NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Selepas pelajaran usai, Guru Wen melangkah menuju ruang tamu utama, diantar Lin Zhaoyi dan Yuxin yang ingin berpamitan pada kedua orang tua mereka. Di sana, Lin Boqing dan Nyonya Su sedang duduk bersama Ruoxi, menikmati teh sore sambil berbincang ringan.

"Ayah, Ibu," Lin Zhaoyi membuka, "Guru Wen ingin menyampaikan sesuatu sebelum pamit."

Guru Wen membungkuk hormat, bersiap membuka mulut untuk melaporkan hasil pelajaran hari itu. Namun sebelum sepatah kata pun sempat keluar, Ruoxi sudah lebih dulu menyela, menaruh cangkir tehnya dengan gerakan yang terlalu santai untuk seseorang yang sebenarnya penasaran.

"Guru Wen," ucap Ruoxi, tersenyum manis, "pasti melelahkan sekali mengajari Yuxin dari dasar. Aku dengar dia bahkan belum pernah memegang kuas dengan benar sebelumnya."

Guru Wen mengerjap, belum sempat meluruskan.

"Ibu," Ruoxi melanjutkan, menoleh pada Nyonya Su, "kurasa Guru Wen perlu diberi waktu lebih lama untuk mengajari Yuxin. Tidak masalah kalau perlu seminggu, dua minggu, atau bahkan sebulan penuh. Yang penting Yuxin benar-benar siap sebelum menghadap istana, supaya tidak mempermalukan keluarga kita."

Dia menatap Guru Wen dengan ekspresi penuh pengertian yang dibuat-buat. "Guru Wen jangan sungkan kalau memang Yuxin masih lambat menangkap pelajaran. Bersabarlah. Tidak semua orang bisa secepat itu memahami tata krama bangsawan."

Guru Wen berdiri diam sejenak, alisnya sedikit terangkat mendengar asumsi yang meluncur begitu saja tanpa memberinya kesempatan bicara.

Lin Boqing menoleh pada Guru Wen, menunggu tanggapannya dengan sabar. "Bagaimana menurut Anda, Guru Wen? Apa Ruoxi benar, perlu waktu lebih lama?"

Guru Wen berdeham pelan, akhirnya mendapat celah untuk bicara. "Maaf, Nona Ruoxi, tapi justru sebaliknya. Aku datang ke sini untuk menyampaikan bahwa Nona Yuxin sama sekali tidak memerlukan pelajaran tambahan."

Ruoxi mengerutkan kening. "Maksud Guru Wen?"

"Nona Yuxin sudah menguasai tata krama, permainan guqin, weiqi, hingga menulis syair, semuanya dengan tingkat kemahiran yang bahkan jarang aku temukan pada murid-muridku yang sudah belajar bertahun-tahun," jelas Guru Wen, suaranya tegas dan jelas, tidak ada keraguan sedikit pun. "Dalam satu pagi ini saja, dia sudah membuktikan kesiapannya menghadap istana. Aku tidak perlu kembali mengajarinya lagi."

Ruangan itu hening sejenak. Nyonya Su menatap suaminya, terkejut, lalu beralih pada Yuxin dengan pandangan penuh kekaguman yang tidak bisa dia sembunyikan.

Wajah Ruoxi berubah pucat. Senyum manisnya perlahan luntur, digantikan raut yang berusaha keras tetap tenang meski jelas terguncang.

"Tuan Lin, Nyonya Su," lanjut Guru Wen, membungkuk hormat, "saya pamit dulu. Tugas saya di sini sudah selesai lebih cepat dari yang saya duga."

Lin Boqing tersenyum lebar, jelas tidak menyembunyikan kebanggaannya. "Terima kasih atas kerja kerasmu, Guru Wen. Kau akan mendapat bayaran penuh, meski waktunya lebih singkat dari perjanjian."

"Itu kehormatan bagi saya, Tuan," Guru Wen membungkuk sekali lagi, lalu melirik sekilas ke arah Yuxin, sorot matanya masih menyimpan kekaguman yang belum sepenuhnya pudar sebelum akhirnya berbalik dan melangkah keluar diantar seorang pelayan.

Ruoxi duduk kaku di tempatnya, jemarinya mencengkeram kain hanfunya erat-erat di bawah meja, tempat tak seorang pun bisa melihatnya.

Lin Boqing menghela napas panjang, menatap putrinya dengan raut yang mulai kehilangan kesabaran.

"Ruoxi," ucapnya, nada suaranya jauh lebih dingin dari biasanya, "ini bukan pertama kalinya kau langsung berbicara tanpa mendengarkan orang lain terlebih dahulu."

Ruoxi mendongak, terkejut mendapati ayahnya justru menegurnya di depan semua orang. "Ayah, aku hanya—"

"Kau hanya menyimpulkan sendiri, tanpa memberi kesempatan Guru Wen menyelesaikan kalimatnya," potong Lin Boqing tegas. "Kau sudah menganggap Yuxin tidak becus bahkan sebelum mendengar hasil sebenarnya. Apa itu sikap yang pantas dimiliki seorang putri keluarga Lin?"

Ruangan itu hening. Nyonya Su melirik suaminya, tidak berani ikut campur, sementara Lin Zhaoyi berdiri diam di sudut, menyaksikan dengan ekspresi yang sulit dibaca.

"Selama ini," lanjut Lin Boqing, "kau selalu buru-buru merendahkan orang lain sebelum tahu kebenarannya. Kau mengira Yuxin tidak paham etiket, ternyata dia justru lebih menguasainya daripada yang kau kira. Kau mengira dia akan mempermalukan keluarga ini, ternyata dia yang membanggakan nama Lin di hadapan Guru Wen sendiri."

Ruoxi menunduk, bibirnya terkatup rapat, tidak menemukan kata-kata untuk membela diri.

"Seorang wanita berpendidikan dan berbudi," Lin Boqing melanjutkan, suaranya melembut sedikit namun tetap tegas, "tidak akan terburu-buru menghakimi orang lain sebelum mengetahui kebenarannya. Dia akan mendengarkan dulu, baru bicara. Kau sudah bertahun-tahun kuajarkan itu, Ruoxi. Kenapa masih tidak paham?"

"Maafkan aku, Ayah," Ruoxi akhirnya bersuara, suaranya kecil, berbeda jauh dari nada manisnya barusan. "Aku hanya... khawatir."

"Khawatir, atau tidak ingin Yuxin terlihat lebih baik darimu?" tanya Lin Boqing, tepat menusuk inti masalah yang selama ini tidak pernah diucapkan siapapun secara terbuka.

Pertanyaan itu membuat Ruoxi terdiam sepenuhnya, wajahnya memerah antara malu dan amarah yang tidak bisa dia lampiaskan pada siapapun di ruangan itu.

Nyonya Su akhirnya menyentuh lengan suaminya pelan. "Sudahlah, Suamiku. Ruoxi pasti sudah mengerti maksudmu."

Lin Boqing menghela napas, mencoba melunakkan suasana meski matanya masih menyimpan kekecewaan. "Ayah harap begitu. Introspeksi diri, Ruoxi. Sikap seperti ini tidak akan membawa kebaikan untukmu sendiri."

Yuxin berdiri diam di sisi ruangan sejak tadi, memperhatikan seluruh percakapan itu tanpa berkata apa-apa, membiarkan ayahnya sendiri yang menyampaikan apa yang selama ini ingin dia dengar seseorang katakan pada Ruoxi.

Di dalam hatinya, dia tidak merasakan kepuasan besar seperti yang dia bayangkan. Justru ada rasa dingin yang menjalar, menyadari bahwa teguran sekecil ini bahkan tidak sebanding dengan bertahun-tahun penderitaan yang pernah dia alami karena orang yang sama, di kehidupan yang lain.

Ruoxi mengangkat wajahnya sejenak, dan sorot matanya yang bertemu dengan Yuxin bukan lagi sorot kekesalan biasa, melainkan sesuatu yang jauh lebih tajam, seperti benih dendam baru yang baru saja mulai tumbuh di tanah yang sudah lama subur oleh kecemburuan.

1
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!