NovelToon NovelToon
Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Suami Cupu Kakak Ku Ternyata Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Hazella Adeline, atau Hazel, adalah gadis 19 tahun yang dikenal sebagai bad girl. Meski keras kepala dan berani, Hazel sebenarnya memiliki hati yang sangat baik. Saat pindah sekolah, Hazel harus tinggal di rumah kakaknya, Cateline, yang ternyata sudah menikah selama dua tahun dengan seorang pria bernama Sagara. Namun, Sagara jauh dari bayangan Hazel tentang seorang suami. Ia terlihat penakut, mudah menangis, selalu mengalah, dan sering menjadi sasaran amarah Cateline. Hazel pun selalu membelanya hingga tanpa sadar mulai menyukai pria itu. Hazel tahu perasaannya salah karena Sagara adalah suami kakaknya. Ia berusaha menahannya. Hingga sebuah rahasia perlahan terbongkar. Sagara ternyata mengalami amnesia dan tidak mengingat siapa dirinya sebelum kecelakaan. Tak ada yang tahu bahwa sebelum kehilangan ingatan, Sagara adalah mafia paling kejam sekaligus salah satu pria terkaya di dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Mobil sedan hitam yang mengantarnya berhenti tepat di depan gerbang besi menjulang tinggi milik SMA Garuda Nusantara satu-satunya sekolah swasta paling bergengsi yang diisi oleh anak-anak pejabat, pengusaha, dan konglomerat papan atas.

Hazel melangkah keluar dari mobil. Begitu kakinya menyentuh area pelataran sekolah, suasana yang tadinya riuh dengan obrolan murid-murid mendadak perlahan menghening. Lusinan pasang mata langsung tertuju padanya.

Penampilan Hazel benar-benar mencolok. Meski mengenakan seragam sekolah yang sama, cara Hazel membawanya terasa sangat berbeda. Rok di atas lutut, kemeja putih yang pas di tubuh, serta rambut panjangnya yang dibiarkan terurai bergelombang dengan sedikit sentuhan gaya bad girl elegan, membuatnya tampak bagaikan model majalah yang terdampar di koridor sekolah. Langkah kakinya berderap santai namun penuh dengan ketegasan yang mengintimidasi.

"Gila, siapa dia? Murid baru?"

"Cantik banget, tapi aura galaknya kerasa sampai sini."

"Anak pengusaha mana lagi nih yang masuk kelas 3?"

Bisik-bisik dan tatapan kagum sekaligus iri menyertainya di setiap langkah. Namun Hazel sama sekali tidak ambil pusing. Dengan kacamata hitam yang kini terselip di kerah seragamnya, ia melangkah santai menyusuri koridor megah, sama sekali mengabaikan lirikan dan kasak-kusuk di sekitarnya.

Tujuannya jelas: Ruang Kepala Sekolah.

Setelah menyelesaikan beberapa urusan administrasi singkat yang dingin bersama Kepala Sekolah—yang hanya memandangnya sebagai murid pindahan biasa—seorang wanita paruh berpenampilan rapi berkacamata masuk ke ruangan. Beliau adalah Ibu Dewi, wali kelas yang akan membimbingnya ke kelas baru.

"Mari, Hazel. Ibu antar kamu ke kelas 12 IPA 1," ucap Ibu Dewi ramah, memecah keheningan.

Hazel hanya mengangguk tipis dan mengekor di belakang guru tersebut. Mereka berjalan menyusuri lantai dua hingga berhenti di depan sebuah kelas dengan papan nama '12 IPA 1'. Dari luar, terdengar suara gaduh khas jam pertama sebelum guru masuk.

TOK! TOK! TOK!

Ibu Dewi mengetuk pintu kayu kelas itu lalu melangkah masuk. Seketika, keheningan menyergap seluruh ruangan begitu murid-murid melihat sosok asing berparas cantik yang berjalan tepat di belakang sang wali kelas.

"Selamat pagi, Anak-anak. Hari ini kita kedatangan murid baru yang pindah dari Eropa," ujar Ibu Dewi bernada mengumumkan. Suasana kelas makin riuh. Tatapan penasaran kini mengunci tubuh Hazel yang berdiri tegap di depan papan tulis.

Ibu Dewi kemudian menoleh pada Hazel. "Silakan perkenalkan namamu pada teman-teman barumu."

Hazel maju satu langkah. Ia menyapu pandangannya ke seluruh sudut kelas dengan raut wajah datar tanpa umpan senyum sedikit pun. Ia menarik napas pelan.

Di saat anak-anak pengusaha di sekolah ini biasanya memamerkan marga besar atau nama keluarga di belakang nama mereka untuk mendapat pengakuan dan status sosial, Hazel tahu betul posisinya. Keluarga Adeline memberikan instruksi tegas dan mutlak sebelum ia kembali ke Indonesia: Jangan pernah membawa atau memakai nama Adeline di depan publik. Bagi mereka, identitas Hazel sebagai anak haram adalah aib besar yang bisa menghancurkan reputasi bisnis dan nama bersih keluarga Adeline jika sampai bocor ke media.

Hazel tersenyum tipis sebuah senyuman dingin yang sarat akan ironi. Ia tak butuh nama besar itu untuk berdiri tegak.

"Nama saya Hazella," ucapnya tegas dan singkat, memotong ekspektasi semua orang. Suaranya bergema jernih di seluruh ruangan. "Cukup panggil Hazel. Saya tidak punya nama belakang."

Jawaban yang terkesan misterius dan penuh percaya diri itu memicu bisik-bisik baru di antara murid-murid. Namun Hazel tak peduli. Dengan dagu terangkat tinggi, ia membuktikan bahwa tanpa nama besar keluarga Adeline sekalipun, aura dan keberadaannya sudah cukup untuk mendominasi ruangan tersebut.

Ibu Dewi mengangguk-angguk kecil, memecah keheningan yang sempat tercipta. "Baiklah, Hazel. Kamu bisa duduk di bangku kosong di barisan ketiga, tepat di samping Kirana."

Ibu Dewi menunjuk ke arah sudut kanan kelas. Hazel memutar pandangannya dan mendapati sebuah meja kosong di samping seorang gadis berpakaian sangat rapi. Tanpa membuang waktu, Hazel melangkah anggun menyusuri lorong antar-meja, diiringi tatapan penasaran yang masih mengekor dari para siswa lainnya.

Gadis yang duduk di samping meja barunya itu tampak amat kontras dengan penampilan Hazel. Gadis itu mengenakan kacamata berbingkai tebal yang sedikit meluncur di pangkal hidungnya, rambutnya diikat rapi tanpa ada anak rambut yang berantakan, serta kancing kemeja seragamnya terpasang rapi sampai ke paling atas. Dari tumpukan buku tebal di atas mejanya dan gaya penampilannya, siapapun bisa menebak bahwa gadis ini adalah definisi nyata dari seorang 'kutu buku' yang pendiam.

Hazel menarik kursi di samping gadis itu, lalu meletakkan tas mewahnya dengan santai.

Meskipun Hazel membawa aura bad girl yang dingin dan mengintimidasi sejak pertama kali menginjakkan kaki di sekolah, ia bukanlah tipe orang yang sombong tanpa alasan. Terlebih lagi, gadis di sampingnya ini tidak memandangnya dengan tatapan sinis atau menghakimi seperti murid-murid lainnya.

Hazel menoleh, lalu melemparkan senyuman tipis yang sangat ramah sebuah senyuman tulus yang jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain.

"Hai," sapa Hazel pelan, suaranya terdengar hangat dan bersahabat. "Aku Hazel. Boleh duduk di sini, kan?"

Gadis berkacamata itu tampak tersentak kaget. Ia sedikit membetulkan letak kacamatanya dengan jari telunjuk, matanya mengedip beberapa kali seolah tidak percaya murid baru yang tampak anggun dan populer itu mau menyapanya duluan. Seketika, binar antusias terpancar jelas dari balik lensa kacamatanya, menggantikan rasa gugupnya.

Ia langsung menegakkan posisinya dan membalas senyuman Hazel dengan sangat lebar, membuat kedua matanya menyipit ramah.

"E-eh, hai! Boleh banget, dong!" jawab gadis itu antusias, suaranya terdengar riang. Ia menyodorkan tangannya dengan penuh semangat ke arah Hazel. "Namaku Kirana! Senang banget bisa sebangku sama kamu, Hazel. Tadinya aku pikir kamu tipe orang yang galak atau susah didekati karena kelihatan keren banget pas di depan kelas tadi!"

Hazel terkekeh pelan, menyambut uluran tangan Kirana dan menjabatnya hangat. "Sama-sama, Kirana. Aku tidak se-menakutkan itu, kok. Justru aku senang bisa dapat teman duduk yang kelihatan baik seperti kamu."

"Serius?" Mata Kirana makin berbinar, tampak sangat senang. Ia mendekatkan posisinya sedikit ke arah Hazel, berbisik pelan agar tidak mengganggu Ibu Dewi yang sedang bersiap mengajar di depan. "Kalau ada materi sekolah yang kamu tertinggal atau bingung karena baru pindah dari Eropa, tanya ke aku saja ya! Aku bakal bantu kamu sebisaku!"

Hazel tersenyum makin lebar. Kepolosan dan ketulusan Kirana rasanya begitu menyegarkan di tengah lingkungan barunya yang dipenuhi orang-orang bermuka dua. Untuk pertama kalinya sejak ia mendarat di negara ini, Hazel merasa menemukan satu hal baik di hari pertamanya.

1
Mundri Astuti
dikit beud thor...perasaan baru baca dah kelar aja 🤭
double up y thor 😄🙏
@cristi
kaak bagus banget ceritanya😍
Mundri Astuti
Alhamdulillah selamet juga akhirnya hazel
merry
syukur ktmu bos cb telat dikit ajjh,,, cept sembuh hazel kmu kn hrs sekolh zel 🤭🤭🤭jgn bnci arlend ya kn dia lupa🤭🤭🤭🤭
𝐀⃝🥀Weny
wes telat🤣🤣 sak Iki nyesel kan/Facepalm/
Mei TResna Rahmatika
hazel😭
merry
nah kapok kann kmu gara 🤭🤭🤭🤭 org wlpun hilng ingat tp msh bisa liat kebiasaan kebiasaan atau sentuhan psti tdk bisa dilupakan ada perasaan familiar gt,,, lh kmu main sikat ajj,, moga hazel ktmu org baik dan tgl di desa terpencil,, tp gmn dgn sekolah y hazel ya 🤔🤔🤔🤔
anonim
la nyesel kan ?
Mundri Astuti
lah emang ga disentuh.. dah masuk ke laut ...kumaha si arlend ...
kasihan si hazel ...
Intan Aprilia Rahmawati
thor up yg banyak dong minimal 10 aku ingin kk mafianya menyesal setelah ingatannya kembali bawa hazel gk salah aduh sedikit sekali nih
Mei TResna Rahmatika
buang ke laut trs baru deh ingatan arlend muncul tentang hazel tapii terlambat semoga hazel udah ilang ke bawa arus
Mundri Astuti
apes amat si hazel
𝐀⃝🥀Weny
astagaa... jangan sampai kamu menyesal Arlend.. up lagi thor.. dikit banget sih😊
merry
nah kn kena jg hazel moga hbs hazel dibuang di laut si mafia ingt dikit-dikit gt 🤭🤭🤭hbs itu cariin hazel tp hazel di ud di selamatin org lain gt biar nyesel,, setau klo org lupa ingt tp hati y bisa bedain loh mn baik dan jhtt
merry
hbs lhh kau nenek sihir😆😆😆😆hazel gmn donk ya
𝐀⃝🥀Weny
kemana wajah angkuhmu Cateline😂😂 up lagi thor😍
berry
yg banyak up nya thor
Mundri Astuti
kumaha sama hazel yak🤔
merry
bgs gerak cpt sagara wlpun gk ingt hazel tp msh ingat kan siapa yg drong drimu dan siapa yg berusaha Nolongin kmu sagara,, mungkin kah hazel bkln bebas mrn saksi y msh hidup wlpun ingt hazel
Mei TResna Rahmatika
sayang banget sagara ga inget hazel😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!