NovelToon NovelToon
Gianna

Gianna

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: the devvu

Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Cerita Pertama

Gianna berusia 24 di tahun ini

Tangan dia menarik rambut keatas untuk diikat dengan pita polkadot membuat dia merasa lega dan ringan dengan rambut yang rapi, dengan baju piyama merah dirinya bercermin "sudah," kalimat sendirian.

Melangkah keluar dari kamar pribadinya yang elegan bernuansa minimalis dirinya menutup pintu berjalan menyelusuri anak tangga menuju lantai dasar.

Gianna menatap sekeliling apartemen yang luas, besar dan rapi. Ini adalah miliknya yang dia beli sekitar tiga tahun lalu berada di pusat kota metropolitan menjadikan Gianna mudah menjangkau jarak tempuh tempat dimana dirinya bekerja.

hanya ada kesepian dan keheningan.

"sudah biasa," Katanya. melihat apartemen tempat dirinya tinggal begitu sunyi. Gianna melangkah cepat menuju dapur dan meraih handel kulkas.

Mata coklat hazelnut menatap sekeliling isi dalam kulkas, lalu menarik satu buah apel yang segera dia makan kedalam mulutnya.

Memikirikan makan malam sejenak dengan punggung yang menyender disamping meja, tidak butuh waktu lama suara bel menyadarkan lamunan.

Gianna melangkah menuju pintu sebelum dia melihat layar yang terpasang pada dinding memperlihatkan siapa yang ada disana.

Gianna membuka pintu besar dan tinggi itu, "Halo, mari masuk." Ujar dia, Gadis berusia 25 Ambarawa Nancy Rompies.

Wanita yang sudah dianggap bukan sekedar sahabat tapi saudara kandung, chemistry bahkan kedekatan Gianna dengan keluarga Ambar sudah tidak perlu untuk di ragukan kembali.

"Apa yang kamu bawa," tanya Gianna

"Makanan favorit mu Anna" ujar Ambar dengan panggilan Anna Alias Gianna.

"Taruh di pantry nanti aku saja yang menyiapkan, tunggu saja disana." ujar Gianna memberikan perintah.

Sebelum itu Ambar meraih gelas mengisi dengan Air putih untuk Ambar minum.

"Aku Tunggu," sembari melangkah Ambar menuju meja makan dengan interior mamer yang terlihat luas.

Tidak menunggu lama, Gianna datang menuju meja.

"untuk mu," ujar Anna menaruh piring ditempat Ambar berada. "Terimakasih," lanjut Ambar.

Makan malam berlangsung dengan obrolan dan tawa, dunia Gianna tidak terasa begitu sepi jika Ambar ada disana.

Bagi Gianna, Ambar adalah suatu sinar dari kegelapan dan kesepian yang selalu menyelimuti harinya.

"bagaimana dengan tawaran ayahmu?," tanya Ambar. Gianna mendengar pertanyaan itu dia menaruh sendok yang sebelumnya ada di tangan dan mengganti menarik gelas di depannya kemudian Anna minum sebagai penenang.

Ambar yang melihat, dia bisa membaca pertanyaan yang diucapkan sedikit sensitif untuk Anna.

"Akan aku pikirkan," jawab Anna singkat.

"Datanglah kerumah Daddy dan Mommy merindukan mu," ujar Ambar yang beranjak dari duduknya untuk menuju balkon.

"Aku akan datang besok," Jawab Gianna dengan perasaan yang merubah suasana hati menjadi senang.

Gianna merasa hangat jika mendengar Mommy dan Daddy, mereka adalah orang tua kandung Ambar yang sudah merawat Gianna sejak kecil.

Mereka peran yang membuat Gianna lebih terasa semangat dan tetap hidup, dia merasa cinta kasih serta kebahagiaan disana.

Ambar tumbuh besar dalam keluarga cemara penuh kasih, namun Ambar tidak membawa dirinya sendiri Gianna ikut dalam cinta kasih dan kebahagiaan keluarga Ambar didalamnya sebab orang tua Ambar merawat Gianna sebagai anak asuh mereka.

Ambar menatap sekeliling kota yang sedikit kelap mengingat hujan baru saja reda. dengan wajah yang tegas bercampur Eropa genetik ayah dan Asia dari sang ibu, memperlihatkan bentuk seksi dari dalam dirinya.

"Mari kita pergi, aku merasa bosan." Kalimat Gianna yang ternyata sudah ada di tempat yang sama. "kemana?," lanjut Ambar.

"Kita pergi ke Club biasa," kata Gianna. "Let's go" ujar Ambar berbalik dan melangkah pergi.

Informasi Penulis

Sebuah Cerita Gianna akan Update tiga kali dalam seminggu, tetap disini dan lanjut membaca ya teman-teman.

Salam hangat

The devvu

1
Amiera Syaqilla
hello author🤗
the devvu: hallo Amiera Syaqilla ❤️
total 1 replies
the devvu
stay tune up halaman terbaru😍
devvuholic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!