NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Jam menunjukkan tepat pukul delapan malam. Suasana dapur utama yang tadinya riuh kini berangsur tenang, menyisakan kehangatan dari barisan kompor yang baru saja dimatikan.

Sebelum seluruh staf mengakhiri shift malam, Koki Rizal memenuhi janjinya.

Dengan tekun, Rizal menyiapkan bahan-bahan dan mulai mengolah ikan kerapu di mejanya.

Sementara itu, di meja seberang yang terpisah, Aira turut meracik ikan kerapu dengan gaya dan gayanya sendiri.

Seluruh staf dapur berkumpul mengelilingi area pass, menyaksikan dengan penuh rasa penasaran tantangan unik yang dulu diremehkan itu.

Setengah jam kemudian, keheningan dapur terpecah.

Rizal dan Aira masing-masing membawa sebuah nampan berisi olahan ikan kerapu asam manis buatan mereka ke atas meja tengah, di mana Arum sudah menunggu sebagai juri independen.

Arum tersenyum, merapatkan blazer mewahnya, lalu mengambil sumpit.

Pertama, ia mengarahkan perhatiannya pada piring milik Koki Rizal.

Daging ikan kerapu goreng yang disiram kuah kekuningan itu ia potong sedikit dan dimasukkan ke dalam mulut.

Arum mengunyah perlahan, lalu menghembuskan napas tipis.

"Tekstur ikannya sudah cukup renyah, Rizal. Tapi, rasanya agak tawar. Asamnya terasa janggal dan dominan pahit di lidah, meskipun kamu sudah mencoba menggantinya dengan perasan air jeruk nipis. Keseimbangan manisnya hilang total."

Rizal mengangguk pasrah, mengakui kegagalannya.

Memasak hidangan berkarakter asam manis tanpa bantuan saus tomat, saus sambal, maupun cuka sintesis memang bagaikan menjinakkan api tanpa air.

Selanjutnya, Arum menggeser pandangannya ke piring milik Aira.

Penampilannya sangat memikat sehingga daging kerapu goreng emas berbalut saus kemerahan alami yang mengilat indah, dihiasi irisan daun bawang dan cabai merah segar.

Arum memotong sepotong daging kerapu buatan Aira dan menyuapkannya.

Deg!

Mata Arum melebar seketika. Lidahnya disapa kejutan rasa luar biasa yang meledak di dalam mulut.

Tanpa sadar, Arum kembali mengambil potongan kedua, lalu mengunyahnya dengan mata terpejam penuh kenikmatan.

"Luar biasa," bisik Arum takjub.

"Daging ikannya luar biasa lembut di dalam dan krispi di luar. Tapi yang paling mencengangkan adalah sausnya! Rasa asamnya begitu segar, manisnya legit alami, dan ada sentuhan gurih yang memikat, padahal sama sekali tidak ada rasa cuka atau saus botolan yang menyengat. Apa rahasianya, Aira?"

Aira tersenyum lembut, lalu menggeser beberapa wadah kecil berisi bahan-bahan segar yang ia gunakan ke depan Arum dan seluruh staf dapur yang menatap penasaran.

"Rahasianya terletak pada pemanfaatan karamelisasi bahan alami segar, Bu Arum," tutur Aira menjelaskan dengan suara tenang dan penuh wibawa.

"Untuk menciptakan rasa asam yang segar dan berkarakter tanpa cuka, saya menggunakan ekstrak belimbing wuluh yang dihaluskan bersama tomat buah segar yang benar-benar matang pohon, dikombinasikan dengan sedikit perasan jeruk kesturi. Asam dari belimbing wuluh memberikan kesegaran yang tajam namun lembut di tenggorokan, sementara tomat buah memberikan konsistensi rasa asam alami sekaligus warna merah yang cantik. Lalu, untuk rasa manisnya, saya tidak menggunakan gula pasir biasa. Saya menggunakan reduksi jus nanas madu segar yang ditumis bersama gula aren organik hingga terkaramelisasi dengan sempurna. Karamelisasi gula aren dan nanas ini tidak hanya memberikan rasa manis legit yang dalam, tetapi juga menciptakan tekstur saus yang kental, mengilap alami tanpa perlu bantuan tepung maizena berlebihan."

Aira menyapu pandangannya ke arah Rizal dan koki-koki muda lainnya yang mendengarkan dengan penuh kagum.

"Dan, sebagai penyempurna rasa gurih penyeimbang," lanjut Aira, "saya menambahkan sedikit kaldu jamur alami, sari bawang putih panggang, serta perasan kaldu udang yang sudah disaring halus. Ketika semua bahan alami ini disatukan dengan teknik simmering atau pemanasan perlahan, senyawa rasa asam dan manisnya akan menyatu sempurna tanpa meninggalkan rasa getir."

Rizal tertegun membisu. Ia menyendok sedikit kuah buatan Aira dan mencicipinya.

Detik itu juga, matanya terbuka lebar—sebuah pelajaran berharga baru saja ia dapatkan dari sang Head Chef.

"Luar biasa, Chef Aira." ujar Rizal penuh takzim seraya membungkuk dalam-dalam.

"Saya benar-benar bertekuk lutut. Anda tidak hanya paham cara memasak, tapi benar-benar memahami 'jiwa' dari setiap bahan makanan."

Arum bertepuk tangan bangga, diikuti oleh tepuk tangan meriah dari seluruh staf dapur yang bergema di malam hari itu.

Aira tersenyum tulus, merasakan kehangatan yang sudah lama tak ia dapatkan.

Malam itu, ia bukan lagi sekadar wanita yang diusir dari rumah, tetapi, ia adalah sang ratu di dapurnya sendiri.

Arum menganggukkan kepalanya penuh kekaguman setelah mendengar penjelasan Aira.

Tanpa ragu sedikit pun, ia langsung mengambil keputusan.

"Luar biasa, Aira. Mulai besok, menu Ikan Kerapu Asam Manis Karamelisasi Nanas ini resmi masuk ke dalam daftar Special Executive Menu Hotel Bintang Purnama," ujar Arum mantap seraya tersenyum bangga.

"Aku yakin para tamu akan sangat menyukainya."

Seluruh staf dapur bertepuk tangan riuh mengapresiasi keputusan tersebut.

Aira mengulas senyum tulus, merasa kerja keras dan ilmunya dihargai sedemikian rupa.

Setelah menyelesaikan seluruh urusan administrasi dan merapikan area kerja, Aira berganti pakaian dengan kemeja kasualnya yang rapi.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam ketika ia melangkah keluar dari area staf menuju halaman depan hotel, bersiap untuk pulang dan mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.

Namun, tepat saat Aira melangkah menyeberangi pelataran lobi utama yang megah, sebuah mobil sedan mewah hitam berhenti di area drop-off.

Pintu mobil terbuka, dan dua sosok yang sangat tidak asing melangkah keluar.

Aira menghentikan langkahnya seketika. Dadanya berdesir pelan, bukan karena cinta atau kerinduan, melainkan karena rasa muak yang mendadak menyeruak.

Radit yang sedang menggandeng mesra pinggang Mila mendadak menghentikan tawa manjanya begitu pandangannya tertangkap sosok Aira yang berdiri beberapa meter di depannya.

Pria itu menyipitkan mata, lalu menyunggingkan senyum sinis yang sarat akan ejekan.

"Wah, wah,lihat siapa yang ada di sini," cercah Radit dengan nada suara meninggi, sengaja agar terdengar oleh beberapa orang di sekitar lobi.

Ia melangkah mendekati Aira dengan gaya angkuh, sementara Mila menggelayut manja di lengannya.

"Aira, Aira, baru satu hari aku usir dari rumah, kamu sudah berkeliaran di hotel bintang lima?"

Radit tertawa mengejek, menatap Aira dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Kenapa? Kamu mau mengemis kerjaan di sini? Mau jadi tukang sapu lobby hotel atau mau nyari pria hidung belang kaya buat menampung kamu?"

Mila ikut tertawa geli, menutup mulutnya dengan jemari bertatahkan cincin imitasi yang mencolok.

"Aduh Mas Radit, jangan gitu dong. Kasihan tahu. Mungkin mbak Aira cuma mau foto-foto di depan lobi hotel mewah biar dikira punya kehidupan sosial yang bagus, padahal aslinya cuma gelandangan tanpa harta gono-gini."

Radit melipat dadanya, menatap Aira dengan pandangan menghina.

"Dengar ya, Aira. Tempat seperti Hotel Bintang Purnama ini cuma buat orang-orang berkelas seperti aku dan Mila yang mau dinner romantis. Wanita tak berguna dan 'mandul' seperti kamu itu sama sekali tidak layak menapakkan kaki di lantai marmer ini! Mending kamu balik ke kontrakan kumuhmu sebelum satpam di sini menyeret kamu keluar!"

Aira menatap Radit dan Mila dengan ekspresi wajah yang amat tenang, sama sekali tidak ada guratan luka, rasa cemas, apalagi derai air mata.

Dulu, bisikan makian dan tatapan menghina dari keluarga Radit mungkin sanggup melukai hatinya, namun Aira yang berdiri di hadapan mereka saat ini bukanlah Aira yang lemah.

Aira mengulas senyum tipis yang sarat akan rasa kasihan, menatap Radit dan Mila ganti berganti.

"Terima kasih atas perhatiannya, Radit," ujar Aira dengan nada suara yang jernih dan cukup nyaring untuk terdengar oleh para pengunjung hotel serta petugas valet di sekitar lobi.

"Tapi kamu tidak perlu khawatir. Saya di sini bekerja secara terhormat menggunakan keahlian saya, bukan hasil menempel pada suami orang lain atau merebut kebahagiaan wanita lain."

Aira lalu memiringkan kepalanya sedikit ke arah Mila, matanya menatap tajam dari atas ke bawah.

"Dan, untukmu sang pelakor yang menikmati barang 'buangan' hasil perselingkuhan mungkin terasa membanggakan buatmu sekarang. Tapi ingat, lelaki yang tega mengkhianati istrinya demi kamu, suatu saat juga pasti akan mengkhianatimu demi wanita lain yang lebih menarik."

Muka Mila seketika memerah padam, sementara Radit melotot kesetanan.

"Kurang ajar kamu, Aira! Maksud kamu apa?!" bentak Radit hendak melangkah maju.

Namun, sebelum Radit sempat menyentuhnya, sebuah taksi berpelat kuning yang dipesan Aira meluncur berhenti tepat di depan mereka.

Pintu taksi dibukakan oleh petugas doorman hotel yang menyapa Aira dengan sangat sopan.

"Silakan, Mbak Aira," tutur petugas doorman itu penuh hormat.

Aira melangkah masuk ke dalam taksi dengan anggun.

Sebelum pintu taksi ditutup, Aira membuka kaca jendela sedikit, lalu melongokkan kepalanya seraya tersenyum lebar dan melambaikan tangan dengan penuh kemenangan.

"Dah! Sampai jumpa, pelakor dan lelaki murahan!" teriak Aira nyaring dan riang.

Brak!

Pintu taksi tertutup rapat dan mobil itu segera melaju meninggalkan pelataran lobi Hotel Bintang Purnama.

Suasana di area drop-off lobi yang tadinya tenang seketika menjadi gempar.

Puluhan tamu hotel, petugas valet, hingga satpam yang bertugas menyapu pandangan ke arah Radit dan Mila. Kasak-kusuk dan bisikan tajam bergema di mana-mana.

"Wah, ternyata pelakor toh, pantesan gayanya sok berkelas tapi kelakuannya murahan."

"Kasihan ya mantan istrinya, padahal kelihatan anggun dan sopan banget."

"Iya, lelaki kok bangga banget pamer hasil selingkuhan di hotel bintang lima."

Mila yang merasa malu luar biasa menutup wajahnya dengan tas tangan, menahan tangis akibat tatapan jijik orang-orang di sekitarnya.

"Mas! Ayo pergi dari sini, aku malu banget!" jerit Mila seraya menarik-narik lengan kemeja Radit.

Radit berdiri membeku di tempatnya dengan rahang mengeras dan napas memburu.

Urat-urat di lehernya menegang menahan malu dan amarah yang membakar dada.

Ia tidak menyangka wanita yang dulunya selalu menunduk pasrah itu kini berani mempermalukannya di muka umum.

Tanpa jadi makan malam di restoran hotel, Radit dan Mila terburu-buru melangkah meninggalkan pelataran Hotel Bintang Purnama.

Rasa malu yang luar biasa akibat bisikan dan tatapan sinis dari para tamu serta staf hotel membuat Mila terus menunduk rapat, sementara Radit berjalan cepat dengan wajah merah padam menahan murka.

Sementara itu, di dalam taksi yang melaju tenang membelah gemerlap lampu kota, Aira bersandar nyaman di kursi belakang.

Mengingat raut wajah Radit yang tegang dan kepanikan Mila yang menanggung malu di depan umum, sudut bibir Aira terangkat.

Sebuah tawa kecil yang sarat akan rasa puas akhirnya lepas dari bibirnya.

"Rasain kamu, Radit." gumam Aira pelan seraya menatap pantulan dirinya di kaca jendela taksi.

Perasaan lega membuncah di dadanya. Setelah tiga tahun selalu mengalah, menahan dihina dan diinjak-injak, malam ini untuk pertama kalinya Aira berdiri tegak membela kehormatan dirinya sendiri.

Ini baru permulaan dari langkah barunya menuju puncak kejayaan.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, wah congrats yah Lucas and chef Aira 😄🙏

mestinya Radit dan ibunya jangan dapat penangguhan penahanan yah, enak sekali
sunaryati jarum
Ya lakukan ,Lucas
sunaryati jarum
Selamat semoga kehamilan kamu aman dan sehat serta pernikahan.kalian yang direncakan Lucas lancar
Elina thea
Lucas setidaknya nikahi Aira dulu biar sah dan bisa menjaganya selama 24 jam penuh,urusan pesta mah kan bisa nanti pas anak kalian lahir.... daripada memperkenalkan Aira ke publik sebagai calon istri tapi udah hamil,rasanya agak risih tau....
sunaryati jarum
Emak lega Nak Lucas bertanggung jawab dan memberi perhatian yang besar.Bayi tumbuh dengan cara yang salah namun harus diterima sebagai takdir mungkin itu cara membuktikan kalian tidak mandul,tanpa disengaja.
sunaryati jarum
Semoga itu memang benih dari Anda Tuan Lucas Anda pria gentleman , hebat dan bertanggungjawab.Radit akan menyesal ternyata yang mandul bukan Aira tapi Radit 😄🤭
sunaryati jarum
Kamu sudah mulai berhasil dan bisa berdiri tegak dengan kakimu sendiri Aira.Teruslah berkarya ,dan berinovasi untuk menciptakan menu baru yang blai dari yang lain, dengan tetap menjaga sikap rendah hati dan ramah.
sunaryati jarum
Emak lega semua koki kompak bekerja tidak ada yang saling menjatuhkan tapi menghargai.Untuk Radit dan Mila akan beri penilaian sempurna saat kalian hancur
sunaryati jarum
Akhirnya semua mengakui kehebatan Aira dan menghormati kepemimpinannya.Sukses selalu Aira.
Ariany Sudjana
puji Tuhan, sehat selalu yah chef Aira dan bayinya

waduh... dapat orderan nih menu barunya 🤣🤣
sunaryati jarum
Wow semoga berhasil Aira, dan semua teman selanjutnya bekerja sama dengan kamu dengan baik
sunaryati jarum
Semoga diterima,emak akan baca tanpa melewati satu babpun
sunaryati jarum
Emak baru mampit.Semsngat Aira.Semoga keahlian memakmu membawa kesuksesan kamu.Emak mau memberi 5 bintang jika telah membaca bab yang isinya Radit dan keluarganya serta Mila dapat karma sedangkan Aira jadi sukses
Ariany Sudjana
skak mat Radit, ternyata bayi dalam kandungan si pelacur murahan itu, anak laki-laki lain 🤣🤣😄😄 dan dengan jahatnya kamu bilang Aira mandul? ternyata kamu yang mandul 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!