Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Bayaran
Letisha berada di dapur dan baru saja meneguk air putih, cara Letisha meletakkan gelas di atas meja cukup keras.
"Apa maksud wanita itu mengatakan seperti itu kepadaku?" Letisha ternyata masih mengingat perkataan Maudy.
"Dia meremehkanku?" ucapnya dengan menyergah nafas terlihat tidak terima.
"Baiklah! kita lihat saja, desainer pemula yang kau remehkan akan mampu mengalahkanmu yang memiliki beribu pengalaman," ucapnya terlihat begitu sangat kesal.
"Sejak kapan kamu kembali?" Letisha melihat ke arah suara di mana Rakash berdiri di depan pintu kamar.
"Sudah bisa ditebak wanita itu memiliki rasa iri dan dengki kepadaku karena menyukai dia? dia hanya berusaha mempermalukan dan menjatuhkan ku seolah-olah aku tidak pantas bersanding dengannya, isss kenapa orang-orang seperti mereka benar-benar menyebalkan," batin Letisha menatap suaminya seolah-olah yang harus disalahkan dalam hal itu.
"Letisha ada apa?" tanya Rakash.
Letisha tidak menjawab apapun, ekspresi wajahnya menunjukkan kemarahan dan langsung pergi memasuki kamarnya, bantingan pintu kamar cukup keras membuat Rakash bingung.
"Ada apa dengannya?"
"Apa aku melakukan kesalahan?"
Rakash bertanya-tanya dengan menghela nafas.
****
Setelah menyelesaikan desain dan akhirnya dibantu untuk memproduksi. Letisha hari ini bersama dengan Rakash berada di Perusahaan dengan dua perhiasan kalung yang baru saja diproduksi terpampang terlihat indah di patung leher tersebut.
"Sungguh ini menakjubkan bukan?" tanya Letisha butuh validasi dari suaminya yang berdiri di sebelahnya.
"Untuk sebagai pemula ini sangat menakjubkan," jawab Rakash.
"Saya tidak percaya bisa menciptakan hal seperti ini," ucap Letisha mengambil ponselnya dan memotret hasil karyanya sendiri.
"Ini!" Letisha melihat ke arah sang suami saat suaminya memberikan kartu ATM limited edition.
"Apa ini?" tanyanya.
"Saya membeli dua perhiasannya dan akan dijadikan sebagai koleksi di perusahaan, juga akan menjadi contoh untuk pasaran," jawab Rakash.
Mata Letisha melotot seolah-olah tidak percaya. Awalnya mereka memang memiliki perjanjian ketika perhiasan itu jadi maka, Rakash harus membayarnya.
"Apa ini isinya banyak?" tanya Letisha ketika jiwa matrenya meronta-ronta.
"Kamu bisa mengecek langsung. Saya tidak bisa mengatakan secara langsung," jawab Rakash.
"Benarkah! Jadi kamu sungguh menepati janji dan membeli perhiasanku?" tanya Letisha memastikan.
"Saya bukan tipe yang mengingkari janji dan ini adalah milik kamu," jawab Farran.
"Ya ampun, aku benar-benar sangat bahagia, bagaimana tidak jika aku mendapatkan banyak uang," ucap Letisha.
"Hmmmm, bye the way? Apa sandinya ?" tanyanya dengan penasaran.
"Tanggal pernikahan kita," jawab Raffan.
"What! Jadi kamu menjadikan sandinya sebagai tanggal pernikahan kita. Hmmmmm, atau jangan-jangan kamu ingin mengingat selalu hari pernikahan kita?" lagi dan lagi Letisha sudah dapat dipastikan akan menggoda suaminya.
"Terserah kamu memikirkan seperti apa? yang terpenting saya menepati janji dan selamat untuk usaha kamu yang akhirnya berhasil dan satu lagi saya juga akan mendaftarkan kamu agar bisa mengikuti acara pameran dan pelelangan nanti," ucap Raffan.
"Sungguh! Apa perhiasan ini yang akan dilelang?" tanyanya memastikan.
"Terserah kamu? Jika kamu ingin membuat model baru, maka silahkan dan jika ingin menampilkan salah satu diantara dua perhiasan ini, itu juga keputusan kamu," jawab Raffan.
"Baiklah, kalau begitu aku akan menciptakan karya yang lebih unik lagi dan akan membuat hasil pelelanganku jauh lebih baik daripada desainer- desainer yang sudah memiliki banyak pengalaman," tegas Letisha tampak begitu bertambah semangat.
"Lakukan!" Rakash tidak pernah berhenti memberi dukungan kepada istrinya.
Mata Letisha tiba-tiba saja melihat ke arah belakang Rakash, di sana muncul Maudy.
"Suamiku terima kasih kamu benar-benar support system yang paling best," Letisha tiba-tiba saja merangkul lengan Rakash dan kembali bermanja pada suaminya itu.
Maudy melihat bagaimana tingkah Letisha benar-benar seperti anak kecil.
"Hmmmm, karena kamu orang yang membeli perhiasanku dengan harga fantastis, aku akan memberikan hadiah yang sangat mengejutkan untuk kamu," ucap Letisha manja pada suaminya itu dan bahkan mengedipkan sebelah mata.
Sudah dapat dipastikan sebenarnya Letisha hanya ingin membuat panas Maudy.
"Oh, ternyata ada ibu Maudy di sini!" Letisha pura-pura menyadari keberadaan Maudy dan melepas tangannya.
"Maaf, Ya Bu Maudy, harus terlihat begitu iri ketika melihat saya bermanja pada suami saya. Namanya juga istri yang baru saja diberikan hadiah. Hmmmm, Bu Maudy pasti tidak tahu rasanya bagaimana bahagia karena belum menikah," ucap Letisha berbicara sembari tersenyum seolah-olah mengejek Maudy.
Ekspresi Maudy terlihat datar, tapi tidak bisa bohong wanita itu sebenarnya sangat kesal dengan tingkah Letisha.
"Hmmm, Bu. Maudy ini hasil karya desainer pemula dari saya, bagaimana menurut ibu yang sudah memiliki banyak pengalaman. Apakah desain yang baru saja dibeli suami saya dengan harga fantastis ini sudah cukup dibandingkan dengan desain ibu yang penuh dengan pengalaman?"tanyanya dengan sengaja.
"Hmmm, sebagai desainer yang sudah memiliki banyak pengalaman, menurut saya ini cukup baik untuk sebagai seorang pemula, saya sebenarnya ingin mengomentari beberapa hal dalam desain kamu, tetapi sungguh saya tidak enak dengan pak Rakash, karena sepertinya kamu tidak akan menerima untuk dikritik dan saya hanya takut saja terjadi permasalahan," jawab Maudy.
"Maudy tidak apa-apa untuk memberikan saran kepada Letisha, terkadang memang harus diberi agar bisa memperbaiki dan membuat lebih baik lagi," sahut Rakash.
"Itu jika kamu memiliki istri dengan sifat dewasa dan tidak seperti anak-anak!" ucap Maudy.
Letisha semakin kesal mendengar perkataan Maudy. Dari tatapan mata keduanya terlihat ada persaingan yang begitu besar.
******
"Sungguh, Letisha lolos mengikuti seleksi pameran dan salah satu desainnya akan dipamerkan dan juga akan dilelang di acara besar nanti?" Vanila cukup kaget mendengar pernyataan dari Liana.
"Benar," jawab Liana.
"Itu tidak mungkin. Ma, sudah pasti dia bisa lolos mengikuti seleksi karena dia memiliki suami yang memiliki kuasa akan hal itu. Mana mungkin desainer bau kencur seperti itu bersaing dengan orang-orang hebat di acara pameran nanti," sahut Vanila sudah pasti merendahkan saudara tirinya itu.
"Kamu benar, semua ini pasti karena campur tangan dari Rakash sehingga istrinya bisa lolos, tetapi apa yang dilakukan Rakash justru hanya akan mempermalukan dirinya. Di acara pameran nanti istrinya hanya akan malu dengan desain kampungan yang dia keluarkan. Mama sangat yakin dia tidak akan bisa melakukan apapun," ucap Liana.
"Kalau begitu Mama harus menciptakan desain yang terbaik. Mama jangan sampai kalah dari wanita itu," ucap Vanila.
"Kamu berpikiran bahwa Mama akan kalah dari dia? Mama bahkan tidak memikirkan untuk bersaing dengannya dan desain terjelek Mama juga akan tetap menang dari desain paling bagus dari wanita itu," tegas Liana dengan sangat percaya diri.
Bersambung....