kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Rahma sudah cukup lama istirahat semenjak pulang dari rumah sakit. pada saat malam hari mereka berkumpul di ruang keluarga.
" mas, katanya mau cerita tentang Azam, kenapa bisa menyembuhkan orang sakit yang di guna guna " ucap Rahma
" gak sabaran banget kamu mau denger cerita tentang keponakan kamu itu " sambil tersenyum Fathir dan Ibu Wati yang mendengar ikut tersenyum juga.
kemudian Pak Fathir menceritakan semuanya dari awal bagaimana si Azam bisa melihat hal hal seperti itu.
awalnya mereka hanya mengetahui kalau Azam hanya bisa melihat, tetapi juga mereka baru baru ini tahu kalau Azam juga bisa mengobati.
" gak nyangka ya mas kalau Azam bisa seperti itu, padahal di keluarga kita gak ada yang seperti Azam " ucap Rahma
" iya di keluarga kita gak ada, tapi coba kamu tanya sama mbakmu itu " jelas Fathir
" maksudnya mas, kenapa bisa mbak Wati ? apa hubungannya mas ? " tanya lagi rahma heran
Ibu Wati hanya tersenyum melihat rasa penasaran adik iparnya itu. " Maksudnya mas mu itu di keluarga mbak juga ada yang seperti Azam "
Rahma sontak kaget karena selama ini dia tidak tahu kalau keluarga mbaknya punya hal yang serupa seperti Azam.
" di keluarga mbak yang bisa itu kakek mbak, dulu kakek mbak di bilang orang sakti gitu " jelas Wati
" wahh,,,gak nyangka aku mbak, kereenn juga keluarga mbak " takjub Rahma
" apanya yang keren, kamu gak tahu aja kalau itu bikin merinding terus, apa lagi kalau udah pergi sama Azam " ucap Wati
" kamu tahu gak ada kejadian lucu waktu mbakmu sama azam pergi " sahut Fathir
" coba ceritakan mas, penasaran aku jadinya " kata Rahma
lalu Pak Fathir menceritakan kejadian lucu sang istri. setelah di ceritakan, Rahma tertawa karena menurutnya itu kejadian terlucu yang dia dengar.
" hahahaha,,,lucu banget mbak sampe segitunya sama azam " tertawa Rahma
" lucu apanya sih, yang ada merinding banget mbak,,karna si Azam langsung aja ngomong begituan, untung gak kenapa kenapa sama mbak, mbak sampe ngebut loh " ucap Wati dengan tubuh yang merinding
mereka berbincang bincang sampai gak terasa waktu sudah menunjukan jam 10 malam. selanjutnya mereka memutuskan untuk beristirahat. emang sudah kebiasaan mereka kalau jam 10 itu langsung istirahat.
esok hari dengan cuaca yang cerah, azam sudah di tunggu rendi untuk pergi bermain.
" zam, kita main dimana ? " tanya Rendi
" gak tau juga aku ren, enaknya kita main dimana ya " ucap Azam
" hmmm, kalo di lapangan pasti ada Roy sama temannya, males aku kalau kesana " kata Rendi
mereka berjalan sambil memikirkan mau main dimana. pada saat mereka berjalan ada satu rumah yang banyak sekali orang. mereka penasaran lalu menghampiri rumah tersebut.
di rumah ternyata ada anak umur 15 tahun yang mengamuk seperti orang kerasukan.
" kamu kenapa jaka, kenapa kamu seperti ini " ucap Pak Agil sambil menahan anaknya yang mengamuk.
para warga juga ikut membantu untuk memegang jaka yang kerasukan.
" itu si jaka anaknya pak agil kenapa jadi kek gitu ya " ucap warga yang melihat
" katanya dia habis pergi ke tempat temannya, pulang pulang udah jadi begini " sahut wrga lainnya.
" pak panggil aja pak ustadz Ali, biar bisa di sembuhkan " ucap Mina ibunya jaka
" pak ustadz lagi gak ada di kampung bu, beliau pergi ke pesantren di kota " kata Pak Agil
Azam dan Rendi sudah mendekati rumah tersebut dan melihat ada jaka yang mengamuk. " zam, itu bang jaka kenapa ya ? kok bisa ngamuk gitu "
" aku gak tau kenapa, yang jelas dia lagi kerasukan Ren " kata Azam
" ohh iya kamu kan bisa lihat yang begituan zam, zam kamu bantu bang jaka kasihan dia " ucap Rendi dan menyuruh Azam
Azam belum menjawab tapi sudah di tarik tangannya sama Rendi untuk membawa Azam masuk.
" minggir,,,minggir,, permisi kami mau masuk " Rendi langsung nyelonong sambil melewati para warga yang berkerumun
" ett dah ni bocah main terobos aja, di kira ini tontonan apa " ucap warga melihat Azam dan Rendi memaksa masuk.
Ibu Mina melihat ada dua anak kecil masuk kerumahnya lalu bingung kenapa mereka masuk ke dalam.
" anak anak kenapa kalian masuk kemari, ini bahaya buat kalian " ucap Ibu Mina
" maaf buu, kami mau menolong bang jaka " kata Rendi
Pak Agil, ibu mina dan warga yang membantu di rumah itu kaget mendengar anak kecil mau menolong jaka.
" anak anak, ini bukan masalah yang bisa di lakukan anak kecil. bahaya di sini, kalian mending di luar aja ya " ucap Pak Agil
" iya kalian keluar sana, jangan ganggu di sini, ini bukan tempat bermain " ucap salah satu warga
" percaya sama kami bu, ini temen saya bisa bantuin bang Jaka " ucap serius Rendi
ibu mina memperhatikan keduanya, nampaknya anak anak itu serius dengan ucapannya. " pak kita coba saja dulu, sepertinya mereka serius "
" tapi buu, ini bahaya...bapak tidak mau di salahkan sama orang tua mereka nanti kalau ada terjadi sesuatu " ragu Pak Agil
" coba bapak perhatikan, kalau anak biasa pasti tidak mau masuk apa lagi mau melihat hal beginian " kata Ibu Mina
Pak Agil merenungi ucapan istrinya, setelah berpikir dia memutuskan membiarkan anak anak itu membantunya.
" baiklah buu, semoga aja berhasil dengan bantuan mereka " ucap Pak Agil
Ibu Mina kemudian meminta Rendi dan Azam mendekat dan menanyakan apa yang harus di lakukan. " kemarilah nak, kalian boleh membantu "
mendengar Ibu Mina meminta mereka membantu si Rendi semangat sekali dan senang. mereka berdua mendekati Jaka yang kerasukan.
" ayok zam, kamu bantu bang jaka " ucap Rendi
" iya ren " kata Azam
Azam mendekati bang jaka yang lagi mengamuk, saat tiba tiba di dekati Azam, Jaka langsung berhenti mengamuk sambil memandang Azam.
pak agil, ibu mina dan warga yang membantu jadi terkejut karena Jaka berhenti mengamuk tapi menatap Azam dengan tajam.
" mau apa kamu kemari, jangan ganggu urusan ku " jawab sosok yang merasuki Jaka
" kenapa kamu ganggu dia, sebaiknya kamu pergi " ucap Azam
Jaka tertawa dengan suara yang berat. karena dia di suruh pergi oleh azam. " aku tidak akan pergi sebelum memberi pelajaran kepada orang ini, karena dia membuat kesalahan "
" kesalahan apa yang dilakukannya, kalau bisa kami akan memperbaikinya " ucap Azam
" aku tidak akan memaafkan orang ini, hahaha " kata sosok yang merasuk di tubuh Azam
" kalau kamu gak mau pergi dengan baik baik maka aku akan mengusir dengan cara ku sendiri " ucap Azam serius
Pak Agil dan yang lainnya kaget karena semenjak Jaka mengamuk tidak ada pernah keluar satu kata pun. setelah ada anak ini kenapa dia berbicara panjang tanpa ada mengamuk. Pak Agil memandang Azam dengan heran, tenyata anak itu bukan anak biasa.
" bapak bapak tolong pegang dengan erat bang Jaka jangan sampai lepas. azam akan mengeluarkan mahkluk itu keluar dari tubuh bang Jaka " pinta azam kepada orang orang yang memegangi jaka.