NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: "KUNG FU YANG SEPERTI TARI KELAPA"

JALAN KUNG FU ZHAO LUAN

Udara pagi di Desa Tianwu terasa segar dengan aroma daun bambu dan bunga kemboja yang tumbuh di sekeliling halaman besar Keluarga Zhao. Tapi suasana itu langsung hancur saat suara keras Mbok Lan menjerit dari pojok halaman:

"Zhao Luan! Kamu lagi apa sana?! Malah nari-nari di atas karpet latihan!"

Zhao Luan yang tengah menggerakkan badan dengan gerakan lambat dan bergoyang seperti sedang memutar batang kelapa, langsung terkejut dan hampir terjatuh. "Bukan nari, Mbok Lan! Ini latihan kungfu lho!" ujarnya sambil mencoba memperbaiki pose yang sudah kacau balau.

Mbok Lan menghela nafas panjang sambil mengayun-ayun ember air yang dia pegang. "Kungfu apa yang gerakannya kayak orang nyanyi rakyat Jawa? Lihat aja saudaramu Zhao Feng – latihan pukulan besi sampai tangan nya merah pekat!"

Di sisi lain halaman, Zhao Feng yang berusia satu tahun lebih tua dari Luan sedang meninju tungku besi dengan ritme cepat. Setiap pukulan menghasilkan suara "thud! thud!" yang membuat tanah sedikit bergetar. Ia menoleh ke arah Luan dengan senyum menyombong. "Ya Mbok Lan, kungfu itu harus keras dan kuat! Bukan kaya yang dilakukan adikku sana – kayak orang mengocok badan karena sakit perut!"

Kelompok anak muda lain yang sedang latihan langsung tertawa terbahak-bahak. Luan cuma bisa menggelengkan kepala dan kembali melanjutkan gerakannya. Sebenarnya dia bukan mau latihan gaya yang aneh seperti ini. Tadi pagi dia sengaja bangun jam lima untuk mencari tahu mengapa tubuhnya selalu tidak bisa menyimpan qi seperti orang lain. Saat sedang berkeliling hutan belakang desa, dia menemukan gua kecil yang tertutup oleh rerumputan tinggi. Di dalamnya ada naskah kuno yang tertulis dengan karakter yang sudah hampir pudar: "WU WEI SHEN QUAN – PUkulAN ILahi TANpa UsAha".

Setelah membaca beberapa baris, Luan jadi bingung. Naskah itu menyuruhnya untuk "bergerak seperti aliran air, bergoyang seperti dedaunan, dan rileks seperti orang sedang menikmati angin pagi". Padahal semua orang di desa belajar kungfu dengan cara mengencangkan otot dan mengumpulkan qi di dada. Tapi karena sudah tidak punya pilihan lain, dia mencoba mengikuti instruksinya – yang akhirnya membuat gerakannya terlihat seperti tari kelapa.

"Hei Luan! Mau duel sama aku ngga? Kalau kalah, kamu harus janji nggak lagi maluin nama keluarga Zhao!" teriak Zhao Feng sambil berjalan mendekat dengan langkah percaya diri.

Luan mundur sedikit. Duel sama Zhao Feng selalu membuatnya kalah dengan sangat cepat. Kali ini juga pasti tidak akan berbeda. Tapi sebelum dia bisa menolak, suara lembut tapi tegas terdengar dari belakang:

"Jangan begitu, Zhao Feng. Mungkin gaya adikmu itu punya keunikan tersendiri lho."

Semua orang menoleh ke arah sumber suara. Wanita muda dengan baju putih bergaris hijau berdiri di sana, tangan kanannya memegang tas obat yang selalu dia bawa. Itu adalah Lin Mei dari Desa Herbal Cemara, yang baru saja datang ke Desa Tianwu untuk membantu Mbok Lan merawat orang sakit.

Zhao Feng langsung tersipu sedikit. "Ka-kak Lin Mei... aku cuma mau menguji kemampuan adikku aja."

"Kalau begitu duel saja, tapi jangan terlalu keras ya. Kalau ada yang terluka, aku siap menyembuhkan tapi obatku sangat pahit lho – sampai kamu mau nangis seperti anak kecil!" ujar Lin Mei dengan senyum tipis yang bikin Zhao Feng langsung mengangguk-angguk seperti ayam mengadu air.

Luan merasa hati nya berdebar kencang. Sejak pertama kali melihat Lin Mei tiga hari yang lalu, dia selalu merasa tidak nyaman tapi juga senang. "Baik lah... aku terima tantanganmu, kakak Feng."

Mereka berdiri berhadapan di tengah halaman. Semua orang bergerak mundur untuk memberi ruang. Zhao Feng langsung mengumpulkan qi ke tangannya, membuat kedua tinjunya bersinar dengan warna keemasan. "Pukulan Besi Keluarga Zhao – SERANG!"

Dia melesat seperti kilat ke arah Luan, tinjunya siap menghantam dada sang adik. Luan yang panik langsung mengikuti nalurinya dan menggerakkan badan sesuai yang dia pelajari dari naskah – dia bergoyang ke kanan dengan sangat cepat, seolah tubuhnya jadi licin seperti ikan. Tinju Zhao Feng hanya menyambar udara dan membuat dia kehilangan keseimbangan.

"Waduh, kakak Feng tidak stabil ya!" teriak Luan tanpa sengaja, bikin beberapa orang tertawa kecil.

Zhao Feng jadi marah dan menyerang lagi dengan serangkaian pukulan cepat. Tapi setiap kali tinjunya akan menyentuh tubuh Luan, dia selalu bisa menghindar dengan gerakan bergoyang yang aneh. Malahan saat Luan berbalik untuk menghindar, siku nya secara tidak sengaja menyentuh titik bawah perut Zhao Feng – tempat yang sangat sensitif.

"Aduh! Sakitnya!" teriak Zhao Feng sambil jongkok mengecup perutnya.

Luan langsung khawatir dan mendekatinya. "Maaf kakak Feng! Aku tidak sengaja –"

Tiba-tiba Zhao Feng melompat dan menyerang dari atas dengan tendangan putar. Luan yang tidak punya waktu untuk menghindar terpaksa mengangkat kedua tangannya untuk menangkis. Saat tendangan itu menyentuh telapak tangannya, dia merasa qi dari tubuh Zhao Feng mengalir masuk tapi tidak membuatnya sakit – malah seperti aliran air yang lembut yang langsung keluar lagi dari ujung jarinya.

"Wha... apa ini?" bisik Zhao Feng dengan mata membulat lebar. Dia mencoba menyerang lagi tapi kali ini kekuatannya seperti terserap oleh tubuh Luan dan hilang tanpa jejak.

Mbok Lan yang menyaksikan dari kejauhan mengernyit kening. "Bagaimana mungkin... gaya itu bisa menyerap qi lawan?"

Lin Mei tersenyum puas dan mengangguk. "Betul kan? Ada keunikan tersendiri lho."

Akhirnya Zhao Feng menyerah dengan menurunkan kepala. "Kamu menang, Luan. Aku mengaku kalah."

Semua orang terkejut dan kemudian mulai berbisik-bisik dengan kagum. Tapi Luan cuma bisa berdiri bingung. Dia sendiri tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Saat dia menoleh ke arah Lin Mei, gadis itu memberikan senyum dorongan dan kemudian mengangkat tas obatnya.

"Kalau ada yang terluka, datang ke rumah Mbok Lan ya. Ingat, obatku sangat pahit!" ujarnya sebelum berjalan pergi dengan langkah anggun.

Luan merasa wajahnya jadi panas. Sambil menatap Lin Mei yang semakin jauh, dia berbisik sendiri: "Tadi itu... benar-benar kungfu ya? Bukan cuma kebetulan kan?"

Di balik pohon bambu yang jauh, sosok tua dengan janggut putih panjang menyaksikan seluruh kejadian. Dia tersenyum dan menggeleng-geleng kepala. "Wu Wei Shen Quan... akhirnya muncul lagi setelah ratusan tahun. Anak muda ini punya jalan yang panjang ya..."

..."OBAT PAHIT YANG BUAT JANTUNG BERDEBAR"...

 

Setelah kejadian duel tadi pagi, kabar tentang "Zhao Luan yang bisa menghindari semua serangan dengan gaya tari kelapa" langsung menyebar ke seluruh Desa Tianwu. Bahkan beberapa orang mulai datang ke halaman keluarga Zhao hanya untuk melihatnya berlatih.

"Lho, Luan! Gerakan itu lagi ya? Boleh aku pelajari nggak?" tanya Zhao Bao, anak kecil yang baru saja belajar kungfu selama tiga bulan.

"Boleh saja, tapi kamu harus siap ya – gerakannya bisa bikin kamu merasa seperti sedang naik perahu di laut yang bergelombang!" jawab Luan sambil melanjutkan gerakan bergoyangnya. Tak lama kemudian, Zhao Bao ikut bergoyang dengan wajah penuh konsentrasi – yang akhirnya membuat dia pusing dan jatuh tersungkur di tanah.

"Hahaha! Kok bisa begini ya?" tertawa Luan sambil menolong Zhao Bao bangun. Tapi tawa nya langsung terhenti saat melihat Lin Mei datang dari arah pintu desa, membawa toples kayu berwarna coklat tua dan tas obatnya yang khas.

"Halo Luan. Aku datang untuk memberikan sesuatu." ujarnya dengan senyum yang membuat hati Luan berdebar kencang.

"K-Kak Lin Mei... apa ada yang salah?" tanya Luan dengan suara sedikit gemetar. Dia langsung menyadari bahwa tangan nya berkeringat dan segera menyeka nya ke kain baju yang sudah sedikit kotor.

"Tidak apa-apa. Cuma saja saat duel tadi, aku melihat kalau qi mu keluar masuk dengan tidak terkontrol. Ini obat khusus yang aku buat untuk membantu kamu mengatur aliran qi dalam tubuh." Lin Mei membuka toples kayu dan aroma menyengat langsung menyebar ke sekeliling.

Zhao Bao yang masih berdiri di samping langsung menyumbat hidung nya. "Wah bau nya menyengat sekali kakak Lin Mei!"

"Iya lah, obat yang baik biasanya bau nya tidak enak." jawab Lin Mei dengan senyum. Dia mengambil satu sendok kecil obat berwarna coklat pekat dan menghadangkannya ke arah Luan. "Minum ini ya. Satu sendok saja setiap hari selama seminggu."

Luan melihat obat itu dengan wajah melengkung seperti orang mau makan sesuatu yang sangat pahit. "Ini... rasanya seperti apa ya kak?"

"Coba kamu rasakan sendiri aja. Jangan banyak omong!" tegas Lin Mei sambil mendekatkan sendok nya ke mulut Luan.

Tak punya pilihan lain, Luan membuka mulut dan menelan obat itu dengan cepat. Segera setelah obat masuk ke dalam mulut, wajahnya langsung menjadi merah seperti cabe dan matanya mulai berkaca-kaca.

"Aduh aduh aduh! Pahitnya luar biasa! Rasanya kayak makan tanah liat yang dicampur dengan air kerbau!" teriak Luan sambil berlari-lari kecil mencari air minum.

Lin Mei dan Zhao Bao langsung tertawa terbahak-bahak. "Kamu jangan gegabah begitu dong! Ini obatnya butuh waktu untuk meresap lho." kata Lin Mei sambil menepuk bahu Luan yang baru saja menemukan ember air dan sedang meneguknya dengan cepat.

Setelah merasa lebih tenang, Luan duduk di atas batu besar di halaman sambil mengusap-usap dadanya. "Kak Lin Mei kenapa obatnya harus begitu pahit ya? Bisa aja dibuat lebih enak kan?"

"Kalau dibuat enak kamu pasti akan sombong dan minumnya seenaknya aja! Dengan rasanya yang pahit, kamu pasti akan ingat kalau ini adalah hal yang serius." jawab Lin Mei sambil duduk di sebelahnya. "Kamu tahu nggak, gaya kungfu yang kamu pakai itu sangat langka. Aku pernah baca di buku kuno nenekku bahwa gaya itu namanya Wu Wei Shen Quan – hanya bisa dipelajari oleh orang yang tubuhnya tidak bisa menyimpan qi seperti orang lain."

Luan merasa mata nya bersinar. "Jadi bukan karena aku lemah ya kak?"

"Bukan sama sekali! Malahan kamu sangat beruntung. Orang yang bisa menguasai gaya ini bisa menjadi ahli kungfu yang sangat kuat – bisa menyerap kekuatan lawan dan mengembalikannya dengan lebih besar."

Saat Lin Mei menjelaskan dengan penuh semangat, Luan hanya bisa menatap wajahnya yang cerah. Cahaya matahari sore yang menerpa dari balik pohon bambu membuat rambut hitam Lin Mei tampak seperti bersinar emas. Tanpa sadar, Luan merasa wajahnya jadi panas lagi.

"Luan? Kamu apa aja? Wajahmu jadi merah sekali kayak tomat!" tanya Lin Mei dengan tatapan khawatir. Dia bahkan mengangkat tangannya untuk menyentuh dahi Luan. "Tidak panas kan?"

Sentuhan tangan Lin Mei yang lembut membuat Luan kaget dan langsung berdiri dengan tergesa-gesa – sampai dia tersandung batu dan hampir terjatuh. Untung saja Lin Mei cepat menangkap nya di lengan.

"Hati-hati dong kamu! Jangan begitu gegabah terus!" ujar Lin Mei dengan suara sedikit marah tapi penuh perhatian.

Di saat yang sama, suara kaki menginjak tanah keras terdengar dari belakang mereka. "Hei Luan! Ada tamu penting yang mau melihat kamu!" panggil Zhao Feng yang datang dengan wajah sedikit serius.

Di belakang nya berdiri sosok muda tampan dengan baju berwarna biru tua dan ikat pinggang berwarna emas – adalah Chen Hao dari Klan Qinglong, salah satu Klan Besar yang terletak tiga hari perjalanan dari Desa Tianwu. Dia melihat Luan dengan tatapan menyelidiki, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Lin Mei dengan wajah yang sedikit memerah.

"Kakak Lin Mei... kamu juga ada di sini ya?" ujar Chen Hao dengan suara yang lebih lembut dari biasanya.

Lin Mei hanya mengangguk dan tersenyum. "Halo Chen Hao. Kamu datang ke desa untuk apa?"

"Aku datang untuk menguji kemampuan Zhao Luan yang baru saja terkenal karena gaya kungfu aneh nya. Klan Qinglong ingin melihat apakah dia benar-benar punya bakat atau hanya kebetulan saja." Chen Hao kembali melihat Luan dengan tatapan yang lebih tegas. "Kau siap duel dengan aku besok pagi di lapangan besar desa? Jika kamu menang, aku akan mengajakmu untuk belajar di Akademi Kungfu Besar Qinglong."

Luan merasa jantung nya berdebar kencang – bukan karena takut, tapi karena kesempatan besar yang datang kepadanya. Tapi sebelum dia bisa menjawab, Lin Mei sudah berbicara duluan:

"Baiklah! Tapi janji ya tidak boleh terlalu keras ya Chen Hao. Kalau Luan terluka, obatku akan lebih pahit dari yang kamu bayangkan!"

Chen Hao langsung tersipu dan mengangguk cepat-cepat. "T-Tentu saja kakak Lin Mei. Aku akan berhati-hati."

Setelah Chen Hao pergi bersama Zhao Feng, Luan menoleh ke arah Lin Mei dengan wajah penuh kekhawatiran. "Kak Lin Mei... aku bisa menang ya? Chen Hao itu ahli kungfu tingkat tinggi dari Klan Besar lho."

"Kamu pasti bisa! Selama kamu mengikuti gaya yang kamu pelajari dan tidak terpengaruh oleh tekanan. Malam ini aku akan membuat ramuan khusus lagi untukmu – tapi kamu harus siap ya, rasanya akan lebih pahit dari yang tadi!" ujar Lin Mei dengan senyum nakal.

Luan langsung mengerutkan kening dan mengeluarkan suara kesusahan. Tapi di dalam hatinya, dia merasa sangat bersyukur bisa bertemu seseorang seperti Lin Mei.

"Baiklah kak... aku siap saja, selama bisa membuat kamu bangga." ujar Luan dengan suara pelan tapi penuh keyakinan.

Lin Mei terdiam sejenak, kemudian tersenyum dengan lembut. "Aku selalu bangga dengan kamu, Luan. Sekarang kamu harus berlatih lagi ya – tapi jangan sampai lupa minum obatnya!"

Saat Lin Mei pergi meninggalkan Luan sendirian di halaman, dia langsung berdiri dan mulai melatih gerakan Wu Wei Shen Quan nya lagi. Kali ini gerakannya lebih lancar dan terkontrol. Dia bisa merasakan aliran qi di dalam tubuh nya mulai menjadi lebih stabil – mungkin karena obat pahit yang baru saja dia minum.

Di kejauhan, sosok tua yang melihatnya tadi pagi lagi-lagi menyaksikan dari balik pohon bambu. "Bakat yang luar biasa, ditambah dengan dukungan orang yang tepat... jalan nya akan semakin menarik ya, Zhao Luan." bisik nya sebelum menghilang ke dalam kegelapan hutan.

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!