Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.
Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.
Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.
Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.
Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.25 - Kembali ke Lembah Berkabut
Melihat diamnya, Yan Xuanlei menghela napas pelan. “Lupakan masalah ini. Saya masih ada urusan di Lembah Berkabut,” katanya, saat menaiki Elang Kertas.
Sue Chongmei berdiri tak bergerak saat ia memandang punggung Yan Xuanlei yang semakin jauh, lalu menghilang di balik pepohonan dan kembali ke klannya.
Ketika mereka bertiga sampai di Lembah Berkabut, Yan Xuanwei dan Yan Xuanjun terbelalak takjub. Ini adalah kali pertama mereka melihat dunia yang penuh keajaiban ini. Ada banyak hal yang membuka mata. Ada begitu banyak kultivator.
Mereka menuju Paviliun Sungai Seribu Emas, di mana kepala toko itu menyambutnya secara pribadi dengan seringai. Pelanggan kaya datang lagi!
“Taois, apa yang anda inginkan kali ini?”
“Beras Roh Hijau, dan Beras Embun Merah, bersama benihnya,” jawab Yan Xuanlei.
“Tidak masalah. Sepuluh pon Beras Roh Hijau seharga 1 Batu Roh , dan 1 Batu Roh untuk lima pon Beras Embun Merah. Adapun benih Beras Embun Merah, karena merupakan tanaman Kelas Satu Tingkat Menengah, harganya 20 Batu Roh untuk setiap kantong.“
Yan Xuanlei mengangguk pelan. Harga yang diberikan merupakan kisaran normal di pasar. Ada hampir empat ratus Batu Roh di cincin penyimpanannya, yang ia peroleh dari kultivator Iblis.
Dia lalu menghabiskan seratus Batu Roh untuk seribu pon Beras Roh Hijau, dan seratus lagi untuk lima ratus pon Beras Embun Merah.
Adapun benih Beras Embun Merah, dia membeli tiga kantong, yang setiap kantong cukup untuk kebutuhan tiga mu ladang.
Dia lalu menghabiskan 30 Batu Roh untuk membeli empat kantong benih Beras Roh Hijau lagi. Pertanian harus segera dikembangkan sejak awal, guna memenuhi kebutuhan anggota klan di masa depan dan untuk menghasilkan penghasilan bagi klan.
Terus-menerus mengandalkan Air Qi Asal untuk menghasilkan Batu Roh bukanlah solusi yang baik. Harta itu sangat berharga, pemanfaatan terbaiknya adalah untuk meningkatkan kultivasi.
Yan Xuanwei dan Yan Xuanjun juga mencari Artefak yang cocok untuk mereka. Yan Xuanwei membeli sebuah pedang besar, dan Yan Xuanjun membeli sebuah set Artefak berupa dua pedang pendek. Ada juga Artefak berbentuk cambuk dan kipas, yang ia beli untuk Yan Xuansue dan Yan Xuanxie.
Empat Artefak tersebut merupakan Artefak Kelas Satu Tingkat Rendah, dengan harga masing-masing berkisar antara 10 hingga 20 Batu Roh, menghabiskan total 63 Batu Roh.
Setelah pesanan dikumpulkan, yang mencapai seribu lima ratus pon, kepala toko itu memandang Yan Xuanlei dan berkata, “apa anda punya cara membawa barang-barang ini? Jika tidak, kami punya bisnis pengiriman. Satu Batu Roh untuk sepuluh mil jarak.“
Mendengar tawaran itu, bibir Yan Xuanlei sedikit berkedut. Bisnis ini..
Dia mengeleng pelan. “Tidak perlu. Berikan saya dua Elang Kertas lagi,” ucapnya, dan mengeluarkan 30 Batu Roh.
Total pengeluarannya 383 Batu Roh, menghabiskan hampir semua Batu Roh di cincin penyimpanannya.
Sebelum pergi, kepala toko mengeluarkan token dari balik lengan bajunya dan menyerahkannya pada Yan Xuanlei.
“Anda sudah menghabiskan lebih dari tujuh ratus Batu Roh di toko kami selama ini, dan memenuhi syarat untuk Token Tembaga. Token ini dapat anda gunakan di semua toko Paviliun Sungai Seribu Emas yang ada, dan memberi anda diskon 10% untuk setiap pembelian yang melebihi dua ratus Batu Roh. “
Yan Xuanlei menerimanya, meskipun pikirannya dengan geli memikirkan ide bisnis di balik token ini. Sebuah taktik klasik halus untuk mendorong pembeli menghabiskan lebih banyak Batu Roh, pikirnya.
Mereka bertiga menuju alun-alun kecil, di mana para kultivator lepas mendirikan tenda dan menjual beberapa barang pribadi mereka, namun Yan Xuanlei tidak menemukan apa pun yang berharga.
Rata-rata menjual beberapa Tanaman Spiritual liar yang mereka temukan dan Jimat setengah jadi, serta beberapa Artefak yang hampir rusak. Hanya kultivator lepas yang miskin yang mau membeli barang seperti itu.
Tidak ada yang menarik. Mereka segera meninggalkan Lembah Berkabut dengan masing-masing menunggangi Elang Kertas, membagi rata Beras Roh Hijau dan Beras Roh Merah untuk mengurangi beban.
Cincin penyimpanan Yan Xuanlei hanya berukuran setengah meter, yang hanya mampu menampung sekitar delapan ratus pon. Sisanya dibagi rata di antara tiga Elang Kertas.
Jarak dari Lembah Berkabut ke gunung Kunli sekitar 110 mil. Bahkan dengan kecepatan terbang Elang Kertas, yang secepat kuda Gallop, masih butuh tiga hingga empat jam untuk mencapai tempat itu.
Sepanjang jalan, Yan Xuanlei merasakan beberapa Energi Spiritual asing yang mencoba mendeteksi mereka.
“Mereka benar-benar tidak tahu apa yang baik untuk mereka..” Yan Xuanlei mendengus dan menekan balik Energi Spiritual asing itu dengan Energi Spiritualnya, menyebabkan beberapa kultivator lepas yang bersembunyi di balik pepohonan hutan memuntahkan seteguk darah. Basis kultivasi mereka terlalu lemah!
“Anggap saja ini sebagai pengingat dari saya, “ Yan Xuanlei bergumam dingin. Mereka seperti serangga yang ada di mana-mana, bersembunyi dan mencari mangsa seperti bandit. Godaan Dao Abadi membuat mereka mengambil berbagai tindakan dengan gegabah.
Kebanyakan kultivator Iblis juga berasal dari kultivator lepas yang putus asa seperti mereka, yang tanpa ragu meninggalkan kemanusiaannya demi kekuatan untuk mencapai keabadian.
Sudah sore saat mereka sampai di gunung Kunli. Para anggota klan sedang duduk melingkar dan mendengarkan ceramah Yan Xuansue, memperkenalkan berbagai hal tentang dunia kultivasi kepada mereka.
Ketiga bocah itu mengikuti Yan Xuanxie, membentuk kelompok lain. Yan Xuanxie menjelaskan dengan serius, dan mereka bertiga juga mendengarkan dengan serius, meskipun beberapa patahan ranting dan daun masih terselip di baju mereka. Pemandangan itu sangat lucu.
Selain itu, berkat adanya Urat Nadi Spiritual, mereka akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan Energi Spiritual, dan telah memulai mengaktifkan titik akupuntur mereka sejak kemarin sore, dengan Yan Sui, si gadis penari, telah mengaktifkan akupuntur keduanya hari ini berkat Akar Roh tiga elemennya.
Dan yang mengejutkan Yan Xuanlei adalah Yan Lui, pemuda yang selalu tenang itu, ternyata sudah mengaktifkan dua puluh titik akupunturnya.
Yan Xuanlei bahkan bertanya dengan bingung.
“Itu.. saya tanpa sadar mendeteksi keberadaan Energi Spiritual dua bulan yang lalu dan mulai menyerapnya,” sahut Yan Lui dengan datar. Tentu saja, dia tidak mengatakan kebenaran yang sesungguhnya. Yang membantunya jelas senior aneh di kepalanya.
“Sepertinya persepsi spiritual orang ini tinggi..” Yan Xuanlei merenung.
Berbeda dari saudara-saudarinya yang mampu merasakan Energi Spiritual dengan mudah karena bantuan Biji Akar Roh Surgawi, yang lain tidak dapat mendeteksinya semudah itu di lingkungan yang minim Energi Spiritual.
Hanya Yan Yang, karena bantuan Biji Akar Roh Surgawi, yang mampu merasakan Energi Spiritual bahkan sebelum mencapai gunung Kunli. Tapi karena akar rohnya adalah Akar Roh empat elemen, dia baru berhasil mengaktifkan titik akupuntur pertamanya hari ini, bersama dengan beberapa Akar Roh empat elemen lainnya.
Adapun dua bocah Yan Ping dan Yan Li, dengan Akar Roh lima elemen, mereka belum mengaktifkan satu pun.
Dan itu wajar. Mereka dengan Akar Roh lima elemen rata-rata hanya mampu mengaktifkan satu titik akupuntur dalam 3 hari.
Rencana saya update 2 chapter/hari.
Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.
Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.
Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.