"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "
Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.
Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Daftar kedua
Pondok terpencil itu terasa dingin, meskipun api di perapian masih menyala, memuntahkan cahaya oranye yang menari-nari di dinding kayu. Namun, dingin itu bukan berasal dari suhu udara, melainkan dari kenyataan pahit yang kini terhampar di hadapan Meylie dan Fernandez. Di layar laptop, gelombang frekuensi suara Tuan Z tumpang tindih dengan suara otoritatif dari video penyiksaan Yu dengan akurasi yang mengerikan: sembilan puluh lima persen. Sebuah konfirmasi yang tidak terbantahkan. Tuan Z, produser film papan atas, pemilik 'Perusahaan Berlian Hitam', adalah Operator Utama. Dia adalah salah satu monster yang terlibat langsung dalam penderitaan dan kematian Yu.
Fernandez menyandarkan punggungnya ke kursi, wajahnya pucat pasi, matanya membelalak. "Dia... dia benar-benar ada di sana. Dia yang memberi perintah." Suaranya bergetar, bercampur antara kengerian dan sebuah resolusi yang baru ditemukan. "Ini... ini bisa menjatuhkannya, Meylie. Bukti suara ini sangat kuat."
Meylie hanya mengangguk, tatapannya dingin dan tajam, menatap lurus ke foto Tuan Z di layar. Amarah yang membara di dalam dirinya kini telah terkendali, berubah menjadi sebuah tekad baja yang tak tergoyahkan. Yu adalah pahlawan yang gugur, dan Meylie adalah penerus perjuangannya.
"Ini akan menjatuhkannya, Fernandez," Meylie mengoreksi, suaranya mantap. "Tapi kita tidak berhenti di sana. Dia adalah Operator Utama, ya. Dia mengelola logistik pembunuhan, menyembunyikan jejak, dan mengendalikan jaringan korupsi. Tapi dia bukan dalang utamanya. Dia takut pada 'The Senator'. Dia hanya pion." Meylie menunjuk ke peta pikiran di dinding, ke puncak piramida yang masih kosong, bertuliskan "The Senator (Dalang Utama)". "Kita harus menggunakan Tuan Z untuk mencapai The Senator. Untuk menjatuhkan seluruh piramida ini."
Fernandez menghela napas panjang. "Aku tahu. Tapi bagaimana? Tuan Z adalah orang yang sangat berhati-hati. Dia tidak akan mudah untuk dipancing. Dia punya pengawal, koneksi, dan dia akan melakukan apa saja untuk melindungi dirinya dan orang di atasnya."
Meylie mengangguk. "Itulah mengapa kita harus menyusun profil lengkap tentangnya. Kebiasaan, koneksi, kelemahan pribadinya, dan tempat-tempat yang ia kunjungi. Kita harus memahami psikologi dan posisinya dalam hierarki kejahatan ini."
Selama beberapa hari berikutnya, pondok itu berubah menjadi markas operasi yang lebih intens. Mereka menggali lebih dalam ke dalam data "THE DEEP STATE" milik Yu, mencari setiap informasi yang berkaitan dengan Tuan Z. Fernandez, dengan keahlian digitalnya, menembus lapisan-lapisan keamanan yang lebih dalam, mencari data yang mungkin Yu sembunyikan tentang kebiasaan pribadi Tuan Z.
Mereka menemukan bahwa Tuan Z adalah seorang pria dengan citra publik yang sempurna: seorang produser film yang dihormati, filantropis, dan kolektor seni yang berbudaya. Dia jarang muncul di media, tetapi ketika dia melakukannya, dia selalu menampilkan aura keseriusan dan integritas. Namun, di balik fasad itu, Yu telah mengumpulkan bukti yang menunjukkan sisi gelap Tuan Z.
"Dia adalah seorang pengendali," Fernandez berkata, menunjuk ke beberapa catatan Yu. "Dia menyukai kekuasaan absolut, tapi dia tidak suka menjadi pusat perhatian. Dia lebih suka menarik benang dari belakang layar."
"Itu menjelaskan mengapa dia menjadi Operator Utama," Meylie menimpali. "Dia memiliki kekuatan operasional yang luas, mampu mengendalikan banyak orang dan sumber daya, tetapi dia tetap takut pada atasannya. Dia adalah perantara yang sempurna: cukup berkuasa untuk menjalankan operasi brutal, tetapi cukup penakut untuk tetap setia pada Dalang Utama."
Mereka menemukan beberapa kebiasaan pribadi Tuan Z yang Yu catat:
Kolektor seni obsesif: Selain galeri pribadinya, Tuan Z memiliki sebuah ruang penyimpanan rahasia di sebuah gudang di pinggir kota, tempat ia menyimpan karya seni yang sangat langka dan berharga, beberapa di antaranya dicurigai hasil pencucian uang.
Antisosial namun haus koneksi: Meskipun menghindari sorotan publik, Tuan Z sering mengadakan pertemuan pribadi yang sangat eksklusif di properti-propertinya yang terpencil, terutama di resor pulau pribadinya. Pertemuan-pertemuan ini bukan hanya untuk bisnis, melainkan juga untuk ritual-ritual sekte yang Yu sebutkan.
Paranoid terhadap jejak digital: Tuan Z memiliki tim ahli IT yang sangat canggih untuk membersihkan jejak digitalnya. Dia jarang menggunakan email atau telepon biasa untuk komunikasi sensitif, lebih memilih kurir pribadi atau sistem komunikasi terenkripsi yang rumit.
Ambisius dan serakah: Yu mencatat bahwa Tuan Z selalu mencari cara untuk meningkatkan kekuasaan dan kekayaannya, bahkan jika itu berarti mengorbankan orang lain. Namun, ia juga sangat berhati-hati agar tidak menarik perhatian pihak berwenang.
"Kelemahannya adalah ketakutannya," Meylie menyimpulkan. "Ketakutannya akan kehilangan semua yang dia miliki, dan ketakutannya pada 'The Senator'."
Konflik utama mereka adalah bagaimana memancing Tuan Z keluar tanpa memberitahunya bahwa mereka memiliki video yang menunjukkan suaranya. Jika Tuan Z tahu mereka memiliki bukti suara itu, ia akan segera menghilang, menghancurkan semua jejak, dan mungkin mengirimkan seluruh jaringannya untuk memburu mereka sampai mati. Mereka tidak bisa mengambil risiko itu. Mereka harus membuatnya datang kepada mereka, di tempat yang mereka kendalikan, tanpa dia menyadari bahwa dia sedang berjalan ke dalam perangkap.
"Kita harus membuatnya percaya bahwa kita memiliki sesuatu yang dia inginkan, sesuatu yang dia butuhkan untuk dihancurkan, tapi bukan bukti suara itu," Meylie merenung, menatap peta pikiran di dinding. "Sesuatu yang akan membuatnya panik dan bertindak gegabah."
Fernandez mengangguk. "Dia adalah pria yang sangat terorganisir. Dia tidak akan bertindak tanpa perencanaan. Kita harus memberinya alasan yang sangat kuat, alasan yang masuk akal baginya untuk bertemu dengan kita secara pribadi, tanpa pengawalnya."
Meylie berpikir keras. "Dia ingin tahu bagaimana aku mendapatkan akses ke apartemen Yu. Dia ingin tahu bagaimana aku mendapatkan buku catatan itu. Dia ingin tahu apakah ada salinan lain yang keluar."
"Tepat," Fernandez menyetujui. "Dia pasti mengira Anda adalah mata-mata atau peretas yang dipekerjakan oleh pihak lain. Dia tidak akan mengira Anda adalah kekasih Yu yang berduka."
Sebuah ide mulai terbentuk di benak Meylie. Sebuah ide yang berani, namun berpotensi mematikan.
"Kita akan memberinya salinan 'daftar hitam' palsu," Meylie berkata, matanya berkilat. "Sesuatu yang tampak meyakinkan, tetapi tidak sepenuhnya sama dengan yang asli. Kita akan membuatnya percaya bahwa Yu telah mengirimkan salinan itu kepadaku, untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padanya."
Fernandez menatapnya, alisnya terangkat. "Salinan palsu? Itu berisiko. Jika dia menyadarinya..."
"Dia tidak akan menyadarinya jika kita membuatnya cukup meyakinkan," Meylie memotong. "Yu adalah seorang paranoid. Dia mungkin memang memiliki beberapa salinan 'daftar hitam' yang berbeda, dengan tingkat detail yang berbeda, untuk berbagai tujuan. Kita akan membuat satu yang cukup untuk membuatnya panik, cukup untuk membuatnya percaya bahwa ini adalah ancaman nyata baginya."
Perkembangan karakter Meylie semakin menunjukkan kecerdasan strategisnya. Ia tidak lagi hanya membalas dendam, tetapi juga menjadi seorang ahli manipulasi yang mampu membaca pikiran musuhnya dan mengeksploitasi ketakutan mereka.
"Kita harus mengisolasi dia," Meylie melanjutkan. "Kita harus membuatnya datang ke tempat di mana dia merasa aman, tetapi sebenarnya dia berada dalam kendali kita. Tempat yang tidak mencolok, tetapi memiliki pintu keluar tersembunyi. Tempat yang jauh dari mata-mata dan pengawalnya."
"Resor pulau pribadinya?" Fernandez bertanya.
Meylie menggeleng. "Terlalu jauh, terlalu terkontrol olehnya. Dia akan membawa seluruh pasukannya ke sana. Kita butuh tempat yang lebih netral, lebih mudah diakses olehnya, tetapi juga mudah bagi kita untuk mengisolasi dia."
Mereka kembali ke peta kota, mencari lokasi yang sesuai. Fernandez menyarankan beberapa galeri seni tua yang ia tahu memiliki ruang penyimpanan bawah tanah atau pintu keluar rahasia, tempat-tempat yang sering digunakan untuk transaksi seni ilegal.
"Sebuah galeri seni," Meylie bergumam. "Itu cocok dengan persona Ling. Sebuah pertemuan bisnis yang sah, dengan alasan yang masuk akal."
"Jadi, kita akan membuat salinan palsu 'daftar hitam' Yu," Fernandez menyimpulkan. "Apa isinya?"
"Kita tidak bisa memasukkan semua detail," Meylie menjelaskan. "Itu terlalu banyak untuk dibuat palsu, dan kita harus menjaga keamanan data asli. Kita akan memilih beberapa nama penting, beberapa transaksi keuangan yang Yu catat di awal 'THE DEEP STATE', dan beberapa petunjuk samar tentang ritual sekte. Cukup untuk membuatnya percaya bahwa ini adalah bagian dari bom waktu Yu."
Mereka mulai merancang umpan itu. Fernandez, dengan keterampilan desain grafisnya, membuat dokumen-dokumen palsu yang tampak otentik: spreadsheet dengan nama-nama politisi dan taipan media yang Yu sebutkan, beberapa kontrak budak yang disederhanakan, dan bahkan beberapa foto buram dari pertemuan rahasia yang ia temukan di arsip Yu, yang mereka 'modifikasi' sedikit agar terlihat seperti salinan asli. Mereka menyajikannya dalam sebuah USB drive yang tampak usang, seolah-olah itu adalah salinan yang Yu simpan dengan hati-hati.
"Ini akan menjadi kunci untuk menariknya," Meylie berkata, memegang USB drive palsu itu. "Kita akan membuatnya percaya bahwa inilah satu-satunya salinan yang tersisa, salinan yang Yu berikan kepadaku sebagai 'asuransi' terakhirnya."
"Bagaimana cara menghubunginya?" Fernandez bertanya. "Dia tidak akan menjawab panggilan dari nomor tak dikenal."
"Aku akan menggunakan persona Ling," Meylie membalas. "Seorang investor seni yang tertarik pada salah satu koleksi pribadinya. Aku akan menggunakan koneksi yang kubangun di dunia seni untuk mendapatkan akses. Aku akan mengklaim bahwa aku menemukan 'dokumen' ini di antara barang-barang Yu yang ditinggalkan, dan aku ingin menjualnya kepada orang yang paling berkepentingan."
"Menjualnya?" Fernandez mengerutkan kening.
"Ya. Keserakahan adalah kelemahan terbesarnya," Meylie menjelaskan. "Dia akan berpikir dia bisa membeli keheninganku, membeli bukti itu, dan kemudian menghancurkannya. Dia tidak akan mengira aku ingin menjebaknya."
Meylie tersenyum tipis, senyum yang dingin namun penuh kemenangan. "Aku akan memancingnya. Aku akan membuatnya percaya bahwa aku adalah seorang oportunis, seorang investor yang melihat peluang dalam tragedi. Dia akan meremehkanku. Dan itu akan menjadi kesalahannya."
Mereka menyusun skenario pertemuan: Meylie, sebagai Ling, akan menghubungi Tuan Z melalui perantara yang kredibel di dunia seni, menawarkan untuk menunjukkan "artefak unik" yang ia temukan, yang berkaitan dengan "sejarah gelap industri hiburan." Ia akan menekankan bahwa ini adalah kesempatan untuk "mengamankan aset berharga" sebelum jatuh ke tangan yang salah.
"Tuan Z akan datang," Meylie berkata, matanya berkilat. "Dia akan datang untuk menghancurkan bukti itu, dan mungkin juga untuk menghancurkanku. Tapi dia tidak tahu, bahwa dia sedang berjalan ke dalam jebakan yang kita buat."
Fernandez mengangguk, ketakutan di matanya kini bercampur dengan semangat perburuan yang dingin. "Kita harus sangat berhati-hati. Dia akan membawa pengawal. Dia akan mencoba mengujimu."
"Aku sudah siap," Meylie membalas, tatapannya tegas. "Aku telah berlatih. Aku telah mempersiapkan diri. Aku tidak akan menjadi korban lagi."
Meylie melihat kembali ke puncak piramida yang masih kosong, tempat "The Senator" bersembunyi. Tuan Z adalah anak tangga berikutnya. Dan dengan umpan yang dirancang dengan cermat ini, Meylie yakin ia bisa menangkapnya, mengisolasi dia, dan memaksanya untuk mengungkap siapa Dalang Utama yang sebenarnya.
Malam itu, pondok itu dipenuhi dengan aura antisipasi. Mereka telah memahami peran Operator, dan kini mereka siap untuk menjatuhkannya. Perburuan ini telah memasuki babak yang paling berbahaya, namun Meylie, sang Ling, siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang. Ia akan menjadi predator yang lebih cerdas, lebih licik, dan lebih bertekad daripada musuhnya. Jebakan telah dipasang.
Bab 23: Jebakan Galeri Seni
Ponsel Meylie, sebuah model burner yang terenkripsi, bergetar di tangannya. Di layar, nama seorang kurator seni ternama, Tuan Lee, muncul. Meylie menarik napas dalam, memejamkan mata sejenak, lalu mengangkat panggilan itu. Suaranya, ketika ia berbicara, adalah suara Ling: dingin, percaya diri, dan penuh otoritas.
"Tuan Lee," sapa Meylie, dengan sedikit aksen Eropa yang halus. "Terima kasih sudah menghubungi. Jadi, Tuan Z tertarik dengan tawaran saya?"
Di seberang sana, suara Tuan Lee terdengar sedikit gugup. "Nona Ling, saya harus katakan, Tuan Z sangat jarang menerima tawaran dari pihak luar, apalagi yang bersifat pribadi. Tapi... dia memang tertarik dengan 'artefak' yang Anda seyakini berasal dari mendiang Yu. Dia ingin tahu lebih banyak."
"Saya jamin, ini bukan sekadar 'artefak'," Meylie membalas, nadanya tenang namun penuh keyakinan. "Ini adalah bagian dari sejarah yang bisa mengubah banyak hal. Dan saya bersedia menunjukkan bukti awal kepadanya, secara pribadi, di tempat yang saya pilih."
Ada keheningan singkat di seberang sana. Tuan Z, melalui perantaranya, mencoba menguji batasnya. Meylie tahu ini. Tuan Z adalah pengendali, dia tidak suka beroperasi di bawah kendali orang lain.
"Tuan Z bersedia bertemu," Tuan Lee akhirnya berkata, suaranya sedikit lebih mantap. "Tapi dia ingin bertemu di galeri pribadinya. Dia merasa lebih nyaman di sana."
"Tidak," Meylie memotong, tanpa ragu. "Saya yang memiliki 'artefak' ini. Dan saya yang menentukan lokasinya. Galeri 'The Obsidian Veil' di distrik lama. Saya sudah memesan ruang pameran pribadi untuk malam ini. Jam sembilan. Hanya kami berdua."
Fernandez, yang duduk di samping Meylie di pondok, menatapnya dengan ekspresi kagum. Galeri 'The Obsidian Veil' adalah pilihan Meylie. Sebuah galeri tua yang megah namun agak terbengkalai, dikenal memiliki banyak ruang kosong, lorong-lorong tersembunyi, dan beberapa pintu keluar rahasia yang dulunya digunakan untuk menyelundupkan karya seni. Itu adalah tempat yang sempurna untuk jebakan mereka.
"Galeri itu... Tuan Z merasa sedikit ragu," Tuan Lee mencoba bernegosiasi. "Terlalu umum, katanya."
"Atau terlalu banyak sudut gelap yang tidak bisa dia kontrol?" Meylie membalas, sedikit menyindir. "Katakan padanya, jika dia tidak nyaman, dia bisa melewatkan kesempatan ini. Saya yakin banyak kolektor lain yang akan tertarik dengan 'artefak' ini. Termasuk beberapa nama yang mungkin tidak ingin dia melihatnya."
Ancaman halus itu berhasil. Tuan Z tidak bisa mengambil risiko "daftar hitam" itu jatuh ke tangan yang salah. Keserakahannya dan ketakutannya adalah kelemahan terbesarnya.
"Baiklah, Nona Ling," Tuan Lee menghela napas pasrah. "Dia akan datang. Jam sembilan malam ini. Tapi dia akan membawa pengawal."
"Tentu saja," Meylie tersenyum dingin. "Saya tidak mengharapkan yang kurang dari seorang pria dengan kekuasaan seperti Tuan Z. Tapi katakan padanya, pertemuan pribadi berarti pribadi. Hanya dia dan saya di dalam ruangan."
"Saya akan sampaikan," Tuan Lee berkata, lalu mengakhiri panggilan.
Meylie meletakkan ponselnya, menatap Fernandez. "Dia datang."
Fernandez mengangguk, ekspresinya serius. "Jebakan sudah diaktifkan. Sekarang kita harus memastikan semuanya berjalan sesuai rencana."
Galeri 'The Obsidian Veil' menjulang di hadapan Meylie seperti sebuah katedral kuno yang diselimuti misteri. Fasad batunya yang gelap, dihiasi ukiran-ukiran gargoyle yang menakutkan, tampak lebih menyeramkan di bawah cahaya bulan yang redup. Bagian dalam galeri itu luas dan sunyi, dengan langit-langit tinggi dan pilar-pilar batu yang menjulang. Aroma debu tua, cat minyak, dan kelembapan memenuhi udara. Meylie telah memilih ruang pameran pribadi di lantai dua, sebuah ruangan terpencil di bagian belakang galeri yang memiliki pintu kayu tebal dan jendela yang menghadap ke gang sempit. Fernandez telah memastikan bahwa sistem keamanan galeri, yang sudah tua, telah dinonaktifkan atau dimanipulasi dari jarak jauh.
Meylie tiba tepat pukul 20.45. Ia mengenakan gaun malam hitam yang elegan, dengan potongan yang menonjolkan siluet tubuhnya namun tetap memungkinkan gerak bebas. Rambutnya diikat cepol tinggi, menonjolkan lehernya yang jenjang. Riasan wajahnya minimalis namun tajam, dengan lipstik merah gelap yang memberikan kesan kuat. Di tangannya, ia membawa tas tangan kecil yang berisi USB drive palsu, perekam suara mini tersembunyi, dan sebuah jarum bius yang telah ia siapkan.
Ia berjalan melewati lobi galeri yang kosong, langkahnya mantap, tanpa suara. Penjaga keamanan yang Meylie 'sogok' sebelumnya hanya mengangguk padanya, berpura-pura tidak melihat. Meylie naik ke lantai dua, menuju ruang pameran pribadi yang telah ia siapkan. Di dalamnya, hanya ada satu meja kaca kecil dan dua kursi. Pencahayaan diatur redup, menciptakan suasana intim namun juga tegang.
Pukul 21.00 tepat, suara langkah kaki berat terdengar dari bawah. Tuan Z telah tiba.
Meylie berdiri di tengah ruangan, membelakangi pintu, menatap sebuah lukisan abstrak gelap yang sengaja ia pilih sebagai latar belakang. Ia mengambil napas dalam-dalam, menenangkan detak jantungnya yang berpacu. Ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu.
Pintu ruang pameran terbuka. Meylie tidak berbalik. Ia mendengar suara langkah kaki yang berat, diiringi oleh suara derit sepatu kulit yang lebih halus. Tuan Z dan pengawalnya.
"Nona Ling," suara Tuan Z terdengar, dalam dan serak, persis seperti yang ia dengar di rekaman video penyiksaan Yu. Meylie merasakan bulu kuduknya berdiri, namun ia tidak menunjukkan reaksi apa pun. "Saya Tuan Z. Senang akhirnya bisa bertemu dengan Anda."
Meylie berbalik perlahan, menampilkan senyum tipis yang dingin. Tatapannya bertemu dengan mata Tuan Z. Pria tua itu mengenakan setelan jas mahal, rambutnya disisir rapi, dan matanya yang dingin memancarkan aura kekuasaan yang menakutkan. Di belakangnya, berdiri dua pria berjas hitam, tinggi dan berotot, dengan ekspresi kosong di wajah mereka. Pengawal pribadi Tuan Z.
"Tuan Z," Meylie membalas, suaranya mantap. "Kehormatan bagi saya. Saya harap perjalanan Anda tidak terlalu merepotkan."
Tuan Z tidak membalas. Matanya menyapu ruangan, menilai setiap detail, mencari celah, mencari ancaman. Lalu, tatapannya tertuju pada Meylie, mencoba mengujinya. "Saya dengar Anda memiliki sesuatu yang... menarik. Sesuatu yang ditinggalkan oleh mendiang Yu."
"Memang," Meylie mengangguk, lalu menunjuk ke meja kaca. "Silakan duduk, Tuan Z. Kita bisa bicara lebih nyaman."
Tuan Z ragu sejenak, lalu melirik pengawalnya. Salah satu pengawal itu melangkah maju, mencoba memeriksa kursi dan meja. Meylie hanya tersenyum tipis.
"Saya jamin, Tuan Z, tidak ada yang perlu Anda khawatirkan di sini," Meylie berkata, nadanya sedikit menyindir. "Kecuali jika Anda punya rahasia yang tidak ingin terungkap."
Tuan Z mendengus, lalu mengisyaratkan pengawalnya untuk mundur. "Tidak perlu. Saya percaya Nona Ling adalah wanita yang profesional." Ia duduk di salah satu kursi, pengawalnya berdiri di belakangnya, menjaga jarak.
Meylie duduk di seberangnya, meletakkan tas tangannya di atas meja. "Saya mengerti Anda tertarik pada 'artefak' ini. Yu adalah seorang seniman yang unik. Dia tidak hanya menciptakan seni di atas panggung, tetapi juga dalam hidupnya."
"Saya lebih tertarik pada apa yang bisa dijual, Nona Ling," Tuan Z membalas, nadanya angkuh. "Saya mendengar Anda memiliki semacam dokumen. Daftar."
"Sebuah daftar," Meylie membenarkan, lalu mengeluarkan USB drive palsu dari tasnya. Ia meletakkannya di atas meja, di antara mereka. "Ini adalah salinan yang Yu berikan kepada saya, beberapa waktu sebelum kematiannya. Dia bilang itu adalah 'asuransi' terakhirnya."