NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter
Popularitas:23.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

Sakti memejamkan matanya erat-erat, namun kehangatan tubuh Rahma yang menempel lekat pada dada bidangnya justru membuat akal sehatnya perlahan terkikis. Aroma wangi melati yang menguar dari rambut tergerai Rahma seolah menjadi pemicu yang membakar habis sisa-sisa pertahanannya. Naluri kelelakian sang Kapten sudah berada di batas akhir dan benar-benar tidak bisa diajak kompromi lagi.

Dengan napas yang mulai memberat, Sakti perlahan mengubah posisinya. Ia menggeser kaki dan tangan Rahma yang melintang di tubuhnya, lalu bergerak membalikkan badan hingga kini ia berada dalam posisi mengungkung tubuh sang istri di bawahnya. Kedua lengan kekar Sakti bertumpu kokoh di sisi kanan dan kiri kepala Rahma.

Jarak wajah mereka kini terkikis habis, menyisakan ruang yang sangat tipis. Hembusan napas Sakti yang memburu dan panas menerpa permukaan kulit wajah Rahma. Namun, tepat saat Sakti menurunkan wajahnya dan menatap lekat paras di bawahnya, gerakannya mendadak terkunci.

Dalam remang lampu kamar, ia menatap wajah lugu dan polos Rahma yang masih terpejam damai dengan mulut yang sedikit terbuka kecil—menunjukkan betapa lelap dan lelahnya gadis itu. Tatapan polos itu seketika menghantam kesadaran Sakti bagai tamparan keras. Ia tersadar sepenuhnya, jika sampai malam ini ia nekat menyentuhnya, Rahma pasti akan ketakutan dan marah besar padanya esok hari.

Meskipun status mereka sudah sah dan halal secara agama maupun hukum, Sakti adalah pria terhormat. Ia tidak ingin melangkah lebih jauh dan menyentuh seorang wanita jika hubungan mereka belum dilandasi oleh rasa cinta yang utuh.

"Astagfirullah..." bisik Sakti tertahan, tersadar dari kekhilafannya.

Dengan gerakan cepat, ia buru-buru beranjak dari atas tubuh Rahma, membatalkan niat liarnya yang hampir saja memakan sang istri malam ini. Tanpa membuang waktu, Sakti menyambar kaosnya dan bergegas melangkah lebar keluar kamar, menuju kamar mandi yang terletak tepat di seberang pintu kamar Rahma.

Brak!

Pintu kamar mandi ditutup dengan agak tergesa-gesa.

Begitu suara pintu kamar mandi diseberang sana terdengar mengunci, di atas ranjang, sepasang bola mata bulat milik Rahma tiba-tiba langsung terbuka lebar. Rahma tidak benar-benar tidur senyenyak itu. Ia langsung bangkit duduk dan menyilangkan kedua tangannya di atas dada dengan napas yang memburu.

"Ya ampun... apa yang barusan aku lakukan?! Kenapa aku malah memeluk Kak Sakti seperti guling?!" gumam Rahma histeris dengan volume suara yang sangat pelan.

Wajahnya seketika merona merah padam, terasa panas seperti direbus.

'Dan... dan kenapa tadi Kak Sakti posisinya seperti itu? Dia seperti ingin me... Aaarrkkkhhh tidak! Tidak mungkin Kak Sakti ingin menyentuhku!' batin Rahma menjerit frustrasi.

Ia memegangi pipinya yang terasa seperti tomat matang, merasa sangat malu sekaligus merutuki kebiasaan tidurnya yang buruk.

Sementara itu, di dalam kamar mandi, Sakti duduk termenung di atas penutup kloset yang tertutup. Ia mengusap wajahnya yang basah setelah membasuhnya dengan air dingin berkali-kali untuk menurunkan hormonnya yang sempat bergejolak. Bayangan daster Hello Kitty dan rambut tergerai Rahma barusan kembali berputar otomatis di otaknya.

Sakti menghembuskan napas kasar, meremas rambutnya sendiri dengan frustrasi. "Ini gila... benar-benar gila," gumam Sakti pelan di tengah keheningan kamar mandi.

"Pokoknya, setelah pindah ke asrama besok, aku tidak boleh tidur satu kamar dengannya. Lebih baik aku tidur di kamar sebelah atau di sofa. Bisa-bisa aku tidak kuat menahan iman kalau setiap malam polahnya seperti itu. Kacau!" gerutu sang Kapten, merutuki nasibnya yang kini harus berjuang ekstra keras menjaga benteng pertahanannya sendiri di depan istri sahnya.

Mendengar langkah kaki yang samar-samar mendekat dari arah luar, Rahma panik setengah mati. Dengan gerakan kilat, ia buru-buru kembali ke posisi tidurnya semula di pojok kasur. Ia memposisikan tubuhnya miring menghadap ke arah tembok, membelakangi posisi Sakti, lalu menarik selimut tebalnya sampai ke ujung kepala, membungkus seluruh tubuhnya rapat-rapat bak sebutir lontong.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka pelan. Sakti melangkah masuk dengan kaus yang sedikit basah di bagian leher setelah membasuh diri. Begitu matanya menangkap siluet Rahma yang sudah terbungkus rapi oleh selimut dan menghadap ke dinding, sang Kapten seketika menghembuskan napas lega. Pertahanannya aman.

Dengan sangat perlahan dan hati-hati agar tidak menimbulkan guncangan pada kasur, Sakti menempatkan kembali tubuh tegapnya di atas ranjang. Ia mengambil posisi paling ujung, sedekat mungkin dengan tepi kasur, lalu membalikkan badannya membelakangi Rahma. Setelah pergulatan batin dan hormonal yang cukup melelahkan, sekitar pukul 02.00 pagi, barulah kedua pengantin baru itu akhirnya bisa benar-benar tertidur lelap.

Keesokan harinya, sayup-sayup suara kumandang azan Subuh mulai menggema dari pengeras suara masjid. Rahma mengerjapkan matanya, perlahan mengumpulkan kesadarannya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menoleh ke samping. Namun, kasur di sebelahnya sudah kosong dan terasa dingin. Rahma langsung terduduk, matanya mengedar ke setiap sudut kamar, namun ia tidak menemukan keberadaan suaminya.

"Kemana perginya Kak Sakti?" tanyanya pelan pada dirinya sendiri dengan suara serak khas bangun tidur.

Tok! Tok! Tok!

Tak lama kemudian, pintu kamarnya diketuk pelan dari luar.

"Neng Rahma, bangun, Nak... Sudah Subuh!" panggil Bu Rima dari balik pintu.

Mendengar suara ibunya, Rahma yang masih setengah sadar langsung beranjak dari tempat tidur. Tanpa bercermin atau memperhatikan penampilannya yang acak-acakan dengan rambut panjang yang mengembang kusut serta dua kancing atas daster Hello Kitty nya yang sedikit terlepas akibat tidurnya yang pulas semalam. Ia langsung membuka pintu.

Ceklek!

Begitu pintu terbuka, Bu Rima yang berdiri di depan pintu langsung menghentikan ucapannya. Mata sang ibu turun memperhatikan kancing daster Rahma yang terbuka, lalu beralih menatap rambut putrinya yang super berantakan. Seketika, senyum jahil dan penuh arti terukir jelas di wajah Bu Rima.

"Duh... pengantin baru, sampai nggak kedengaran azan Subuh ya? Biasanya jam 4 pagi kamu sudah mandi," goda Bu Rima sambil tersenyum geli. "Barusan juga Aa Sakti sudah pergi ke masjid bareng Ayahmu. Kamu juga buruan mandi gih, jangan lupa niat mandi junub nya ya!" lanjut sang ibu mengedipkan mata, lalu segera berbalik pergi meninggalkan Rahma menuju dapur sembari terkekeh pelan.

Rahma seketika mematung di ambang pintu bagai tersambar petir di pagi buta. Otaknya yang masih loading mencoba mencerna kalimat terakhir ibunya.

"Mandi junub...?" gumam Rahma pelan.

Detik berikutnya, matanya membelalak sempurna saat ia tersadar. "Memangnya aku dan Kak Sakti habis...?"

Rahma langsung membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya, wajahnya seketika memanas dan memerah pekat mengalahkan warna tomat. Ingatan tentang kejadian semalam, saat ia memeluk Sakti dan bagaimana suaminya itu mengungkungnya dengan napas memburu, mendadak berputar hebat di kepalanya.

"Ya ampun... memang semalam Kak Sakti hampir menyentuhku!" ujarnya histeris dalam hati.

Dengan perasaan campur aduk antara malu, panik, dan canggung yang luar biasa, Rahma buru-buru merapikan rambutnya yang acak-acakan dengan jemarinya, membetulkan kancing dasternya, lalu menyambar handuk dan bergegas berlari menuju kamar mandi sebelum suaminya pulang dari masjid.

Bersambung...

1
Teh Euis Tea
sakti bilang aj udah cinta, pake acara gengsi segala, benar kt Salma klu udah di ambil orang baru deh nyesel
Teh Euis Tea
yg sabar Sakti km mah ganas main sosor aj
duhhh malu bgt ketahuan sm Salma, mau ngilang aj kelobang semut saking malunya🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ketangkap basah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
kalau udah ada rsa suka pasti bntr lgi cinta datang nih
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali, tinggal menunggu waktu saja kak
total 1 replies
Nar Sih
cemburu mu lucuu sakti ,dan bikin rahma sedih karena sikap mu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bener kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
dewi rofiqoh
Benar tu sakti apa yang sama bilang, klo kamu gk segera ungkapkan rasamu pada rahma keburu diambil orang tu si rahma🤭🤭🤭
Ilfa Yarni
tau nih sakti klo suka bila g aja pake gengsian sgala liat Rahma akrab dgn laki2lain km cemburu hadeeh sakti
Uba Muhammad Al-varo
Sakti.......kena sama jebakan nya Salma,ayo jujur kamu sukakan, cintakan ke Rahma, jangan gengsi yang digedein /Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
hahahaha dasar sakti gengsi setinggi la git udah tau suka sama Rahma malah tidak mau mengakuinya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hooh Bun 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
masih pagi wes delok sakti ambek rahma nag kasor🥱🥱🥱😁
Anonim
Aku suka
Anonim
🤭🤭🤭🤭
depoll_poll aje 😉😉😉
astagfirullah..
sakti u itu keterlaluan sekali SM s Rahma..
cemburu s cemburu tp sadar diri donk udh mantap blm hati u nya...
hahahaha kepergok s adik nya juga,,
gimna ya cerita selanjutnya...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Anonim
❤️❤️❤️
depoll_poll aje 😉😉😉
cie cie yg sakit cemburu jugaa.. hahahaha
kepo ya kamu dengan keakraban Rahma dengan pria lain... hihihihihi
Anonim
😍😍😍
Patrick Khan
cemburu kan kau sakti🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betoolll🤣
total 1 replies
Patrick Khan
q aja pengen bisa pakai motor gede lo..tp punya siapa yoan 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apalagi aku kak, yg ada nyungsep 🤣🤣🤣
total 1 replies
Patrick Khan
aku lupa cara ciuman 🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: weleh... masa iya lupa, kak 🤣🤣🤣
kocak nih 🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
gak usah cemburu sakti ,dr adnan cuma mau bicara sbntr dgn istri mu tentang wanita pujaan nya yg kebetulan profesor nya rahma di kmpus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😄
total 1 replies
Nar Sih
wah ..rahma hebat lho bisa bwa motor besar suami nya👍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!