NovelToon NovelToon
Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Gadis Yatim Dan Ruang Ajaibnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Time Travel / Fantasi Wanita
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: bubun ntib

Su Ran terbangun ketika mendengar suara melengking keras dan tangan kasar yang mengguncangnya..

Heh~ Apakah ini layanan Apartemennya, kenapa begitu kasar pijatannya?
Lalu, kenapa kedap suaranya sangat jelek?

Begitu sadar, ia ternyata masuk kesebuah era dinasti Ping yang tidak tercatat dibuku sejarah manapun.

Hee.. ingin menantangku soal bertani? dan menjual barang?
Jangan panggil aku Su 'si marketer andalan' jika tidak bisa mendapat untung apapun!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubun ntib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Su Ran, begitu pulang dari kota langsung menarik banyak perhatian warga desa karena mengendarai keledai sendiri.

Benar, keledai ditambah dengan sebuah gerobak berukuran sedang yang penuh dengan banyak barang.

“ Lihatlah anak Ran itu, bukankah ia menjadi kaya? Dia membawa keledai.. ini keledai asli,”

“ bukan hanya keledai dan gerobak saja. Lihatlah barang – barang di belakangnya. Jika aku tidak salah, itu pasti gandum dan juga tepung,”

“ Sungguh, kukira semenjak berpisah dengan keluarga Fen, Hidupnya sedikit berubah menjadi lebih baik,”

“ Bukankah begitu? Lihatlah tubuh kurus seperti lidinya sekarang sudah mulai terisi, rambutnya juga sepertinya menjadi lebih hitam dan lebat kan?”

“ Ya ya ya, kau tidak tahu? Aku mendengar dari gadis Chen yang berteman dengannya. Su Ran ini menemukan sebuah tanaman obat yang cukup mahal. Chen Rui bahkan membual setidaknya bisa laku hingga 100.000,”

“ Hissss... Benar – benar mahal? Tanaman apa?”

“ Entahlah, sepertinya ginseng berusia puluhan tahun. aku tidak jelas mendengarnya, gadis Chen itu bicara sambil berlalu begitu saja..”

“ Waaahh, jika benar menemukan ginseng wajar saja Su Ran bisa membeli keledai dan juga membeli begitu banyak bahan makanan,”

“ Benar .. Benar. Dimana ia menemukannya? Mari kita juga mencari, siapa tahu kita juga beruntung,”

“ Heh, dikira semua orang memiliki keberuntungan begitu saja? Mimpi saja. Sudah ayo kembali ke sungai,”

“ Haaa, beruntung apa? Bagaimana jika ia beruntung? Tetap saja Su Ran adalah gadis kejam tidak berperasaan. Mendapat harta begitu, tetapi tidak memberikan bagian untuk neneknya?”

Mendengar ucapan seorang gadis yang iri, beberapa orang langsung menyingkir dan menjauh darinya. Ha ha ha, bercanda apa? Semua orang tahu jika keluarga Fen memperlakukan Su Ran seperti apa. Iri, gadis itu murni karena iri!

Su Ran bisa mendengar sedikit bisik – bisik. Dengan bantuan air ajaibnya, ia memiliki pendengaran yang bagus.

Sudut bibirnya sedikit melengkung. Berita tentang ginseng itu sengaja ia ucapkan kepada Chen Rui. Memang benar ia menemukannya setelah menyelamatkan pemuda tempo hari, tetapi ia sama sekali tidak menjualnya. Melainkan sengaja ia tanam di ladang miliknya.

Berita ini sengaja ia sebarkan untuk menutupi sumber uang untuk pembelian keledai juga gandum yang dikeluarkan dari ruang ajaibnya.

Su Ran segera menarik kekang dan dengan cepat pulang kerumah.

Sesampainya dirumah, ia beristirahat sejenak sebelum memanggil Chen Rui untuk memberitahu kabar kepada para bibi.

Jelas saja Su Ran ingin segera memberitahukan hasil ‘Pendapatan Cabai’ kepada para bibinya ini.

“ Ran’er. Chen Rui bilang jika kau memanggil kami? Ada apa sebenarnya? Kau tidak ada masalah bukan?” yang pertama datang tentu saja bibi Chen. Ia segera menatap Su Ran dengan seksama dari atas hingga bawah, memastikan jika tidak terjadi apa – apa kepada gadis malang ini.

“ Tidak, Tidak. Bibi, aku baik – baik saja. Mari kita tunggu semua bibi terlebih dahulu,” jawab Su Ran dengan terharu dihatinya.

“ Baiklah. Bibi mendengar jika kamu membeli keledai? Untuk apa kau membelinya?” bibi Chen bertanya dengan santai. Tanpa ada maksud apapun.

“ Bibi, nanti bibi pasti akan berterima kasih kepadaku karena aku membeli gerobak keledai ini,” Su Ran hanya tersenyum penuh misteri tanpa menjawab.

“ Kau anak gadis, sekarang sudah berani membuat bibi penasaran?” ucap Bibi Chen sambil melotot manja. Su Ran dengan cepat merangkul lengan bibi Chen, bertingkah manja.

“ Ran Ran, kami datang,” teriak Chen Rui yang dipelototi oleh bibi Chen. Anak gadis satu – satunya ini sungguh tidak tahu malu!

Dibelakang Chen Rui, datang Bibi Ma, bibi kepala desa juga Bibi Wu. Pandangan mereka awalnya tertuju pada keledai yang sedang merumput dengan santai di samping taman bunga milik Su Ran. Tetapi mereka tidak bertanya atau lebih tepatnya menahan diri.

“ Nak, kami sudah berkumpul. Cepat katakan ada apa? Jangan buat kami penasaran,” bibi kepala desa mendesak.

Su Ran, dibawah ‘tekanan’ penasaran dari para bibi, segera mengeluarkan uang 5000 dari saku ehem, dari ruang ajaibnya dan meletakkannya di depan para bibi yang malah menatapnya dengan bingung.

“ Bibi, ini adalah hasil dari aku menjual cabai. Jujur saja, selain yang aku berikan kepada kalian, aku masih menyimpan sekitar 60 kati. 10 kati aku simpan untuk diriku sendiri dan 50 kati aku gunakan untuk mengetes pasar hari ini,”

“ Maafkan aku. Bukan maksud apa – apa, aku bukannya tidak percaya kalian. Tetapi kalian pasti ada rasa tidak percaya kepadaku saat aku bilang jika cabai laku dijual. Makanya aku menggunakan 50 kati ini untuk menunjukkan kepada kalian jika sayur ini benar – benar berhasil,” jelas Su Ran.

Ia mengamati berbagai reaksi yang dominan terkejut dari para bibi. Terutama bibi kepala desa.

Dalam pikiran bibi kepala desa, ia teringat jika Lao San seringkali mengeluhkan bagaimana cara meningkatkan taraf hidup penduduk Fen Tong.

Ini .. Cabai ini adalah jawabannya, bukan? Bibi kepala desa sudah membayangkan jika setiap penduduk desa menanamnya lalu menjual dan menghasilkan uang. 5000 untuk 50 kati. Bukankah 1 kati harganya Rp. 100?

“ Ah Ran. Katakan pada Bibi, kamu sedang bercanda, bukan? Tanaman Cabai ini laku 100 perkati!” bibi kepala desa gemetar menahan kegembiraan. Ini sungguh seperti mengantuk disodori bantal.

“ Ran’er, jangan bercanda,” bibi Chen segera mengingatkan dengan jelas. Ia bukan meragukan Su Ran. Hanya takut gadis ini bertindak impulsif karena tidak ada yang mempercayainya.

Dirinya, sudah berdiskusi dengan lao Chen dan juga Chen Rui. Mereka pasti akan menyisihkan lahan sekitar 2 Mu untuk menanam tanaman ini terlepas bisa tumbuh atau tidak.

Saat pertama mencoba cabai untuk bumbu membuat telur orak arik, gadis kecil pelahap rakusnya, Chen Rui terus berteriak untuk menyetujui saran Su Ran.

“ Bibi, aku benar – benar tidak berbohong. Ini memang hasil dari menjual cabai,” jawab Su Ran.

‘ Bahkan hasilnya lebih dari ini. tapi, aku tidak bisa memberitahu mereka sebenarnya. Aku tentu bukan buddha baik hati,’ batin Su Ran.

Benar, Su Ran memang tidak berniat untuk memberitahukan harga jual sebenarnya. Rp. 100 untuk satu kati sudah termasuk banyak bagi mereka yang biasa membeli beras unggulan dengan harga Rp. 250 perkati.

“ Ini .. Ini sungguh bisa dijual,” bibi Ma dan bibi Wu terus – terusan memandang cabai yang ada di pot taman Su Ran. Itu adalah pohon yang kata Su Ran ‘Ditemukan’ lalu ditanam didalam pot tersebut.

“ Bibi, aku juga berhasil menjual sampel sambal kemasan. Lihatlah, ini adalah contoh sambal yang aku buat dan kemas lalu kujual,” Su Ran kembali mengeluarkan kemasan sambal botol yang sama persis dengan yang ia berikan kepada paman Jiang.

“ 1 botol ini laku 250,” tambah Su Ran membuat semua orang menahan nafas lagi.

“ Hiisssss....”

1
Wahyuningsih
lanjut thor 💪💪💪dlm upnya
vivi oh vivi
lanjut😆
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
🌸nofa🌸🍉🍉
wah ayam balado pasti enak 😄
Ayu Aulia
Thor ini crita tentang kerajaan china? kenpa ada SD, SMP, SMA, bukan ya zaman kerajaan belum ada yaa?
bubun ntib: ehm.. gmna yaaaa..
mau bikin cerita yg campuran sihh.. kalau yg era tiongkok pure pasti pkai uang tael trs juga adatnya buntib gk berani ngeraba2.. tkut bnyak salah..🙏🙏
jdi buntib ambil versi zaman indonesia dlu..
namanya juga ngarang🤭🤭🙏🙏
total 1 replies
Shai'er
calon paksu
Shai'er
sudah dapat kandidat, tinggal persentase💪💪💪
Shai'er
🤤🤤🤤🤤🤤
Shai'er
hadeuh🙄🙄🙄
Shai'er
bubur sumsum penghilang capek 🥰🥰🥰
Shai'er
🤑🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Shai'er
cuan 🤑🤑🤑🤑🤑🤑
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
vivi oh vivi
loh yaampun dikit nya, 😳 lanjut🤭
Murni Dewita
💪💪💪💪
vivi oh vivi
lanjut
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
tetap semangat
Murni Dewita
💪💪💪💪
Murni Dewita
👣👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!