NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:449.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Menemui Purba

Kirana memilih untuk mengalah dan pulang dengan tangan hampa. Yang terpenting ia sudah berusaha menemui Aldo dan menyampaikan segala hal yang ingin diutarakannya.

Setelah itu, Kirana memilih untuk menghubungi Purba.

"Halo, Pur."

"Hem," sahut Purba.

"Kamu lagi di Malang atau di Jakarta?"

"Semalam aku baru tiba di Jakarta," jawab Purba. "Ada apa tumben kamu telepon aku? Apa kamu sudah lahiran?"

"Belum,"

"Terus?"

"Bisa kita ketemu, Pur."

"Kenapa?"

"Lebih baik kita bicara langsung. Gak enak lewat telepon,"

"Ya sudah kamu ke apartemenku aja. Aku lagi santai,"

"Oke,"

Dalam kondisi perut yang sudah membesar, Kirana naik taksi menuju apartemen Purba di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Tak butuh waktu lama, Kirana pun tiba di sana .

"Pur, aku ingin mengakhiri pernikahanku dengan Aldo." Kirana berucap secara to the point.

"Hah, maksudmu?" Purba sontak terkejut mendengar ucapan Kirana.

"Setelah melahirkan, aku akan bercerai dari Aldo."

"Kamu gila, Ki!" bentak Aldo.

"Aku sadar, Pur. Aku yang salah,"

"Keluarga mereka termasuk Aldo udah nyakitin keluargamu, Kirana!" desis Purba.

"Aku rasa semua perkara masa lalu antara keluarga kami, letak kesalahan ada di ayah dan ibunya Aldo. Sedangkan yang lain, hanya korban dari perselingkuhan itu."

"Tapi mereka juga nikmatin uang Om Gani, b0kap Lu Kirana!" desak Purba berusaha tetap memprovokasi.

"Soal harta yang udah lepas di masa lalu, biarlah. Setelah melahirkan dan urusan perceraianku dengan Aldo selesai, aku akan segera kembali ke Malang. Melanjutkan hidup seperti biasa,"

"Terus anakmu?"

"Dia akan ikut Aldo dan Hana,"

"Ibu macam apa kau ini? Anak kandungmu kau berikan cuma-cuma sama mereka!" bentak Purba seakan tak terima dengan keputusan Kirana.

"Aku sudah ikhlas. Aku yakin Aldo dan Hana lebih berhak daripada aku. Apalagi Hana divonis susah hamil karena sakit kanker rahim,"

Ya, Kirana tau jika Hana punya penyakit kanker rahim dan mendapat vonis yang tak mudah bagi seorang wanita dewasa yang sudah menikah.

Mendapatkan keturunan setelah menikah pastinya menjadi impian sekaligus mo_mok menakutkan setiap pasangan suami-istri. Impian dan bahagia jika mendapatkan buah hati sesuai keinginan. Namun, akan menjadi mo_mok menakutkan jika kehamilan tak kunjung datang hingga dianggap mandul.

Kirana tau saat fakta tersebut sewaktu dulu dirinya masih tinggal satu atap yang sama dengan Hana dan Aldo. Kirana tanpa sengaja mendengar perdebatan sang suami dengan istri pertamanya itu karena Hana merasa insecure atas penyakit yang dideritanya.

"Terus karena kamu kasihan sama mereka, jadi misi kita lepas begitu saja?"

"Maafkan aku, Pur."

"Bodoh banget kamu, Ki!"

"Ya, aku memang bodoh Pur."

"Apa kamu jatuh cinta sama Aldo?" tebak Purba yang seakan melihat keanehan dalam sorot mata Kirana.

Setelah terdiam beberapa saat, Kirana akhirnya mengakui melalui anggukan kepalanya bahwa ia mencintai Aldo. Tapi, Kirana tak tau apakah Aldo juga mencintainya atau tidak.

"Sialan! Kalau begini, rencana yang ku buat untuk menghancurkan Aldo pasti gagal!" batin Purba.

Purba terus berusaha membujuk Kirana untuk berpikir ulang perihal rencana perceraian dengan Aldo. Sebab, Purba ingin Aldo mencintai Kirana sampai bucin akut. Setelah itu, rencana utama baru akan dijalankan.

Belum sampai pada tujuan, mendadak pion utama yakni Kirana mengundurkan diri. Purba otomatis tak terima dengan adanya kekalahan atau kegagalan ambisi nya untuk membalaskan dendam pribadinya pada Aldo.

"Kalau kamu memang bersikeras mundur, aku terpaksa menarik semua sahamku dari perusahaan ayahmu."

Deg...

Kirana cukup terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka kekecewaan Purba dibalas seperti ini terhadapnya.

Namun, Kirana berusaha untuk berpikir positif karena hal tersebut adalah perkara bisnis. Tentunya berbeda dengan rencana perceraian antara dirinya dengan Aldo.

Sebagai seorang pebisnis, Kirana paham akan hal seperti ini. Wajar dan normal, pikir Kirana.

"Baik, aku terima. Tapi maaf Pur, mungkin aku baru bisa mengurusnya nanti setelah melahirkan."

"Tak ada masalah. Yang pasti aku ingin menarik seluruh sahamku. Lebih baik aku menanam modal ke tempat lain yang jauh menjanjikan. Kantor ayahmu juga minim keuntungan dari segi profit bisnis," ujar Purba memberikan alasan yang cukup masuk di logika Kirana.

Padahal kenyataannya, Purba merasa sakit hati karena rencananya gagal. Ia akan melakukan plan kedua tanpa adanya Kirana untuk menjadi sekutunya lagi.

"Itu hakmu, Pur. Aku tak bisa mencegahnya,"

"Hem,"

Detik selanjutnya, Kirana teringat akan sesuatu hal.

"Oh ya, Pur. Aku boleh minta tolong sesuatu,"

"Apa?"

Kirana pun akhirnya menceritakan perihal seorang anggota polisi yang mendadak datang sebulan yang lalu untuk memeriksa pencuri yang diduga masuk ke rumahnya.

Beberapa waktu belakangan ini Kirana terus berusaha mengingat nama polisi tersebut. Akhirnya Kirana ingat namanya yakni Satrio Kuncoro dari baret nama yang terpasang di seragam.

Lalu, Kirana mengeluarkan sebuah lembar foto dari dalam tasnya.

"Ini foto polisi itu," ucap Kirana seraya menyerahkan satu lembar foto polisi bernama Satrio Kuncoro pada Purba.

"Kamu dapat dari mana foto ini?" Purba cukup terkejut melihatnya.

"Aku baru sadar kalau tak jauh dari rumahku, ada CCTV tetangga yang ternyata masih bisa menjangkau gambar hingga ke depan rumahku. Akhirnya aku minta rekaman CCTV ke mereka saat tanggal kejadian polisi itu datang ke rumah," jawab Kirana.

Purba menatap serius ke arah Kirana, lalu pandangannya beralih ke selembar foto pria berseragam cokelat dan tertera jelas nama Satrio Kuncoro di seragamnya.

Kirana berhasil mencetak foto dari hasil rekaman CCTV di kediaman Dokter Hendrik.

"Apa Aldo tau soal CCTV ini?" tanya Purba.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
oke Kirana. saatnya speak up.
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
harusnya Aldo tau. purba keponakan papa Kirana kan? gak mungkin gak kenal. 🤔
Iccha Risa
mungkin Kirana sosok perempuan tangguh, namun ada juga kekurangannya ancaman yg menurutnya bukan hanya melukai dirinya tapi org terkasih membuatnya lemah. mungkin bila ia saja yg diancam Kirana rela tuk berkorban... Dan akhirnya jalan takdir harus terungkap kebusukan Purba, pasti Aldo sudah tau yg memungkinkan Hana juga terlibat, kita liat faktanya... moga kebahagian menghampiri Kirana serta keluarga nya
Al Fatih
Dari sekian banyak tokoh karakter perempuan dari setiap karyanya bunda itu,, sosok kuat...,, meskipun pernah jatuh,, segera bangkit...,, jadi lebih kuat dan mandiri..., hanya mama Kinara saja nih yang ...,, bikin gemes bngt....,, berusaha menyimpan sendiri,, ga mau berbagi dengan orang lain...,, ...sok bisa menyelesaikan sendiri ,, padahal hasil akhirnya sama saja,, zonk.

Jadi please...,, mama Kinara...,, jujur jua sama papa Aldo....,, sampe kapan hidupmu begitu,..,, hidup d bawah bayang-bayang ketakutan sama si manusia prabu...,, sama Hana....
Maharani Rani
lanjutttt
Sugiharti Rusli
kenapa juga sih si Kirana seperti ragu mengatakan siapa si Purba itu ke Aldo yang sudah jelas" membuat keluarganya jadi jatuh miskin dulu, beruntung Aisha melihat mereka dan mendesak mbaknya buat jujur ke suaminya tentang sang sepupu itu,,,
Sugiharti Rusli
dan part saat Aldo masih di Akmil dan terlibat konfrontasi dengan Purba dan teman" nya ditampilkan lagi yah gara" mereka mengatakan kata" tak senonoh tentang ibunya Manda dan ibu sambungnya dr. Heni yang sangat baik,,,
Sugiharti Rusli
wah sepertinya doa Kenzo yang sedang sakit dan hampir pulih akan orang yang sudah memporak-porandakan keluarga mereka akan terjawab nih,,,
Nena Anwar
bener tuh apa yg dikatakan Aisyah sudah waktunya Aldo tau semuanya
Nena Anwar
semakin banyak penjelasan dari Kirana semakin banyak juga pertanyaan dari Kenzo
Suanti
hana jgn mati dlu aldo harus tau hana kerja sama dgn purba 🤭
muhammad ihsan
lanjut thor
Zuhril Witanto
ternyata purba masih saja mengancam,pasti ada hubungannya sama hana
Zuhril Witanto
jujur aja ki,dia itu biang masalahmu
Zuhril Witanto
loh dokter Heni nonton juga😁😁
Dew666
🪸🪻
Putri Dhamayanti
udah Ki, jujur ajah gk usah ada lg yg ditutupin. Ceritain semuanya ke Aldo
Yulia Dhanty
jujur lah kirana biar aldo n mertua mu membantu dr kejahatan manusia purba 😬
kaylla salsabella
pasti itu Aisha yang ngomong
Aslamiah Miah
Aisah aja udah gtahan ngerasain kejahatan purba loh Ki jujur aja Ki pada Aldo biyar semua cepat beres
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!