NovelToon NovelToon
PELAKOR UNTUK MADU-KU

PELAKOR UNTUK MADU-KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Menyembunyikan Identitas / Ibu Mertua Kejam / Poligami
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Almira Abimanyu, di hari ia mengetahui kehamilannya, Gilang, suaminya justru membawa Lila, istri kedua yang juga tengah hamil.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

02. Topeng Kepatuhan

.

Udara dingin malam itu seolah ikut menusuk-nusuk hatinya yang remuk redam. Almira masih berdiri mematung di ambang pintu, menyaksikan punggung Gilang dan Lila yang semakin menjauh.

Dunia terasa berputar, dan semua berubah menjadi gelap. Dengan sisa tenaga yang ada, Almira menutup pintu dan bersandar di baliknya. Air matanya terus mengalir, membasahi pipinya.

"Mengapa aku harus merasakan sesakit ini? Mengapa kau tega melakukan ini, Mas Gilang?" bisik Almira pilu, suaranya tenggelam dalam isak tangisnya.

Beberapa saat kemudian, ia mendengar suara langkah kaki mendekat. Dengan cepat, ia menghapus air matanya dan mencoba memasang wajah tegar. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Gilang dan Lila. Ia tidak ingin mereka melihatnya hancur.

Gilang muncul di hadapannya dengan ekspresi bersalah. "Almira, aku tahu ini berat bagimu. Tapi percayalah, aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku akan tetap menyayangimu seperti dulu. Aku akan bersikap adil pada kalian berdua," ucap Gilang lembut. Pria itu berusaha meraih tangan Almira.

Namun, Almira menepis tangan Gilang dengan kasar. "Jangan sentuh aku!" bentak Almira dengan suara bergetar. Ia tidak bisa menerima sentuhan Gilang setelah apa yang telah pria itu lakukan. Baginya kini, Gilang tak lebih dari makhluk yang menjijikkan. Tubuh pria itu kotor dengan aroma pengkhianatan.

"Almira, kumohon… Jangan seperti ini. Aku tahu kamu marah dan kecewa. Tapi beri aku waktu untuk menjelaskan semuanya," pinta Gilang dengan nada memelas.

Almira menatap Gilang dengan tatapan dingin dan sinis. "Menjelaskan apa? Menjelaskan bagaimana kamu telah menghancurkan hidupku? Menjelaskan bagaimana kamu telah mengkhianati cintaku? Aku tidak butuh penjelasanmu!" balas Almira dengan nada sinis yang menusuk.

"Almira…"

Sebelum Gilang sempat melanjutkan perkataannya, Lila muncul di belakangnya dengan senyum manis di bibirnya.

"Sayang, kenapa lama sekali? Mbak Almira pasti lelah setelah memasak makan malam untuk kita. Kenapa kita tidak segera makan? Kita harus menghargai hasil kerja kerasnya, kan? Lagi pula, aku sudah lapar. Anakmu ini butuh asupan."

Suara Lila terdengar mendayu-dayu, sebelah tangannya merangkul lengan Gilang dengan manja. Sebelah tangannya lagi mengusap-usap perutnya seakan ingin berkata pada Almira, ‘Lihatlah, aku bisa menguasai suamimu.”

Almira menatap Lila dengan sorot mata jijik. Ia bisa melihat, Lila adalah tipe wanita manipulatif. Bermuka dua. Di depan Gilang wanita ini berpura-pura baik, sebenarnya hanya untuk menyakitinya.

"Mbak Almira, kamu tidak keberatan jika mulai sekarang aku tinggal di sini, kan? Aku janji, aku tidak akan merebut Mas Gilang darimu. Aku justru akan meringankan tugasmu dalam merawat Mas gilang. Kita bisa hidup bersama, aku akan menjadi adik yang patuh," ucap Lila lembut, namun terdengar begitu pisau yang menusuk jantung.

“Serius kamu ingin dia tinggal di sini bersama kita, Mas?" Almira bertanya dengan menahan gerahamnya yang saling beradu. Kedua tangannya terkepal erat hingga kuku-kukunya yang panjang menusuk telapak tangan. Terasa sakit, tapi tak lebih sakit dari luka hatinya yang menganga.

“Apa salahnya? Rumah ini cukup besar. Kasihan kamu tinggal sendirian. Jika ada Lila, kamu tidak akan kesepian." Begitu enteng Gilang mengucapkan kata-kata itu.

Almira menahan amarahnya. Ia tidak ingin terpancing emosi dan melakukan hal bodoh. Ia tahu, ini bukan saat yang tepat untuk berteriak. Ia harus berpura-pura menerima kehadiran Lila dan mencari cara untuk membuat wanita itu merasa hidup bagai di neraka.

"Baiklah, jika itu maumu, Mas. Aku tidak keberatan menerima dia tinggal di sini. Seperti katamu, rumah ini cukup besar untuk kita bertiga," jawab Almira dengan senyum yang dipaksakan. "Selamat datang di rumahku, adik madu. Aku harap ucapanmu tulus. Meringankan tugasku merawat suami!”

Almira tersenyum lebar. Senyum yang hanya dia dan Tuhan yang tahu artinya.

*

Setelah acara makan malam yang begitu kacau, karena Almira justru dipaksa melihat pertunjukkan drama romantis, wanita yang akhirnya urung memberikan kejutan untuk suaminya itu kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Ia menutup pintu dan bersandar di baliknya, membiarkan air matanya kembali mengalir. Di hadapan dua manusia durhaka, ia terlihat tegar bak batu karang. Sesungguhnya ia merasa begitu hancur, begitu terluka, begitu dikhianati.

Perlahan Almira merebahkan tubuhnya di tempat tidur, memandang langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Kenangan indah bersama Gilang berputar-putar di benaknya, semakin menambah pedih hatinya.

Ia ingat saat pertama kali mereka bertemu, Gilang yang tak putus asa mengejar meski ratusan kali dia menolak, saat pertama kali akhirnya ia jatuh cinta karena kegigihan pria itu, dan saat mereka berjanji untuk hidup bersama selamanya. Janji itu kini hanyalah tinggal kenangan yang menyakitkan.

Di tengah kesedihannya, Almira teringat akan kekecewaan mama dan papanya, saat ia tetap memilih menikah dengan Gilang. Papanya yang pernah mengingatkannya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup, sempat menolak tegas saat ia memperkenalkan Gilang.

Papanya juga enggan bertemu dengan Gilang di rumah mereka. Bahkan pernikahan mereka saja dilakukan di rumah Gilang yang saat itu masih ngontrak. Papanya hanya datang untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang ayah yang menikahkan putrinya.

"Maafkan aku, Ma, Pa. Aku terlalu bodoh dan naif. Aku terlalu percaya pada Gilang. Aku pantas mendapatkan hukuman ini," bisik Almira penuh penyesalan.

Almira bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju meja riasnya. Ia membuka laci dan mengeluarkan sebuah album foto. Ia membuka album itu dan terlihat olehnya foto-foto dirinya dan kedua orang tuanya saat ia masih kecil hingga lulus kuliah.

Almira menatap foto itu dengan tatapan penuh tekad. "Pa, aku janji akan membuat mereka menyesal. Aku akan membuat Gilang dan Lila merasakan sakit yang sama seperti yang aku rasakan saat ini. Mereka yang menghancurkan kebahagiaanku, maka aku akan menghempaskan hidup mereka hingga tak mampu bangkit lagi,” ucap Almira dengan suaranya yang dingin.

Ia menutup kotak itu dan menyimpannya kembali ke dalam laci. Ia kemudian berjalan menuju jendela dan menatap langit malam yang gelap. Angin malam membelai wajahnya, membuatnya sedikit lupa akan rasa sakit. Di tengah kegelapan itu, ia melihat bintang-bintang yang bersinar terang.

"Gilang... ternyata semua pengabdianku sama sekali tak ada artinya bagimu. Aku yang menemani kamu dari nol, dan sekarang kamu membiarkan wanita lain untuk ikut menikmatinya. Apa itu pantas? Sudah cukup aku menjadi istri yang patuh selama ini. Mulai sekarang, lihat sisi diriku yang berbeda! Aku, Almira Abimanyu, tak kan membiarkan serangga seperti kalian menginjak ku," gumam Almira dengan tekad yang membara.

Wanita itu menyeringai sinis, membayangkan rencana balas dendam yang sudah mulai terbentuk di benaknya. Ia akan membuat Gilang dan Lila menyesali perbuatan mereka.

1
Cindy
lanjut
Ma Em
Dasar para benalu yg tdk tau diri sdh ditampung dikasih tempat untuk tidur dikasih makan eh malah mau menguasai .
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
salahmu dewe to
Anbu Hasna
G heran Gilang begitu, toh emaknya aja serakah
Nar Sih
jgn mimpi bisa ngerebut rmh alamira ya gilang sama ibu mertua julid ,yg ada kalian dulu yg di lempar keluar🤣
juwita
si lila goblok si Gilang kan hasil. ngerebut jd gmn skrg rasanya enak g? klo si Gilang di rebut mbk Rini? sakit kan nah itu jg yg di rasakan amira
dewi rofiqoh
Lanjuut
ora
Serakah banget kau Gilang ...
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
apa mmng bgtu ya yg NB org g pnya akan serakah..soale ngalamin jg😂 yg berjuang biar bs pnya rmh siapa eh mlh pgn bkn yg pnya pergi dr rmh sndiri...seumur hdp sm ibunya boro2 rmh sepeda dan motor aja g bs punya glrn stlh nkh bs pnya rmh kndraan roda 2 dan 4 yg semua jls krn hsl nya istri ngaku2😬 kl mau cerai yg angkat kaki istri😂 pdhl kl hdp sm ibunya smpe bau tua g bkl pnya rmh sndiri
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: langka...kl jiwa nya orang kaya santai aja kl mghdpi org2 norak sprti b rosidah dan adik ipar numpang tp belagu boto2 matur nuwun pura2 baik kek🤭 apalagi kl itu rmh mer3ka sndiri mkn menjadi
total 3 replies
Nie
Wah mba Rini jago akting nih tapi awas ya mba jgn sampe jatuh cinta ma Gilang ya 🤭
Irma
bukan bodoh lagi itu mah mira
astr.id_est 🌻
sokorrrr 🤣
Nar Sih
rencana yg bnr,,mantap mira dan good job buat mbk rini👍
Nar Sih
bnr kata almira ,si gilang emang suami yg bodoh😂
Nar Sih
dasar laki,,buaya tetep aja buaya
mery harwati
Aq bakal keplok² klo ternyata anak yang dikandung Lila bukan anak kandung Gilang & Rini berhasil menyingkirkan Lila plus Gilang dan keluarganya harus minggat dari rumah Mira yang sudah diberikan pada Rini sebagai rasa terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
itu
Hary Nengsih
cepet slsaikan sebelum ketahuan hamil
Irma
belum tau aja sii Gilang

semangat thor
Irma
mampus maaf thor baru nongol diriku paket data aku baru ke isi di tambah baru lahiran maafkan diriku ini yaa thor
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: gpp kak. makasih sudah kembali hadir.
selamat atas kelahiran amanah dari Allah. semoga kelak menjadi anak yg berbakti , Sholeh/Sholeha. Aamiin 🤲🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!