mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 sekarang giliranku
Xyra tergagap ketika ia menyadari ia terlalu lama menatap Bryan.
Ia merasakan sesuatu yang tak ia pahami tiba tiba di dalam relung hatinya yang terdalam.
" anda tak seharusnya berkata seperti itu tuan muda..."
ucap Xyra sembari memutus tautan mata keduanya dengan menunduk.
Bayang bayang Yari sang suami seolah membuatnya kembali.
" aku berhak mengatakan apapun yang ingin kukatakan....
Kau harus akui.....aku lebih segalanya dari laki laki pengecutmu itu " jawab Bryan ketus dengan sorot mata yang tajam.
Xyra kian tertunduk,
Ia merasa benar benar tak memiliki daya dan upaya di hadapan laki laki berkuasa di hadapannya itu.
Setelah beberapa waktu tenggelam dalam suasana yang sangat tidak nyaman bagi Xyra....
Bryan akhirnya mengajaknya keluar dari ruangan privat yang ia pesan,
Netranya nampak menatap ke sekeliling tempat itu,
Hari ini bukan hari libur, tapi tempat wisata out door di tempat yang ia kunjungi ini tetap nampak ramai.
" ayo..." ajaknya kepada Xyra sambil menoleh ke arah wanita itu yang masih nampak berada di dalam ruangan yang ia pesan.
Xyra menatap Bryan.
" kemana...?! " tanyanya sedikit bingung.
Ia pikir setelah makan, mereka akan segera pulang.
Bryan menatap Xyra lama sebelum akhirnya ia kembali mendekat ke pada wanita itu.
" kau sudah membuatku cemburu waktu itu, sekarang kau harus membayarnya....
Gantian aku yang sekarang kau ajak berkencan....." ucap Bryan penuh penekanan dengan wajah datar dan sukses membuat Xyra semakin chengo.
" ayo...tunggu apa lagi ?! " ucap Bryan mulai jengkel karena Xyra yang tak segera bangkit dari duduknya.
Xyra pun mau tak mau menurut,
Dengan langkah berat dan wajah muram, Xyra mengikuti langkah Bryan di belakang laki laki itu.
Bryan menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang menatap Xyra tajam.
" apa kau pengawalku ?! " tanyanya kepada Xyra dengan nada ketus
" ya..."
" jangan berlagak bodoh, kenapa kau melangkah di belakangku ?! "
" karena anda cucu majikan saya jika anda lupa..." jawab Xyra.
Bryan merasa geram mendengar jawaban Xyra itu.
" kemari kau....melangkah di sisiku "
" apa ?! "
" kau yang kemari atau aku yang akan datang padamu ?!
dan jika seperti itu maka jangan salahkan aku yang akan...."
Bryan belum sampai menyelesaikan kata katanya tapi Xyra sudah mendekat dan berada disisinya.
Netra Bryan menatap penuh selidik kepada Xyra,
" Sialan...
Denganku wanita ini begitu membuat jarak...tapi dengan laki laki bodoh itu dia malah menempel seperti lem " rutuk Bryan di dalam hati.
" masa bodoh...aku tak perduli, dia mau atau tidak...
Dia akan menjadi milikku " imbuh Bryan lagi masih di dalam hati.
" melangkah di sisiku...
bukan di belakangku....kau calon istriku...bukan pengawal pribadiku " ucap Bryan ketus sambil mulai melangkah.
Ia masih tak memiliki keberanian penuh untuk meraih dan menggenggam jemari Xyra meski sebenarnya ia ingin.
Pakaian yang di pakai Xyra jujur membuatnya sungkan.
Xyra menuruti ucapan laki laki itu tanpa mau berdebat.
Kini keduanya melangkah bersisihan seperti sepasang kekasih menyusuri sepanjang jalan yang membentang di arena out door itu meski tanpa bergandengan tangan.
Xyra menghentikan langkahnya tiba tiba. Ia yang sejak tadi hanya diam dan sibuk memikirkan Yari tanpa bisa menikmati keindahan tempat yang ia kunjungi itu kini,
Tiba tiba merasa tertarik akan sesuatu.
Netranya menatap ke arah arena flying fox dewasa. Seorang pemuda nampak sedang memasang alat keamanan di tubuhnya.
Sepertinya ia akan bermain permainan itu.
Tatapan mata Xyra kian menunjukkan kekaguman ketika pemuda tadi memulai permainannya
Tanpa ia sadari,
Tatapan penuh kekaguman Xyra di perhartikan oleh seseorang yang sejak tadi selalu memperhatikannya.
Netra Bryan mengikuti arah pandangan Xyra, saat itu tiba tiba saja dadanya terasa panas.
Wanita di sisinya nampak jelas tengah mengagumi seseorang di sana.
" aku juga bisa melakukan itu, hanya flying fox saja....
itu mudah " ucap Bryan tiba tiba dengan wajah datarnya.
Xyra menoleh kepadanya.
" tunggu di sini dan lihat aku....kau pasti akan kagum melihatku nanti " ucap Bryan lagi, tanpa menunggu jawaban dari Xyra...
Bryan beranjak.
" tuan muda...anda mau kemana ?! " tanya Xyra yang belum bisa mencerna dengan jelas ucapan Bryan barusan.
Bryan tak menjawab tapi ia terus melangkah, Xyra mengejar dan tanpa sadar ia meraih tangan Bryan untuk menghentikan langkah laki laki itu.
Bryan menghentikan langkahnya dan menatap tangan Xyra yang memegang tangannya.
Sadar dengan apa yang ia lakukan....Xyra segera melepas pegangan tangannya di tangan Bryan.
" maaf...." cicit Xyra
" kenapa menghentikanku....aku hanya ingin kau melihatku kalau aku juga bisa bermain flying fox itu ?! " tanya Bryan.
" ya....
saya tahu...karenanya anda tidak perlu melakukannya..."
Bryan menatap intens kepada Xyra sebelum akhirnya ia melangkah mendekat dan semakin dekat dengan Xyra.
Xyra sampai melangkah mundur karena laki laki itu yang terus merangsek maju mendekat padanya.
" kenapa melarangku ?! " tanya Bryan lagi ketika ia berada semakin dekat di hadapan Xyra.
" anda tidak perlu membuktikan apa apa kepada saya..." jawab Xyra gagap.
" hanya itu ? "
" jurangnya sangat dalam "
" kau mengkhawatirkanku ?! " tanya Bryan kian intens menatap Xyra seolah ia ingin membuktikan sesuatu di wajah wanita itu.
Xyra kian tergagap,
" tolong jangan salah paham tuan muda...." jawab Xyra kemudian.
" siapa yang salah paham ?! aku hanya bertanya...
kenapa kau melarangku bermain flying fox, lalu kau jawab jurangnya dalam...
Apa salah jika aku berpikir kau mengkhawatirkan aku ?! " cecar Bryan lagi.
Wajah Xyra menjadi pias.
" terserah anda..." jawab Xyra kemudian putus asa.
Bryan tersenyum miring demi menutupi rasa kecewa yang menyelusup di dalam dadanya. Sungguh jawaban Xyra bukan yang ia harapkan sama sekali.
" tetap di sini dan lihat aku...." ucap Bryan dan kemudian ia memutar tubuhnya dan bergegas meninggalkan tempat itu.
Meninggalkan Xyra yang berdiri termangu di tempatnya.
Netra Xyra mengikuti arah langkah Bryan yang nampak lebar menuju tempat arena flying Fox.
Alat keamanan di pasang ke tubuh Bryan oleh petugas.
Kening Xyra berkerut ketika ia menyadari jika tempat Bryan saat ini berbeda dengan tempat pemuda yang tadi Xyra lihat.
Bryan mengambik tempat start yang lebih tinggi, itu artinya...
Medan yang akan di lalui oleh laki laki itu akan lebih panjang, lebih tinggi dan....
Jurang yang akan ia lalui tentu juga akan lebih dalam.
Jantung Xyra berdetak kencang ketika ia membayangkan jika terjadi sesuatu dengan laki laki itu.
Xyra berniat berlari ke arah Bryan untuk menghentikan laki laki itu,
Tapi baru satu langkah ia bergerak, Bryan sudah memulai permainannnya.
Tubuh laki laki itu telah bergelantungan dan bergerak cepat meluncur ke arah bawah.
Xyra menatap Bryan tak percaya dengan bibir yang menganga.
" ya Tuhan...semoga tidak terjadi apa apa dengan tuan muda,
Arena ini tinggi dan panjang sekali " cicit Xyra pelan mulai cemas.
Bukan apa apa ia cemas, Ia tahu...
nyonya Laura sangat menyayangi cucunya itu.
Dan ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada nyonya Laura jika sampai terjadi sesuatu yang buruk terhadap cucunya itu.
Netra Xyra terus menatap ke arah pergerakan Bryan yang terus meluncur ke bawah sana, hingga netranya tak lagi bisa menjangkau bayangan laki laki itu.
Xyra berdiri mematung....
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.