NovelToon NovelToon
Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Terjebak Dalam Jeratan Yang Di Tinggalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Lahir dari keluarga islami, dituntut untuk selalu taat, memiliki saudara perempuan dan ternyata menjadi bahan perbandingan. Aluna gadis 20 tahun yang baru saja lulus kuliah dan memiliki banyak cita-cita harus menerima takdirnya saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pria yang tidak dia kenal.

Aluna tetap pada keputusannya untuk mengejar karirnya, membuat Aluna harus meninggalkan pernikahannya untuk memenuhi janji kepada seseorang yang telah menunggunya.

Tetapi siapa sangka ternyata Aluna justru mendapatkan penghianatan dengan penuh kebohongan. Aluna harus menerima takdirnya atas kesalahan besar yang telah ia lakukan.

Setelah beberapa tahun meninggalkan pernikahannya. Aluna kembali terjerat dengan pria yang harus dia nikahi beberapa tahun yang lalu.

Bagaimana kelanjutan hubungan Aluna? apakah pria yang harusnya menikah dengannya membencinya dan ingin membalasnya?"




Jangan lupa untuk terus mengikut novel ini.

follow Ig ainunharahap12.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25 Seperti Parasit

Seperti biasa Zahra pagi-pagi seperti ini sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor dengan menuruni anak tangga. Suaminya menyusulnya dari belakang sembari merapikan lengan kemejanya.

Hampir saja Zahra ditabrak oleh suaminya ketika langkah Zahra tiba-tiba saja berhenti. Ravindra sudah menghela nafas dengan apa yang di lakukan istrinya. Bagaimana langkah Aluna tidak terhenti ketika Jiya ternyata menjadi tamu di rumahmu.

"Aluna kalian sudah siap-siap untuk ke kantor," sahut Risma bersama suaminya berada di ruang tamu.

Aluna menganggukkan kepala dan kemudian menuruni anak tangga.

"Kenapa Kakak ada di sini?" tanya Aluna.

Jiya tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Aluna.

"Kamu tidak memakan bekal yang sengaja Kakak siapkan kepada kamu," ucap Jiya membuat Aluna menyerngitkan dahi.

Mata Jiya menoleh ke arah meja dan terdapat kotak bekal yang kemarin malam dibuang Aluna di tong sampah di depan rumahnya.

"Aluna, jika tidak menyukai makanan yang telah Kakak masak dan seharusnya tidak kamu buang. Kamu juga tidak memberikan kepada Ravindra. Padahal Kakak hanya memiliki niat baik kepada kamu dan kamu sudah melakukan hal ini," ucap Jiya membuat Aluna menghela nafas.

Entah drama apa yang dilakukan Jiya sehingga membuat tatapan kedua mertuanya sedikit berbeda kepada Aluna.

"Maaf Tante, tetapi sesungguhnya kedatangan saya ke rumah ini bukan untuk mempermasalahkan makanan ini. Saya hanya ingin menyampaikannya niat kedua orang tua saya untuk mengajak Aluna dan Ravindra makan malam di rumah dan betapa kecewanya saat tadi saya melewati tong sampah di depan rumah dan menemukan kotak bekal ini," ucap Jiya klarifikasi.

"Aluna apa kamu membuang makanan itu?" tanya Haryono.

"Benar," jawab Aluna jujur dan memang menurutmu tidak ada yang salah karena makanan itu juga sudah basi.

"Entahlah bagaimana awalnya, tetapi Allah sangat membenci orang-orang yang mubazir. Apalagi makanan itu kakak kamu yang membuatkannya. Kamu seharusnya menghargai," ucap Haryono.

Aluna tidak bisa mencari pembelaan, seharusnya permasalahan itu hanya dia dan Jiya yang membicarakannya, tetapi Jiya sangat tidak dewasa dan membawa-bawa sampai kepada kedua orang tua suaminya.

"Ravindra, padahal aku juga menyiapkan makanan untuk kamu dan ternyata tidak diberikan Aluna kepada kamu, its ok, lain kali aku akan membuat untuk kalian," sahut Jiya.

"Tidak perlu, aku tidak pernah membawa bekal ke kantor dan juga makan siang aku selalu di luar bersama dengan klien, jika tidak maka aku akan makan di kantor," sahut Ravindra.

"Itu karena istri kamu tidak bisa memasak," seseorang berceletuk membuat semua arah pandang mata mereka termasuk Aluna, siapa lagi wanita yang berkomentar itu jika bukan Rami.

"Banyak pria sibuk dengan pekerjaannya, ketika masih lajang maka dia akan menghabiskan waktu makannya di luar bersama dengan klien tetapi ketika menikah semua akan berubah, seorang istri yang bijak dan tahu aturan akan membuatkan waktu untuk suaminya dan bukan malah ikut-ikutan suaminya untuk bekerja," sahut Rami.

Aluna menghela nafas, bagaimanapun saat ini maka dia akan disalahkan, sudah pasti dikalahkan. Aluna hanya pasrah dengan bagaimana tanggapan orang-orang kepadanya.

"Mungkin Aluna butuh waktu untuk belajar memasak. Aluna sejak kecil memang tidak pernah ke dapur, tetapi jika belajar maka Aluna akan bisa. Nenek, saya meminta maaf atas kekurangan Aluna berada di rumah ini dan tidak bisa menjalankan tugas dan kewajibanmu sebagai seorang istri, dalam hukum agama seorang istri memang harus melayani suami dalam hal apapun," ucap Jiya.

Ekspresi wajah Aluna rasanya benar-benar ingin muntah mendengarkan perkataan Jiya yang sangat berlebihan.

"Kami sudah terlambat. Ayo Aluna!" ajak Ravindra untuk ke kantor dan sebelum itu Ravindra mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan begitu juga dengan Rami.

Aluna juga mengikuti suaminya walau Rami terlihat terpaksa memberikan tangannya dan takut ditegur oleh cucunya.

"Assalamualaikum!" sapa Ravindra.

"Walaikum salam," sahut semuanya dengan serentak dan kemudian mereka berdua langsung pergi.

Jiya tiba-tiba saja tersenyum seperti ada sesuatu yang sedang dia rencanakan, mungkin Jiya sangat senang jika melihat adiknya di pojokkan dan bukannya membela sang adik dan semangat orang yang paling bahagia melihat yang ada di perlakukan seperti itu.

Aluna harus menyimpan kekesalannya ketika berada di dalam mobil bersama dengan sang suami yang menyetir di sebelahnya.

Aluna sebenarnya bisa saja tadi menjawab semua perkataan Jiya. Hanya saja Aluna masih memiliki rasa malu dan tidak mungkin berdebat di rumah orang lain.

"Jadi kamu sengaja tidak memberikan makanan yang telah dibuatkan dengan sengaja kepadaku?" tanya Ravindra memulai pembicaraan membuat Aluna menoleh ke arahnya.

"Aku lupa memberikannya," jawab Aluna kesal.

"Lupa! Atau kamu benar-benar sengaja tidak memberikannya kepadaku? kenapa kamu takut jika makanan itu dicampur sesuatu, seperti pelet atau apapun itu yang membuatku tertarik kepadanya?" tebak Ravindra.

"Tidak! lagi pula jika dia melakukan hal itu juga aku tidak peduli," jawab Aluna dengan ketus.

"Tidak peduli, tetapi mencegahnya untuk dimakan agar tidak sampai kepadaku. Aneh sekali," gumam Ravindra.

"Issss, kenapa banyak sekali orang-orang menyebalkan di dunia sekecil ini, tidak dari keluarga kandungku sendiri dan bahkan dari keluarga suamiku, penuh drama," batin Aluna penuh dengan kekesalan.

Ravindra akhir-akhir ini memang suka sekali menggoda istrinya, suka jahil dan ini sepertinya bukan pernyataan yang dikatakan Ravindra bahwa dia akan membalas Aluna.

****

"What!" pekik Melly dengan mata melotot saat mendengar cerita sahabatnya yang mampir ke toko kue usaha mereka bersama.

"Kamu serius Kakak kamu melakukan hal seperti itu?" tanyanya sekali lagi membuat Aluna menganggukkan kepala sembari mengaduk-aduk minuman dengan menggunakan sedotan.

"Aku juga tidak mengerti apa tujuannya sebenarnya? Ketika datang ke kantor dan orang-orang langsung berpikiran bahwa dia itu adalah calon istri dari Ravindra atau seseorang yang memiliki hubungan spesial, ketika seseorang bertanya kepadanya dan jawabannya penuh arti yang membuat orang merasa spekulasi dengan mengarahkan arah seperti itu," ucap Aluna.

"Psikopat," hanya jawaban dengan tatapan mengerikan terlihat dari raut wajah Melly.

"Karena mendengar ocehan orang-orang kantor, aku jadi tidak mood makan bekal yang telah dia bawakan untuk. Aku benar-benar lupa memberikannya kepada Ravindra dan menurutku tidak ada salahnya. Tetapi pagi-pagi sudah datang ke rumahku dan membuat masalah membahas masalah bekal itu,"

"Ayah mertuaku sepertinya sangat kecewa kepadaku karena aku membuang makanan," Aluna tiba-tiba saja merasa bersalah dengan tampak kepasrahan di wajahnya.

"Kenapa kamu tidak mencoba untuk membela diri?" tanya Melly.

"Aku masih punya rasa malu dan tidak mungkin bertengkar di rumah orang lain," jawab Aluna.

"Kakak kamu benar-benar manusia aneh, bisa-bisanya dia berperilaku seperti itu. Memang ini zaman dahulu menyampaikan keinginan seseorang harus datang ke rumah adiknya secara langsung dan apa Umi dan Abi kamu tidak bisa menghubungi kamu lewat telepon," ucap Melly merasa tidak masuk akal kedatangan Jiya pagi-pagi sudah bertandang ke rumah Aluna.

"Apapun yang dia lakukan memang tidak pernah masuk akal," sahut Aluna.

"Aku sudah bisa menduga bahwa sebenarnya incarannya adalah suami kamu, kamu sebaiknya hati-hati hanya dari penampilan saja yang terlihat Wanita paling suci dan kita tidak tahu bagaimana sikap aslinya," ucap Melly memberi ingat kepada sahabatnya itu.

Bersambung.....

1
Dew666
👍👍👍👍👍
Oma Gavin
good firman aku dukung rencana mu memberikan obat lucknut di minuman jiya dan langsung eksekusi tapi jgn lupa di videoin ya ..biar kesombongan jiya runtuh dok alim dok baik ternyata iblis yg ingin menghancurkan rumah tangga aluna
Yuliana Tunru
jiya benar2 ular ya pasti dia inginkan ravibdra aplg tau lqki2 tajur smoga ravubdra tdk teemakan fitnahan jiya gemea bgt oengen nampol mulut beracun x
Isma Isma
dasar betina bermuka duaa
Oma Gavin
tolong jgn sampai ravindra termakan provokasi jiya biarkan sedikit saja Aluna hidup tenang meskipun belum bahagia dgn pernikahan nya, segeralah bongkar alasan jiya tidak ingin melihat aluna bahagia apakah dia bukan anak kandung ortunya atau memang jiya psikopat gila
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Oma Gavin
firman yg bodoh tidak tegas punya istri cuma diatas kertas mau" nya dikadalin jiya, ravindra juga oon bin goblok memberikan celah pada jiya untuk melancarkan dramanya, disini yg jadi korban hanya aluna semoga kamu sabar dan ikhlas menerima semua hinaan ini ortunya juga pilih kasih selalu membela jiya jadi mikir aluna anak pungut
Yuliana Tunru
jiya mmg aneh jyk x mmg iri dgn aluna senua laki2 yg dekat ingin di miliki hingga nikahi firman sjrg malah ravibdra lg yg dudekati apa maksud x apkg aluna melihat jiya datang
Oma Gavin
ternyata jiya beneran muka tembok ngga tau malu datang ke kantor ravindra mau ngomporin ravindra buat jelek"an Aluna, jadi penasaran tujuan jiya selalu merebut semua yg menjadi milik aluna
Dew666
🪸🍎🪸
Isma Isma
sakit jiwa' jiya
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Oma Gavin
wow jiya ternyata kamu belum disentuh firman 2 tahun ini feeling ku bener target utama nya adalah ravindra yang kaya raya dan bisa juga jiya sudah tidak virgin dan takut terbongkar bila dia dulu murahan
Oma Gavin
wah ravindra sengaja bikin aluna dan keluarga nya sport jantung, mau balas dendam ya...tapi takut sama maminya karena aluna menantu pilihannya
Oma Gavin
kok aku makin penasaran dgn jiya apakah dia psikopat gila yg tidak rela melihat aluna bahagia padahal dia adiknya kenapa sampai segitunya dia provokasi ravindra untuk menolak perjodohan tsb untungnya ravindra setuju karena mamanya sangat menyayangi aluna
Isma Isma
mendiang Aluna tidak munapik kakaknya sok alim
Oma Gavin
keren polll aluna apa yg kamu paparkan sesuai dgn kenyataan kakak mu itu playing victim dia iri berat sama kamu padahal ortu mu lebih menyayangi jiya itu juga tipu muslihat jiya selalu menjelekan kamu
Bunda HB
yg aku heran knpa aluna kembali ke rmh.klo ujung2 nya org tua edan msih menyetir hdp mu. ( agama hya buat kedok /topeng kepalsuan ) org tua kolot.
Oma Gavin
jgn mau aluna feeling ku kakakmu psikopat gila yg tidak ingin melihat kamu bahagia pacarmu direbut sekarang playing victim merasa ngga bisa kasih keturunan kamu diseret untuk dijadikan madu yg akan disetir oleh jiya, keluarlah dari rumah neraka tsb hidup mandiri sesuka hati
Oma Gavin
yg jadi pertanyaan sudah tau kuna mencintai firman knp ortunya justru menjodohkan dgn jiya, dan jiya juga kenapa mau" saja jgn ngomong kalian berdua sudah kenal sebelumnya dan sengaja mengkhianati luna, aku sumpahin pernikahan kalian berdua tidak akan pernah bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!