NovelToon NovelToon
Bibit Kembar Cinta Masalalu

Bibit Kembar Cinta Masalalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / One Night Stand / Cintapertama
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Axlyn mengira ia akan selamanya menjadi sosok yang terlupakan oleh seorang Kayvaran Cano Xavier sejak kejadian 5 tahun yang lalu di Kota Xennor. Namun, siapa sangka takdir malah mempertemukan mereka kembali hingga tanpa sengaja bibit kembar Kay kini tumbuh di dalam perutnya.

Dimana Axlyn malah terjebak menjadi pengawal pribadi dari gadis kecil yang ia kira sebagai putri kandung Kay. Axlyn dituntut untuk melindungi anak dari pria yang menjadi ayah dari dua janin yang tengah dikandungnya.

“Kay, apa yang harus aku lakukan dengan dua janin yang tidak berdosa ini? Haruskah aku kembali memasuki hidupmu demi anak kita atau tetap menjadi yang terlupakan?”

Akankah Axlyn memberitahukan tentang kehamilannya? Ataukah Kau yang lebih dulu mengingat kembali tentang Axlyn? Atau mungkin takdir kembali mempermainkan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

“Aku hanya asal bicara.” Spencer segera menyela. “Lagipula siapa yang sejak awal bersikeras merasa tidak asing dengannya?” sambungnya santai.

Apa yang Spencer pikirkan memang wajar, alasan yang cukup logis untuk kemungkinan yang mungkin saja benar. Tapi kenapa hati Kay seakan menolak menerima penjelasan itu. Kay kembali menatap Axlyn. Wanita itu tetap diam dengan sikap profesionalnya. Tak ada bantahan, tak ada pengakuan Axlyn hanya menunduk menghindari tatapan Kay padanya.

Jika memang ada sesuatu di antara mereka, bukankah Axlyn seharusnya bereaksi? Bukankah matanya akan berbicara? Namun yang Kay lihat hanyalah ketenangan yang terlalu rapi. Sudah jelas jika wanita pada malam itu mengenali wajahnya. Jika memang itu Axlyn, mengapa wanita itu tidak langsung mengakuinya di pertemuan pertama mereka saat di restaurant. Bahkan sampai detik ini bersikap seolah mereka tidak saling mengenal sebelumnya.

“Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” tanya Kay pelan, ingin memastikan sendiri jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan.

Axlyn mengangkat wajahnya. Tatapannya lurus, terkendali. “Tidak, itu bukan saya.”

Entah mengapa jawaban yang Axlyn berikan membuat Kay merasa sedikit kecewa. Namun, apa daya ia harus menerima jawaban tersebut. Meski hatinya mengatakan hal yang berbeda, seakan yakin bahwa Axlyn adalah wanita pada malam itu yang kini tengah mengandung anaknya.

Kay bukan orang bodoh, pergerakan lembut yang terus Axlyn tunjukan pada perutnya sudah cukup untuk menanamkan kecurigaan di benaknya.

Spencer menepuk bahu Kay. “Kau terlalu banyak berpikir. Fokus saja pada misimu di sini. Lagipula sekarang tidak hanya orangmu yang sedang berusaha mencari wanita itu. Seluruh keluarga Xavier sedang berusaha membantumu, aku pun juga akan membantu.”

Noah menambahkan, “Benar sekali apa yang dikatakan oleh Dispenser yang satu ini. Tumben, dia cukup pintar kali ini.”

“Sialan kau, Noah! Berhenti memanggilku dengan sebutan itu atau aku akan menjadikanmu babysitternya Hezlyn selama kau berada di sini,” umpat Spencer jelas tidak terima.

“Sial, jangan sekali-sekali kau berpikir seperti itu ‘yah! Bocah setan itu hanya akan membuat hidupku seperti di neraka jahaman.” Dengan cepat Noah menolaknya.

“Akek Noah … Akeknya setan. Hhihiii…” celetuk Hezlyn yang tiba-tiba ikut bersuara, padahal sejak tadi diam dan fokus dengan mainannya. Mungkin karena namanya disebut, jadi dia ikut bersuara.

“Bwahahahaa… Kakek setan!” ledek Spencer.

“Sudahlah, Kay! Lebih baik ikut ke ruang kerjaku karena ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu. Kita abaikan saja Kakek setan yang satu ini.”

“Ooo, Dasar Dispenser sialan!” umpat Noah dengan rasa kekesalan di hatinya. Rupanya tidak Kakak maupun adiknya sama saja memiliki hobi membully dirinya.

Disisi lain, Axlyn hanya diam menatap kebersamaan Spencer dengan Kay maupun Noah. Dimana masih jelas sekali dalam ingatannya, dulu mereka musuh bebuyutan yang saling membunuh. Siapa sangka kini hubungan mereka bagaikan saudara yang sangatt dekat, sedangkan dirinya tetap menjadi sosok yang terlupakan.

Sampai sebuah pikiran buruk terlintas dalam benaknya. “Apa yang akan terjadi padaku dan kedua anakku ini, jika mereka sampai mengetahui bahwa aku ‘lah wanita yang sedang mereka cari? Apakah Spencer akan akan membunuhku bersama dengan anak ini? Dan bagaimana dengan keluarga Kay? Apakah mau menerima anak ini atau mungkin akan memaksaku untuk menghilangkan anak ini? Sepertinya Kak Sherin benar… tidak seharusnya aku menerima tugas kali ini.”

Setelah pembicaraan itu baik Kay, Noah maupun Spencer tidak keluar dari ruangan kerja sampai waktu makan malam berlalu. Jelas mereka bertiga tengah membahas permasalahan yang sedang Spencer hadapi hingga membutuhkan bantuan Kay dan Noah di sisinya.

...****************...

Sementara itu, Axlyn masih terpaku dengan pembicaraan sore tadi. Kini hatinya tengah dilanda kebingungan dan kebimbangan. Sampai detik ini, Axlyn masih tidak menyangka bahwa tugas terakhirnya sebagai pengawal harus berhubungan dengan Kay dan Spencer lagi. Ditambah dengan kehamilannya, dimana ayah dari kedua calon anaknya adalah Kay sendiri. Pria yang telah melupakan segala tentang dirinya.

Fakta bahwa Kay dan semua orang masih berusaha menemukannya, membuat Axlyn cukup senang. Namun, bagaimana jika mereka tahu kalau wanita yang sedang mereka cari adalah dirinya. Apakah semuanya masih tetap sama? Berbagai pemikiran negative dan juga kemungkinan bruk silih berganti terlintas dibenar wanita yang tengah berbadan dua itu.

“Apa yang aku harus lakukan sekaran, Tuhan?” gumam Axlyn sembari menatap langit malam tak berbintang.

Tiba-tiba telepon itu bergetar di tangannya untuk kesekian kali sebelum akhirnya ia benar-benar menekan nama yang sudah ia hafal di luar kepala. Tanpa ragu lagi, Axlyn menekan penggilan dimana nada sambung langsung terdengar layaknya detak jam di dinding.

“Kak…” Suara Axlyn langsung terdengar bergetar menahan tangis, ketika sambungan telepon itu telah terhubung.

Suara di seberang sana langsung waspada. “Ada apa? Suaramu kenapa?”

Axlyn menutup mulutnya serapat mungkin hingga suara tangisnya tidak dapat di dengar oleh sang kakak. Seolah ia takut kakaknya akan khawatir dengan keadaannya. Nafasnya masih berantakan sejak pertemuan tadi sore, tetapi Axlyn berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri sebelum menjawab pertanyaan sang Kakak.

“Hai, Axlyn! Ada apa? Apa terjadi sesuatu padamu atau bayimu?” cecar Sherin yang jelas khawatir karena adiknya tak kunjung bicara.

“Seharusnya aku menuruti ucapan Kakak saat itu,” katanya lirih. “Seharusnya… aku menolak tugas ini.”

Pada akhirnya Axlyn tetap tidak dapat menahan ataupun menyembunyikan isak tangisnya. Apalagi ditambah dengan hormon kehamilannya membuat perasaannya semakin kacau. Ia bisa bersikap baik-baik saja di hadapan Kay maupun yang lainnya, tetapi di hadapan Kakaknya… tempat yang menjadi sandaran hidupnya Axlyn tidak bisa menyembunyikan semua itu.

“Hai, tenanglah? Dengarkan Kakak, coba kau ceritakan apa yang terjadi. Ceritakan pelan-pelan saja, Kakak ada di sini bersamamu.” Sherin berusaha menenangkan adiknya, meski ia sendiri sudah dilanda kepanikan dan ketakutan jika sesuatu yang buruk terjadi pada Axlyn.

Axlyn menelan ludah. Tangannya refleks menyentuh perutnya yang masih rata, tempat rahasia terbesar itu bersembunyi. Sebenarnya ia belum siap menceritakan semuanya kepada Kakaknya, tetapi ia juga tidak sanggup menanggungnya sendirian.

“Kakak ingat… Aku harus mengawal seorang anak. Seorang anak perempuan yang usianya hampir lima tahun.”

“Lalu?”

Axlyn memejamkan mata sejenak. Wajah polos bocah itu terbayang, mata dan tingkah lucunya serta panggilan ‘Papah’ yang bocah itu peruntukan kepada Kay masih teringat jelas dalam ingatannya. Perasaannya semakin kacau, ia lantas mengelus pelan perutnya yang masih terlihat rata untuk dua kehidupan yang ada di dalamnya.

“Kemungkinan besar… dia anak kandungnya.”

Hening di seberang sana. “Maksudmu—”

“Kay.” Suaranya pecah sebelum sempat ia kendalikan. “Anak dari dia. Dari pria yang… yang menjadi ayah dari bayi yang sedang kukandung sekarang.”

Bersambung ….

1
Lisa Halik
kapan mau update thor
Fahmi Ardiansyah
Thor mana kelanjutannya kok belum up
Rani R.I
kok blm up sihh niy
Desyi Alawiyah: Biasanya sekali up langsung banyak Kak 🤭 Aku juga penasaran sih kelanjutannya gimana... 😩
total 1 replies
Widi Astuti
author...aku nungguin lanjutannya....harus rapel yaaa cerita nyaa...😘😘
Susi Susilawati
c Levi emng penakut
nizham muafa
perasaan makin dikit up nya 🤭
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu lanjutannya klu bisa yg banyak Thor
Fahmi Ardiansyah
benar axlyn maka kmu harus jujur secepatnya batalkan perjanjian mu Ama Spencer n bersatulah sama kay biar Kay gak frustasi terus.
Fahmi Ardiansyah
ya calon BPK n suamimu.
Fahmi Ardiansyah
semoga Kay bisa mendengarkan kata kata Spencer walau gak jelas
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣 ya Alloh ampek ke pingkel2 klu Levi masih aja takut hantu kuntilanak.
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄 mencari pelampiasan LR pasti seru
Rani R.I
🤭🤭🤭🤭🤭 semoga kay ngegou biar Axlyn bisa dgr sendiri isi hati kay,,biar Axlyn jujur sama kay,,, kasihan mamah Joana,, semoga Lion cepat dpt obatnya dan kembali sehatt... nanti pasti ada pertempuran nihhh..
Rani R.I: coba sepencer ceritain ke Felix sama jaydon bahwa yg menjadi musuhnya saat ini adalah anak buah nya evant yg tersisa,,, biar mengamuk keluarga Xavier 🤣🤣🤣🤣🤣🤣,,,gk sabarrr ingin melihat mereka bertarung lg 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
nyaks 💜
Kay sadar kayyyyy 😂😂😂
nyaks 💜
😅😅😅😅
Budhe Satryo
pasti donk kamu yg membuat nya mabuk kok lyn🤣🤣🤣
Desyi Alawiyah
Kak Author, kisah Ivory dan Ragnar kok belum ada lanjutannya..

Aku masih nungguin loh 🤭☺
Desyi Alawiyah
Bener dong.. Kay merasa frustasi, sebab dia masih mencintai Axlyn... Tapi di satu sisi dia harus bertanggung jawab pada perempuan yang tidur dengannya di praha...

Dan tanpa Kay sadari, kedua perempuan itu adalah orang yang sama 😝

Wah, seru ini 🤭
Rani R.I: sepencer nanti di jodohkan sama Sherin 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
dia yg pernah menyakiti Sherin,,biar dia juga yg membahagiakan Sherin..dan Noah sama Maria 🤣 ,,sudah seperti tom and Jerry mereka ituu 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Dia calon suamimu Axlyn.. 🤭
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Ngakak aku... seorang Levi yang dikenal sebagai bocah psikopat dan dewa kematian, takut sama mba kunti... 🤭

Eh, maksudnya mantan bocah psikopat.. Kan Levi udah bukan bocah lagi... ☺✌
Rani R.I: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak akuu setiap adegan nya Levi di pertempuran,, bersama Felix, jaydon,, William..yg masih mengingat kan ku bikin ngakak cerita Levi saat di hadang oleh suruhan pamannya waktu itu,,yg di mana Levi pura pura polos 🤣🤣🤣,,yg membuat Will, jaydon,, Felix pengen muntah lihat drama sok polos Levi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!