NovelToon NovelToon
PERMAISURIKU DARI ABAD KE-21

PERMAISURIKU DARI ABAD KE-21

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:977
Nilai: 5
Nama Author: Ve Love

Aku masuk ke dalam tubuh calon permaisuri sial dan terdampar di Kerajaan Langit. Di kepalaku, Sistem yang jatuh dari langit aktif!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ve Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 - TUBUH YANG DULU MINUM RACUN

Pagi ini Paviliun Mawar libur. Bukan libur karena ada upacara atau karena ada titah Kaisar. Libur karena Segara El-Bhumi semalam bilang ke Patih Agung dengan suara pelan tapi tegas, "Besok Balairung tutup. Aku dan Permaisuri Sejati ku mau di Paviliun Mawar saja seharian. Tidak ada rapat, tidak ada laporan padi emas, tidak ada utusan Desa Lereng Gunung. Kalau ada yang penting, suruh tunggu lusa."

Patih Agung yang mendengar itu kaget setengah mati. Karena selama 10 tahun Segara jadi Kaisar, belum pernah ada istilah Balairung tutup sehari penuh hanya karena Kaisar mau duduk di teras.

Tapi aku yang seharusnya menikmati libur itu, jam 6 pagi sudah terbangun. Bukan karena sinar matahari pagi masuk dari sela-sela dinding bambu Paviliun Mawar dan mengenai kotak kayu cendana tempat mahkota emas murni ku disimpan. Bukan karena Mbok sudah mengulek jamu kunyit asam di dapur.

Tapi karena mimpi. Mimpi yang sama yang selalu datang setiap aku mau lupa siapa aku sebenarnya.

Aku mimpi tentang matiku di abad 21.

Aku, Kahiyang Gayatri Ayuningtyas, mahasiswi Sejarah abad 21 dari UGM Yogyakarta. Meninggal karena kecelakaan di museum Sejarah Nusantara. Jatuh dari tangga kayu museum yang licin saat penelitian skripsi tentang Mahkota Emas Kerajaan Langit yang hilang selama 100 tahun. Kepalaku membentur vitrin kaca yang berisi mahkota itu. Kaca pecah. Darah mengalir. Sirene ambulans. Gelap. Aku mati di depan mahkota itu.

Lalu aku bangun, bukan di rumah sakit, bukan di kos, tapi di Taman Mawar Putih Kerajaan Langit. Dengan gaun putih kotor karena tanah, dengan rambut berantakan, dengan mulut berbusa putih karena serbuk teratai hitam, dengan tangan memegang botol kosong, dan dengan Mbok tua yang berteriak sambil menangis, "Gusti calon permaisuri sial bunuh diri, Gusti! Gusti minum racun, Gusti!"

Tubuh yang aku pakai ini memang calon permaisuri sial yang mencoba bunuh diri. Tubuh asli Kahiyang, gadis 17 tahun yang dipilih masuk istana tapi karena terlalu sial, tidak bisa baca tulis aksara Kerajaan Langit, teh yang dibuatnya selalu asin seperti air selokan, jamunya pahit, dan selalu salah bicara, dibenci semua selir, dibenci Ibu Suri, dan dibenci Kaisar Segara El-Bhumi yang dingin dan kejam. Karena tidak kuat dibenci, dia mencoba bunuh diri pertama dengan tusuk konde emas menusuk lehernya, gagal, hanya meninggalkan bekas luka tipis. Lalu percobaan kedua, dia minum serbuk teratai hitam di bawah pohon mawar putih besar. Mati.

Dan aku, mahasiswi Sejarah yang mati di museum di abad 21, masuk ke dalam tubuh itu tepat di detik terakhir dia mati. Karena itu aku terdampar di sini, di tubuh yang dibenci.

[DING!]

Suara itu membangunkan ku sepenuhnya jam 6 pagi. Bukan suara ayam berkokok. Tapi suara dingin mekanik yang jatuh dari langit bersamaan dengan aku yang terdampar. Sistem yang Jatuh dari Langit.

[HOST TERDETEKSI: KAHIYANG GAYATRI AYUNINGTYAS - MAHASISWI SEJARAH ABAD 21 - STATUS: MENINGGAL DI MUSEUM - VITRIN MAHKOTA EMAS PECAH]

[TUBUH HOST: KAHIYANG - CALON PERMAISURI SIAL - STATUS: BUNUH DIRI - SERBUK TERATAI HITAM - GAGAL - DIAMBIL ALIH HOST BARU]

[SISTEM YANG JATUH DARI LANGIT: AKTIF KEMBALI SETELAH MISI TENGAH SELESAI]

Segara El-Bhumi yang tidur di kursi rotan reot di samping ranjangku langsung terbangun karena suara ku yang terisak pelan. Sejak aku mendapatkan mahkota emas murni di Bab 22 dan menjadi Permaisuri Sejati, dia memang tidak pernah tidur di Balairung lagi. Dia selalu tidur di kursi rotan reot samping ranjang ku, dengan baju tidur putih sederhana kebesaran, rambut berantakan karena tidak disisir, kaki telanjang menyentuh lantai kayu Paviliun Mawar yang dingin.

"Kahiyang? Mimpi museum lagi? Mimpi tentang vitrin pecah itu lagi?" tanya Segara dengan suara serak baru bangun tidur. Dia sudah hafal. Setiap kali aku mimpi tentang museum, aku pasti akan terbangun sambil memegang bekas luka tipis di leher tubuh ini, bekas tusuk konde percobaan bunuh diri pertama tubuh asli.

Aku mengangguk dengan air mata keluar. "Gusti, aku mimpi tubuh ini. Yang minum racun itu. Yang mencoba bunuh diri."

Segara duduk di tepi ranjang, dengan tangan besarnya yang kasar karena sering memegang cangkul bersamaku di lumbung padi emas, menyentuh bekas luka tipis itu dengan pelan.

"Aku masih ingat hari pertama melihat tubuh ini," kata Segara dengan suara pelan, suara yang hanya keluar di Paviliun Mawar, bukan suara Kaisar dingin di Balairung. "Semua tabib istana bilang calon permaisuri sial itu sudah mati karena racun. Aku sebagai Kaisar yang dingin dan kejam waktu itu bilang, 'Buang saja tubuh calon permaisuri sial itu ke Desa Lereng Gunung, jangan kotori Taman Mawar Putih dengan mayat sial.'"

"Tapi kau bangun. Dengan mata yang berbeda. Mata tubuh asli yang dulu selalu takut dan menangis melihatku, hari itu matamu tidak takut. Kau bingung. Kau menatapku dan bilang, 'Kamu siapa? Ini kerajaan apa? Ini cosplay ya? Ini museum apa? Aku mahasiswi Sejarah, kok bisa di sini?' Kata-kata aneh yang tidak pernah ada di Kerajaan Langit."

Aku tertawa pelan dengan air mata. Cosplay. Museum. Mahasiswi Sejarah. Kata-kata abad 21 yang keluar dari mulut calon permaisuri sial yang baru saja minum racun.

Itulah inti dari tengah cerita kita. Aku terdampar di tubuh yang dibenci. Aku terpilih oleh Sistem yang Jatuh dari Langit. Setiap misi dari Sistem membuatku harus bertahan hidup di dekat Kaisar Segara El-Bhumi yang dingin dan kejam. Misi pertama membuat oralit untuk menyelamatkan Desa Lereng Gunung yang muntaber. Misi kedua membuat arang hitam untuk menjernihkan sumur beracun. Misi ketiga membuat jamu kunyit asam untuk Ibu Suri yang sakit. Misi keempat membuat pupuk dari kotoran kelelawar untuk padi emas yang hampir gagal panen.

Setiap misi memaksaku masuk ke Balairung dengan panci jamu dan cangkul dan resep abad 21 yang aku ingat dari skripsi Sejarah ku. Setiap misi memaksaku bertahan hidup di dekat Kaisar yang dingin dan kejam itu, yang teh buatannya saja asin dan yang selalu bilang, "Calon permaisuri sial."

Dan setiap kali aku bertahan hidup di dekatnya, dia yang dingin itu perlahan berubah. Dari mengerutkan dahi melihat panci ku, jadi bertanya, "Itu apa? Kau dapat dari mana? Ajari aku." Dari bertanya, jadi menunggu aku datang ke Balairung setiap pagi. Dari menunggu, jadi mencari aku kalau aku tidak datang. Dari mencari, jadi tidak bisa jauh dari Paviliun Mawar. Dari tidak bisa jauh, jadi terobsesi.

Seperti malam ini. Balairung tutup bukan karena negara aman, tapi karena Kaisar yang dingin dan kejam itu tidak mau jauh dari Paviliun Mawar.

[SISTEM: EFEK SAMPING MISI TENGAH SELESAI - KAISAR SEGARA EL-BHUMI YANG DINGIN DAN KEJAM - LEVEL OBSESI 95%]

[CATATAN SISTEM: BUKAN KARENA SIHIR ATAU PELET. TAPI KARENA HOST MENGAJARKAN CARA MEMBUAT TEH MANIS TANPA GARAM DAN CARA DUDUK DI TERAS TANPA MEMAKAI MAHKOTA EMAS MURNI YANG BERAT]

Aku membaca tulisan Sistem itu sambil air mata masih mengalir. Benar. Bukan sihir.

Tiba-tiba dari luar Paviliun Mawar, Patih Agung datang tergopoh-gopoh dengan nafas ngos-ngosan, melanggar titah libur Balairung.

"Gusti Kaisar! Gusti Permaisuri Sejati! Maafkan hamba melanggar libur! Darurat! Laporan dari perbatasan utara! Padi emas yang seharusnya berkilau seperti emas murni, sekarang menghitam seperti arang hitam! Seperti bekas racun serbuk teratai hitam, Gusti! Orang yang makan padi hitam itu demam tinggi, muntah-muntah, seperti keracunan!"

Aku dan Segara langsung saling tatap. Serbuk teratai hitam. Racun yang dipakai tubuh asli Kahiyang untuk bunuh diri di Taman Mawar Putih.

Di kepala ku, Sistem yang Jatuh dari Langit berbunyi keras, bukan pelan lagi, tapi [DING!] panjang.

[MISI AKHIR TERBUKA]

[RAHASIA BESAR TENTANG KENAPA HOST TERPILIH DAN SIAPA SEBENARNYA SEGARA EL-BHUMI AKAN TERUNGKAP DI PERBATASAN UTARA, DI PADI EMAS YANG MENGHITAM]

[RAHASIA 50% TERUNGKAP: KENAPA TERPILIH - KARENA MAHKOTA EMAS DI MUSEUM TEMPAT HOST MENINGGAL ADALAH MAHKOTA EMAS MURNI KERAJAAN LANGIT YANG HILANG 100 TAHUN LALU - VITRIN PECAH - MAHKOTA MEMANGGIL HOST]

[RAHASIA 50% TERUNGKAP: SIAPA SEGARA EL-BHUMI - ??? - MASIH TERKUNCI - HARUS KE PERBATASAN UTARA]

Layar biru itu hilang dengan suara berdenging.

Aku memeluk kotak cendana berisi mahkota emas murni di pangkuan ku. Mahkota berat yang baru kudapat 3 bab lalu. Mahkota yang ternyata sama dengan mahkota di vitrin museum tempatku mati. Karena itu Sistem memilihku. Karena darahku menetes di mahkota itu saat vitrin pecah.

Tapi siapa sebenarnya Segara El-Bhumi? Kenapa Kaisar dingin dan kejam itu bisa terobsesi padaku, mahasiswi Sejarah yang terdampar di tubuh sial yang minum racun?

Di belakang kami, Mbok keluar dari dapur dengan panci jamu kunyit asam kosong, melihat kami berdua duduk di lantai dengan kotak mahkota, langsung bawel.

"Gusti Permaisuri, Gusti Kaisar, kenapa duduk di lantai? Lantainya dingin, Gusti! Nanti masuk angin, Gusti!"

Aku dan Segara tertawa pelan mendengar omelan Mbok yang sama sejak Bab 1.

Aku menatap Segara dengan mata masih berair, "Gusti Kaisar, besok kita ke perbatasan utara. Bukan untuk libur. Kita lihat padi hitam itu. Di sana ada jawaban kenapa aku, mahasiswi Sejarah yang mati di museum karena mahkota emas, harus masuk ke tubuh yang minum racun ini, dan siapa sebenarnya Gusti."

Segara mengangguk. Telinganya memerah lagi, tapi wajahnya serius, wajah Kaisar Lumpur yang siap kotor di sawah.

"Jangan pulang ke abad 21 dulu, Kahiyang. Tunggu sampai rahasia ku terungkap di padi hitam itu dulu. Baru kau pilih. Tetap jadi permaisuri di sini atau kembali jadi mahasiswi Sejarah di museum."

Malam itu, di Paviliun Mawar yang libur, aroma padi emas menghitam seperti arang basah sudah tercium sampai ke teras. Bukan lagi aroma teh manis tanpa garam. Tapi aroma racun yang sama dengan yang membunuh tubuh sial ini dulu. Dan aroma itu akan membawa kita ke akhir sinopsis: pilihan kembali ke abad 21 atau tetap menjadi permaisuri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!