NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:504
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis yang Selalu Gugup

Lin Yinjia selalu merasa dirinya bukan gadis yang istimewa.

Ia tidak terlalu pintar, tidak terlalu cantik, dan jelas tidak kaya. Jika orang lain berdiri di keramaian dan tampak menonjol, Yinjia justru tipe orang yang akan dengan mudah tenggelam di antara kerumunan.

Ia juga punya kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan. Jika gugup, ia akan berbicara apa saja yang muncul di kepalanya. Dan jika terlalu fokus pada sesuatu, ia hampir pasti akan menjatuhkan barang di sekitarnya.

Hari itu kebiasaan buruknya hampir terjadi lagi.

“Aduh—”

Yinjia buru-buru menangkap gelas plastik yang hampir tergelincir dari meja kantin kampusnya. Beberapa tetes minuman sudah lebih dulu jatuh ke buku catatan yang terbuka.

Di depannya, Chen Luo menahan tawa. “Kamu selalu begitu.”

“Aku tidak selalu begitu,” bantah Yinjia sambil menyeka meja dengan tisu. “Hanya… kadang.”

Chen Luo mengangkat alis. “Kadang yang sering.”

Yinjia mendesah. Ia tidak bisa membantah.

Kantin Universitas Shanghai siang itu cukup ramai. Mahasiswa memenuhi meja-meja panjang, suara obrolan bercampur dengan bunyi sendok dan kursi yang bergeser.

Sebagai mahasiswa semester empat jurusan manajemen bisnis, Yinjia sudah cukup terbiasa dengan suasana kampus. Tapi entah kenapa, setiap kali berada di tengah banyak orang, ia tetap merasa sedikit gugup. Apalagi jika ada seseorang seperti Chen Luo di depannya.

Chen Luo cukup terkenal di kampus. Wajahnya tampan, nilainya bagus, dan ia aktif di berbagai organisasi. Banyak orang mengenalnya. Sedangkan Yinjia…

Ia hanya gadis biasa.

“Ngomong-ngomong,” kata Chen Luo sambil mendorong sebuah kotak kecil ke arah Yinjia, “ini buat kamu.”

Yinjia menatap kotak itu. “Lagi?”

Chen Luo pura-pura tidak mengerti. “Lagi apa?”

Yinjia membuka kotak itu. Di dalamnya ada beberapa potong kue kecil yang terlihat sangat rapi. “Aku sudah bilang, jangan sering-sering memberi aku makanan.”

Chen Luo tersenyum santai. “Kenapa? Kamu tidak suka?”

“Suka sih… tapi ini terlalu sering.”

“Kalau begitu anggap saja aku sedang membersihkan lemari dapur.”

Yinjia menatapnya dengan wajah datar. “Kamu pikir aku bodoh?”

Chen Luo tertawa pelan. Mereka sudah beberapa kali makan siang bersama. Awalnya hanya kebetulan, tapi lama-lama jadi kebiasaan.

Meski begitu, Yinjia tetap tidak terlalu banyak berpikir. Ia selalu merasa hubungan dengan orang lain sebaiknya tidak dibuat rumit.

Di sisi lain kantin, dua mahasiswi yang duduk beberapa meja dari mereka sedang memperhatikan. Salah satunya berbisik pelan.

“Dia lagi.”

“Siapa?”

“Lin Yinjia.”

Temannya menoleh sekilas. “Yang katanya dijodohkan sama keluarga Gu itu?”

“Ya.”

Nada suara mereka tidak terlalu pelan. Yinjia sebenarnya tidak ingin mendengar, tapi kata-kata seperti itu selalu sampai ke telinganya. Ia pura-pura tidak peduli dan mengambil satu potong kue.

Chen Luo memperhatikan ekspresinya. “Kamu dengar?”

Yinjia mengangguk sedikit. “Biasa saja.” Ia menggigit kue itu perlahan. Manis. Sama seperti biasanya. Namun pikirannya tidak benar-benar ada di sana.

Dua tahun lalu hidupnya berubah. Semua dimulai dari satu keputusan orang dewasa. Perjodohan.

Saat itu Yinjia baru lulus SMA.

Ia masih ingat malam ketika ayahnya memanggilnya ke ruang tamu.

Ayahnya, Lin Wei, bukan orang kaya. Ia hanya memiliki usaha kecil yang cukup untuk hidup sederhana. Namun ia selalu terlihat tenang dan hangat.

Ibunya, Mei Lan, duduk di sampingnya dengan ekspresi yang sulit dibaca.

“Yinjia,” kata ayahnya saat itu, “ada sesuatu yang ingin Ayah bicarakan.”

Yinjia duduk di depan mereka. Ia tidak tahu bahwa pembicaraan itu akan mengubah hidupnya. Ayahnya menjelaskan bahwa ia memiliki teman lama. Teman yang dulu berjuang bersama ketika mereka masih muda.

Sekarang teman itu telah menjadi konglomerat besar. Keluarga Gu. Dan karena hubungan persahabatan lama itu, mereka ingin menjodohkan anak-anak mereka.

Yinjia masih ingat bagaimana ia terdiam lama setelah mendengarnya. Ia bahkan sempat berpikir ayahnya sedang bercanda.

Namun ekspresi kedua orang tuanya terlalu serius untuk sebuah lelucon. “Ayah tidak memaksamu,” kata Lin Wei waktu itu. Namun Yinjia tahu itu tidak sepenuhnya benar. Dalam keluarga seperti mereka, keputusan seperti ini tidak pernah benar-benar sederhana.

Pada akhirnya ia mengangguk. Ia tidak mengatakan ya dengan penuh semangat. Tapi ia juga tidak menolak. Karena ia percaya pada ayahnya. Dan karena ia selalu berpikir… mungkin hidupnya memang akan berjalan seperti itu. Namun dua tahun kemudian, semuanya terasa jauh lebih rumit.

Yinjia tersadar dari lamunannya ketika ponselnya bergetar di meja. Nama yang muncul di layar membuat dadanya sedikit menegang.

Ibu.

Ia segera menjawab.

“Halo, Bu?”

“Yinjia, kamu sedang di kampus?”

“Iya.”

Di seberang sana terdengar suara ibunya yang lelah. “Ibu baru saja dari rumah sakit.”

Jantung Yinjia langsung terasa lebih berat. “Bagaimana Yichen?”

Beberapa detik hening.

“Masih sama.”

Yinjia menunduk.

Adiknya, Lin Yichen, baru berusia tujuh belas tahun ketika kecelakaan itu terjadi beberapa bulan lalu.

Sejak saat itu ia belum pernah sadar. Rumah sakit, obat-obatan, dokter spesialis. Semua membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dan sejak hari itu, Yinjia tidak pernah lagi berpikir tentang menolak perjodohan.

“Dokter bilang kita harus bersabar,” lanjut ibunya pelan.

“Iya.”

“Kamu jangan terlalu capek di kampus.”

Yinjia mengangguk meski ibunya tidak bisa melihatnya. Setelah panggilan berakhir, ia menatap meja cukup lama. Chen Luo memperhatikannya.

“Kabar dari rumah sakit?”

Yinjia mengangguk lagi. Chen Luo tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya mendorong kotak kue itu sedikit lebih dekat. “Kalau kamu tidak makan, nanti aku ambil lagi.”

Yinjia tersenyum kecil. “Kamu aneh.”

“Mungkin.”

Mereka kembali makan dalam diam. Namun Yinjia tahu hidupnya tidak akan benar-benar tenang. Karena di luar sana ada seseorang yang selalu mengingatkannya tentang perjodohan itu.

Gu Zhenrui. Tunangan yang tidak pernah benar-benar menganggapnya penting.

Sore hari ketika Yinjia meninggalkan kampus, ia menemukan sesuatu di mejanya di ruang kelas. Sebuah kantong kecil. Di dalamnya ada roti isi dan minuman kemasan. Tidak ada catatan. Tidak ada nama.

Yinjia menghela napas pelan. Ini bukan pertama kalinya. Beberapa minggu terakhir selalu ada makanan kecil seperti ini di mejanya. Ia tidak pernah tahu siapa yang mengirimnya. Teman-temannya hanya bercanda bahwa mungkin ada penggemar rahasia. Yinjia tidak terlalu percaya.

Namun tetap saja, ia membawa kantong itu keluar kelas. Langit sudah mulai gelap ketika ia berjalan menuju halte bus. Hari itu terasa panjang. Kuliah, gosip kampus, panggilan dari rumah sakit. Semua bercampur di kepalanya. Bus datang beberapa menit kemudian. Saat duduk di dekat jendela, Yinjia menatap pantulan wajahnya di kaca. Gadis biasa. Sedikit lelah. Sedikit gugup. Dan sedikit takut tentang masa depan.

Namun untuk saat ini, Lin Yinjia masih menjalani hidupnya seperti biasa. Sebagai mahasiswi yang mencoba bertahan di antara kuliah, keluarga, dan masa depan yang belum jelas. Tanpa tahu bahwa langkah kecilnya hari ini akan membawanya ke dunia yang sama sekali berbeda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!