?"

Gia menatap Riza. “Vin, nggak semua apa yang kamu mau bisa kamu dapetin dengan kamu minta doang, semua harus ada balasannya juga, dong!”

“Seegois itu aku?” gumam Riza yang merasa teetohok dengan ucapan Gia.

Gia dapat melihat raut wajah sendu dari teman sekelasnya ini. Dia masih belum tau apa yang menjadi masalah bagi Riza, tetapi, dia bisa melihat dengan jelas kesedihan dalam diri Riza. Dalam matanya yang memancarkan aura dingin dan sendu, juga dari suara Riza yang tidak setegas biasanya.

“Bukan cuma kamu, kita semua egois.”

“Terkadang, kita emang nggak sadar. Tapi, apa yang kita perbuat selama ini termasuk dalam keegoisan kita, dan nantinya juga bakal ngerugiin diri kita sendiri. Pahami itu, Vin!” Gia bangkit dari duduknya.

“Mau kemana?” tanya Riza yang memperhatikan gerak-gerik Gia.

“Mau pulang, emang kamu mau nginep di sini?” canda Gia.

Dengan polosnya, Riza menggeleng dan membuat Gia terkekeh kecil. Dia ikut berdiri dan membersihkan celananya yang sedikit kotor karena duduk di bawah tadi.

“Mau aku anter?” tawar Riza.

Gia menggeleng. “Nggak usah, pulang aja sana.”

“Okelah.”

“See u, Vin.” Gia mulai berjalan meninggalkan Riza yang masih berdiri di sana.

“See u,” gumam Riza masih melihat Gia dari belakang.

Riza juga berjalan meninggalkan taman dengan langkah pelan, jarak rumahnya dengan taman tak terlalu jauh. Jadi, biarlah dia berolahraga hari ini, walau hanya berjalan kaki.

Sambil berjalan, dia memikirkan semua perkataan Gia tadi, Gia tak tau akan masalahnya dengan Tama, dan Riza tau itu. Namun, perkataan Gia tadi seakan menyindir mengenai masalahnya dengan Tama.

'Apa aku seegois itu? Selama ini, dia yang terlalu memaksa, atau aku yang memang terlalu pembangkang sebagai anak? Dia, atau aku yang egois di sini?' batin Riza.

Menghela napas berat, pikirannya tak berhenti memikirkan masalahnya dan ucapan Gia yang masih terngiang jelas di kepalanya.

Di saat seperti ini, bayangan Gia yang tersenyum hangat terlintas di kepalanya. Menggeleng cepat! Sekeras mungkin Riza menghilangkan bayangan Gia dari kepalanya, dia menundukkan kepalanya lalu tersenyum kecil di sana.

'Aku nggak tau kenapa, tapi, ngomong sama kamu tadi buat aku lebih lega dari sebelumnya. Makasih, Gia, walau aku nggak terlalu paham sama omongan kamu. Seenggaknya, kamu udah sedikit kasih aku pengertian buat nyelesaiin masalahku ini.' Riza tersenyum puas.

***

Bersambung.

See u next chapter🖤

1
Niken NiRiYu
bintang 5 buat penulis buat alur crita juga okelah tp plot twist masa lalu gia blm ngena
spnjang crita karakter gia msh konsisten msh terbaik dan kalau bs gia seharusnya dpt lbh baik lg dr karakter riza😁 dan riza sprti tdk ada lawannya buat dapetin gia kyk gmpang ajha buat riza
tp utk smwnya udh bagus karakternya kuat2👌
Lina 002
keren,suka sama kata" nya
Decy Mlyni: terima kasih sudah membaca, Kak. semoga berkenan dengan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum..
salken, kak....
Decy Mlyni: waalaikumsalam, Salam kenal juga, Kakakk. selamat membaca
total 1 replies
Purianti Santi
lanjut mantab👍
Decy Mlyni: udah tamat, Kak. silakan baca sampai selesai, terima kasih atas like & komennya. 🙏❤️
total 1 replies
Nur hikmah
calvin arriza psyiy
Nur Inayah
lama Bngt sandiwara ny
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo silahkan mampir di novelku ini bukan love bombing dikemas dengan bahasa segar dan komedi namun tetap romantis manis, terimakasih 🙏
total 1 replies
Nur Inayah
ah lama bngt,sandiwara ny
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
Nur Inayah
AQ MLS bertele2 thour
Nur hikmah
pnsaran....ko jd ribet
Nur hikmah
gia jtuh cnta tpi binggung sndri....n calvin kyy main umpet2 tan
Nur hikmah
waw ap riza mnta restu pa ayahy gia...hihihjhi
Nur hikmah
hntu kah
Nur hikmah
i love you gia n riza
Nur hikmah
syuka2
Nur hikmah
smpe dsini q phm....crtsy maju mundur....seru c....tpi ckup membinggungkn.....
Zia
semangat kak, jangan lupa mampir
Fie F.s (Mama Adara) 💕
Jadi inget pas sekolah dulu lomba rias kelas 😂

Jd terkenang masa SMA ku😁😁
Prayogi
terharu gaisy😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Chui Lhan Sheng
kangen lah😂😂 tapi boong😜😜
Chui Lhan Sheng
😍😍😍😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!