NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyelamatan diri

...----------------...

Lily terus menerus tersandung bahkan merasakan langkahnya terseok-seok akibat terus dipaksa dan tangannya ditarik oleh tiga pria dewasa yang terus menerus memaksanya untuk bergerak, ia hanya menurut walaupun pikirannya panik cukup berantakan agar mencari jalan keluar.

Ketika merasakan langkahnya terhenti, ia tiba-tiba merasakan tubuhnya didorong keras membuatnya tersadar dengan pikirannya dan terpaksa berbaring.

"Siapa yang pertama kak Ola?" Salah satu pria yang terlihat yang memiliki rambut gimbal dengan gigi tonggos mulai maju mengusap-usap tangan Lily dengan sensual sembari menatapnya penuh nafsu dengan matanya yang cukup besar.

Pria disebut Ola itu hat seperti ketua yang memimpin mereka, tidak segera menjawab malah mendorongnya kasar hingga tubuhnya tersingkir dari tubuh Lily, ia mengelus pakaiannya sendiri seolah mengisyaratkan agar dirinya yang berhak jadi yang pertama.

"Aku dulu."

Jawaban singkat yang membuat pria kedua mendesah kecewa, pria ketiga, manusia setengah ular itu hanya tersenyum menepuk-nepuk pundaknya rekannya agar ia bersabar.

"Sabar, Feng, sebentar lagi giliranmu."

"Uh sial, burungku tidak tahan."

Ola mulai dengan cekatan membuka kain pendek yang menutupi alat kelaminnya, seketika Lily sadar hal itu menyadari nasibnya akan dalam bahaya, merasakan tubuhnya terus didekati seketika ia menjadi semakin panik mencari jalan keluar.

"Bagaimana ini...?!"

"Kau tenang saja rubah manisku, kami pasti akan pelan sangat pelan, tapi mungkin akan membuatmu sedikit lecet saja hehehe, kau nikmati saja setelah ini kita pergi dan kau akan hidup bahagia jadi betinaku selamanya."

Pria itu terus mendekati dengan nafasnya menggebu-gebu akan nafsunya yang terus tersulut karena melihat paha Lily yang terpapar begitu mulus di matanya, ia mulai mencondongkan tubuh berlutut menundukkan badan hingga mengurung tubuh Lily dari kedua sisi depan tangannya.

Lily sedikit terdiam, otaknya linglung mencari jalan keluar seketika ia tiba-tiba mengingat mempunyai obat tidur yang ia bawa di kantongnya bekas ia mengobati pasien di desa tadi, dengan cepat membungkam mulut pria yang hampir menciumnya, memasukkan obat tidur alami yang terbuat dari Kecubung (Datura metel/stramonium) saat mulutnya terbuka memaksanya agar menelan semua buah yang ia berikan, seketika tiba-tiba pria setengah anjing tersebut pingsan, Lily tentu memanfaatkan hal itu buru-buru berubah wujud jadi binatangnya menjadi rubah.

Kedua anak buahnya menjadi panik bingung dengan apa yang terjadi melihat ketuanya tiba-tiba terbaring tidak sadarkan diri, seketika Fang maju memilih terlebih dahulu mendekatinya untuk memastikan kondisinya, akan tetapi salah satu dari keduanya, Lai tidak ingin kecolongan melihat Lily melarikan diri, dia mulai mengejarnya dengan wujud aslinya yaitu jaguar.

"Kau pikir bisa lari dari kami, jangan harap lolos sebelum aku merasakanmu!"

Lily yang awalnya ingin datang ke desa untuk meminta pertolongan seketika sadar jalannya akan terblokir akibat ditahan dari dua arah sekaligus, hingga ia menyadari sesuatu, ia pasti tidak akan berhasil sampai ke pemukiman dan hal terburuknya akan tertangkap, tidak akan lolos dan ujung-ujungnya akan diperkosa keduanya.

Saat ia terus melompat berusaha menghindar kecepatannya akan tetapi lagi-lagi ia kalah dalam hal itu, saat tubuhnya sampai ke perbatasan desa Jenu, Lily tidak punya pilihan lain untuk menghindari kejaran orang-orang, mulai keluar dari desa dan masuk ke dalam hutan yang nampak di hadapannya.

"Jangan lari!"

"Sialan kau tidak tahu apa yang ada di hutan itu!"

Namun Lily tidak menghawatirkan karena fokusnya agar bisa menghindari kejaran orang-orang, saat tubuhnya masuk ke dalam hutan lebat, masuk ke semak-semak yang terlihat tinggi dari pandangannya, saat berhasil masuk Lily berhenti terengah-engah menstabilkan tenaga setelah berhasil menghindari kejaran dari mereka, walaupun ia agak bingung mengapa tidak diikuti karena mungkin ia akan benar-benar tertangkap jika disusul ke hutan ini.

Saat masuk Lily mulai tertegun kagum, matanya membulat melihat pemandangan indah begitu menakjubkan yang membuatnya merinding, aneka ragam jenis pepohonan tumbuh, salah satunya Sequoia yang begitu rimbun sejajar menghiasi hutan, dipenuhi tanaman rambat dan tumbuhan eksotis begitu aneh dan unik menghiasi sekelilingnya.

"Apa ini,...dimana?"

Pemandangan yang baru ia jumpai walaupun seringkali melihat hutan-hutan dan pepohonan ini yang dijumpai di hutan Jenu, namun pemandangan asri, dari atmosfer, tumbuhan, aneka beragam hewan ditambah tidak ada satupun kebisingan yang menganggu membuat menambah suasana yang begitu adem membuat jarang Lily rasakan.

Lily buru-buru menyadarkan diri merasa terlalu terlarut suasana, melihat cahaya mulai nampak gelap dan matahari akan segerakan terbenam, akan semakin bahaya baginya jika ia terus-menerus berada di hutan ini, karena ada kemungkinan diburu hewan buas atau beastman lain yang tiba-tiba datang menemukannya.

"Bagaimana ini?" Lily membatin karena mencari jalan keluar ditambah fisiknya kelelahan setelah seharian menyembunyikan pasien ditambah kejadian tadi amat sangat mempengaruhi dirinya, pikirannya buntu ingin keluar hutan tapi takut kedua beastman yang mengejarnya tadi menunggu di luar hutan, saat memikirkan konsekuensi namun melihat peluang lain orang-orang desa yang keluarganya menjemputnya, tapi lagi-lagi Lily ketakutan membuat ia terpaksa memilih berdiam sejenak dulu di hutan ini, berharap setelah menunggu beberapa jam menunggu suasana cukup aman, ia akan keluar dari hutan dan kembali pulang.

"Mungkin sedikit lagi."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jam terus berputar bahkan angin terus mengibar kencang dan matahari mulai terbenam menghasilkan cakrawala bintang-bintang yang menghiasi langit-langit malam, namun Lily masih berada di hutan terdiam linglung menikmati pemandangan di tepi sungai.

Menikmati waktu karena merasa amat jarang ia menikmati waktu sendiri setelah sampai di dunia ini, ia ingin menikmati dulu waktunya sendiri sebentar saja untuk menstabilkan pikiran dan tubuhnya setelah selama ini ia terus memaksakan diri, seakan tubuhnya menjawab pikirannya, Lily merasa haus membuatnya menunduk sehingga moncongnya menyentuh permukaan air sungai, lidahnya seketika keluar bergerak menjilati permukaan air untuk menelannya.

Tiba-tiba sekelebat cahaya hitam melintasi cahaya sungai di belakang tubuhnya, membuat Lily panik bertanya-tanya apa yang terjadi, tapi sebelum bereaksi untuk menoleh ia merasakan tubuhnya ditekan oleh sosok besar hitam dibelakangnya, membuat tubuhnya terbaring telungkup di tanah ditekan dengan tubuhnya yang begitu besar.

"Apa..?!" Saat Lily berusaha bergerak memberontak melarikan diri, namun seluruh pergerakannya dibatasi begitu kuat hingga ia kewalahan dan panik bersamaan, saat mendengar nafas berat di telinganya membuat Lily tertegun juga terdiam sejenak, saat ia melihat pantulan air melalui cahaya bulan yang menyinari membuat Lily melihat melihat sosok yang menangkapnya dan menahannya, mengetahui ternyata sosok tersebut ialah sebuah kucing hitam yang begitu besar, panther yang ternyata sedang menahannya.

Panther tersebut hanya diam mentahan tubuhnya, nafasnya terus memberat ia tiba-tiba menundukkan moncongnya ke sisi wajah Lily membuat tubuhnya terus bersentuhan menghimpitnya, lidahnya mulai keluar menjilati telinga Lily tanpa aba-aba.

Seketika otak Lily blank bertanya-tanya apa yang terjadi namun, otaknya buntu karena panik ia memikirkan kemungkinan sedang akan dimakan oleh binatang buas tersebut.

Apalagi melihat tiba-tiba rahangnya terbuka lebar menampilkan giginya seperti akan siap mengunyah kepalanya, membuat tubuh Lily panik seketika terdiam membeku walaupun otaknya berkata untuk melarikan diri, Lily teringat satu hal cara binatang lain agar selamat dari predator, dengan cepat mulai melemaskan tubuh dan menahan nafas, memulai cara pura-pura mati agar lawannya tidak bernafsu dan melepaskan buruan yaitu dirinya.

Sesuai dugaan panther itu diam melengokkan kepalanya kesana-kemari menatapnya diam selama beberapa seolah bingung untuk memastikan penglihatannya dan terdiam, namun tiba-tiba panther tersebut mulai mengangkat tubuh rubah Lily ke atas tubuhnya, dengan cepat menegakan tubuh dan mulai berlari.

"Apa ini?! Apakah aku akan tetap dimakan!" Lily panik bertanya-tanya apakah tingkahnya tidak bekerja, sadar kemungkinan yang terjadi panther tersebut sangat lapar hingga berpikir memakan mahluk yang sudah mati.

Namun Lily tidak punya pilihan lain, saat membandingkan kekuatan lari rubah dan panther, ditambah lagi cahaya gelap yang akan menurunkan insting melarikan dirinya, ia hanya bisa pasrah saat tubuhnya terus dibawa entah kemana, hanya berpikir ada keajaiban panther tersebut lengah sehingga dirinya bisa melarikan diri.

"Kakak, maaf sepertinya Lily sudah sepenuhnya tidak bisa datang ke upacara pemberkatanmu........"

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!