NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pagi itu Sagara bangun dengan perasaan yang campur aduk. Keadaan Aditama semalam begitu membuat Sagara berpikir ulang semuanya kembali. Sagara tahu perkataan Aditama tempo hari yang mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, ternyata malah berbanding sebaliknya.

Sagara menatap dirinya dalam pantulan cermin cukup lama. Sepertinya Pria itu tengah berusaha menimbang mana yang tepat untuk ia jajahi. Sebuah keputusan final pada akhirnya ia ambil, meski berat namun setidaknya Sagara harus lakukan demi kedua orang tuanya agar bisa kembali berkumpul bersama.

"Maafkan aku Luna, sepertinya jalan ini yang harus aku ambil. Aku janji setelah semuanya selesai aku akan bersujud meminta maaf dan kembali kepadamu." ucap Sagara pada diri sendiri sambil menatap pantulan tubuhnya di cermin.

.

.

.

.

Mobil yang di kendarai oleh Sagara sampai di suatu tempat yang tak asing baginya, taman ini adalah tempat dimana dulu Sagara dan juga Luna bermain waktu masih duduk di bangku SMA. Keduanya sering menghabiskan waktu bersama di taman kota, meski hanya sekedar bercengkrama atau bahkan menyelesaikan tugas sekolah.

Sagara yang baru saja turun dari mobil, lantas mengambil langkah kaki semakin masuk menyusuri area taman mencari keberadaan Luna di sana.

Sampai kemudian pandangannya terhenti pada sudut taman, dimana setiap sisinya dihiasi dengan begitu banyak pernak-pernik cantik dan foto yang menggantung tepat di sebuah pohon.

Sagara terdiam di tempatnya ketika manik matanya melihat Luna tengah sibuk membawa kue ulang tahun di tangannya dengan lilin yang masih menyala. Sepertinya ia lupa jika hari ini adalah hari ulang tahunnya, membuat Sagara terdiam sepersekian detik di tempatnya. Rasanya seperti tak tega jika harus menghancurkan kebahagiaan Luna saat ini.

"Lun ....." panggil Sagara dengan nada yang lirih.

"Selamat ulang tahun Sagara Razan Aditama.... Surprise......" teriak Luna sambil berlarian mendekat ke arah Sagara kala itu, hanya saja anehnya sama sekali tidak ada raut bahagia pada wajah Sagara, melainkan manik mata yang sendu dengan wajah yang datar.

Luna sadar ada yang berbeda dengan Sagara, namun apa itu tepatnya Luna sama sekali tidak tahu. Mendapati Sagara yang tidak seperti biasanya Luna lantas melangkahkan kakinya mendekat, sambil masih membawa kue ulang tahun di tangannya.

"Ada apa?" tanya Luna kemudian dengan raut wajah penasaran.

"Mari kita akhiri semuanya..." ucap Sagara yang tentu saja membuat Luna bertanya-tanya.

"Maksudnya?" ucap Luna tak mengerti dengan ucapan Sagara barusan.

"Mari kita akhiri semuanya karena aku memilih untuk menikah dengan Elika!" ucap Sagara dengan raut wajah yang datar namun terlihat gurat kesedihan di sana.

Bagai petir menyambar di siang bolong, perkataan Sagara benar-benar membuat Luna terkejut hingga tanpa sadar menjatuhkan kue di tangannya.

"Mengapa? Bukankah kemarin kita sudah sepakat untuk tetap melanjutkan semuanya? Apa yang sudah terjadi Sagara? Apakah telah terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui belakangan ini?" ucap Luna dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran.

"Semuanya sudah cukup rumit dan aku tidak mau membebankan mu akan sesuatu hal yang tidak seharusnya kamu tanggung. Sudah cukup kamu menderita dan aku tidak mau menyeret mu ke dalam masalah ku." ucap Sagara ambigu yang tentu saja sama sekali tak dimengerti oleh Luna.

"Itu bukanlah sebuah alasan Sagara, aku tahu kamu bukan seseorang yang seperti ini. Katakan dengan jelas apa yang terjadi? Mungkin saja...... mungkin saja aku bisa membantumu, benar bukan? Mengapa kita tidak melakukannya sama-sama? Aku yakin jika kita hadapi berdua semua masalah akan selesai." ucap Luna dengan manik mata yang berkaca-kaca.

"Ini bukanlah perkara bisa menyelesaikannya atau tidak, semuanya sudah terlalu rumit dan terlalu jauh untuk dijelaskan ataupun kamu masuk ke dalamnya. Ada begitu banyak hal tentangku yang kamu belum tahu dan aku tidak bisa memberitahumu untuk saat ini. Jadi ku mohon agar kamu mengerti dengan situasiku saat ini." ucap Sagara meminta pengertian.

"Enggak ini bukanlah Sagara yang ku kenal... Sagara yang ku kenal tidak akan meninggalkan ku apapun yang terjadi, benar bukan?" ucap Luna berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa semua masih bisa diperbaiki.

"Aku minta maaf Lun..." jawab Sagara dengan menunduk seakan enggan menatap manik matanya.

"Enggak! Enggak bisa begini...tatap mataku dan katakan bahwa kamu tidak mau aku lagi. Ayo katakan sekarang!" pekik Luna sambil menggoyangkan tubuh Sagara berulang kali.

Hanya saja sayangnya sebanyak apapun Luna menggoyangkan tubuh Sagara, nyatanya tidak bisa membuat pria di hadapannya mengatakan hal yang ingin didengar oleh Luna saat ini.

"Aku benar-benar minta maaf Lun, aku harap tidak ada yang berubah di antara kita berdua meskipun semuanya sudah berakhir. Benci saja aku Lun, tapi jangan membuat hubungan kita asing! Aku pergi dulu...terima kasih untuk segalanya Luna..." ucap Sagara kemudian sebelum pada akhirnya mengambil langkah kaki besar meninggalkan Luna seorang diri.

"Kamu jahat Sagara! Kamu jahat! Aku benci kamu... Aku benci!" teriak Luna sekencang-kencangnya mengiringi kepergian Sagara yang semakin tak terlihat di pandangannya.

Begitu kepergian Sagara dari tempat tersebut, Luna tersungkur dengan posisi bersimpuh seakan kedua kakinya begitu lemah dan tidak bisa menopang tubuhnya.

Air matanya jatuh begitu saja tak pernah bisa Luna cegah. Entah apa yang terjadi kepada Sagara, yang jelas Luna yakin ada sesuatu yang telah terjadi kepadanya tanpa Luna ketahui.

Pikiran Luna begitu kacau dan tak tahu harus berbuat apa. Sebuah takdir yang terus mempermainkannya, seakan tak pernah membiarkannya untuk bahagia. Satu kunci yang dapat membuatnya merubah takdirnya di masa depan, nyatanya hanya bisa ia angan tanpa bisa Luna miliki sepenuhnya.

"Akan kah nasib tragis ku di masa depan tidak bisa berubah? Ada apa sebenarnya ini? Padahal tinggal selangkah lagi, mengapa semuanya jadi berantakan hiks hiks hiks hiks...." ucap Luna dengan tangis yang tak bisa lagi ia bendung.

****

Kediaman Razan

Suara langkah kaki yang terdengar menggema, lantas semakin mendekat ke arah area meja makan. Sebuah jamuan makan yang dipimpin oleh Razan secara langsung, lantas membawa langkah kaki Sagara mendekat ke area tersebut.

Dilihat dari bagaimana Razan menyiapkan segalanya, sepertinya Razan sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu lagi, begitu mendengar jika Sagara telah setuju Razan langsung mengadakan jamuan makan yang mempertemukan kedua keluarga besar antara Razan dan juga Valerian.

Sagara tersenyum tipis begitu mengetahui jika Ayahnya tak di undang di acara ini, membuat Sagara semakin muak menatap ke arah Kakek tua itu.

"Bukankah seharusnya jamuan makan ini di hadiri oleh 3 keluarga besar? Mengapa hanya ada Kakek dan juga kepala keluarga Valerian di sini? Bukankah seharusnya Papa selaku kepala keluarga Aditama juga hadir di meja ini?" ucap Sagara dengan nada yang menyindir.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!