NovelToon NovelToon
Selalu Ada Ruang

Selalu Ada Ruang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Persahabatan yang solid dari masa sekolah akhirnya harus berkumpul pada satu Batalyon di sebuah daerah perbatasan karena suatu hal. Situasi semakin kompleks karena mereka harus membawa calon istri masing-masing karena permasalahan yang mereka buat sebelumnya.

Parah semakin parah karena mereka membawa gadis mereka yang sebenarnya jauh dari harapan dan tak pernah ada dalam kriteria pasangan impian. Nona manja, bidadari terdepak dari surga + putri sok tau semakin mengisi warna hidup para Letnan muda.

KONFLIK TINGKAT TINGGI. Harap SKIP bila tidak mampu masuk ke dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Pengakuan hati yang terdalam.

"Kamuuu.. Bukan kamu yang aku mau, Kinaan. Tapi........."

Kinan terkejut, ia tidak mundur sedikit pun dan menahan tubuh Bang Rico.

Pandang mata Bang Rico tak beralih dari Kinan, ia mencengkeram dagunya dengan erat. "Kamu berani bermain-main di belakangku??? Jangan menyentuhnya..!!!!!"

Satu tamparan keras mendarat di pipi Kinan. Saat itu, Kinan masih mengusap pipi Bang Rico, berusaha menyadarkannya dengan lembut tapi Bang Rico kembali menghajar Kinan dan menyeretnya ke dalam kamar.

Dinda, Dira, dan Fia ingin melerai, untung saja saat itu para suami sudah tiba. Mereka meminta bumil untuk menunggu di luar karena Bang Rico sedang brutal.

Bang Rama, Bang Arben dan Bang Sanca langsung menerobos masuk ke dalam rumah.

"Bagaimana ini, kita terobos saja???" Tanya Bang Arben.

"Rico sedang adu ilmu nggak, sih??" Bang Sanca pun bingung.

"Nggak mungkin, Kinan terus menjerit, ada suara tamparan juga. Ayo masuk..!!" Ajak Bang Rama.

Secepatnya mereka masuk. Benar saja, Bang Rico menghajar Kinan.

"Jangan pernah dekati Kinan..!!!" Bentaknya setengah sadar.

"Rico.. Lu ngel*m ya..!!! Sadaaarrrr..!!" Bang Sanca menarik lengan Bang Rico.

"Istighfar, Ric..!!!!!!"

Bang Rama langsung memiting leher Bang Rico dan menyeretnya ke belakang rumah lalu membantingnya kasar.

"Siram sampai sadar..!!" Perintahnya pada kedua sahabatnya.

Tak buang banyak waktu, Bang Arben dan Bang Sanca langsung mengambil air dari dalam rumah. Air pun mengguyur sekujur tubuh Bang Rico, tapi Bang Rico masih saja terus mengamuk dan ingin masuk lagi ke dalam rumah untuk menyerang Kinan.

Cemas keadaan semakin parah, Bang Rama terpaksa menghajar sahabatnya itu.

"Kau mau apa???? Jangan sakiti Kinan..!!!!!!" Teriak Bang Rico semakin menjadi.

"Siapa Kinan??? Kalau kau tidak mengaku, aku akan membunuh dia dan anaknya." Kata Bang Rama.

Bang Arben dan Bang Sanca sempat syok dan bingung tapi jelas Bang Rama sudah memperhitungkan segalanya.

Seketika Bang Rico melawan. Bang Rama membiarkan sahabatnya meluapkan segala rasa yang terpendam.

"Jauhi anak istri saya, urusan kalian hanya dengan saya..!!!!" Ucap tegas Bang Rico.

Bang Rama, Bang Arben dan Bang Sanca syok mendengarnya. Tak di sangka saat itu Kinan berlari dan menubruk Bang Rico, ia memeluknya erat.

"Sadar, Mas..!! Ini Kinan, Kinan baik-baik saja. Jangan marah lagi..!!"

Bang Rico mengerjab, matanya nanar.

"Kinan tau, tidak bisa menghilangkan bayang mbak Rania. Maaf.. Kalau Kinan menyusahkan. Kinan tau, Abang tidak pernah bisa sayang sama Kinan." Kinan pun tak sadarkan diri.

Sejenak Bang Rico terpaku. Ia balas memeluk Kinan. Tangisnya pun ikut pecah. Beban di hati terasa bertambah di setiap harinya.

Bang Rico berteriak menumpahkan segala hal yang sudah memenuhi hatinya.

:

"Kau ini waras atau tidak???? Kenapa sampai jadi begini????" Bentak Bang Arben.

Tumpukan tekanan batin begitu menghimpit hingga Bang Rico tak sanggup berucap apapun.

Bang Rama berjongkok di hadapan Bang Rico, ia menepuk bahu sahabatnya.

"Mengaku cinta tidaklah salah, hatimu sudah terisi oleh Kinan juga bukanlah sebuah dosa ataupun pengkhianatan." Kata Bang Rama.

"Saya nggak pernah cinta sama Kinan." Jawab Bang Rico.

Bang Rama menggeleng, ia tersenyum kecut. Entah kenapa sahabatnya itu begitu keras hati. Padahal Bang Rico sendiri yang frustasi hingga tak sadar mengungkapkan semua. Perlindungan pada Kinan memang sangat besar, tapi masalahnya sekarang, sudah terlanjur ada anak di dalam perut Kinan.

"Katakan langsung di hadapannya kalau kamu kuat. Seandainya terucap pun, dia akan segera pergi. Kau bisa bebas." Kata Bang Rama. "Jujurlah pada hatimu sendiri, jangan sampai niat baikmu menjadi salah arti."

Bang Rico menengadah, nafasnya tercekat, desahnya berat tertahan. "Saya tidak bisa melibatkan Kinan, dia akan dalam bahaya kalau terus dekat dengan saya."

Bang Arben dan Bang Sanca saling memandang, mereka mengerti bahwa di balik kekerasan tadi ada ketakutan yang begitu dalam. Bang Rama menatap mata Rico dengan tatapan penuh pengertian.

"Kamu pikir menjauhi dia adalah cara terbaik untuk melindunginya? Padahal tadi kamu sendiri yang sudah menyakiti hati dan fisiknya karena tidak berani mengakui apa yang ada di hati." Tanya Bang Rama pelan.

"Kinan masih terlalu muda, masih punya masa depan. Saya tidak bisa membuat dia terjerat dengan masa lalu saya dan Rania." Jawab Bang Rico.

"Begitu?? Lantas bagaimana dengan anakmu di perut Kinan??" Sambar Bang Arben.

Bang Rico menutup mata, tangisnya kembali menetes. Beban ini memang terasa berat untuk dia pikul sendirian. Ia tau Rama benar. Mengaku cinta bukanlah dosa. Tapi ketakutan akan kehilangan yang kedua kalinya masih terus menghantui, tidak juga bisa menyembunyikan kehamilan Kinan, seperti halnya Arben yang sudah tau hal ini.

"Kalau kamu terus menyimpan rasa ini," ujar Bang Sanca dari belakang, "kamu hanya akan menyakitinya lebih dalam, Kinan juga butuh di sayangi... Sebagai istrimu."

Bang Rico tetap menutup mata, tangisnya berlinang deras. Kata-kata Bang Arben tentang anak di perut Kinan terus terngiang bersama dengan kenangan saat dirinya menyadari, dirinya lah yang menyentuh Kinan untuk pertama kali. Perasaan itu semakin tumbuh saat tau, Kinan mengandung buah hatinya.

"Saya takut, Ram," ucapnya dengan suara bergetar. "Setelah Rania pergi, saya berjanji tidak akan pernah mencintai wanita lain. Tapi saat tau Kinan hamil... rasanya seperti ada hal yang berbeda, saya takut kehilangan lagi. Takut dia akan tersakiti karena masa lalu saya."

.

.

.

.

1
Tanti
ikatan batin seorang ayah...🥹🥹

pada gelut ga niii kalau ketemu...
makin penasaran mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
hampir ketemu, gimana kelanjutannya semoga g ada pertengkaran
Tanti
haduuuhhh.....gek piye iki....aq ae sing moco ae melu ketar ketir...tp penasaran😄😄 lanjut mba Nara
Maysuri
kok aq yg dag dig dug y,gimana kalau nanti ketemu am bang rico ini si kinan membayangkannya aj aq dah serem.....🤭🤭
dyah EkaPratiwi
ketemu nanti gmn ya
dyah EkaPratiwi
sehat2 debay, lancar lahirannya
Maysuri
engk terasa dah mau lahiran aj si nira...semangat mbak nara💪💪
Dwi Juteck0204
msh penasaran Mbk Nara
tetap💪💪🙏
Tanti
pagi pagi udah deg degan lho ini mba Nara🤭🤭
Tanti
syukurlah Kinan, kamu dikelilingi orang baik dan aman dr ancaman bahaya...
Aduuh...piye to bang Ric....🥹
lanjut mba Nara
Ella
Semoga kalian cepat bertemu yah Dinda sm bang riko
Tanti
apakah ini tanda-tanda???
Tanti
disana akan lebih aman.tp....kasian bang rico
kalea rizuky
Rico ttep aja glblok hanna ini kayak lacur mungkin bukan anak mu rik
kalea rizuky
dinda kayak bocah pdhl bukan anak SMP heran
Bojone_Batman: Pengennya yang dewasa kah kak?
total 1 replies
kalea rizuky
dinda ini kebanyakan drama lebay g kayak fia ma dira yg bisa menyesuaikan
kalea rizuky
dinda ini kok menye2 ya.
Bojone_Batman: Please..!!
total 1 replies
Maysuri
untungnya ketemu orang baik,kalau ketemu ama orng jahat abiss tu wasalam.....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
🥹🥹bingung mau komen apa huaa😭😭
Tanti
Tambah seru aja ni cerita mba Nara👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!