NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Di Bawah Satu Atap yang Penuh Kepalsuan

Beberapa bulan berlalu sejak pernikahan megah YB dan Karen yang dihadiri begitu banyak orang. Kabar yang dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga akhirnya tiba — Karen mengandung. Kabar itu disambut sukacita di mana-mana. Namun bagi Cynthia, kabar itu membawa perasaan yang bercampur aduk tak terlukiskan. Ia melihat wajah Karen yang tampak berseri-seri penuh kebahagiaan, dikelilingi pujian, perhatian, dan kasih sayang dari semua orang. Di balik senyum lebar itu, ada sesuatu yang perlahan mulai tersusun — rencana yang sudah ia simpan jauh di dalam hatinya sejak lama, sejak ia menyadari bahwa bukan hanya YB yang direbut darinya, melainkan juga haknya sebagai anak kandung keluarga yang selama ini diklaim oleh Karen.

Seiring berjalannya waktu, Karen mulai merasa tubuhnya sering terasa lelah, mudah mengantuk, dan tak sanggup lagi mengurus segala kebutuhan rumah tangga sendirian. Maka, suatu sore saat mereka bertiga berkumpul di ruang tamu, Karen mengajukan permintaannya dengan nada yang terdengar manis sekaligus memerintah, seakan hal itu sudah menjadi kewajiban Cynthia untuk menurutinya.

"Cynthia, aku ingin memintamu satu hal," ucap Karen sambil mengusap lembut perutnya yang baru mulai tampak sedikit membulat, matanya menatap lurus ke arah Cynthia. "Selama masa kehamilanku ini, aku butuh seseorang yang bisa aku percaya sepenuhnya untuk menemani dan membantuku sehari-hari. Bagaimana kalau kau pindah tinggal ke sini? Selama ini kau tinggal sendirian di rumah lama kami — rumah yang dulu sempat kami tempati bersama sebelum kami pindah ke kediaman utama keluarga. Rumah itu sudah lama sepi, tidak layak ditinggali sendirian olehmu. Di sini kau akan punya tempat tinggal yang layak, dekat denganku, dan bisa membantuku mengurus segala keperluan sehari-hari."

Cynthia terdiam sejenak, menahan perasaan yang bergejolak di dadanya. Di permukaan, tawaran itu terdengar begitu baik dan tulus. Namun di kedalaman hatinya, ia tahu persis apa yang sedang terjadi. Karen tidak membutuhkannya sebagai teman atau saudara — ia membutuhkannya sebagai pelayan. Namun Cynthia tersenyum tipis, menunduk seolah merasa tersanjung, lalu mengangguk setuju. Ini justru kesempatan yang selama ini ia tunggu. Tinggal di rumah yang sama dengan YB dan Karen akan membuka peluang yang lebih luas untuk menjalankan rencananya.

"Baik, Karen," jawab Cynthia tenang, suaranya terdengar lembut namun teguh. "Aku akan pindah ke sini."

Keesokan harinya, Cynthia memindahkan barang-barangnya yang tak seberapa dari rumah lama itu ke rumah mewah tempat tinggal YB dan Karen. Sejak hari pertama ia melangkah masuk ke rumah itu, ia mulai menyadari kenyataan pahit yang tersembunyi di balik tawaran manis Karen. Di hadapan YB, Karen bersikap seakan mereka bersahabat baik — menanyakan keadaannya, membagi makanan, berbicara dengan nada lembut dan penuh perhatian. Namun saat YB pergi bekerja atau tidak ada di rumah, wajah Karen berubah seketika. Ia menyuruh Cynthia membersihkan seluruh ruangan dari lantai hingga langit-langit, mencuci pakaian, menyiapkan makanan sesuai keinginannya yang berubah-ubah, dan melayani setiap permintaannya seakan Cynthia adalah pelayan pribadi yang dibayar murah dan tak punya hak untuk menolak.

"Cepat bersihkan ruang tamu itu sekarang juga! Nanti ada tamu penting datang dan aku tidak ingin melihat debu sedikit pun di mana pun!" bentak Karen suatu siang, saat YB sedang pergi ke kantor. "Dan siapkan minuman dingin yang manis — bukan yang tawar seperti kemarin! Kau sengaja ingin membuatku kesal dan sakit perut, bukan? Lakukan ulang sampai benar!"

Cynthia menahan amarahnya yang hampir meledak. Ia menunduk dalam, menurut, melakukan semua yang diperintahkan tanpa membantah sedikit pun. Setiap kata kasar, setiap tatapan merendahkan, setiap perintah yang membebani — ia simpan semuanya dalam ingatannya sebagai bahan bakar untuk tekadnya. Tahanlah sedikit lagi, batinnya menghibur diri sambil mengepal tangan erat. Segala sesuatu yang tidak adil pasti akan ada gantinya.

Namun di sisi lain, kehadiran Cynthia di rumah itu justru menjadi kebahagiaan tersendiri bagi YB. Pria itu tampak lebih bersemangat dari sebelumnya, sering pulang lebih awal dari jam kerjanya, dan selalu mencari alasan untuk berada di dekat Cynthia. Setiap kali Karen pergi ke dokter kandungan, bertemu teman-temannya, atau tidur siang karena merasa lelah dan mual, YB akan menyelinap diam-diam ke kamar Cynthia atau memanggilnya ke ruang kerjanya. Di sana, di balik pintu yang tertutup rapat dan dikunci, mereka berduaan — bermesraan, berpelukan, berciuman layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai, sementara istri sahnya tidak tahu apa-apa tentang kenyataan ini.

"Kau tak tahu betapa aku merindukanmu setiap detik yang berlalu," bisik YB sambil memeluk Cynthia erat, wajahnya bersandar lembut di bahu wanita itu. "Rumah ini terasa sepi, dingin, dan hampa jika kau tak ada di dekatku. Karen memang istriku secara sah, tapi hatiku tetap milikmu, Cynthia. Hanya milikmu, sejak dulu hingga sekarang."

Cynthia membiarkan dirinya dipeluk, membalas sentuhan itu seakan ia benar-benar bahagia dan terharu. Namun di dalam hatinya, ia tetap teguh pada tujuannya. Setiap pelukan, setiap ciuman, setiap kata manis yang diucapkan YB — semuanya terekam jelas dalam ingatannya, dan ia memastikan semuanya juga terekam oleh alat yang ia pasang diam-diam tanpa diketahui siapa pun.

Beberapa hari setelah pindah, saat tidak ada orang di rumah, Cynthia memasang kamera pengawas — CCTV kecil yang tersembunyi di tempat yang sulit dilihat — di beberapa sudut ruangan yang sering mereka gunakan untuk berduaan: di ruang kerja YB, di ruang tamu bagian dalam, dan di kamar tamu yang sering ia tempati. Pemasangan itu dilakukan dengan sangat hati-hati, tak ada satu pun yang menyadarinya. Tujuannya bukan untuk berbuat jahat tanpa alasan, melainkan untuk melindungi dirinya sendiri. Ia butuh bukti yang tak bisa dibantah siapa pun.

Bukti bahwa YB lah yang selalu mendekat duluan, bukan aku, batinnya menguatkan niat. Bukti bahwa selama ini ia yang memulai, ia yang memohon, ia yang tidak bisa melepaskan diri dariku. Karen harus tahu kenyataannya — suaminya tidak pernah benar-benar mencintainya. Dan saat bukti ini ditunjukkan nanti, Karen tak akan bisa lagi menuduhku yang mendekati suaminya.

Hari-hari berlalu dengan pola yang sama berulang kali: Karen memerintah dan merendahkan Cynthia saat berdua saja, YB mencari setiap kesempatan untuk berduaan dan bermesraan dengan Cynthia, dan Cynthia menyimpan semuanya — rasa sakit, kemesraan, serta bukti-bukti rekaman — dalam diam. Di permukaan, rumah itu tampak tenang dan harmonis. Namun di balik setiap pintu yang tertutup, ada kebenaran yang perlahan terkumpul, menunggu waktu yang tepat untuk terungkap dan mengguncang seluruh kehidupan mereka yang dibangun di atas kepalsuan ini.

1
Sefin Eka Ramana Putri
Luar biasa! Alur cerita yang terus berkembang dan penuh kejutan. Saya sangat terkesan dengan bagaimana penulis menggambarkan perasaan masing-masing karakter — rasa sakit, rindu, dendam, dan cinta tulus yang tak pernah padam. Cynthia adalah wanita yang sangat kuat, dan Aloy adalah bukti bahwa pria baik hati memang ada. Bagaimana dengan kalian? Bagian mana yang paling membuat kalian tak sabar menanti kelanjutan ceritanya? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar! 👇✨
pineapple
semangat kak, kalo berkenan ku tunggu kunjungan nya hehe
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap. terima kasih sudah mampir. ntar saya balik berkunjung ke novel kak ya..😊🙏
total 1 replies
Dini
jangan lupa mampir dan komentar di karyaku #Tanah_Luka_dan_Persahabatan
Sefin Eka Ramana Putri: ok kak. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!