NovelToon NovelToon
Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Dicampakan Suami Gila Harta, Diratukan Oleh Mafia Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: de banyantree

Ternyata di belahan dunia ini masih tersisa seorang pria berhati malaikat. Meski semua orang tak mempercayai itu. Sebab yang mencintaiku itu adalah seorang mafia jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de banyantree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas dendam

Keesokan paginya, aroma disinfektan rumah sakit yang menusuk hidung akhirnya berganti dengan aroma parfum maskulin khas mobil Bentley milik Zayn. Laila menghirup napas dalam-dalam saat pintu mobil ditutup, merasa seolah baru saja keluar dari sangkar yang menyesakkan.

​"Zayn, pelan-pelan dong setirnya. Aku kan bukan barang pecah belah," protes Laila pelan saat Zayn sangat berhati-hati melewati polisi tidur di area parkir rumah sakit.

​Zayn terkekeh, tangan kirinya masih sempat mengacak rambut Laila sebentar sebelum kembali ke kemudi. "Bagi aku, kamu itu lebih berharga dari berlian paling langka, Sayang. Lecet sedikit saja, aku bisa kena semprot Mommy Rosa seharian."

​Laila tertawa kecil. "Mommy lebay, kamu juga ikut-ikutan lebay."

​"Itu namanya cinta, Laila. Kamu harus mulai terbiasa," sahut Zayn dengan kedipan mata yang membuat pipi Laila merona.

​Perjalanan menuju Mansion Keluarga Malik terasa lebih singkat dari biasanya. Sepanjang jalan, mereka hanya membicarakan hal-hal ringan—mulai dari rencana liburan setelah Laila benar-benar pulih, hingga debat kecil tentang warna cat kamar yang cocok untuk rumah masa depan mereka nantinya. Tidak ada lagi bayang-bayang Jasmine, tidak ada lagi ketakutan akan ancaman. Udara Jakarta hari itu terasa jauh lebih segar bagi mereka.

​Saat mobil memasuki gerbang besi raksasa berukir inisial 'M', Laila bisa melihat dua sosok yang sudah sangat familiar berdiri di depan pintu utama yang megah.

​"Tuh, kan. Baru sampai teras saja, sambutannya sudah seperti menyambut tamu kenegaraan," bisik Laila sambil tersenyum geli.

​Begitu mobil berhenti sempurna, pintu Laila langsung dibuka—bukan oleh pelayan, melainkan oleh Frank Malik sendiri, ayah Zayn yang biasanya terlihat sangar di berita bisnis, namun kini tersenyum lebar.

​"Selamat datang di rumah, Putri cantik," sapa Papa Frank hangat.

​Belum sempat Laila menapakkan kaki di lantai marmer teras, sosok Mommy Rosa sudah menghambur memeluknya dengan hati-hati.

​"Aduh, sayangku! Akhirnya pulang juga! Kamu pucat sekali, Laila. Pasti makanan rumah sakit itu rasanya hambar seperti kertas, ya?" celoteh Mommy Rosa sambil mengelus pipi Laila.

​Laila tersenyum tulus, merasa kehangatan yang menjalar ke seluruh dadanya. "Aku baik-baik saja, Mommy. Cuma sedikit rindu masakan rumah."

​"Nah! Itu dia yang Mommy tunggu! Ayo masuk, Sayang. Mommy sudah masak besar. Ada salmon panggang, sup krim jamur kesukaanmu, dan... jreng jreng! Apple pie kayu manis yang masih hangat!" Mommy Rosa merangkul bahu Laila, menuntunnya masuk seolah-olah Zayn tidak ada di sana.

​Zayn yang baru saja turun dari sisi pengemudi melongo melihat dirinya diabaikan begitu saja. Ia menoleh ke arah papanya. "Pa, sepertinya aku baru saja didegradasi jadi sopir pribadi di rumah ini."

​Papa Frank tertawa renyah sambil menepuk bahu putranya. "Sabar, Zayn. Di rumah ini, kasta tertinggi adalah wanita. Kamu dan Papa hanya tim hore yang bertugas menghabiskan sisa makanan kalau mereka sudah kenyang. Ayo masuk."

​Di dalam ruang makan yang sangat luas itu, suasana terasa sangat santai. Tidak ada lagi tatapan menghakimi atau tekanan untuk menjaga citra. Laila duduk di antara Mommy Rosa dan Zayn, sementara Papa Frank duduk di kursi utama.

​"Laila, coba ini. Ini sausnya resep rahasia keluarga. Kalau kamu suka, nanti Mommy ajarkan cara buatnya," ucap Mommy Rosa sambil memindahkan sepotong besar salmon ke piring Laila.

​"Terima kasih, Mommy. Ini terlalu banyak, nanti aku jadi gendut bagaimana?" canda Laila.

​"Gendut itu tanda bahagia, Sayang! Jangan dengarkan standar kecantikan model-model di luar sana yang makannya cuma selembar selada," sahut Mommy Rosa telak, membuat Zayn tersedak air minumnya.

​Zayn membersihkan mulutnya dengan serbet. "Mom, Laila itu sudah cantik apa adanya. Mau dia makan satu loyang pie juga aku tetap cinta."

​"Gombal terus! Bukannya bantu ambilkan air untuk calon istrimu, malah sibuk pamer kata-kata manis," goda Papa Frank yang disambut tawa oleh semua orang di meja itu.

​"Calon istri? Belum, Pa. Sebentar lagi," koreksi Zayn dengan nada penuh percaya diri. "Setelah semua drama keluarga Baskoro itu hilang ditelan bumi, aku mau fokus mempersiapkan pesta yang paling indah untuk Laila."

​Laila menatap Zayn dengan tatapan haru. "Zayn, aku tidak butuh pesta mewah. Bisa duduk tenang begini bersama kalian saja, aku sudah merasa sangat bersyukur."

Mommy Rosa memegang tangan Laila dengan lembut.

"Mommy sudah berjanji pada papa kamu sebelum dia dan mommy kamu meninggal, karena kecelakaan di malam itu. Kalau mommy dan papa Frank akan menjaga kamu. Apa pun yang terjadi pada dirimu. Kami aka selalu ada bersama denganmu."

Laila tertunduk sedih.

"Maafkan Laila yang sudah memilih salah jalan dengan menikahi Gion, mommy."

"Sudahlah sayang, luka di masa lalu jangan diingat kembali," ucap mommy Rosa lembut.

"Tapi aku belum membalaskan dendamku pada Gion, dan mama Ratih."

Mata Laila berkaca-kaca, mengingat dia telah kehilangan calon bayinya.

Zayn datang menghampiri merela, lalu merangkul pundak Laila dengan lembut.

"Aku akan selalu ada untuk mendukungmu, sayang," ujar Zayn memberi kekuatan untuk Laila.

"Aku pastikan kamu akan membalaskan dendammu pada mereka yang telah menyakitimu."

Wajah Zayn memerah menahan amarah. Mengingat kejahatan Gion dan mama Ratih selama lima tahun pada Laila.

"Terima kasih, Zayn," ucap Laila lembut.

Zayn mempererat rangkulannya, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatan yang ia miliki ke dalam tubuh Laila yang masih tampak rapuh. "Bukan cuma mendukung, Laila. Aku akan menjadi pedangmu. Gion dan ibunya sudah terlalu lama menari di atas penderitaanmu. Mereka pikir bisa melenggang bebas setelah menghancurkan hidupmu dan merenggut calon buah hatimu?"

​Suara Zayn merendah, dingin dan tajam, membuat suasana ruang makan yang tadinya hangat seketika berubah mencekam. Papa Frank yang sedari tadi menyimak, kini meletakkan sendoknya dan menatap Laila lurus-lurus.

​"Laila, dengarkan Papa. Di dunia bisnis maupun hukum, orang-orang seperti Gion hanya berani karena mereka merasa punya tameng. Papa sudah menginstruksikan tim legal keluarga Malik untuk menelusuri seluruh aset perusahaan Gion. Kita tidak akan hanya memenjarakannya, kita akan membuatnya kehilangan segalanya sampai dia tidak punya tempat bahkan untuk sekadar berteduh," tegas Papa Frank dengan wibawa yang tak terbantahkan.

​Mommy Rosa menghapus air mata di sudut mata Laila dengan ibu jarinya. "Jangan biarkan dendam ini memakan hatimu yang tulus, Sayang. Biarkan Zayn dan Papa yang menjadi 'tangan kotor' untuk urusan ini. Tugasmu sekarang hanya pulih, makan yang banyak, dan bersiap untuk melihat mereka jatuh satu per satu."

​Laila menarik napas panjang, merasakan beban di pundaknya sedikit terangkat. "Terima kasih, Pa, Mom. Aku hanya ingin mereka merasakan sedikit saja rasa sakit yang selama lima tahun ini aku pendam sendirian."

​"Mereka akan merasakannya, Laila. Lebih dari yang kamu bayangkan," bisik Zayn sambil mengecup pelipis Laila, tatapannya menyimpan rencana besar yang tak akan memberi ampun pada siapa pun yang pernah menyakiti wanitanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!