NovelToon NovelToon
Fake Boyfriend Real Husband

Fake Boyfriend Real Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / BTS
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Septiayani

bertemu dengan pria yang super duper nyebelin udah mah dia yang di tabrak ke mobil sekarang dia yang harus ganti rugi

itu yang di alami Ara bertemu dengan yoga pria yang paling nyebelin versi dia

ehh harus bertemu lagi dengan pria nyebelin dalam ikatan pacar(sewaan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Septiayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pacar sewaan

Arabella masih duduk diam di kursi butik sambil memikirkan perkataan Althea.

“Pacar sewaan…” gumamnya pelan.

Althea tersenyum melihat wajah bingung sahabatnya itu.

“Jangan terlihat seperti itu. Ini bukan pekerjaan aneh kok,” kata Althea mencoba meyakinkan.

Arabella menghela napas.

“Aku hanya belum pernah mendengar pekerjaan seperti itu sebelumnya.”

“Sekarang sudah banyak,” jawab Althea santai. “Orang-orang menyewa pasangan untuk berbagai acara. Kadang untuk datang ke pesta keluarga, acara kantor, atau hanya supaya tidak terlihat sendirian.”

Arabella masih tampak ragu.

“Tapi… apa itu aman?”

Althea mengangguk.

“Aplikasinya ada aturan. Kamu bisa memilih klien mana yang mau kamu terima.”

Arabella berpikir sejenak.

“Bayarannya benar-benar besar?”

Althea langsung mengangguk semangat.

“Lumayan! Kalau dapat klien yang baik, kamu bisa mendapat bayaran beberapa kali lipat dari gajimu di kafe.”

Arabella langsung terdiam.

Pikirannya kembali pada Naur dan Tya.

Biaya sekolah mereka.

Uang kos yang harus segera dibayar.

Dan tagihan yang terus bertambah.

“Aku benar-benar butuh uang tambahan…” gumamnya.

Althea tersenyum kecil.

“Kalau begitu coba saja dulu.”

Arabella akhirnya mengangguk pelan.

“Baiklah… aku akan mencobanya.”

Althea langsung berdiri dan mengambil ponselnya.

“Sini, aku tunjukkan aplikasinya.”

Arabella mendekat ke meja kasir sementara Althea membuka sebuah aplikasi di ponselnya.

“Ini namanya PairMe,” kata Althea. “Di sini orang bisa menawarkan jasa sebagai pasangan sewaan.”

(aplikasi Abal Abal an saja untuk tambahan agar terlihat nyata)

Arabella memperhatikan layar ponsel itu.

Ada banyak profil orang dengan berbagai deskripsi.

“Aku harus membuat profil juga?” tanya Arabella.

“Tentu saja.”

Althea mulai membantu sahabatnya membuat akun.

“Masukkan namamu… tapi biasanya orang memakai nama panggilan.”

Arabella berpikir sejenak.

“Kalau begitu… Bela saja.”

“Baik,” kata Althea sambil mengetik.

Setelah itu mereka memilih foto yang cukup sederhana.

“Deskripsinya bagaimana?” tanya Althea.

Arabella berpikir sebentar.

“Tulis saja… ramah, bisa menemani acara, dan mudah diajak berbicara.”

Althea tersenyum

.

“Bagus."

Beberapa menit kemudian akun Arabella akhirnya selesai dibuat.

“Sekarang tinggal menunggu klien,” kata Althea.

Arabella melihat layar ponselnya dengan sedikit gugup

.

“Aku tidak menyangka akan melakukan hal seperti ini.”

Althea tertawa kecil.

“Kadang hidup memang penuh kejutan.”

Arabella mengangguk.

Mereka kemudian mengobrol santai beberapa saat sampai akhirnya Arabella berpamitan untuk pulang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam itu, setelah sampai di kamar kosnya, Arabella langsung menjatuhkan dirinya ke tempat tidur.

Ia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi yang tadi dibuat.

Belum ada pesan.

Arabella menghela napas.

“Mungkin memang butuh waktu…” gumamnya.

Namun tiba-tiba ponselnya bergetar.

Ting!

Sebuah notifikasi muncul di layar.

“Anda mendapat permintaan dari klien baru.”

Arabella langsung duduk tegak.

Dengan rasa penasaran, ia membuka pesan itu.

Nama klien itu hanya tertulis singkat:

R.

Arabella membaca permintaan tersebut.

Permintaannya cukup sederhana.

Menemani makan malam keluarga.

Lokasinya di sebuah restoran cukup mewah di pusat kota.

Arabella mengerutkan kening.

“Makan malam keluarga?” gumamnya pelan.

Ia membaca detailnya sekali lagi.

Durasi: 3 jam

Bayaran: 4.000.000.000

Arabella menelan ludah. Bayaran sebesar itu benar-benar bisa membantu keuangannya bulan ini.

Tanpa berpikir terlalu lama, ia akhirnya menekan tombol “Terima Permintaan.”

Tak lama kemudian pesan baru muncul.

R:

Besok malam jam 7. Pakai pakaian formal.

Arabella membalas singkat.

Bela:

Baik.

Ia meletakkan ponselnya di samping bantal. Pikirannya masih penuh pertanyaan tentang klien yang akan ia temui besok.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara itu, di sebuah apartemen tidak terlalu jauh dari sana.

Seorang laki-laki sedang berdiri di dekat jendela sambil terlihat kesal.

Laki-laki itu adalah Yoga.

Di ruang tamu, temannya sedang duduk santai di sofa sambil memainkan ponsel.

Temannya itu bernama Rafi.

“Aku tidak mau datang ke makan malam itu,” kata Yoga dengan nada kesal.

Rafi menoleh sekilas.

“Kenapa lagi?”

Yoga menghela napas panjang.

“Ayahku mengundang seluruh keluarga besar. Dan seperti biasa… mereka akan mulai membahas soal pernikahan.”

Rafi tertawa kecil.

“Ah, jadi kamu takut dijodohkan lagi?”

Yoga menatapnya tajam.

“Bukan takut. Aku hanya tidak tertarik.”

Rafi mengangkat bahu.

“Kalau begitu datang saja dengan pacar.”

Yoga menghela napas lagi.

“Aku tidak punya pacar.”

Rafi tersenyum kecil, seolah mendapatkan ide

“Tunggu sebentar…”

Ia membuka sebuah aplikasi di ponselnya.

“Apa itu?” tanya Yoga.

“Pacar sewaan,” jawab Rafi santai.

Yoga langsung mengerutkan kening.

“Kamu bercanda?”

“Tidak.”

Rafi menunjukkan layar ponselnya.

“Banyak orang pakai ini untuk acara seperti pesta atau makan malam keluarga.”

Yoga terlihat ragu.

“Dan kamu ingin aku melakukan itu?”

Rafi mengangguk.

“Kenapa tidak? Anggap saja akting beberapa jam.”

Yoga terdiam sejenak.

“Lagipula aku tidak punya akun,” katanya akhirnya.

Rafi tersenyum.

“Tenang saja. Kamu bisa pakai akunku.”

Yoga mengangkat alis.

“Kamu punya akun di sana?”

Rafi tertawa kecil.

“Aku pernah coba-coba dulu, tapi tidak pernah benar-benar dipakai.”

Ia mulai menggulir daftar profil di aplikasi itu.

“Hmm… kita cari yang kelihatannya sopan dan tidak aneh,” gumam Rafi.

Yoga hanya berdiri sambil menyilangkan tangan.

“Cepat .”

"sabar dong teman sedang proses ini untuk mencari sesuai dengan ciri ciri perempuan ideal di keluarga mu itu " ucap Rafi menggulir ponselnya.

Beberapa menit kemudian Rafi berhenti menggulir layar.

“Nah… yang ini sepertinya cocok.”

Yoga melirik layar ponsel sekilas.

Profil itu bernama Bela.

Foto profilnya terlihat sederhana, tetapi wajahnya tampak ramah.

“Kelihatannya normal,” kata Rafi.

Yoga hanya mengangkat bahu.

“Terserah.”

Tanpa bertanya lagi, Rafi langsung mengirim permintaan melalui aplikasinya.

Acara: makan malam keluarga

Durasi: 3 jam

Lokasi: restoran pusat kota

Beberapa menit kemudian ponsel itu berbunyi.

Ting!

Rafi tersenyum.

“Dia menerima.”

Yoga hanya mengangguk.

“Bagus.”

Ia sama sekali tidak tahu siapa perempuan yang akan datang besok malam.

"bayarannya mana kawan ingat ini pacar sewaan"teriak Rafi

"akan ku transfer tunggu sebentar" ucap yoga di dalam kamar.

Ting!

Ponsel Rafi bergetar *transferan dana 10.000.000.000 *

"waw..lumayan aku hanya membayar gadis itu 4 juta dan sisanya untukku " ucap Rafi senang

"terimakasih teman"teriak Rafi lagi

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Balik lagi ke kosan Arabella

Arabella duduk di atas tempat tidurnya sambil memandangi layar ponsel.

Aplikasi PairMe masih terbuka.

Ia masih tidak percaya sudah menerima pekerjaan pertamanya sebagai pacar sewaan.

Arabella menghela napas pelan.

“Apa aku benar-benar akan melakukan ini…” gumamnya.

Ia lalu mengambil ponselnya dan menekan nama kontak Althea.

Beberapa detik kemudian panggilan itu tersambung.

“Halo?” suara Althea terdengar dari seberang.

“Thea…” kata Arabella.

“Bela! Bagaimana? Kamu sudah pulang?”

“Sudah.”

“Lalu?”

Arabella terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Aku… menerima permintaan klien.”

Di ujung telepon, Althea langsung terdengar bersemangat.

“Serius?!”

“Iya.”

“Cepat cerita!”

Arabella tersenyum kecil mendengar reaksi sahabatnya.

“Kliennya menyewa aku untuk menghadiri makan malam keluarga.”

“Makan malam keluarga?” ulang Althea.

“Iya. Di restoran."

Althea terdengar berpikir sebentar.

“Itu bagus. Biasanya acara seperti itu cukup santai.”

Arabella masih terlihat sedikit gugup.

“Tapi ini pertama kalinya aku melakukan pekerjaan seperti ini.”

“Tenang saja,” kata Althea menenangkan.

 “Anggap saja kamu menemani teman makan malam.”

Arabella tertawa kecil.

“Kalau semudah itu mungkin aku tidak akan gugup.”

“Bayarannya bagaimana?” tanya Althea penasaran.

"4 juta untuk 3jam "

Beberapa detik kemudian terdengar suara Althea hampir berteriak.

“Bela! Itu besar sekali!”

Arabella tersenyum kecil.

“Makanya aku langsung menerimanya.”

“Baguslah.”

Arabella lalu berbaring di tempat tidurnya sambil menatap langit-langit kamar.

“Kalau pekerjaan ini berjalan lancar… setidaknya aku bisa membayar kos bulan ini.”

Suara Althea berubah sedikit lebih lembut.

“Kamu sudah bekerja keras selama ini, Bela.”

Arabella terdiam sebentar.

“Aku hanya ingin Naur dan Tya tetap bisa sekolah dengan baik.”

“Dan mereka pasti bangga punya kakak seperti kamu.”

Arabella tersenyum tipis.

“Terkadang aku hanya takut membuat keputusan yang salah.”

“Selama kamu hati-hati, semuanya akan baik-baik saja,” jawab Althea.

Arabella mengangguk pelan walaupun sahabatnya tidak bisa melihatnya.

“Oh ya,” kata Althea lagi. “Besok kamu harus tampil bagus.”

Arabella tertawa kecil.

“Masalahnya aku tidak punya banyak pakaian formal.”

“Pakai saja yang paling rapi."

“Baiklah.”

Mereka mengobrol beberapa menit lagi sebelum akhirnya Arabella menutup telepon.

Setelah itu kamar kembali sunyi.

Arabella meletakkan ponselnya di samping bantal.

Ia menatap layar ponselnya sekali lagi.

Pesan dari klien bernama R. masih terlihat di aplikasi.

Besok malam.

Pukul tujuh.

Restoran pusat kota.

Arabella menarik napas panjang.

Ia sama sekali tidak tahu seperti apa orang yang akan ia temui besok.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!