NovelToon NovelToon
Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"

"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"

Deg

Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?

"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"

Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"

'Tega kamu mas' batin Kinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Di depan sebuah apartemen, Bima mengajak Agnes turun dari mobilnya. Penerbangan mereka mengalami keterlambatan. Dan mereka baru sampai siang hari jam 1 tadi.

Leo yang menjemput mereka, segera membawa 2 koper Agnes masuk ke dalam apartemen itu. Dengan alasan, ayahnya punya penyakit jantung. Maka Agnes minta agar Bima tidak mengatakan kabar ini pada ayahnya Agnes. Sebenarnya itu jadi alasan juga buat Agnes, dia tidak mau pulang dan tinggal di rumahnya yang sederhana itu.

Agnes masuk ke dalam apartemen itu. Cukup mewah, ada dua kamar, lengkap dengan balkon dan juga segala fasilitasnya yang sudah tersedia begitu dia masuk.

"Kamu bisa tinggal di sini dulu. Aku akan mencoba menyelesaikan semuanya!"

Agnes hanya bisa mengangguk setuju. Memangnya apalagi yang bisa dia lakukan.

"Aku akan kembali ke kantor, istirahatlah. Kalau kamu butuh apapun, hubungi Leo..."

Mendengar itu tampaknya Agnes tidak puas. Kenapa dia harus menghubungi Leo. Kenapa dia tidak bisa menghubungi Bima saja.

Hingga belum sempat Bima menyelesaikan apa yang ingin pria itu katakan, lagi-lagi dengan sok manja Agnes merangkul lengan kiri Bima.

"Bima... aku tidak enak mengatakan apapun yang aku butuhkan pada Leo. Apa aku memang tidak bisa menghubungi kamu saja?" tanyanya dengan suara yang dibuat-buat.

Bima menghela nafas, pada akhirnya dia mengangguk.

"Baiklah, butuh apapun. Kamu hubungi aku. Leo akan mengisi penuh kulkas di apartemen ini. Sekalian apa yang kamu butuhkan, tulis saja. Berikan catatannya pada Leo. Dia akan mencarikannya untuk mu. Aku akan kembali ke perusahaan, ada hal penting yang harus aku kerjakan!"

Agnes melepaskan tangannya dari lengan Bima. Wanita itu mengangguk patuh dengan wajah yang begitu polos. Tentu saja itu hanya dibuat-buat juga.

Setelah Bima pergi, Leo datang lagi dengan beberapa orang yang membantunya membawakan belanjaan yang sangat banyak. Ketika Leo datang, Agnes segera memberikan dua lembar catatan pada pria itu.

"Tuanmu menyuruhku menuliskan apa yang aku butuhkan, dan semua itu aku butuh! cepat cari, ingat ya! harus yang mereknya paling bagus dan harganya paling mahal!"

Leo menerima catatan itu dan mengangguk patuh. Dia sama sekali tidak berkomentar.

Sementara itu, begitu Bima kembali ke kantor. Sekertaris nya datang dengan cepat dan memberikan sebuah amplop dari pengadilan. Pihak yang mengantarkan tadi mengatakan kalau dokumen itu sangat penting, dan harus segera di lihat oleh Bima. Maka dengan cepat pula Nolan, sekertaris Bima memberikan dokumen itu pada Bima.

"Tuan, tadi ada orang dari pengadilan yang mengantarkan dokumen ini. Katanya harus segera di lihat, penting!" kata Nolan.

Bima yang bahkan belum sempat membuka pintu ruangannya, segera terdiam sambil melihat dokumen yang dipegang oleh Nolan. Rasanya tidak mungkin kalau surat itu adalah surat kasusnya Agnes. Bukankah butuh waktu cukup lama seharusnya, dia baru saja akan memikirkan caranya menyelesaikan masalah itu. Kalau datangnya secepat ini, Bima benar-benar belum tahu harus bagaimana.

Namun, dokumen itu tetap harus dia terima. Bima meraih dokumen itu, dan meminta Nolan kembali melanjutkan pekerjaannya. Sementara dia masuk ke dalam ruangan.

Bima duduk di kursinya, lalu membuka amplop coklat besar itu. Dari kepala suratnya saja, itu benar-benar berasal dari pengadilan.

Dan matanya melebar, setelah dia membaca perihal apa surat itu.

"Gugatan cerai..." lirihnya.

Kepalanya berdenyut, berdenyut sangat kencang. Sampai dia tidak bisa lanjut membaca surat pemberitahuan gugatan perceraian itu. Bima meletakkan surat itu di atas meja, lalu memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Matanya mendadak merah, wajahnya tampak sangat tidak baik.

Bima terus memegang kepalanya, rasanya sakit sekali. Dia bahkan tidak tidur sejak kemarin. Bahkan tidak makan juga. Hidupnya mendadak jadi sangat kacau.

Merasa tak bisa mengatasi rasa sakit kepalanya, Bima meraih ponsel yang ada di sakunya dan menghubungi Fandy.

[Halo, pak investor utamaku. Ada yang bisa aku bantu?]

"Fandy, datang ke perusahaan sekarang. Kepalaku sakit"

[Bisa sakit kepala juga kamu...]

"Jangan banyak omong, cepat!"

Bima segera memutuskan panggilan telepon itu. Dia kembali memegang kepalanya yang rasanya mau pecah.

Brukk

**

Sementara itu, di tempat lain. Di sebuah rumah besar, lebih seperti sebuah mansion. Dengan ornamen klasik, dan taman dengan gaya ala-ala taman di Belanda. Dua buah mobil datang dengan cepat ke pekarangan rumah besar itu.

Masing-masing dari mobil itu, tampak keluar seorang pria bertubuh tinggi dengan kacamata dan setelan jas yang cukup mahal.

Di depannya, mobil yang satu lagi. Keluar seorang pria dan wanita yang rambutnya sudah tidak satu warna. Dan berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah besar yang klasik itu.

Ketiganya, berjalan dengan cepat menghampiri seorang wanita yang sudah lebih dari paruh baya. Yang tampak duduk dengan cemas di sofa besar dan panjang yang pastinya harus costum untuk mendapatnya.

"Nenek" pria berkacamata itu menyapa wanita tua yang duduk dengan gelisah di sofa favoritnya.

"Kalian datang juga. Aku tidak bisa menghubungi Bima. Pengacara Dimas yang memberitahu ku. Apa kalian memang belum mendengar hal ini?"

"Ck, drama apalagi sih wanita itu? uang saku 500 juta satu bulan, rumah mewah, kehidupan sebagai nyonya muda Dirgantara. Masih mau menggugat cerai suaminya. Aku rasa dia hanya tidak bersyukur saja!" celetuk wanita paruh baya yang duduk di sebelah pria berkacamata itu.

"Ibu..." tegur pria berkacamata itu.

Nenek Ningsih segera mendesah kasar.

"Viona! Kinan bukan wanita seperti itu. Dia wanita yang sangat pengertian!"

"Iya, dia pengertian. Cuma aku yang tidak pengertian di keluarga Dirgantara ini!" celetuknya lagi.

Namanya Viona, dia adalah istri kedua dari Damar Dirgantara, ayah Bima. Sedangkan pria berkacamata di sebelahnya adalah Galih Dirgantara, kakak Bima. Kenapa anak dari istri kedua bisa jadi kakak Bima? itulah kenapa hubungan keluarga Dirgantara ini juga cukup rumit.

Ucapan Viona malah semakin membuat nenek Ningsih menghela nafas panjang.

"Selama ini mereka terlihat baik-baik saja..."

"Ayah, sebenarnya beberapa hari yang lalu. Keluarga Tanisa sempat menyindir sesuatu di acara lelang. Aku tidak tahu ini ada hubungannya tidak dengan gugatan cerai yang di ajukan Kinan. Tapi, aku dengar pengacaranya adalah paman Bella, Gustaf Tanisa!"

Wajah nenek Ningsih langsung jadi sangat penasaran mendengar ucapan Galih.

"Sindiran apa? apa yang mereka katakan? dan siapa yang bicara?"

"Sepupu Bella, Ivone. Dia datang menghampiri ku saat acara lelang dan berkata 'sepertinya sebentar lagi keluarga Dirgantara akan viral ya, suami menyekap istri. Sampai paman Brandon ikut campur menanganinya. Kalian memang tidak ada habisnya membuat gebrakan' begitu katanya!"

"Menyekap? suami menyekap istri? Maksudnya Bima menyekap Kinan?" nenek Ningsih benar-benar terkejut.

"Ibu seperti tidak tahu saja! Bima seperti apa?" sindir Viona.

Bahu nenek Ningsih turun perlahan,

'Sebenarnya ada apa ini?' batinnya bingung.

***

Bersambung...

1
Nurlaila Hidayah
ya klo bisa ancam dengan gugurkan kandungan mu nan biar bisa cerai
Nurlaila Hidayah
bagus nan jangan mau klo ga cerai, jawaban mu jga sangat bgus jangan mau di iming2 harta ya wlwpun hdup perlu harta tpi kbhgiaan kluarga mu di rwnggut bgtu aja sama c minuman jahat
falea sezi
cerai verstek thor 🤣🤣 authornya g tau ya bisa di putus apalagi laki g dateng 🤭 belajar lagi ya thor
Siti Zaid
Tak sabar nak lihat agnes dipenjarakan..baru tau rasa..jadi orang itu jahat amat dan Bima biar hidup diselubungi penyesalan dan kehancuran...
yula
💪💪💪💪💪thor
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kalau gak bisa langsung tanda tangan, jangan persulit Kinan kasian dia selama ini kamu bohongi 😡
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ayo Bima hidupkan mertuamu🤭
sunaryati jarum
Kok tidak ada perceraian secara verstek jika lelaki tidak datang langsung diputus cerai Kapan karma Bima dan Agnes datang,kok masih punya kuasa.
Mida
cabut aja jabatan sibima apakah si Agnes akan tetep bersamanya atau pergi dari hidupnya
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
udahlah Zayn jangan hiraukan Bima,, tinggalkan aja dia sendiri 😡
merry
kak dtg kn karma buat Bima dan Agnes kak biar Kinan dpt keadilan,, enk x org yg bunuh klurg Kinan hdp bhgia hrs y ada yg laporin gt dan Bima jg kena krn lindungi penjahat,,,, org curi labu mati digebukin in bkin org meninggal malah hdp bhgia
Agus Tina
Bercerai saja ... Kinan
Siti Zaid
Author ditunggu terus lanjutan ceritanya ya...🤭
Siti Zaid
Bima pasti akan menyesal jika bercerai dengan wanita sebaik kinan ..hidupnya akan hancur jika terus membela wanita ular macam agnes
😠
J
knpa lama2 skali updatenya, jadi gk seru bacanya
falea sezi
bosen thor muter doank😓
Adinda
seret juga bima kepenjara sekalian biar tau rasa
Nurlaila Hidayah
percepat napa thor sidang cerai sama sidang kasus pmbunuhan'a biar ga bertele2 jga, lma2 bisa pda bosan baca'a krna msih jln di t4
mimief
dia yg berhutang nyawa,kenapa aku yg harus membayar. laki laki sialan..kalau lu yg punya utang nyawa...nyawa lu aja yg di tarohin,jgn orang lain
mimief
ternyata bawa dia ada gunanya 🫣🤣🤣. orang ga tau malu mesti ketemu orang yg ga bisa nahan mulut nya 🤣🤣. biar berasa malunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!