NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat kesabaran Elina habis

"Sial! Di mana Elina menaruh semua berliannya?" geram Amelia dengan wajah memerah.

Sudah beberapa jam berlalu, namun Amelia, Maya, dan Ares masih belum menemukan satu pun berlian milik Elina. Rumah besar itu telah mereka obrak-abrik, dari ruang tamu hingga kamar-kamar, tanpa hasil.

Napas Maya tersengal. Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa, lalu mengelap dahinya yang bercucuran keringat.

"Kita sudah hampir menelusuri semua ruangan yang ada di sini, tapi tak ada satu pun yang kita dapatkan," keluhnya dengan nada frustrasi.

Sementara itu, Ares mengepalkan tangannya. Sorot matanya dingin saat menatap sekeliling ruangan, seolah mencoba mengingat setiap sudut rumah itu.

"Res, apa kamu nggak pernah tanya soal ini ke Elina?" tanya Amelia, menatap putrinya dengan tatapan tajam.

"Terakhir dia menyimpannya di lemari kamar kami, Mah," jawab Ares. "Kalau sekarang aku tanyakan di mana semua berliannya, tidak mungkin dia akan menjawab. Apalagi hubungan kami sudah tidak sebaik dulu lagi."

"Terus bagaimana ini dong? Kita harus bikin Elina sebangkrut-bangkrutnya sampai dia hidup di jalanan!" sahut Maya dengan nada kesal, tangannya mengepal di pangkuan.

"Sabar, sayang," ujar Ares berusaha menenangkan. "Walaupun berlian Elina tidak kita dapatkan, masih ada perusahaan dan asetnya yang bisa kita miliki."

"Ada apa, Nih?"

Mereka bertiga kompak menoleh. Arman terlihat memasuki ruangan dengan langkah ringan santai.

"Papa? Papa dari mana?" tanya Amelia, menatap suaminya penuh selidik.

"Apa Mama lupa?" jawab Arman tenang sambil duduk di sofa. "Papa kan habis ketemu teman-teman baru Papa."

"Teman baru?" ucap Ares, keningnya berkerut.

"Iya, Res. Papa punya teman baru," balas Arman. "Kamu saja nggak tahu, Papa." Ia lalu mengedarkan pandangan ke wajah mereka satu per satu. "Oh ya, kalian ngapain? Wajah kalian kelihatan kesal semua."

"Kita lagi mencari kembali berlian Elina, Pah. Mumpung dia bermalam di rumah orang tuanya," jelas Maya.

"Bagaimana? Dapat?" tanya Arman lagi.

Mereka semua menggeleng pelan.

"Tidak, Pah. Entah di mana dia menaruhnya," keluh Ares.

"Berlian itu kita skip dulu," ujar Arman dengan nada penuh perhitungan. "Mungkin Elina menyimpan di tempat yang tidak kita ketahui. Sekarang kita fokus ke perusahaan dan asetnya saja. Setelah semua kita dapatkan, kita bisa beli berlian sebanyak yang kalian mau."

Pandangan Arman kemudian beralih ke Ares. "Bagaimana dengan orang kepercayaanmu, Res? Kinerja mereka bagaimana? Jangan sampai kamu ditipu. Kamu sudah mengeluarkan uang banyak."

"Papa tenang saja," jawab Ares yakin. "Orang kepercayaan Ares sangat dapat dipercaya. Mereka sudah menangani banyak klien dan hasilnya memuaskan."

"Bagus," ucap Arman mengangguk. "Dua hari lagi, kan? Pengumuman CEO?"

"Iya, Pah," jawab Ares singkat.

"Mas, kamu masih jadi kandidat CEO?" tanya Maya penuh harap.

"Iya, sayang," jawab Ares dengan senyum bangga. "Namaku sudah masuk dalam daftar kandidat CEO Anderson Group Internasional."

Namun di balik senyum itu, hatinya menyimpan sedikit keraguan, terutama sejak kedatangan Radit dengan kinerja yang nyaris sempurna.

"Aduh, Mama nggak sabar hari itu tiba," seru Amelia antusias. "Pokoknya Mama bakal ke salon, pakai pakaian mewah. Pasti di sana banyak istri-istri sosialita. Mama harus tampil wow!"

"Maya juga nggak sabar banget lihat Mas Ares jadi CEO," ucap Maya dengan mata berbinar.

♡♡

Elina membuka matanya perlahan. Pandangannya menyapu ke kiri dan ke kanan, hingga ia tersadar dirinya sudah berada di atas tempat tidur.

"Pasti aku ketiduran di pelukan Ayah," gumamnya pelan, mengingat kejadian semalam ia mengobrol dengan kedua orang tuanya.

Ia bangkit dari tidurnya, lalu bersandar di kepala ranjang. Tatapannya tertuju pada jam dinding yang berdetak pelan.

"Ternyata baru jam empat pagi..." ucapnya lirih.

Elina meraih tabletnya yang tergeletak di samping ranjang. Dengan gerakan cepat namun tenang, ia membuka kembali rekaman CCTV di rumahnya, ingin melihat apa yang dilakukan para benalu itu saat ia tidak ada.

Beberapa detik kemudian, rahangnya mengeras. Tangannya mengepal saat layar tablet menampilkan Ares dan Maya yang tengah berhubungan intim di kamar mereka.

“Brengsek kamu, Mas!” geram Elina. Ia menghempaskan tabletnya ke atas ranjang, napasnya naik turun, dadanya terasa sesak oleh amarah yang mendidih setelah apa yang baru saja ia lihat.

“Ares! Kamu sudah benar-benar keterlaluan. Aku akan secepatnya menyingkirkan kamu dan keluarga kamu itu.”

♡♡

Di meja makan keluarga Anderson, suasana pagi berlangsung dalam keheningan. Aurelia dan Albert memperhatikan putri mereka yang tampak terlihat dingin. Tak ada senyum di wajah Elina, pandangannya kosong, sementara makanannya hanya ia aduk perlahan tanpa benar-benar disentuh.

“Elina…” ucap Aurelia dengan nada lembut.

Elina menoleh pelan, tatapannya naik tanpa ekspresi berlebihan.

“Makanan Bunda nggak enak, Nak?” tanya Aurelia penuh perhatian.

“Enak, Bun,” jawab Elina singkat.

“Terus kenapa cuma diaduk doang, Nak?”

“Maaf, Bun.” Elina segera menyuap makanannya, lalu memaksakan senyum kecil ke arah bundanya, seolah tak ingin menimbulkan kekhawatiran lebih jauh.

“Sayang, bagaimana dengan acara besok malam? Ayah dapat kabar dari Arga kamu membuat pesta mewah?” tanya Albert, sorot matanya menyelidik namun tetap hangat.

Elina mengangguk pelan. “Iya, Yah.”

“Kenapa harus mewah, Nak? Bukan Ayah nggak setuju. Ini kan hanya pengangkatan CEO, bukan acara ulang tahun perusahaan,” ucap Albert dengan nada tenang.

Elina tak langsung menjawab. Senyum tipis kembali terukir di wajahnya—senyum yang tak sepenuhnya bisa ditebak.

“Elina telah menyiapkan langkah besar.”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!