NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Istri Pengganti

Mengejar Cinta Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Romansa / Konflik etika
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Kau hanyalah pemeran pengganti dalam hidupku, Shena. Jangan bermimpi lebih!"

Shena berhenti bermimpi dan memilih pergi. Tapi justru saat itulah, Devan baru menyadari bahwa rumahnya terasa mati tanpa suara Shena. Sang CEO arogan itu kini rela membuang harga dirinya hanya untuk memohon satu kesempatan kedua.

Bagaimana jadinya jika sang pembenci justru berubah menjadi pemuja yang paling gila? Masih adakah tempat untuk Devan di hati Shena yang sudah beku di Hati nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Ramuan Rahasia Ibu Ratna

Pagi itu, kediaman Adiguna kedatangan tamu istimewa. Ibu Ratna datang dengan wajah berseri-seri, membawa sebuah tas kain besar yang mengeluarkan aroma rempah-rempah yang sangat tajam—perpaduan antara bau tanah, akar-akaran, dan sesuatu yang sangat menyengat hidung.

Shena dan Devan yang baru saja selesai sarapan (dan baru saja selesai berdebat tentang merk tes kehamilan mana yang paling akurat), segera menyambut Ibu Ratna di ruang tamu.

"Ibu! Kenapa tidak bilang kalau mau datang? Biar dijemput Devan," ujar Shena sambil mencium tangan ibunya.

"Ah, tidak apa-apa, Nak. Ibu cuma tidak sabar ingin mengantarkan ini," Ibu Ratna meletakkan tas kainnya di atas meja marmer mewah. Ia mengeluarkan dua buah botol kaca berisi cairan berwarna cokelat pekat dan hitam legam.

Devan mengernyitkan dahi, hidungnya yang sensitif langsung bereaksi. "Ini... apa ya, Bu? Apakah ini sejenis pestisida organik untuk taman belakang?"

Ibu Ratna tertawa kecil sambil menepuk lengan menantunya. "Bukan, Devan. Ini jamu racikan Ibu sendiri. Yang botol bening ini untuk Shena, isinya sari kunyit putih dan daun sirih untuk penyubur kandungan. Nah, yang botol hijau gelap ini..." Ibu Ratna menatap Devan dengan tatapan penuh arti, "...ini jamu khusus pria dewasa. Jamu kuat 'Macan Galak'."

Uhuk!

Devan yang sedang minum air putih langsung tersedak. "Jamu... apa, Bu?"

"Macan Galak, Devan. Biar kamu tidak cepat loyo kalau kerja lembur di kantor, dan supaya 'proyek' yang kamu bilang ke Mama Widya kemarin itu cepat jadi," bisik Ibu Ratna dengan nada yang tidak terlalu berbisik, membuat Shena menutupi wajahnya dengan bantal sofa.

"Ibu... Devan tidak butuh jamu begitu, dia sudah sangat... eh, bersemangat," bela Shena dengan suara mencicit.

"Tidak bisa, Shena. Devan ini CEO, badannya pasti capek mikirin angka. Harus didorong pakai ramuan alami supaya bibitnya unggul," tegas Ibu Ratna. Ia menuangkan cairan hitam pekat itu ke dalam gelas dan menyodorkannya tepat di depan hidung Devan.

Devan menatap cairan itu dengan ngeri. Cairan itu tampak seperti oli bekas yang dicampur dengan parutan jahe dan harapan yang pupus.

"Ayo, diminum, Mas," goda Shena yang sekarang malah menikmati penderitaan suaminya. "Katanya demi proyek cucu? Seorang Adiguna tidak pernah takut pada tantangan, kan?"

Devan melirik Shena dengan tajam. "Aku lebih memilih menghadapi sepuluh pengacara Adrian daripada meminum ini, Shena."

"Ayo, Devan. Ini ada telur ayam kampung mentahnya di dalam. Ibu sudah aduk rata," dorong Ibu Ratna penuh semangat.

Demi menjaga martabatnya di depan mertua dan demi membuktikan kejantanannya pada Shena, Devan memejamkan mata, memegang hidungnya, dan menenggak jamu itu dalam satu tarikan napas.

Wajah Devan seketika berubah warna. Dari putih, menjadi merah, lalu ungu kebiruan. Ia terdiam selama lima detik, matanya membelalak seolah baru saja melihat masa depan perusahaan yang hancur.

"Bagaimana, Mas? Terasa khasiatnya?" tanya Shena menahan tawa.

"Rasanya..." Devan berdeham, mencoba mengembalikan suaranya yang mendadak jadi berat. "...rasanya seperti ada mesin bor yang menyala di dalam perutku. Bu... ini legal kan?"

"Tentu saja! Itu jamu turun-temurun," jawab Ibu Ratna bangga.

Sepanjang siang itu, Devan tidak bisa duduk diam. Efek jamu "Macan Galak" mulai bekerja. Tubuhnya terasa panas dan energinya meluap-luap secara berlebihan. Ia mulai berkeliling rumah dengan langkah cepat, bahkan sempat melakukan push-up di tengah ruang tamu sebanyak seratus kali.

"Mas, kamu kenapa sih? Kok gelisah begitu?" tanya Shena yang sedang asyik membaca majalah.

"Aku merasa... aku bisa mengangkat mobil kita pakai satu tangan, Shena!" seru Devan dengan mata melotot. "Energi ini... terlalu besar! Aku harus melakukan sesuatu!"

Devan kemudian mengambil lap dan mulai membersihkan seluruh kaca jendela rumah dengan kecepatan luar biasa. Bi Inah yang melihatnya hanya bisa melongo di pojok ruangan.

"Pak Devan kerasukan ya, Non?" bisik Bi Inah pada Shena.

"Bukan, Bi. Cuma sedang kelebihan dosis 'Macan Galak'," jawab Shena sambil geleng-geleng kepala.

Malam harinya, saat Ibu Ratna sudah pulang, Devan menghampiri Shena di kamar dengan tatapan yang sangat intens. Rambutnya berantakan, dan auranya sangat mengintimidasi—namun dengan cara yang konyol.

"Shena..."

"Ya, Mas?"

"Jamu itu... benar-benar bekerja," Devan melonggarkan dasinya dengan kasar. "Tapi sepertinya Ibu lupa memberi tahu dosisnya. Aku merasa kalau aku tidak segera melanjutkan 'proyek' kita malam ini, aku mungkin akan meledak dan menghancurkan seluruh lingkungan ini."

Shena tertawa terbahak-bahak saat Devan mengangkatnya ke tempat tidur. "Mas! Tapi jangan pakai gaya macan betulan ya!"

"Tidak janji!" seru Devan.

...****************...

1
Kostum Unik
🤭🤭🤭...
Kostum Unik
🤣🤣🤣
MayAyunda
keren 👍👍
😍
Marine
semangat author! ceritanya bagus
Veline: makasih 🔥🔥🔥
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!