NovelToon NovelToon
CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kekasih misterius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuki Taki

𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30 - Malam yang Tenang, Janji yang Disimpan

Malam telah turun sepenuhnya ketika taksi yang ditumpangi Rizuki berhenti di depan apartemennya. Gedung tinggi itu berdiri sunyi lampu-lampu jendela menyala sebagian seperti kehidupan yang berjalan masing-masing di balik dinding beton. Rizuki membayar sopir, mengangguk singkat, lalu melangkah masuk.

Pintu lobi tertutup perlahan di belakangnya Terdengar Sunyi. Itulah kesan pertama yang langsung ia rasakan—sunyi yang berbeda dari sunyi di Avermont. Di kota pegunungan itu kesunyian terasa hangat terasa lebih hidup. Di sini sunyi terasa dingin, rapi, dan berjarak.

Lift naik perlahan Rizuki berdiri tegak, tas ransel di bahunya, wajahnya tetap datar Namun pikirannya tidak pernah benar-benar diam. Setiap lantai yang terlewati terasa seperti menjauhkan dirinya sedikit demi sedikit dari senyum Vhiena, dari suara langkah kakinya, dari cara ia memanggil namanya dengan nada lembut yang tidak pernah dibuat-buat. Ini memang sudah waktunya, pikirnya.

Pintu lift terbuka, Ia melangkah keluar berjalan menyusuri koridor menuju unit apartemennya. Kartu akses ditempelkan dan berbunyi klik terdengar, pintu terbuka.

Apartemen itu menyambutnya dengan cahaya redup, rapi dan Bersih. Tidak ada yang berubah Namun entah mengapa terasa kosong.

Kembali ke Ruang

Rizuki menutup pintu dan mengunci dari dalam lalu Ia meletakkan tas di sofa, melepas sepatu, lalu berdiri sejenak di tengah ruangan. Ia menarik napas panjang, Apartemen ini adalah tempat ia berpikir, merancang, mengambil keputusan besar. Tempat di mana ia selalu merasa memiliki kendali penuh. Namun malam ini— Ia hanya merasa manusia biasa.

Rizuki berjalan ke jendela, membuka tirai sedikit. Lampu kota membentang di bawah sana—berkilau, sibuk, tak pernah tidur. Kota yang ia bangun diam-diam. Kota yang hidup karena sistem yang ia rancang, karena perusahaan yang ia jalankan dari balik bayangan.

Namun tidak satu pun dari cahaya itu mampu menggantikan kehangatan yang baru saja ia tinggalkan. Ia menutup tirai kembali. “Cukup,” gumamnya pelan.

Rizuki mandi dengan cepat. Air dingin mengalir membasahi kepalanya, menenangkan pikirannya yang terlalu penuh. Ia mengganti pakaian dengan kaus hitam sederhana dan celana rumah.

Jam menunjukkan pukul 22.47. Ia duduk di tepi ranjang, Untuk pertama kalinya sejak tiba, ia membiarkan dirinya benar-benar diam.

Entah mengapa Rizuki tiba-tiba mengambil ponsel pertamanya—yang paling sederhana, yang tidak terhubung dengan dunia bisnis, yang hanya berisi beberapa nama penting, Salah satunya Vhiena.

Layar menyala dan Tidak ada pesan baru. Ia tersenyum kecil, bukan karena kecewa, melainkan karena ia tahu—Vhiena pasti sedang menunggu. Rizuki membuka aplikasi chat.

Rizuki mengetik, "Aku sudah sampai di apartemen.."

Tidak sampai satu menit Balasan masuk. Vhiena "Aku baru saja mau kirim pesan…' Perjalanannya lancar?

Rizuki membayangkan wajah Vhiena saat mengetik pesan itu—duduk di kamar, mungkin di tepi ranjang, ponsel digenggam dengan dua tangan, ekspresi serius namun lembut.

"Lancar, Kota ini seperti biasa." Jawab rizuki

Vhiena: Aku senang dengarnya. Rumah terasa sepi setelah kamu pergi.

Rizuki membaca kalimat itu beberapa kali. Jarinya berhenti di atas layar dan Ia ingin menulis banyak hal. Tentang bagaimana ia juga merasakan hal yang sama. Tentang bagaimana apartemen ini terasa terlalu besar malam ini. Tentang bagaimana ia hampir berbalik saat meninggalkan rumah Vhiena sore tadi Namun ia menahan diri. Ia tahu, terlalu banyak emosi hanya akan membuat perpisahan ini terasa lebih berat.

Rizuki: Itu hanya sementara.

Balasan Vhiena datang agak lama kali ini.

Vhiena: Aku tahu.

Tapi sementara juga tetap terasa , Rizuki menghela napas pelan.

Rizuki: Kamu sudah makan malam?

Vhiena: Sudah.

Ibu sempat tanya banyak hal… tapi aku bilang liburannya menyenangkan.

Rizuki: Itu sudah cukup.

Vhiena: Kamu capek?

Rizuki menatap langit-langit kamar.

Rizuki: Tidak terlalu, Hanya… memcoba berusaha tenang.

Vhiena mengirim emoji senyum kecil.

Vhiena: Aku senang kamu sudah sampai dengan selamat.

Kalimat sederhana, Namun bagi Rizuki, itu lebih dari cukup.

Hal yang Disimpan

Rizuki meletakkan ponsel di sampingnya sejenak Pikirannya kembali pada sore tadi tentang Ucapan ayah Vhiena. “Jika suatu saat hari itu tiba… aku berharap orang yang berdiri di samping Vhiena adalah kamu.” Rizuki menutup mata. Ia tidak pernah menjanjikan sesuatu dengan mudah. Setiap janji baginya adalah komitmen yang harus ia bayar dengan tindakan, bukan kata-kata. Dan janji itu— Ia simpan sendiri Tidak untuk diceritakan pada siapa pun ataupun untuk dibagi bahkan pada Vhiena. Karena ada janji yang terlalu berharga untuk diucapkan.

Chat Menjelang Tidur

Rizuki mengambil kembali ponselnya.

Rizuki: Kamu sudah di kamar?

Vhiena: Iya.

Rizuki: Kamu juga harus istirahat.

Vhiena: Aku mau… tapi rasanya aneh tidur tanpa mengucapkan selamat malam ke kamu secara langsung.

Rizuki tersenyum tipis. Rizuki: Kita bisa tetap mengucapkannya.

Vhiena: "Benar juga." Beberapa detik kemudian.

Vhiena: Selamat malam, Rizuki.

Rizuki membalas tanpa ragu.

Rizuki: Selamat malam, Vhiena. Tidur yang nyenyak.

Vhiena tidak langsung menutup percakapan.

Vhiena: Kita… akan jarang bertemu, ya?

Rizuki menatap layar lama.

Rizuki: Mungkin. Tapi aku akan selalu memberi kabar.

Vhiena: Janji?

Rizuki: aku Janji.

Ada jeda. Beberapa detik

Vhiena: Itu cukup buat aku.

Rizuki meletakkan ponsel di dada sejenak, lalu mengetik pesan terakhir malam itu.

Rizuki : Apa pun yang terjadi nanti… kamu tidak pernah sendirian

Balasan Vhiena datang cepat.

Vhiena: Aku percaya.

Lalu vhiena Terlelap. Disisi lain Lampu kamar rizuki telah di matikan. Rizuki berbaring telentang, tangan terlipat di atas dada. Matanya menatap gelap, pikirannya perlahan melambat. Ia tidak memikirkan bisnis , Tidak memikirkan R Technology. Tidak memikirkan Bluesky Corporation.

Untuk malam ini— Ia hanya memikirkan satu nama Dan untuk pertama kalinya setelah waktu yang lama, Rizuki tertidur bukan dengan rencana, bukan dengan strategi— Melainkan dengan janji.

Janji yang tidak diucapkan pada dunia.

Janji yang hanya hidup di dalam dirinya.

1
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Vhiena malu-malu kucing/Proud/
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧: Iyaa/Smirk/
total 2 replies
Andik Rifai
sukaa bangeeettt. biasanya tuh alur percintaan CEO sama orang biasa kan ntah di jodohin tapi ditolak ntah dramanya harus diculik, atau keluarga berantakan broken home dll. tp ini tuh mengalir damai tanpa banyak drama. ini real cowok dingin sih ga banyak bacot atau suka ngancem ceweknya. fav banget cerita ini.. btw aku cewek yaa
Kazuki Taki: terimakasih kk
total 1 replies
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Penyamaran yg bagus🙏😭

SMA kls 3, trnyta CEO😌
Kazuki Taki: 🥰❤, terimakasih kk
total 5 replies
Ananda Andin Angraini
Kebanyakan titik dan banyak lanjutan kata, alangkah baiknya jika d sambung jadi satu.

cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
Ananda Andin Angraini: Wokeh /Tongue//Facepalm/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
koreksi dkit ah
Kazuki Taki: koreksi di persilahkan kk 😀
total 1 replies
Ananda Andin Angraini
setinggi apa ya? /Shy/
Ananda Andin Angraini
/Doge/
Ananda Andin Angraini
berisik tapi ngangenin ya. /Joyful/
Ananda Andin Angraini
Untungnya bukan kata 'Y' doank /Facepalm/
Ananda Andin Angraini
"Mungkin." bisa iya, bisa tidak. /Chuckle/
Kazuki Taki: yang jelas iya, soalnya penasaran sama tu cwe🤭
total 1 replies
Kazuki Taki
sudahh kan 🤣
Ananda Andin Angraini
Tanda kutip kurang dan salah tempat kak, harusnya "Rizuki!" /Applaud/
Ananda Andin Angraini
Ah berharap pas dia jatuh d belakangnya ada Rizuki, /Proud/
Ananda Andin Angraini
iya nunggu ayank beb /Joyful/
Ananda Andin Angraini: hilal THR masih belum nampak /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
hmmm,
Ananda Andin Angraini
Da emnk bos muda. /Proud/
Ananda Andin Angraini
Singkat, jelas dan minta di lempar sendal. /Joyful/
Ananda Andin Angraini: Wah ternyata seperti itu /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
udah tanda2 nih Rizuki. /Proud/

kak skip titiknya /Whimper/
Ananda Andin Angraini
bagian akhir, kalau narasinya di satuin lebih baik kak. 🙏/Bye-Bye/
Ananda Andin Angraini
lebih menantang ya Vhin? /Grin/

Skip titiknya kak. /Bye-Bye/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!