NovelToon NovelToon
Affair With My Bos

Affair With My Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kuswara

Dahlia seorang istri yang sangat dikecewakan suami yang sangat dicintainya. Namun Dahlia tetap memilih untuk bertahan mempertahankan rumah tangganya. Dahlia tidak mau seperti ibu dan kakaknya yang menyandang status janda juga. Dahlia pun lebih memilih melampiaskan kekecewaan dan rasa sakit hatinya dengan menjalin hubungan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua

Dahlia sudah melunasi sisa uang untuk keberangkatan haji mamanya. Dia pun merasa sangat lega di tengah himpitan rasa kecewa terhadap suami dan keluarga suaminya.

Dia pulang dengan menaiki angkutan umum dan cukup berjalan kaki untuk sampai di rumah. Setibanya di sana dia disuguhi pemandangan yang membuatnya tidak habis pikir. Motor yang sudah dibayar lunas oleh bosnya sudah tidak karuan bentuknya.

"Siapa yang mengizinkan menaiki motorku?."

Dahlia langsung menanyai mama mertua dan adik ipar perempuannya.

"Mas Ryan tadi, mbak, aku nggak sengaja nabrak tiang listrik depan saat beli obat vertigo mama."

Tangan Dahlia mengepal dengan rahang yang mengeras karena gemas dengan hidupnya yang berantakan karena ulah keluarga suaminya.

"Motormu ke mana sampai harus menggunakan motorku, Ratna?."

"Habis bensin, mbak."

"Memangnya kamu nggak ada uang buat beli bensin?. Isi seliter di warung 'kan bisa."

"Kenapa sih kamu, Dahlia?. Udah syukur Ratna nggak kenapa-kenapa, malah motornya yang kamu ributkan. Nanti dibawa ke bengkel sama Ryan."

"Iya, nanti mas Ryan yang bawa ke bengkel."

Dahlia tidak lagi mendebat, dia segera masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamar. Dia pun menelepon suaminya tapi sayangnya suaminya tidak menjawab teleponnya.

Mau tidak mau Dahlia harus menelepon bosnya, mengatakan dengan jujur kondisi motornya dan kemungkinannya dia harus mengembalikan uang bosnya.

Tetapi respon bosnya sungguh di luar dugaan, dia sendiri yang akan mengurusnya ke bengkel dan Dahlia tidak perlu mengembalikan uangnya.

Ryan sudah pulang dan langsung menemui Dahlia yang sedang di dapur.

"Motornya ke mana, sayang?."

"Udah di bengkel."

"Maaf, ya, sayang. Karena aku motormu jadi rusak."

"Udah biasa, kalau nggak rusak, ya, hilang."

"Sayang, aku minta maaf."

Lalu kemudian Ryan memeluk Dahlia. Bukan hanya pelukan biasa, Ryan menginginkan lebih dari istrinya.

"Aku sedang datang bulan."

"Masih banyak cara lagi 'kan?."

Dahlia mengangguk dan tetap manis berkasih sayang dengan suaminya.

*

Dahlia dan Pak Adnan bertemu di lobi kantor, mereka langsung memasuki lift dan menekan tombol angka di mana mereka bekerja.

"Sekali lagi maaf, ya, Pak."

"Nggak apa-apa, Dahlia, namanya juga musibah. Paling juga minggu depan sudah rapi lagi motornya."

"Iya, Pak."

"Ngomong-ngomong kamu sudah sarapan?."

"Sudah, Pak, tadi bareng suami di rumah."

"Saya belum, Dahlia, mau nggak kamu menemani saya sarapan di lantai atas?."

Dahlia diam sejenak.

"Nggak apa-apa kalau nggak mau, saya tidak memaksa."

"Nggak, Pak, hanya menemai 'kan?."

Dahlia mempertimbangkan kebaikan yang telah diberikan bosnya tanpa memiliki maksud yang lain.

"Iya, hanya menemani saya sarapan. Tidak lama, paling sepuluh sampai lima belas menit."

Kemudian Pak Adnan melihat jam yang melingkar di tangan kanannya.

"Kita masih memiliki waktu tiga puluh menit."

"Baik, Pak."

Di sini saat ini Dahlia dan Pak Adnan berada. Sebuah tempat sederhana yang dikhususkan untuknya.

Salad sayur, roti, buah apel dan air putih yang sedang disantap Pak Adnan.

"Kamu nggak mau mencobanya, Dahlia?. Ini rasanya enak loh, kalau mau aku suapi."

Dahlia segera menggeleng, tentu saja menolak walau terlihat bercanda sebab Pak Adnan tersenyum lebar di akhir kalimatnya.

"Kamu pulang selalu naik angkutan umum, ya?."

"Nggak juga, Pak, kadang suami saya jemput."

"Boleh nggak aku antar kamu pulang setiap kali suamimu nggak bisa jemput?."

Kembali dengan cepat Dahlia menggelengkan kepala.

"Nggak usah, Pak, terima kasih. Tapi naik angkutan umum lebih aman."

"Memang kamu pikir nggak aman pulang bareng aku?. Jadi kamu lebih percaya sama supir angkutan umum ketimbang aku atasanmu sendiri?."

"Bukan begitu, Pak, hanya saja saya nggak mau merepotkan."

Dahlia pun tersenyum tipis.

"Oke, tapi nggak nolak, ya, kalau sewaktu-waktu kita pulang bareng?."

"Iya, Pak."

Dahlia tidak memiliki jawaban lain selain mengiyakan dan setelah ini sebisa mungkin jangan pernah berurusan dengan Pak Adnan. Merepotkan juga.

Dahlia dan Pak Adnan sudah berada di meja kerja masing-masing dengan kesibukan yang berbeda. Dahlia duduk bekerja menyusun laporan yang nantinya akan berada di meja Pak Adnan untuk ditandatangani. Dan akan dilanjutkan pada pihak yang berkepentingan.

Karena banyaknya pekerjaan sampai Dahlia harus melewatkan makan siang itu pun karena memang dia masih kenyang. Dia lanjut saja bekerja tanpa menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan dari kejauhan.

Sebuah pesan masuk namun Dahlia masih mengabaikannya hingga sebuah panggilan masuk yang menghentikan aktivitas tangannya di atas keyboard.

"Halo."

"Kamu tidak istirahat?."

"Emmm...nggak, saya masih kenyang."

Dahlia segera mengedarkan pandangannya, dia berhasil menemukan sosok Pak Adnan berdiri di depan lift.

"Ke pantry sekarang! Aku tunggu."

"Baik, Pak."

Lalu kemudian Dahlia berjalan ke arah pantry.

"Makan rotinya!."

Pak Adnan menyerahkan roti berisi selai cokelat pada Dahlia saat perempuan itu duduk di hadapannya.

"Jangan sampai tidak makan karena banyak pekerjaan. Jutsru karena banyak pekerjaan kamu jadi harus banyak makan supaya ada tenaga."

"Saya masih kenyang, Pak, serius."

"Ya, minimal kamu ngemil kalau nggak mau makan berat. Aku nggak mau ada pegawai yang pingsan karena nggak makan."

Seketika Dahlia tertawa di tengah-tengah aktivitas mengunyah.

"Mana ada yang begitu, Pak."

"Apa kamu mau pingsan supaya aku gendong kamu."

Masih tertawa lalu Dahlia menggeleng.

"Nggak, Pak, makanya ini saya habiskan rotinya."

Kini Pak Adnan yang tersenyum.

Meski sungkan namun Dahlia menerima susu cokelat yang diberikan Pak Adnan lalu dia meneguknya sampai habis.

"Kamu bisa kembali kerja."

"Terima kasih banyak, Pak."

Pak Adnan tidak menjawab, dia membuka pintu dan membiarkan Dahlia keluar lebih dulu dari pantry.

Dahlia duduk di depan monitor yang masih menyala, dia jadi memikirkan kedekatannya dengan bosnya karena di mulai dari pengajuan pinjaman lalu bosnya itu membeli motornya yang rusak.

"Setelah ini nggak boleh lagi, Dahlia. Ingat! Kamu sudah menikah dan Pak Adnan pun sudah menikah dan memiliki anak."

Dahlia menggeleng-gelengkan kepala, mengusir apa pun itu yang ada dalam isi kepalanya. Dia harus kembali fokus pada pekerjaannya.

Karena tidak mau ada interaksi lagi dengan bosnya. Di saat jam pulang kantor dia segera berlari untuk menghindari pertemuan.

Waktu sudah menujukkan dua belas malam saat Dahlia menoleh ke arah jam yang menggantung.

"Tumben banget Mas Ryan belum pulang? Kabar juga nggak ada."

Dahlia mengecek ponselnya.

Tak berselang lama suaminya pulang, Dahlia menyambutnya dengan membuat secangkir teh hangat kesukaan suaminya.

"Lagi banyak pekerjaan, ya, Mas?."

"Iya, ini aja dibantuin jadi bisa pulang cepet. Tapi besok lagi kayaknya, maklumlah mau akhir bulan."

"Tapi biasanya nggak ampe pulang jam segini, Mas."

"Iya karena banyak banget pekerjaannya."

Dahlia menerima kemeja dan celana yang baru dipakai suaminya sambil menatap punggung suaminya yang dipenuhi luka cakaran lalu menghilang di balik pintu kamar mandi.

Dahlia mencium kemeja dan celana yang ada di tangannya, dia mencium aroma lain dari kedua barang suaminya. Ada parfum dan noda lain yang tertinggal di sana.

1
Yanti Gunawan
gak adil banget buat dahlia😫😭😭
Siti Sarifah
keren
Siti Sarifah
ceritanya selalu bagus, gk pernah gagal untuk membuat pembaca ikut larut dlm emosi dr cerita
Linda Yohana
Bagus novelnya
Yanti Gunawan
mbok yo d banyakin thor thor jangan pelit" up😫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!