Jatuh cinta pada anak tiri seiring nya waktu karena istri selingkuh terus menerus?! padahal... Renzo Draja adalah pria mapan.. bagaimana konflik mereka dan cara Renzo Draja mengatasi nya?
Setelah bercerai dengan istri nya, entah bagaimana caranya Nias Wiliam yaitu mantan istri nya Renzo Draja mendapatkan uang, sedangkan Renzo Draja nyaris menguasai semua bisnis di kota.
Setelah bercerai, Renzo di perintahkan untuk kencan buta dengan para wanita pilihan Ayah Renzo Draja, yaitu Jhonson Draja.
Gaskeun mampir baca novel ku cuyy!
[Karya Official Wulan.Chanz]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wuna.Chanz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Ibu
...Renzo menoleh ke Ayden, berbicara dengan terburu-buru....
..."Berhenti Den! ayo kita ke Ibu nya Zelia dulu, gue penasaran", Ayden mengangguk tegas, lalu menepikan mobil nya ke parkiran kafe, setelah mobil terparkir, mereka bertiga segera turun, lalu Zelia mencari sosok Ibu nya, lalu menemukan nya, Zelia berbicara kepada Renzo dan Ayden....
..."Itu, yang berambut coklat memakai sweater merah", Renzo dan Ayden mencari wanita yang sudah di sebutkan ciri-ciri nya, lalu menemukan nya, Zelia agak bingung harus menghampiri nya atau tidak, tatapan Ibu Zelia menoleh ke arah Renzo dan Ayden, lalu turun ke arah Zelia, mengerutkan kening nya, Zelia menghela nafas, lalu menghampiri Ibu nya, Ibu nya pun menghampiri juga, lalu mereka saling berhadapan, Zelia menoleh ke Renzo dan Ayden berbicara dengan agak gugup....
..."Ini Ibu ku, Zakia", Renzo mengangguk kecil, saat Renzo mau berbicara untuk memperkenalkan diri, Zakia memotong pembicaraan Renzo dengan berbicara ke Zelia secara kasar....
..."Heh, aku kira kamu udah di buang dari panti asuhan karena umur kamu udah dewasa, kenapa masih hidup?", Zelia menundukkan kepala nya mendengar perkataan Zakia, Renzo mengerutkan kening nya, tidak menyangka Ibu Zelia akan sangat galak dan kasar, Ayden berbicara dengan tidak terima....
..."Ya iya lah masih hidup, Ibu Panti nya sayang banget ke Zelia, lagian Zelia udah di angkat jadi anak tiri nya Renzo kok", Zakia menatap ke Ayden dengan tatapan kasar, berbicara pada nya dengan galak....
..."Heh, saya nanya ke anak saya, bukan ke elu", Ayden mengerutkan kening nya sebelum menoleh ke arah Renzo untuk bertanya dengan mengejek Zakia....
..."Hah?! apa? gue gak salah denger kan Renzo? dia bilang anak saya kan?", Renzo menoleh ke Ayden mengangguk kecil, membuat Ayden menyeringai lalu menatap ke arah Zakia kembali, berbicara dengan kata-kata yang tertata rapih....
..."Kalau Zelia anak lu, harus nya gak lu serahkan Zelia ke panti asuhan dong", Zakia menggeram kesal dengan kata-kata Ayden yang benar, Zakia mengarahkan pandangan nya ke Zelia, yang sekarang menatap nya dengan tatapan sedih, Zakia menggeram lagi berbicara pada Zelia dengan kasar....
..."Dasar... sudah lah! Ibu gak mau lihat wajah mu lagi!", Zakia berbalik ingin melangkah pergi, tetapi Zelia mengejar nya, memeluk nya dengan erat, berbicara dengan lemah lembut dan lega....
..."Ibu... kemana aja Ibu pergi? Zelia mimpi buruk setiap malam...", Zakia terkejut dengan pelukan tulus dari Zelia, Zakia menoleh ke belakang, mendorong Zelia dengan kasar, membuat Zelia tersandung beberapa langkah, Renzo segera menangkap Zelia, berbisik dengan lembut....
..."Hati-hati sama Ibu kamu, Baby", Zelia berdiri lagi, kembali berjalan mendekati Zakia, air mata turun, Zelia bertanya dengan suara yang di tahan....
..."I-Ibu... apa salah Zelia? kenapa Ibu gak mau ketemu Zelia? gak mau menatap Zelia secara lembut? katakan ibu, bilang, kasih tau, beri tau Zelia, agar Zelia tau apa kesalahan Zelia, agar Zelia bisa memperbaiki nya", Zakia berbalik ke Zelia, berbicara dengan amarah....
..."Gak, kamu gak bakal bisa perbaiki kesalahan kamu", Zelia mengerutkan kening nya, bertanya lagi dengan kebingungan tetapi tetap lemah lembut....
..."Kalau begitu, tolong, kasih tau Zelia, apa yang udah Zelia lakukan sampai-sampai membuat Ibu marah sepanjang Zelia hidup", Zakia mendekati Zelia, mendorong bahu Zelia dengan kasar, berbicara dengan gigi tertutup sembari menggeram....
..."Kamu... sudah membuat Suami ku tiada", Mata Zelia melebar, mencoba mengingat kejadian itu, Renzo mengerutkan kening nya mendengar perkataan Zakia yang tidak di harapkan, Ayden mengerutkan kening nya, berbicara dalam hati dengan kebingungan dan tidak percaya....
...* Huh? Zelia? Zelia?! Zelia buat Suami Zakia tiada? bercanda... *...
...Renzo berbicara dalam hati dengan yang kebingungan....
...* Baby ku? Baby ku yang lemah lembut? kamu berbohong Zakia, aku gak percaya, mana tega Baby ku melakukan hal kejam itu? *...
...Zelia menatap dengan kebingungan, bertanya-tanya lagi ke Zakia dengan lebih lembut berharap itu bisa membuat Zakia mengungkapkan semua nya....
..."Tapi Zelia gak ingat, kapan? tolong Ibu, jelasin lagi", Zakia terkekeh tanpa humor, menjawab dengan muak....
..."Oh, tentu aja, Zelia kecil gak bakal bisa ingat, waktu kamu kecil, kita bermain di kolam renang", Putar balik waktu.... menunjukkan Zelia yang masih sangat muda dan bayi yang bisa berjalan, di villa dengan kolam besar, saat itu, Zelia sedang berlari-lari di balik villa lantai tiga, Zelia berjalan di dekat tepi balkon, memanjat pembatas balkon, Zakia sedang merapihkan sofa, sedangkan Ayah Zelia sedang membersihkan bingkai foto, Zakia menatap ke Zelia, berteriak ketakutan sembari berlari, ke balkon yang jauh ...
..."Ayah!!! Zelia manjat pembatas balkon!!!", Ayah Zelia langsung menoleh ke arah Zelia, berlari kencang karena adrenalin yang memburu, melihat Zelia yang tergelincir dan terjatuh, tetapi berpegang pada lantai balkon bagian luar, menangis ketakutan melihat ke arah bawah, ketinggian membuat Zelia lemah....
..."Haa!!! Ayah!!!", Ayah Zelia segera melangkahkan kaki nya ke tepi balkon bagian luar, tetapi karena tangan Zelia tergelincir oleh keringat dingin, membuat Ayah Zelia melompat dan meraih tubuh Zelia, memeluk nya dengan erat, berbisik dengan lembut....
..."Sayang, Ayah di sini, jangan takut, semua nya baik-baik aja"....
...BRUKKK!!!...
...Zakia menjerit....
..."Lartin!!!", Kembali ke masa sekarang, Zelia menghela nafas, merasa bersalah sebesar-besar nya mendengar cerita itu, Renzo menyadari Zelia menjadi lebih tertutup, itu membuat Renzo segera meraih bahu Zelia, berbicara dengan lembut....
..."Baby, bukan salah mu, ayo pulang", Zelia hanya teridam saja, menundukkan kepala nya, Ayden membukakan pintu mobil, Renzo bantu memasukkan Zelia ke dalam mobil, berbisik dengan lembut....
..."Baby, bukan salah kamu, Ayah kamu sayang banget sama kamu, itu alasan nya kenapa Ayah kamu rela berkorban demi kamu, karena kamu putri tersayang nya, sudah, jangan di pikiran ya Baby?", Zelia menoleh ke Renzo, tersenyum lemah, masih bersalah, lalu bertanya pada Renzo....
..."Daddy... kalau kejadian itu terulang, Daddy gak perlu ngobranin nyawa Daddy, Baby gak mau Bunda Daddy marah karena Baby", Renzo terdiam sejenak karena mendengar ucapan Zelia, tersenyum lembut, menjawab dengan penuh kasih sayang....
..."Daddy gak janji, tapi... selama Daddy bersama Baby, Daddy janji Baby akan aman bersama Daddy"....
...-Bersambung-...