NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 minta as*

Suasana balkon yang tadinya ramai dengan ocehan cadel Vino mendadak senyap. Si kecil itu sudah terlelap di kamar Vanya setelah kelelahan bermain robot-robotan sepanjang sore. Kini, hanya tersisa Vanya dan Aiden di bawah temaram lampu balkon yang sedikit kekuningan, menciptakan bayangan panjang yang seolah mengurung mereka berdua dalam keheningan yang intim.

​Aiden menyandarkan punggung tegapnya di pagar besi, menatap langit Jakarta yang pekat tanpa bintang. Tiba-tiba, ia menoleh ke arah Vanya dengan tatapan yang sulit diartikan—sorot mata yang tajam namun menyiratkan kerentanan.

​"Vanya," panggil Aiden. Suaranya terdengar lebih rendah dan serak dari biasanya.

​"Apa?" jawab Vanya ketus, mencoba menutupi debaran jantungnya yang mendadak tidak beraturan. Ia masih menyimpan sedikit rasa kesal soal kejadian di kantin sekolah tadi siang.

​"Stok gue di rumah sudah habis," ucap Aiden tiba-tiba. Matanya menatap tajam ke arah manik mata Vanya, seolah sedang meminta sesuatu yang sangat krusial bagi hidupnya. "Gue butuh asupan itu sekarang kalau nggak mau kondisi gue drop besok pagi."

​Vanya tertegun sejenak sebelum menyadari apa yang dimaksud oleh Aiden. Wajahnya langsung terasa memanas sampai ke telinga. Ia tahu betapa bergantungnya metabolisme tubuh Aiden pada nutrisi alami yang dihasilkan tubuhnya.

​"I-itu... maksud Kakak, asupannya? Kan aku nggak bawa stoknya ke sekolah tadi!" cicit Vanya gugup.

​Aiden melangkah mendekat, memangkas jarak di antara mereka hingga Vanya bisa mencium aroma parfum maskulin yang dingin bercampur dengan aroma segar khas Aiden. Ia memojokkan Vanya di sudut balkon, tangannya bergerak pelan mengusap tengkuk gadis itu.

​"Gue tahu. Makanya gue ke sini. Kalau lo nggak punya stok simpanan yang sudah dikemas..." Aiden menggantung kalimatnya, memberikan tatapan yang sangat dalam. "Gue terpaksa harus mengambilnya langsung dari sumbernya malam ini. Gue nggak keberatan kalau harus melakukannya secara manual demi kesehatan gue."

​"Kak Aiden! Berhenti bicara yang aneh-aneh!" teriak Vanya manja dengan suara tertahan, takut suaranya membangunkan Vino di kamar sebelah. Wajahnya sudah merah padam seperti kepiting rebus.

"Ada! Ada kok! Tadi aku baru menyimpannya, tapi belum sempat aku pindahkan ke kulkas bawah. Aku taruh di kulkas mini di dalam kamar!"

​Vanya segera berlari masuk ke kamarnya dengan jantung yang berdebar kencang. Ia melewati Vino yang tidur mendengkur halus, lalu membuka kulkas kecil di pojok ruangan. Di sana, tersisa satu wadah steril berukuran 100ml yang baru saja ia siapkan sore tadi.

Dengan tangan yang sedikit gemetar, Vanya mengambil wadah itu dan kembali ke balkon. Ia menyodorkannya pada Aiden dengan mata yang enggan menatap langsung.

​"Nih! Cuma tinggal satu wadah kecil. Jangan minta lagi!" ucap Vanya dengan sifat barbarnya, mencoba menutupi rasa malu yang sudah di ubun-ubun.

​Aiden menerima wadah steril yang masih terasa hangat itu. Ia menatap cairan nutrisi di dalamnya dengan binar mata yang seolah menemukan oase di tengah gurun. Tanpa menunggu lama, Aiden meminum asupan alami itu hingga tandas di depan mata Vanya.

​Vanya hanya bisa terpaku melihat jakun Aiden yang naik-turun saat menelan cairan dari tubuhnya. Ada perasaan aneh yang menjalar di hatinya sesuatu yang membuatnya merasa sangat dibutuhkan dan dimiliki oleh cowok di depannya ini.

​Setelah habis, Aiden menyeka sudut bibirnya dengan ibu jari. Ia mendesah lega, seolah seluruh tenaga dan fokusnya baru saja kembali pulih sepenuhnya.

"Segar. Jauh lebih efektif jika diminum segera seperti ini," komentar Aiden tenang, seolah baru saja meminum minuman kesehatan biasa.

​"Gue benci banget liat Kakak kayak gitu! Kayak vampir!" gerutu Vanya sambil membuang muka, meski sebenarnya ia merasa lega melihat Aiden tampak lebih segar.

​Aiden terkekeh dingin. Ia menarik pergelangan tangan Vanya, memaksa gadis itu mendekat sampai tubuh mereka hampir bersentuhan.

"Vampir ya? Mungkin. Dan lo adalah satu-satunya nyawa yang bisa bikin gue bertahan hidup, Vanya Gabriella."

​Aiden melirik ke arah pintu kamar di mana Vino tertidur. "Vino biar tidur di sini dulu. Gue sudah minta izin ke nyokap lo kalau malam ini gue bakal jagain kalian berdua di rumah ini sampai Papa lo pulang dari kantor."

​"Hah?! Kakak mau menginap?!" Vanya melotot kaget, menyadari bahwa malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi jantungnya.

1
Puji Asih
seruuu
Jamayah Tambi
Kata nak buatvresepsi penikahan Aiden dan Vanya kalau dah libur .Ni ke New aYork pula.Bila nak bagi tau umum mereka suami isteri.
Jamayah Tambi
Laurakan dah dihukum kenapa bisa kuliah lagi di kampus yg sama pulak tu
Jamayah Tambi
Kau memang salah Auden Yang kau terima masuk 2 beruk dalam rumah kenapa.Dah tau 2 beruk tu suka ngeyel ke kamu.Dasar gatal.
Jamayah Tambi
Berlebihan sangat mereka ni bila tau Vanya hamil.
Jamayah Tambi
Kau memang salah Aiden.Tidak mau berterus terang.Pembohong.
Jamayah Tambi
Vanya bodoh.Dah tau Andra bawa kau ke situ kenapa masuk juga.Kau boleh je lari dan tunggu texsi kat luar
Jamayah Tambi
Rasain ksu Den.Klu Laura pelukblengan lamu biarkan saja.Kan dah timbul fitnah.
Jamayah Tambi
Kaubkena tegas.Kara tak nak tapi kau masih lagi mau klu perempuan itu pegang tangan kamu
Jamayah Tambi
Yang kau layan perempuan tu kenapa.
Jamayah Tambi
Pindah rumah lain.Kan irang kaya
Jamayah Tambi
Kalau kau sayang bini pindah saja dari pent house tu.Divsana ada jalang yg tak faham bahasa
Jamayah Tambi
Rumah sebesarvitu tak kan tidak ada kamar lain
Masa tidur di sofa
Jamayah Tambi
Hah,tau cemburu,kalau suami minta ya on saja.
Jamayah Tambi
Apa massalahbkorang ni.Ada usteri tak nak bagi hak suami.Aiden cari lain barubtau.Nasib sayang.Yg Si Aiden tak nak tidur rumah mertua kenapa.Tak faham anak2 sekarang
Jamayah Tambi
Orang Amerika tinggi2.Tak jumpa yg rendah macam kita.Black man terutamanya,sikap mereka kasar.
Jamayah Tambi
Vano bocil 5 tahun kenapa nasi cadel ya.Biasa bocil 5 tahun udah petah bercakap.Kalau di sekolah Teka udah pandai pidato
Jamayah Tambi
Apa hak satpam sekolah menghukum murid.Tugadnya menjaga gerbang sekolah dan menjaga keamanan sekolah,juga memastikan yg masuk ke sekolah bukan oran sembarangan.Kalau kat negaraku satpam tubdah kena ke polisi kerana menghukum murid berjemur di lapangan hingga pengsan.
Jamayah Tambi
Belum dapat samosa ya Den
Jamayah Tambi
Geli geleman aku babyvtua minta suau.Kalau hisap2 manja tak pe la.Ini minta susu macam bayi kelaparan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!