NovelToon NovelToon
Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:50.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.

Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.

Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.

Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.

Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?

"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JDPDK Bab 7 - Bapaak

Brak!

Alicia membuka pintu kelas dengan keras begitu berhasil meraihnya. Sontak saja semua mata yang ada di ruangan tersebut tertuju ke arahnya dan Prilly.

Ternyata kelas sudah dimulai dan mahkluk yang bernama Bryan telah berdiri tepat di tengah-tengah podium. Tatapan pria itu tertuju lurus pada Alicia, tajam dan dingin sekaligus.

"Cih, namanya saja nona muda keluarga Harold. Aslinya nona bar-bar tidak tahu aturan," ucap Veronica, suaranya memang tidak terlalu keras tapi karena ruangan begitu sunyi membuat semua orang pun mampu mendengar, termasuk Alicia.

Dan mendengar kata-kata itu Alicia mengepalkan tangannya kuat, ingin sekali ia meremas mulut Vero dengan kuat. Beberapa orang dikelas ini memang teman semasa SMA Alicia, termasuk Veronica dan ganknya.

Rata-rata anak konglomerat di Servo memang mengambil jurusan Manajemen Bisnis.

"Al, ayo minta maaf," bisik Prilly pada sang sahabat, sekarang Prilly takut sekali. Rasa-rasanya pak Bryan akan menyantapnya hidup-hidup.

Dan sungguh, dalam keadaan seperti ini harga diri Alicia terasa diinjak-injak. Dan Alicia sangat anti tunduk pada orang lain, apalagi semua mahasiswa dan Bryan.

"Tidak perlu," balas Alicia pada Prilly, ia kemudian masuk begitu saja tanpa mengucapkan apapun. Tujuannya adalah kursi kosong yang ada di deretan paling atas.

"Berhenti," ucap Bryan, satu kata yang akhirnya menghentikan langkah Alicia dan Prilly.

"Ma-maaf Pak, kami tadi tersesat jadi, jadi terlambat datangnya," ucap Prilly dengan cepat, ia bahkan menundukkan kepalanya juga saking takutnya. Meskipun selama ini bersahabat dengan Alicia, tapi ia tidak seberani itu. Justru Prilly adalah gadis paling penakut di dunia ini. Prilly berani hanya karena Alicia.

Dan saat Prilly menundukkan wajahnya, Alicia justru menatap Bryan dengan sorot mata benci. 'Tadi mengancam ku dengan video entah apa? Sekarang mau apalagi? Aku sudah sampai dikelas!' batin Alicia kesal.

"Kamu, duduklah," ucap Bryan seraya menunjuk Prilly dengan jari telunjuknya. "Dan kamu, tunggu diluar," titah Bryan pada Alicia.

Seketika ruangan kembali sunyi senyap, tak satupun lagi yang besuara meskipun hanya bisik-bisik. Sementara Veronica, Sania dan Geby tersenyum seraya saling pandang. Ini adalah pemandangan paling indah bagi ketiganya, melihat sang musuh bebuyutan disantap habis-habisan oleh sang dosen killer.

"Dasar bodoh, dosen setampan itu malah dilawan. Benar-benar otak udang, tidak bisa melihat peluang," bisik Sania.

Veronica yang mendengarnya pun makin tersenyum bahagia. Memang benar bahwa Pak Bryan seperti rumor yang tersebar, pria itu tak kenal ampun, dingin dan sulit didekati. Tapi di mata Veronica pak Bryan sangat mempesona, begitu tampan dan tubuhnya sempurna.

Dengar-dengar pak Bryan masih jomblo hingga sekarang, karena itulah Veronica bahkan berniat untuk mendekati sang dosen. Andai bisa meluluhkan pria tersebut, Veronica merasa akan jadi wanita paling beruntung di dunia ini.

"Benar-benar bodoh," balas Veronica ikut membalas bisikan Sania.

"Tidak Pak! Jika Alicia di hukum, saya juga akan menerima hukumannya," balas Prilly, mana mungkin dia berkhianat.

"Tidak usah, sana duduk. Nanti aku lihat catatan mu," balas Alicia seraya mendorong Prilly untuk melanjutkan langkah.

Prilly bingung sekali harus bagaimana, apalagi ia pun tak pernah membantah perintah Alicia. 'Aduh, bagaimana ini,' batin Prilly. Tatapan Alicia dan tatapan pak Bryan sama-sama membuatnya tertekan.

Sampai akhirnya Alicia kembali berjalan keluar dan menutup pintu dan akhirnya Prilly duduk di kursi paling belakang. 'Ya ampun,' batin Prilly, rasanya ingin menangis sekarang. Tapi ia tetap mengeluarkan buku catatannya.

Sementara Bryan di depan sana kembali melanjutkan kuliahnya seolah tak terjadi apa-apa.

Dan Alicia berdiri sendirian di depan pintu ruangan tersebut, menjadi tontonan beberapa mahasiswa yang melihatnya. Siapapun bisa menebak bahwa anak baru tersebut baru saja membuat masalah dengan sang dosen.

2 jam kemudian pintu akhirnya terbuka dan Bryan adalah yang pertama kali muncul. Sementara mahasiswa yang lain belum berani beranjak dari kursi mereka masing-masing.

"Ikut aku," ucap Bryan, dia hanya melirik sekilas pada Alicia. Sebelum akhirnya kembali melanjutkan langkah.

'Arght!!' pekik Alicia di dalam hatinya. Kaki Alicia terasa berat sekali, ia mengikuti langkah Bryan tepat tiga langkah di belakang pria tersebut.

Dan setelah pak Bryan tak nampak lagi, barulah Prilly bergegas berlari untuk melihat keadaan di luar sana. Ia melihat Alicia yang mengikut sang dosen. "Astaga, Alicia dipanggil," gumam Prilly. Meskipun ia tahu bahwa pak Bryan adalah kekasih kak Annie, tapi tetap saja Prilly khawatir. Apalagi sepertinya pak Bryan anti orang dalam.

"Prillyyy," panggil Geby dari arah belakang, panggilan yang terdengar penuh hinaan.

"Lain kali jangan buru-buru ke kampusnya, kan otaknya jadi ketinggalan," ucap Geby lalu terkekeh, di susul tawa Sania dan Veronica. Mereka jelas-jelas membicarakan Alicia.

"Otak kalian memang tidak ketinggalan, tapi tidak berguna," balas Prilly, lalu kabur berlari menyusul sang sahabat.

"Ih dasar menyebalkan!" kesal Geby.

"Sudahlah, nasib Alicia tidak akan ada bedanya dari semasa SMA. Hanya akan jadi bahan tertawaan semua orang," ucap Veronica.

"Kamu benar, aku yakin pak Bryan akan memberinya hukuman berat. Mungkin saja dia tak boleh mengikuti kelasnya lagi," sahut Sania.

Dan Veronica makin senang mendengarnya. "Ayo, aku juga ingin menyaksikan pemandangan itu," ajak Veronica.

Pada akhirnya mereka semua menuju ke gedung prodi manajemen bisnis, dimana ruangan pak Bryan berada. Karena mereka yakin betul kini Alicia dibawa ke sana untuk mendapatkan hukuman.

Benar seperti dugaan semua orang, Alicia mengikuti Bryan sampai berada di ruangan pria tersebut. Begitu selesai menutup pintu Alicia langsung buka suara lebih dulu.

"Bapak punya video apa? Jangan memeras ku dengan hal aneh seperti itu!" bentak Alicia, ia bahkan bicara saat Bryan masih memunggunginya, masih belum duduk di kursi kerjanya.

Dan mendengar pertanyaan itu, Bryan sontak menghentikan langkah, juga menghela nafasnya dengan kasar. Kadang tak habis pikir kenapa di dunia ini ada anak seperti Alicia?

Kadang juga bertanya-tanya benarkah Alicia anak kandung Tante Aluna dan om Davion? Ataukah mungkin anak pungut?

Karena sifat Alicia dan semua saudaranya begitu berbeda, terutama dengan Annie. Sedikitpun Alicia tak memiliki ketenangan yang Annie miliki.

Bryan akhirnya kembali berjalan dan duduk di kursi kerjanya, barulah saat itu ia membalas tatapan Alicia.

"Bisakah kamu tahu tempat saat bersikap?" tanya Bryan dengan suaranya yang terdengar begitu dingin.

Sejenak Alicia bahkan terpaku saat mendengarnya, sebab pria tua itu seperti memasang dinding-dinding pembatas yang jelas. Saat di kampus maka Alicia harus menganggapnya sebagai dosen, saat ada kak Annie maka Alicia harus menganggapnya sebagai kekasih sang kakak. Barulah saat tak dikedua tempat itu, Alicia baru bisa membencinya sesuka hati.

Dan sialnya, kini mereka berada di kampus. 'Enak saja, aku tidak akan Sudi menghormatinya sebagai dosen! Mana ada dosen yang mengancam mahasiswanya dengan video tidak jelas!' batin Alicia.

"Tidak usah banyak basa basi, bapak punya video apa tentangku? Hapus sekarang juga!" titah Alicia tanpa merasa takut sedikitpun, bahkan menatap lebih tajam daripada sebelumnya.

"Kamu memang tidak bisa diajak bicara." Bryan mengambil ponselnya, "Aku hanya bicara satu kali saja, setelah itu tidak ada kesempatan." timpal Bryan.

Alicia menelan ludah, benar-benar merasa terancam dengan ucapan tersebut. Sejenak lupa bahwa kini Bryan memiliki kartu As miliknya, jika kartu As itu sampai pada keluarganya maka semuanya akan hancur berantakan.

Terutama hubungannya dengan sang kakak perempuan, kak Annie yang begitu mencintai siluman tersebut.

"Bapaak," panggil Alicia akhirnya, ia juga mulai menurunkan nada bicaranya.

Buru-buru Alicia mendekati meja kerja dan duduk di hadapan Bryan. "Maaf saya lancang Pak, janji akan tahu bagaimana harus bersikap. Saya mohon jangan kirim video apapun pada mommy, please," mohon Alicia.

Bryan menghentikan semua pergerakannya pada ponsel, ia menatap Alicia lurus. "Cukup satu kali aku bicara dan kamu harus dengarkan," balas Bryan.

"Siap, Bapak. Siap," jawab Alicia.

1
Tuti Tyastuti
𝘱𝘦𝘥𝘦 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘷𝘦𝘳𝘰 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘦𝘪𝘯 𝘣𝘳𝘢𝘺𝘯
Hanima
🤭🤭
🌷Vnyjkb🌷
d kurung utk d asah 😜😜
🌷Vnyjkb🌷
🤣🤣🤣🤣🤣 d usiiirrr halus sm mom lunlun
isni afif
dr musuh.....jadi jodoh...🤣🤣🤣😘😘😘
isni afif
lanjut ...
🌷Vnyjkb🌷
wkwkwkkkkkkkk enak, licccc,,, les privat🤣
🌷Vnyjkb🌷
bukan siluman ukar, allll??😜😜 kan bisa berubah pesonanya tu 😜😜
Shee_👚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
rasanya alicia mau bunuh diri aja😂
Shee_👚
wah wah al liat siluman harimau dah berani mengurung mu🤣
Shee_👚
itu tulisan yang tadi di baca mendadak bubar barisan😂
Shee_👚
hati-hati al nanti kamu terjebak sama pesona bryan😂
abimasta
👍👍👍👍
Hary Nengsih
🤣🤣🤣🤣
Kar Genjreng
lah buset sini nya lagi belajar mikir mau kabur sampai bepajar menejemen ga nyantol blas di otak,,, ehhh.malah di suruh tinggal sekalian di tempat Mas Dosen Byan ya sudah kebetulan. ya Allah.kan jadi pinter nanti cerdas,,,mau saja sudah dapat lampu Hijau dari Mom Aluna mateng lah mungkin supaya tidak kabur lagi bersama gank nya Leon Prilly dan Dion berharap bisa kabur.ini malah di kubur,,,bukan di hibur maksudnya kapan lagi Al di ajarin sama Dosennya langsung mana di apartemen nya pula,,,😂😂
Sri Rahayu
uda nikmati aja Alicia....🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Daneen
Habislah kau Alicia 😂😂😂😂😂
Endah Puji Lestari
🤭
Felycia Fernandez
weeeeeh Alice kamu di buang ma mommy tuh 🤣🤣🤣🤣
Biasanya mom Aluna selalu hati hati dengan kata tinggal bersama laki laki dan perempuan,ini Alicia malah disuruh tinggal ma Bryan 🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Gilaa 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!