NovelToon NovelToon
Terminal Lucidity

Terminal Lucidity

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Permainan Kematian
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Gerimis Senja

Karena hukuman, akhirnya Eighar harus di pindahkan ke sekolah aneh yang berisi orang-orang yang aneh pula. Sekolah macam apa yang di maksud?? Tak ada yang khusus, kecuali murid-murid serta sistem sekolahnya yang terbalik. Lalu, apa yang mengganjal dari hal itu??
Baca lah sendiri!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gerimis Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelas Latihan Fisik

Eighar berjalan dengan penuh amarah, layaknya raksasa yang berjalan sambil menghentakkan kakinya. Ia menuju ke ruang UKS, namun di perjalan ke sana ia berpapasan dengan Leon. Anak itu tampak kebingungan, terlebih setelah melihat wajah Eighar yang sepertinya sedang marah, membuat Leon langsung balik arah ke ruangan Elle lagi.

Meski berjalan cepat-cepat, nyatanya Leon masih bisa di salip oleh Eighar. Ia menyamai langkah Eighar, dan tak berani mengatakan apapun sampai ketika mereka tiba kembali ke ruangan Elle.

Saat mereka sampai, Elle yang berbaring langsung duduk, sangat mengkhawatirkan mereka berdua. "Ghar? Lu ngapain? Lu gak ngelabrak Chelsie, kan?" sergah Elle, membuat Eighar yang hendak marah jadi meredam.

"Hah? Labrak Chelsie?? Buat apa? Hahaha." Ia terbahak menimpalinya, membuat Elle dan Leon bingung. Leon langsung menatap Elle dan memiringkan jari telunjuk di dahinya, mengejek Eighar.

"Lah, tadi kan lu bilang mau labrak anak baru. Anak baru yang bermasalah sama gue gara-gara air panas kan Chelsie. Emangnya anak baru yang mana la-" Elle langsung terdiam dan menatap Eighar dengan lekat. "Jangan bilang, lu ngelabrak anak baru yang satunya lagi?" Eighar langsung mengangguk. "Loh, ngapain? Dia kan gak ada hubungannya sama gue."

Eighar mendengkus. "Ada, dan dia udah ngaku." perkataan Eighar membuat Elle dan Leon terkejut.

"Hah? Kok bisa? Lu tau darimana kalau dia pelakunya, kan lu gak ada di lokasi kejadian?" cecar Elle.

Eighar melipat tangan ke dadanya dan tersenyum. "Meksi tanpa bukti dan tanpa ngeliat sekalipun, gue bisa tau siapa orangnya cuma dari bukti-bukti kecil."

"Wah, hebat banget lu!! Terus alasan dia ngelukai Elle apaan?" tanya Leon, membuat Eighar merasa senang kala dirinya di anggap hebat.

"Ya kayaknya dia punya perasaan ke anak baru yang cewek. Jadi dia kayak balas dendam gitu. Pecundang banget kan? Ikut campur urusan cewek."

Leon langsung terkesiap. "Hah? Jadi dia suka Chelsie? Anj, saingan lagi dah!!" keluh Leon.

Sementara itu Elle hanya terdiam mendengarnya. Zeambi menyerangnya demi Chelsie?? Apa benar?? Tapi setahunya, mereka berdua itu tidak dekat, kan?? Tidak pernah bersama juga saat jam istirahat. Chelsie malah lebih sering terlihat berada di dekat orang itu. Gumam Elle dalam hati.

"Ya gue gak masalah sih mau dia suka Chelsie atau enggak, tapi.. karena dia udah gangguin temen gue, mau gimana pun dia harus berurusan sama gue." ujar Eighar lagi.

"Bener lu Ghar!! Gue setuju dan dukung elu banget!! Enak aja dia nyakitin sodara gue!! Ntar lu tunjukin ke gue ya, gimana rupa si anak baru yang pecundang itu!! Kalau badannya kecil, gue geprek aja sekalian!!" sambar Leon. Namun Elle tak memberikan reaksi berarti, entah itu senang ataupun tidak.

.........

Di ruangan olahraga B2, orang-orang sudah berkumpul untuk melakukan latihan fisik. Ini kali pertama bagi Eighar melakukan latihan fisik di sekolah ini.

Ada berapa spot dilengkapi dengan beberapa alat-alat. Didalam setiap spot, ada sebuah tredmill untuk lari, stair climber untuk naik turun tangga, hula hoop, wall push up, squat, jumping jacks, bersepeda dan plank.

"Selamat pagi semua murid A.K School. Seperti biasa, hari ini kalian akan memulai rutinitas latihan fisik. Silakan isi spot-spot yang kosong dan mulai beraktifitas. Selamat berolahraga." suara Japi terdengar di smart watches masing-masing.

Eighar melirik sekeliling, ketika orang-orang tengah sibuk memilih spot masing-masing untuk diisi. Sekelabat ia melihat penampakan laki-laki berambut rapi dengan bibir merahnya. Ketika lelaki itu hendak mengisi spot yang ada, Eighar langsung menarik kerah baju bagian belakangnya, menyeretnya seperti anak kucing.

Lelaki itu menoleh dan menatap Eighar. "Woi? Apa-apaan nih?" tanyanya, tapi begitu pasrah membiarkan Eighar menariknya.

"Gue harus ngawasin elu, biar elu gak ngebahayain orang lain lagi." sahut Eighar pada Zeam.

"Yaudah deh, terserah." sahut Zeam ketika Eighar memasukkannya ke spot 52.

Eighar langsung memilih alat olahraga begitu juga dengan Zeam. Mereka bersebelahan, dan Eighar ingin melihat seberapa kuat anak ini dalam olahraga.

"Waktu satu menit untuk menggunakan alat fitness masing-masing. Setelah waktu habis, silakan bergantian dengan teman sebelah secara berurutan. Waktu istirahat satu menit, sebelum kembali melanjutkan latihan fisik tanpa henti. Semoga harimu menyenangkan." Eighar dan Zeam yang baru pertama kali ikut kelas ini sibuk membaca instruksi, sementara yang lainnya sudah hafal dan mengabaikan pesan dari Japi.

Eighar memilih alat tredmill, sementara Zeam memilih alat stair climber di sebelahnya. Waktu berdenting dengan cepat di jam digital sebesar LCD raksasa. Angka satu menit muncul, lalu mulai berjalan mundur menjadi detik.

Eighar unjuk kebolehan, ia berlari menggunakan tredmill dengan gagahnya. Tubuhnya terasa segar karena sudah lama tak bergerak seluwes ini. Ia yakin, pasti Zeam sedang terpaku melihat semangatnya. Eighar pun menoleh untuk memastikan, dan saat melirik, ia melihat Zeam malah terlihat kebingungan dan menggarukkan kepalanya.

Karena hal itu, Eighar yang sedang berlari pun terhenti, sementara alat tredmill masih terus bergerak. Alhasil ia jatuh terjungkal dari tredmillnya sendiri.

Zeam terkejut dan menatap Eighar, "Lu kenapa tuh?" tanyanya sambil menekan-nekan tombol di stair climber.

Eighar langsung duduk dan menatap Zeam dengan kesal. "Gara-gara elu!!" bentaknya, membuat orang-orang yang satu spot dengan mereka berdua melirik heran.

"Emang gue ngapain?" tanya Zeam dengan wajah polos.

"Lu planga-plongo begitu? Bukannya olahraga, ngeselin banget lu!!" bentak Eighar sambil beranjak.

"Gue gak pernah olahraga, jadi makenya gimana ini?" tanya Zeam jujur.

Eighar menghela napas panjang sambil mendekatinya. "Dasar norak! Kaki lu di bedain, jangan sejajar. Kaki kiri di atas, kanan di pijakan bawah. Ini di teken, terus di atur kecepatannya, mau lambat atau cepat. Abis itu langsung jalan kayak naik tangga biasa." terang Eighar, dan Zeam langsung senang saat mendapat bantuan.

"Wah, makasih!" ucapnya lalu kembali fokus ke stair climbernya.

Eighar masih mematung, berharap Zeam akan mengatakan hal yang lain. Setidaknya dia ingin mendengar Zeam bilang "Terimakasih, lu hebat banget ternyata, tau banyak hal dan keren." tapi Zeam malah berterimakasih sesingkat itu.

Waktu pun berganti, satu menit di gunakan untuk istirahat, lalu satu menit kemudian digunakan untuk melanjutkan latihan fisik.

Eighar sibuk memperhatikan Zeam, takut anak itu tak bisa menggunakan alat fitnessnya lagi. Sementara itu, Elle satu spot dengan Leon dan juga Chelsie.

Leon sibuk memperhatikan kecantikan Chelsie, membuat Elle yang awalnya tak sadar kalau Chelsie bersama mereka, pun menjadi tau kalau ada Chelsie di antara mereka.

Elle menyelis, menatap Chelsie yang seperti mengamati sesuatu. Ketika di perhatikan dengan seksama, ternyata gadis itu... sedang memandang ke arah Eighar dan Zeam.

Elle merasa, kalau sepertinya Chelsie sengaja berada di antara mereka, dan entah kenapa.. Chelsie sepertinya menginginkan sesuatu di antara mereka. Sebenarnya, apa problem dari anak-anak Greenoel School ini??

Bersambung...

1
Regina Kimmie
jng d gantung lg ia kak ceritanya,kaya cerita yg lain nya🤭
A
masih pengen jitak pala eighar
Nana Colen
sekolah macam apa ini.... gak jelas bangett masa harus ada kekerasan pisik.
sekolah militer juga bukan
A
ga bsa berkata2 sama NPD nya eighar. smoga lekas ilang deh itu j
Tutian Gandi
coba berfikir dewas gar.....bung rasa kebencian mu terhadap zeam,,,siaa tau kalian bIsa jadi teman
A
iya ih curang banget sekolahnya. maunya apa sih
A
ih kok ngeselin😑
A
kepsek nya ga tau zeam prnah disiksa?
Tini Nurhenti
/Grin//Grin//Facepalm/
Nana Colen
aku rasa japi itu menyeramkan, mau orang itu baik atau nggak tetep aja ningkatkan kekuatan pemakainya...
🐈 Kitty Lover 🐈
si japi yg ada adminnya ini jd ingetin pengalaman aku chat sama Meta Al
waktu itu Meta ngasih infonya salah terus, aku bilang payah.
si Meta bilang "gunakan bahasa yg baik & sopan"
lah aku jawab Meta marah, ngambek? katanya tidak, saya tidak punya emosi trus dia lgsg mengalihkan topik pembicaraan
takut ketahuan kalo sebenarnya ada "manusia" yg mengoperasikan si meta ini.

othor pernah chat sama meta jg ga? 😁
A
semoga kmu baik2 aja deh ghar. aku kan cma readers jdi klo pindah ke lain pihak pun tak ada masalah😅 tapi ttap aja terpesona dengan tingkahnya zeam, sweet banget soalny🥰
Dewi Rantika
gk ada nyesel nya si eighar,msh aja merasa gk bersalah sama Skali,pdhal udh jlas2 sahabat ny terluka krna dy yg ngehajar.
Nana Colen
apakah yg punya penyakit NPD tidak punya rasa penyesalan yaaaa....
A
mau ngebelain lu susah sih ghar klo mikirnya begini. msih pagi tpi lu dah bkin emosi aja ghaar😑
A
lu doang yg msalahin itu gharr. lgian lu yg bertingkah malah nyalahin orang
A
laaaa ngasih clue dan ngelak2 trnyata bner dia. kenapa siiih😅
Dewi Rantika
slah lgi tebakan nya,slalu gtu kamu thor
Menmeidde
luarbiasa
Nana Colen
HAHAHA MUTER muter kan elle, zeam ngasih lho clue tp orang yang sebenarnya ngasih bingkisan dia..... dia dia dia dia dia dia kaya lirik lagu D akademi 😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!