Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pangeran Xavier Untuk Menikahi Kayana
Pangeran xavier begitu buas mencium bibir kayana sampai bengkak.
"Pangeran xavier hentikan." Lirihnya, pangeran xavier menciumi leher jenjangnya. Tetapi pengeran xavier terus melakukannya.
Pangeran xavier menatap kayana yang tubuh atasnya sudah naked. "Kamu cantik sekali sayang, aku ingin kamu membuka matamu. ini mimpi mu sayang, mimpi kita berdua. Aku akan selalu datang di setiap mimpi mu sayang." Ucapnya dengan mata penuh obsesi.
Kayana bagaikan boneka hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Sedangkan di sebuah markas.
"Boss, kenapa tadi tidak makan di kantin? Tanya alaska.
Albert menatap intens alaska." Malas." Jawabnya dengan nada dingin.
Arhan tersenyum tipis. "Karena belva kah boss? boss maaf ni ya. Belva itu selalu mengikuti boss, bagaikan dia kekasih boss." Sambung arhan tersenyum tipis.
"Dia bukan kekasih ku arhan." Jawabnya lebih dingin.
"Boss, kamu harus tegas. Dia memang telah menolong mu, tetapi dia selalu menempel kepadamu. Terlebih lagi aku lihat kedekatannya ke kamu membuat dirinya sombong." Sambung liam yang dari tadi haya menyimak saja.
"Benar boss, nanti di kala kamu menyukai seorang wanita, wanita itu tidak akan mau dekat dengan mu, karena adanya dirinya." sambung luthfi.
Albert hanya diam. Pikirannya pun sedang kacau dengan hadirnya seorang gadis yang telah menarik perhatiannya di sekolah.
Sedang di kamar kayana.
"Ah." Desah keluar dari mulut kayana. Pangeran xavier seperti bayi sedang menyusu. Pangeran xavier benar-benar tidak menahan hasratnya. Tangannya pun bermain di bunga indah kayana membuat kayana membusungkan tubuhnya.
"Sayang, katakan kamu milik ku." Ucapnya dengan nada serak.
"Tidak, aku milikku. Akh.." Teriaknya kembali pangeran xavier mempercepat gerakan tangan di bunga kayana. Dan hisapannya tambah kuat.
"Kalau begitu aku akan memiliki mu seutuhnya sayang." Ucapnya dengan nada dingin dan sorot mata penuh kilatan obsesi. Aku sudah mempersiapkan pernikahan kita, besok aku akan menikahi mu. Mungkin tanpa kamu ketahui. Hari ini aku akan mencicipi tubuh mu, tetapi besok setelah kita menikah. Aku tidak akan lagi menahan sayang." Desisnya rendah menahan hasratnya yanga seakan-akan berteriak.
Kayana akhirnya mencapai puncak. Pangerannya xavier langsung mencium bibir kayana, melumatnya dan menyesapnya dengan begitu intens dan dalam. Tangannya tidak tinggal diam, bermain di squishy kayana. Membuat kayana sesak karena ciumannya begitu intens dan melepaskannya setelah melihat kayana tidak bisa bernapas.
Pangeran xavier menatap wajah kayana dengan intens. "Sayang, besok adalah hari pernikahan kita, dan kamu tidak akan bisa lari dariku lagi." bisiknya pelan. "Sekarang tidurlah sayang, aku ingin mengeluarkan hasrat ku di kamar mandi. Tetapi besok kamu yang akan meredam setelah kita menikah." Sambungnya dengan nada menekan. Dia mengecup bibir kayana lalu pergi ke kamar mandi.
Pangeran xavier hanya memberikan tanda merah di sekujur tubuh kayana begitu banyak. Tempat-tempat sensitif pun di jelajahinya. tetapi dia tidak melakukan lebih dari itu. Mata kayana kembali terpejam. Tertidur kembali.
Sedangkan di tempat berbeda seorang pemuda tersenyum menyeringai. "Xavier, kamu pikir kamu bisa mengecoh ku. Tidak semudah itu xavier. Sama seperti mu, aku pun berkecimpung di dunia bawah telah lama. Bukan hanya namamu yang melegenda. Tetapi namaku pun juga. Negara S, baby aku akan datang." Ucapnya dengan seringai yang tajam.
"Tuan muda Arlo." Panggil brian.
"Hmm, bagaimana brian semuanya sudah beres, jika jika sudah kita berangkat." Ucapnya dengan nada dingin.
Brian menatap lekat Arlo. "Maaf tuan muda, sepertinya tidak bisa sekarang. Pengganggu tuan kembali mengusik lagi." Ucapnya dengan nada dingin.
Mata arlo langsung tajam bagaikan pisau. "Kita habisi mereka dulu brian, aku sudah muak dengan mereka. Aku tidak perduli mereka itu keluargaku." Jawabnya dengan nada dingin.
"Baik tuan muda, tetapi kita membutuhkan waktu sebulan untuk membersikan mereka." Jawabnya dengan nada sopan namun dingin.
Arlo menyandarkan tubuhnya di sandaran kursinya. Tidak apa-apa brian, setelah itu aku akan mencari calon istriku di negara S. Kita selesaikan urusan kita pada mereka. Aku tidak peduli mereka pernah mengangkat ku anak." Sambungnya dengan nada dingin.
"Baik tuan muda." Jawabnya dengan nada cepat.
Sedangkan dia kamar kayana.
Pangeran xavier masih setia mengelus dan mengecup bibir calon istrinya. "Hmm, sayang. Aku masih menahan diri, untuk memiliki mu seutuhnya. Aku akan membuat kamu jatuh cinta setelah ini, menjadi orang yang berbeda. Cinta yang tulus, yang kamu inginkan akan terkabul, aku mencintai kamu yang sekarang sayang." Lanjutnya kembali. "Aku akan berubah untuk mu, jadi kamu tidak perlu pergi lagi." Sambungnya kembali. "Dan besok adalah hari pernikahan kita." lanjutnya kembali.
Pangeran xavier bangkit dari kasur kayana. karena waktunya kayana terbangun. "Aku pergi sayang." Bisiknya di telinga kayana dan mengecup bibir kayana. Dia menatap kayana intens. "Aku masih merasa kurang sayang." Lanjutnya kembali. Lalu mencium bibir kayana dengan penuh hasrat dan posesif.
Dia mencium bibir kayana lama dan memejamkan matanya menikmati manisnya bibir calon istrinya. Setelah puas dia bangkit dari kasur kayana, menoleh sebentar dan tersenyum puas, lalu pergi dengan siulan kemenangan.
Beberapa jam kemudian kayana terbangun. Dia menatap sekelilingnya. "Kok aku merasa lelah ya?" Kayana tidak ingat apa-apa. Dia langsung menuju kemar mandi.
Di dalam kamar mandi dia bercermin.
Deg..
"Kenapa bibir ku bengkak, ini juga kenapa leherku dan squishy ku merah di sekitarnya juga banyak tanda merah." Dia masuk keruang head shower untuk mandi dan melihat tubuhnya.
Deg...
"Sekujur tubuh ku banyak tanda merah. Hmm, mungkin aku alergi." Batinnya yakin dan sedikit bingung.
Sedangkan di sebuah mobil.
Seorang pria membuka laptopnya kembali, dia ingin melihat calon istrinya yang terbangun dari tidurnya. "Hans, kamu sudah menyiapkan untuk besok hans, aku tidak ingin gagal." Perintahnya dengan nada dingin.
"Sudah pangeran semuanya sudah aku siapkan. Aku sudah memberikan obat itu kepada ibu kantin. Jadi, besok nona kayana bisa anda bawa untuk menikah." Jawabnya dengan nada yakin.
Pangeran xavier tersenyum penuh kemenangan. "Kamu melarikan diri, maka aku lebih unggul sayang, aku sudah sampai tujuan ku, menangkap mu. Besok aku pastikan kamu menjadi milikku, milik xavier seorang." Ucapnya dengan mata sepenuh cinta dan obsesi, melihat kayana sedang memakai pakaiannya. "Dan tubuhmu besok pun akan menjadi milik kita berdua. Aku sudah menyiapkan kamar indah untuk kita. jadi, ketika kamu terbangun setelah kita menikah kamu akan terkejut sayang." Gumamnya dengan nada lembut penuh penekanan.
Sedangkan kayana susah selesai memakai pakaiannya. Kini dia bangkit berjalan keluar. "Aku pakai cimol saja, lebih enak mengunakan cimol malam-malam seperti ini." Ucapnya dengan nada bersemangat.
Kayana akan pergi ke mini market membeli cemilan menggunakan cimol motornya. Dia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Namun di jalan sepi beberapa orang pria sedang tawuran. "Hmm, itukan Albert dan tema-temannya. Aku bantu, tadi pagi dia membantuku. Sepertinya ini perkelahian antara genk." Gumamnya kecil.
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪