NovelToon NovelToon
Menikahi Pewaris Cacat

Menikahi Pewaris Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Orang Disabilitas / CEO
Popularitas:166.3k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

​"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."

​"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
​Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.

"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."

​Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.

​Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?

Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecupan Pertama

Demam Dante mulai mereda saat tengah malam berganti dini hari. Hujan di luar telah menyusut menjadi gerimis tipis.

Levara terbangun dari tidurnya saat merasakan pergerakan di atas kasur. Ia mendapati Dante sedang terduduk di tepi tempat tidur, menatap kosong ke arah kedua kakinya yang tak bergeming.

"Dante?" panggil Levara dengan suara serak khas bangun tidur. "Kenapa bangun? Badanmu masih hangat."

Dante tidak menoleh. Matanya tetap terkunci pada kakinya sendiri. "Levara ... pernahkah kamu berpikir kalau kamu salah memilih pelindung?"

Levara mengerutkan kening, mendudukkan diri di samping Dante. "Maksud kamu apa?"

"Tangan saya cedera hanya karena mengetik semalam. Badan saya demam tinggi hanya karena kelelahan," bisik Dante. Suaranya bergetar tipis, sarat akan kepahitan yang terpendam. "Bagaimana saya bisa melindungimu dari Julian kalau tubuh saya sendiri sesering ini memutus harapan saya?"

"Dante, kamu cuma sakit biasa karena kelelahan—"

"Ini bukan cuma soal sakit biasa, Levara!" potong Dante cepat. Pria itu akhirnya menoleh, menatap Levara dengan iris mata yang dipenuhi rasa sakit dan kekecewaan mendalam pada dirinya sendiri. "Saya lumpuh! Saya duduk di atas kursi roda ini!"

Levara tertegun, lidahnya mendadak kaku melihat kerapuhan Dante yang telanjang di depannya.

"Setiap kali melihatmu berlari atau bertindak cepat, saya sadar akan keterbatasan saya," lanjut Dante, napasnya memburu. "Saya takut ... suatu hari nanti saat bahaya dari Keluarga Veyron benar-benar datang menimpa kamu, saya cuma bisa menonton dari atas kursi roda ini tanpa bisa bergerak menolongmu."

"Dante ...,"

"Saya takut menjadi beban buat kamu, Levara," aku Dante pelan. Suara bass-nya pecah. "Saya takut kamu bertahan di samping saya cuma karena rasa kasihan atau rasa utang budi."

Keheningan melingkupi kamar yang remang itu. Levara menatap pria tegap di hadapannya yang selama ini selalu menjadi benteng tak tergoyahkan.

"Kamu sudah selesai bicaranya?" tanya Levara pelan namun tajam.

Dante mengepalkan tangannya di atas pangkuan, tidak menjawab.

Levara meraih kedua tangan Dante, memaksa pria itu menatap matanya. "Dengar baik-baik, Dante Castillo Velmore."

"Levara, saya bicara fakta—"

"Persetan dengan faktamu!" potong Levara tegas, menatap lurus ke dalam iris mata Dante. "Apa kamu pikir aku bertahan di rumah ini karena kasihan? Apa kamu pikir aku menganggapmu beban?"

Dante terdiam, menahan napasnya.

"Laki-laki yang lumpuh ini ...," Levara menunjuk dada Dante dengan jemarinya, "Adalah laki-laki yang membuat Julian Velmore gemetar ketakutan di depan publik. Laki-laki ini yang memasang badan membentengiku saat seluruh dunia menuduhku."

"Tapi fisik saya—"

"Otakmu, keberanianmu, dan caramu memperlakukanku jauh lebih tegap dari pria mana pun yang pernah aku temui!" tegas Levara. Matanya berkaca-kaca menahan emosi.

"Jangan pernah sekali pun kamu merendahkan dirimu sendiri di depanku, Dante. Karena di mataku, kamu bukan pria yang cacat. Kamu suamiku, perisaiku."

Dante menatap wajah Levara yang dipenuhi kebenaran dan ketulusan tanpa celah. Dada pria itu bergemuruh hebat.

"Kamu ... benar-benar tidak menganggap saya beban?" bisik Dante serak.

"Tidak akan pernah," balas Levara mantap. Ia mengusap lembut rahang tegas Dante. "Kalau kedua kakimu tidak bisa berdiri untuk melangkah, biarkan aku yang jadi kakimu. Dan kalau tanganku yang gemetar, biarkan kamu yang jadi peganganku. Kita ini tim, Dante. Kita jalani ini sama-sama."

Dante menghembuskan napas panjang. Beban berat yang bertahun-tahun mengimpit dadanya seolah terangkat seketika. Tangan kiri Dante bergerak naik, menyentuh pipi Levara dan menarik wajah istrinya perlahan mendekat.

"Maafkan saya," gumam Dante di depan bibir Levara. "Saya terlalu takut kehilangan kamu sampai pikiran buruk itu menguasai saya."

"Jangan diulangi lagi," bisik Levara lembut dengan napas yang saling terikat. "Paham, Tuan Velmore?"

"Paham, Nyonya Velmore," jawab Dante rendah.

Satu kecupan hangat dan lembut akhirnya mendarat di dahi Levara, membuat wanita itu terkesiap menatap Dante yang menatapnya dengan tatapan lekat.

Jantung keduanya berdebar kencang, waktu seolah berhenti beprutar. Tatapan dante mengarah pada bibir wanita itu. Bibir ranum yang membuat jakunnya bergerk naik turun. Levara merasakan nafas dante yang terdnegar berat dan semkain mendekat.

Cklek!

"Onty caaaaayaaaang, Valo mau tiduul cama on—"

Kalimat Varo terhenti seketika. Matanya berkedip memandangi sepasang suami istri di hadapannya yang tampak serba salah. Terutama Levara, yang dengan gerakan panik langsung membenahi letak pakaiannya yang sempat sedikit berantakan.

"Mau tidur? Sini, Sayang, sama Aunty," ajak Levara hangat, mencoba mengalihkan suasana canggung.

Dante seketika melotot tak terima. "Apa-apaan kamu? Meminta pria lain tidur bersama kita?" protesnya dengan nada kesal.

"Jangan bawel, deh! Sudah, sini," potong Levara tak peduli. Ia mengulurkan tangan, meraih tubuh mungil Varo dan mendudukkannya di atas kasur empuk.

Varo menyeringai lebar. Tanpa ragu, anak itu menggeser bokongnya asal-asalan ke arah Dante, berusaha memangkas ruang gerak pria dewasa itu.

"Gecel, geceeeeel! Ingat, Om cate ... Om itu ... cimpanan!" ucap Varo telak, lalu berbalik memeluk Levara erat-erat saat wanita itu merebahkan diri di sampingnya.

Dante membeku di tempat, dibuat syok setengah mati oleh tuduhan bocah lima tahun itu.

"Mulutnya ya! Mau Om sate mulutmu itu, hah?! Tahu dari mana kata simpanan?" pekik Dante dengan urat leher yang hampir mencuat.

Varo bergeming, malah makin santai memeluk leher Levara dengan riang. "Ciapa lagi, kakek yang bibilnya milip telompet itu," jawab Varo santai tanpa dosa. "Ayo, Onty, tidul."

Levara menoleh, menatap Dante dengan kening berkerut penasaran. "Siapa yang dia maksud?"

Dante menghela napas kasar, memijat pangkal hidungnya yang berdenyut. "Paman Julian. Dia selalu menjuluki wanita mana pun yang dekat denganku sebagai wanita simpanan," umpat Dante gusar.

Atensinya kemudian beralih menatap Levara secara tajam dan serius. "Begitu anak ini tertidur, kembalikan dia ke kamarnya. Aku tidak mau ada pria lain yang tidur di kamar kita, mengerti?" desis Dante penuh penekanan.

Levara mengangguk pasrah sambil memutar matanya malas. "Iya, iya ...," balasnya kesal.

1
Sugiharti Rusli
sepertinya sudah mau tamat yah kisah Levara nih,,,
Sugiharti Rusli
oh si Arelio berprofesi sebagai pengacara yah dia, lha kenapa hukumannya penjara dan bukan hukuman mati yah🙄🙄🙄
Sugiharti Rusli
wah ternyata Ervan juga memiliki sepasang anak kandung yah, dan anak mereka jadi empat rupanya,,,
Cristella Tella
aku kira papa edlan msih hidup😭😭😭😭
Felycia Fernandez
mewek 😭😭😭😭😭😭😭😭
dyah EkaPratiwi
peluk keva😭
dyah EkaPratiwi
good job dante😭
Lala
smoga TDK ada lagi settan atau pra ternak David micul lagi
Listuti
🤣🤣🤣🤣 si valooo tuyul ngagetin olang tau.
Lala
ko David sj kn baregan sama si julian
Nurul Aeni
kak authornya pusing & lupa X yaaa awalnya edlan devano,knp jd edlan Soerja??? anaknya aja namanya lebaran devano,piye to thooorr??🤣
Sani Srimulyani
kak Ra nih....bikin kita tegang Mulu......
indrie_💖
lepa : gak janji yaa delmonte 🤣🤣
indrie_💖
gengsi kali mau mengakui kl.jealous😁
indrie_💖
yg bucin oyy.. jealous sm abangnya lepa🤣
Nurul Aeni
thoorrr masa panggilan Dante berubah2 ke papa edlan..kdg papa edlan,kdg paman edlan😔
indrie_💖
kok lio sm lepaa trs..Cena manaaa....
indrie_💖
kau yg akan hancur julii
kaylla salsabella
😭😭😭😭😭
kaylla salsabella
yeeeee syukur in hukuman seumur hidup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!