NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:271.9k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 - Menemui Purba

Kirana memilih untuk mengalah dan pulang dengan tangan hampa. Yang terpenting ia sudah berusaha menemui Aldo dan menyampaikan segala hal yang ingin diutarakannya.

Setelah itu, Kirana memilih untuk menghubungi Purba.

"Halo, Pur."

"Hem," sahut Purba.

"Kamu lagi di Malang atau di Jakarta?"

"Semalam aku baru tiba di Jakarta," jawab Purba. "Ada apa tumben kamu telepon aku? Apa kamu sudah lahiran?"

"Belum,"

"Terus?"

"Bisa kita ketemu, Pur."

"Kenapa?"

"Lebih baik kita bicara langsung. Gak enak lewat telepon,"

"Ya sudah kamu ke apartemenku aja. Aku lagi santai,"

"Oke,"

Dalam kondisi perut yang sudah membesar, Kirana naik taksi menuju apartemen Purba di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Tak butuh waktu lama, Kirana pun tiba di sana .

"Pur, aku ingin mengakhiri pernikahanku dengan Aldo." Kirana berucap secara to the point.

"Hah, maksudmu?" Purba sontak terkejut mendengar ucapan Kirana.

"Setelah melahirkan, aku akan bercerai dari Aldo."

"Kamu gila, Ki!" bentak Aldo.

"Aku sadar, Pur. Aku yang salah,"

"Keluarga mereka termasuk Aldo udah nyakitin keluargamu, Kirana!" desis Purba.

"Aku rasa semua perkara masa lalu antara keluarga kami, letak kesalahan ada di ayah dan ibunya Aldo. Sedangkan yang lain, hanya korban dari perselingkuhan itu."

"Tapi mereka juga nikmatin uang Om Gani, b0kap Lu Kirana!" desak Purba berusaha tetap memprovokasi.

"Soal harta yang udah lepas di masa lalu, biarlah. Setelah melahirkan dan urusan perceraianku dengan Aldo selesai, aku akan segera kembali ke Malang. Melanjutkan hidup seperti biasa,"

"Terus anakmu?"

"Dia akan ikut Aldo dan Hana,"

"Ibu macam apa kau ini? Anak kandungmu kau berikan cuma-cuma sama mereka!" bentak Purba seakan tak terima dengan keputusan Kirana.

"Aku sudah ikhlas. Aku yakin Aldo dan Hana lebih berhak daripada aku. Apalagi Hana divonis susah hamil karena sakit kanker rahim,"

Ya, Kirana tau jika Hana punya penyakit kanker rahim dan mendapat vonis yang tak mudah bagi seorang wanita dewasa yang sudah menikah.

Mendapatkan keturunan setelah menikah pastinya menjadi impian sekaligus mo_mok menakutkan setiap pasangan suami-istri. Impian dan bahagia jika mendapatkan buah hati sesuai keinginan. Namun, akan menjadi mo_mok menakutkan jika kehamilan tak kunjung datang hingga dianggap mandul.

Kirana tau saat fakta tersebut sewaktu dulu dirinya masih tinggal satu atap yang sama dengan Hana dan Aldo. Kirana tanpa sengaja mendengar perdebatan sang suami dengan istri pertamanya itu karena Hana merasa insecure atas penyakit yang dideritanya.

"Terus karena kamu kasihan sama mereka, jadi misi kita lepas begitu saja?"

"Maafkan aku, Pur."

"Bodoh banget kamu, Ki!"

"Ya, aku memang bodoh Pur."

"Apa kamu jatuh cinta sama Aldo?" tebak Purba yang seakan melihat keanehan dalam sorot mata Kirana.

Setelah terdiam beberapa saat, Kirana akhirnya mengakui melalui anggukan kepalanya bahwa ia mencintai Aldo. Tapi, Kirana tak tau apakah Aldo juga mencintainya atau tidak.

"Sialan! Kalau begini, rencana yang ku buat untuk menghancurkan Aldo pasti gagal!" batin Purba.

Purba terus berusaha membujuk Kirana untuk berpikir ulang perihal rencana perceraian dengan Aldo. Sebab, Purba ingin Aldo mencintai Kirana sampai bucin akut. Setelah itu, rencana utama baru akan dijalankan.

Belum sampai pada tujuan, mendadak pion utama yakni Kirana mengundurkan diri. Purba otomatis tak terima dengan adanya kekalahan atau kegagalan ambisi nya untuk membalaskan dendam pribadinya pada Aldo.

"Kalau kamu memang bersikeras mundur, aku terpaksa menarik semua sahamku dari perusahaan ayahmu."

Deg...

Kirana cukup terkejut mendengarnya. Ia tak menyangka kekecewaan Purba dibalas seperti ini terhadapnya.

Namun, Kirana berusaha untuk berpikir positif karena hal tersebut adalah perkara bisnis. Tentunya berbeda dengan rencana perceraian antara dirinya dengan Aldo.

Sebagai seorang pebisnis, Kirana paham akan hal seperti ini. Wajar dan normal, pikir Kirana.

"Baik, aku terima. Tapi maaf Pur, mungkin aku baru bisa mengurusnya nanti setelah melahirkan."

"Tak ada masalah. Yang pasti aku ingin menarik seluruh sahamku. Lebih baik aku menanam modal ke tempat lain yang jauh menjanjikan. Kantor ayahmu juga minim keuntungan dari segi profit bisnis," ujar Purba memberikan alasan yang cukup masuk di logika Kirana.

Padahal kenyataannya, Purba merasa sakit hati karena rencananya gagal. Ia akan melakukan plan kedua tanpa adanya Kirana untuk menjadi sekutunya lagi.

"Itu hakmu, Pur. Aku tak bisa mencegahnya,"

"Hem,"

Detik selanjutnya, Kirana teringat akan sesuatu hal.

"Oh ya, Pur. Aku boleh minta tolong sesuatu,"

"Apa?"

Kirana pun akhirnya menceritakan perihal seorang anggota polisi yang mendadak datang sebulan yang lalu untuk memeriksa pencuri yang diduga masuk ke rumahnya.

Beberapa waktu belakangan ini Kirana terus berusaha mengingat nama polisi tersebut. Akhirnya Kirana ingat namanya yakni Satrio Kuncoro dari baret nama yang terpasang di seragam.

Lalu, Kirana mengeluarkan sebuah lembar foto dari dalam tasnya.

"Ini foto polisi itu," ucap Kirana seraya menyerahkan satu lembar foto polisi bernama Satrio Kuncoro pada Purba.

"Kamu dapat dari mana foto ini?" Purba cukup terkejut melihatnya.

"Aku baru sadar kalau tak jauh dari rumahku, ada CCTV tetangga yang ternyata masih bisa menjangkau gambar hingga ke depan rumahku. Akhirnya aku minta rekaman CCTV ke mereka saat tanggal kejadian polisi itu datang ke rumah," jawab Kirana.

Purba menatap serius ke arah Kirana, lalu pandangannya beralih ke selembar foto pria berseragam cokelat dan tertera jelas nama Satrio Kuncoro di seragamnya.

Kirana berhasil mencetak foto dari hasil rekaman CCTV di kediaman Dokter Hendrik.

"Apa Aldo tau soal CCTV ini?" tanya Purba.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Al Fatih
Kirana....,, tolong peka dan tegas sama si Bastian,, jangan smpe kamu d akalin sama si Bastian itu.

Bang Aldo dulu nikah sama Hana kan karna d jodohkan sama orang tuanya kan,, jujur saja bang Aldo kalo dirimu menikahi Hana karna desakan orang tua dan karna kasihan saja sama Hana,, ga ad perasaan cinta sama si Hana.
As Lamiah
jujur lebih baik dari segalanya Aldo jujurlah pada kedua orang tua mu terang fakta sesungguhnya tentang Kirana dan kehidupan yg dijalani kirana dulu saat Kirana hamil dan melahirkan sikembar mungkin saja bunda dan papa Seno Sudi membantu dan mengupayakan kebahagiaan mu aldo
Erna Wati
jgn mau Kirana sama Bastian . ayo Aldi jgn plin plan KLO kmu cinta Kirana harus pilih dia aja. lupakan Hana jahat
Teh Euis Tea
aldo cinta kirana, sm hana cm kasihan
Mom Ilham
anin diserahin ke aldo biar aldo mau cerai ama kirana dan bastian kan gak suka anak kecil, licik bgt ya bastian biar dpt kirana🤭😄
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Bastian tak akan bisa meraih hati anin
Tutik Karlos
pasti soal perceraian....Aldo harus menceraikan Kirana ...
karna Bastian jatuh cinta PD kirana
oyen
syarat nya mungkin kudu cere sama kirana
Zuhril Witanto
apa syaratnya harus bercerai
Zuhril Witanto
sibuk tidur 😂😂
Sunaryati
Lanjuut emak tunggu
Sunaryati
Bastian suka sama ibunya saja, karena Kirana ada Anin terpaksa belajar suka dengan Anin, tapi sepertinya Aldo tidak akan melepas Kirana, apalagi Anin. Namun biarkan jika bersama Bastian agar Aldo sadar jika Kirana tidak mau jadi madu, tahu rasanya cemburu, jadi juga bisa merasakan diduakan itu tidak enak. Dan Kirana sadar tindakannya salah, walau istri pertama tidak bisa menjalankan perannya sebagai istri secara utuh, terutama tentang kebutuhan batin.
Anonymous: aldo ini tipe yang harus di gebukin dulu baru sadar
total 1 replies
Indriani Kartini
jangan terhasut Kirana, kmu juga jangan egois dan keras kepala, pentingkan kesembuhan anin
Indriani Kartini
jangan egois Kirana,
Teh Euis Tea
bastian jgn bilang syarat ketemu anin aldo suruh cerai sm kirana awas aj tak jewer kupingmu
Helnita Febriana
aldo bukan orang begok bastian, bisa jadi lu sendiri yang akan diancam ma aldo, apalagi aldo dah tau kebenaran tentang anin
Ari Atik
bastian/Curse//Curse//Curse/
Ayesha Almira
tp aldo dh tau keberadaan anin..
Iccha Risa
Bastian ini mah buat keuntungan diri sendiri, licik pantes Anin ga sukaa... Kirana peka doong nie org suka kamu... halangan buat bersama selalu ada
Jumi Nar
toloooong othor solehot syaratnya jngan tanda tangan surat cerai please🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!