Amanda anak sekolah yang ingin menggapai cita-cita, kisah anak kampung yang ingin sukses di tengah konflik keluarga.
Cerita ini di bumbui dengan kisah komedi. Yang penting dibaca dulu aja, super thanks🥰🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Tiga
Dengan wajah prengat prengut Amanda akhirnya berangkat juga dijemput Rizal.
"baju lo gitu doang?" tanya Rizal.
Amanda dengan jeans warna biru atasan baju berkrah warna putih lengan pendek.
"emang kenapa?' tanya Amanda.
"Kagak, kita kan acaranya di gedong, masa lo baju kaya petugas catering" kata Rizal.
Amanda memang nggak niat berangkat, motor sudah dibawa emak kerja.
Emak kabur ninggalin Amanda sendirian.
Amanda masuk lagi kerumah.
"Tunggu.." kata Amanda ke Rizal.
Amanda masuk lagi ganti baju, pakai atasan peplum polos warna pink, wajah rias natural rambut di curly.
Celana baggy polos hitam.
"Gimana?" tanya Amanda selesai 10 menit Rizal menunggu.
"nah, kan cakep" kata Rizal.
**
Di gedung acaranya ramai,
Amanda banyak diam senyum-senyum nggak ada yang kenal satupun.
Rizal ngenalin Amanda ke teman-temannya.
Amanda cuma nyebut nama, senyum-senyum setelah makan foto-foto balik ke rumah.
Masih jam setengah delapan malam, Rizal malah ngajak Amanda ke Mangga Dua jalan-jalan dulu nge"mall.
Duduk di bangku kosong makan es cream ngeliatin orang malam mingguan.
"Muka lo liatin gue prengat prengut kenapa?" kata Rizal
"Emang setelan muka gua gini dari dulu" kata Amanda sambil makan es cream cone nya yang hampir meleleh.
"makasih ya, gue tau lo nggak ihklas nemenin gua, takut Ali marah kan?" tanya Rizal.
"Ngapain juga bawa-bawa Ali...orang Ali di Mesir nggak tau kabarnya" kata Amanda.
"Emang Ali nggak pernah chat elo?" kata Rizal sambil senyum geleng-geleng.
"Kagak...siapa gue!" kata Amanda.
"tuh, kan ngambek lagi, jawabnya ketus, lo kecelakaan kemaren nggak kebentur kepala kan?" kata Rizal menoleh ke arah Amanda makan es cream kayak kelaparan.
"Kagak, kalo pun gua gila lo pasti duluan gua teror" kata Amanda.
Rizal meluk tubuhnya dengan dua tangan, "takut.." kata Rizal.
"Zal, lo kok ajak gue ke kondangan? nggak ngajak cewek lo?" kata Amanda.
Rizal ngeliat Amanda mikir.
"Cewek gua? yang mana?' kata Rizal
Amanda balas geleng kepala.
"kebanyakan cewek lo..., sampai bilang yang mana" kata Amanda.
"Lah, kagak ada Manda" kata Rizal menoyor dahi amanda dengan jarinya.
"Lah, yang tempo hari adek kelas boncengan sama lo...yang pegang pinggang itu, hayoooo" kata Amanda ketawa, menumpahkan rasa tanya yang mengganjal beberapa hari ini.
"Hahahaha... jadi itu yang bikin merengut terus kagak mau nemenin kondangan" kata Rizal.
"Hidih... apa hubungannya? gua kan nanya kagak bawa dia kenapa bawa gua" kata Amanda
"Lo jangan-jangan cemburu ya.." kata Rizal.
"Ke Pe De An... sapa yang cemburu" kata Amanda spontan nepok bahu Rizal tapi pelan takut Rizal kejengkal nyungsep lagi, bahaya nanti jatoh dari mall lantai tiga.
"hedeh..ngaku lo..." kata Rizal.
wajah amanda memerah.
"hih ngapain, lo cari alasan kagak jawab cewek lo tuh sapa namanya?kasih tau dong buat kakak ipar...ehemmmm" kata Amanda.
Gantian Rizal ngeliatin Amanda, wajah Rizal yang memerah sampai telinganya merah juga.
"Pe De Ka Te ya???wah, kagak asik lo zal..main rahasia" kata Amanda.
Rizal diam, langsung berdiri " Balik yuk, udah setengah sembilan nih, emak lo cari lagi" kata Rizal.
"Tuh kan..emang mengalihkan pembicaraan, ya udah makasih traktiran es creamnya" kata Amanda langsung jalan duluan di depan, Kecewa.
**
Di jalan Amanda dan Rizal banyak diam, tangan Amanda megang pahanya sendiri.
Sampai depan rumah, emak masih belum pulang.
"Ya udah, gua masuk dulu" kata Amanda.
Rizal tiba-tiba megang pergelangan tangan Amanda.
"Bukan cewek gua kok, adek kelas numpang balik ke rumah, soalnya lagi sakit, dia takut jatoh aja" kata Rizal.
Amanda cuma senyum.
Menarik tangannya dari genggaman Rizal, nggak enak takut ada yang lewat menduga yang macam-macam.
"Cewek lo juga kagak apa-apa Zal, gua pikir kalo gua pergi sama lo ntar cewek lo marah apalagi malam minggu" kata Amanda beralasan.
Wajah Rizal langsung berubah, "Gue balik dulu, makasih ya..." kata Rizal.
Amanda juga diam, bingung menyesal harus ngomong apa.
Amanda mengangguk, melihat Rizal pergi meninggalkan halaman Rumah.
Amanda menarik nafas panjang, ada rasa sesal dan aneh di hati Amanda.
**
amanda mengambil HP, SMS ke Rizal.
"Zal, udah nyampe rumah belum...?" tanya Amanda.
HP Amanda tinggal cuci muka, ganti baju, Amanda dengar emak sudah datang langsung masuk kamar.
jam sepuluh malam SMS belum di balas juga, akhirnya Amanda ketiduran.
Besok paginya Amanda pagi-pagi ke toko seperti biasa, langsung mengecek ikan yang datang dengan emak.
Siang setelah live jualan Amanda cek HP.
SMS masuk jam delapan pagi,
"HP gua low batt tadi malam, udah nyampe rumah langsung dari rumah lo kagak kemana-mana?kenapa?" kata Rizal
"Sorry gua baru balas, baru lihat SMS juga. Kagak kenapa-kenapa, gua cuman nanya" kata Amanda
"Oh..." Kata Rizal.
Amanda sibuk melayani pelanggan SMS nggak dibalas lagi.
Sorenya emak balik duluan ngumpul ngerujak dengan teman-temannya, amanda duduk di toko bolak balik lapak buat ngecek jualan.
"capeknya..." kata Amanda ngomong sendirian.
Amanda menghitung lagi rincian keuangan, supaya bisa cepat beli komputer untuk kasir.
Bulan depan baru cukup buat beli, Amanda menarik nafas panjang.
**
Setelah mandi, amanda makan langsung masuk ke kamar.
Telepon berbunyi.
"Kenapa zal?" kata amanda.
"Kagak...kenapa-kenapa" kata Rizal, suara di belakang berisik.
"lo dimana? rame amat?" kata Amanda.
"lapangan.. nonton bola" kata Rizal.
"Hedeh...iya, selamat nonton bola.." kata Amanda
"Lo masih di pasar?" kata Rizal
"kagak, ni dirumah istirahat." kata Amanda.
"Oh...kirain masih di pasar.." kata Rizal.
"kenapa?" kata Amanda.
"Si gadis mesan dimsum, sama ikan patin fillet" kata Rizal.
"perlunya kapan?bia gua telepon pegawai lo ambil ke ruko ya?" kata Amanda.
"Gua jemput lo, ke pasar kagak enak gua kagak kenal pegawai lo" kata Rizal.
Amanda melirik jam weker di meja, masih jam tujuh.
"Iya udah..jemput gua" kata Amanda.
Ribet banget nih anak, beli sendiri pake di temenin ke pasar, sudah sering belanja juga.
Amanda membuka gorden kamar emak, "mak.." kata amanda.
"heh.." kata emak sambil nonton HP.
"Amanda balik ke pasar sebentar ya..soalnya Rizal tuh di pesenin kak gadis mo beli dimsum sama fillet ikan" kata Amanda.
"loh, disana kan ada yang jaga" kata Emak lagi enak tiduran langsung duduk
"Biasa mak..." kata amanda senyum.
"Iye....akalan laki-laki doang" kata Emak.
Wajah Amanda jadi senyum-senyum nyengir, di depan sudah kedengeran motor Rizal.
"Mak, Manda berangkat dulu ya..." Amanda cium tangan.
Amanda keluar rumah di ikuti emak,
"Zal, hati-hati bawa anak gua jangan kebut-kebutan" kata Emak.
"iya mak...nggak kok.." kata Rizal.
"berangkat ya mak.." kata Amanda, emak mengangguk.
**
Rizal sudah belanja, balik kerumah nganterin Amanda.
"Udah, buruan, ditunggu gadis.." kata Amanda.
"Iya.. ini langsung pulang.." kata Rizal.
"iya, kalo sampai rumah kabari ya..." kata Amanda, dalam hati lah kenapa gua ngomong gini.
"Siap bos! ntar gua kabari, buruan masuk rumah" kata Rizal.
Amanda masuk rumah, Rizal baru berangkat dari halaman.
Nggak lama Rizal SMS udah nyampe Rumah.
Perasaan dari tadi kenapa jadi senyum-senyum sendiri ya...
"hehhhh...apaan sih!" kata Amanda menutup wajahnya dengan bantal sambil tiduran.
Sementara emak dari kamar sebelah berusaha maklum, emak juga dulu pernah muda.