NovelToon NovelToon
Gara-gara DiCuekin Suami

Gara-gara DiCuekin Suami

Status: tamat
Genre:Cerai / Karir / Penyesalan Suami / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dada-1407

Pernikahan nya dengan seorang duda beranak dua,menyisakan luka yang setiap hari nya di rasakan oleh Fifian,,sang mantan istri yang selalu membayangi rumah tangga nya membuat sang suami tidak perhatian pada nya..Di tambah lagi pekerjaan yang selalu menyibukan diri nya..
Ketikan Fifian meminta cerai barulah Alexander sang suami menyadari akan kesalahan nya..
Akankah Fifian memaafkan Alexander..???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dada-1407, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Di Meja Makan

"Aku nggak tau apa salahku sama istri kamu. Berulang kali aku bilang, aku nggak ada niat jadi pelakor, aku hanya ingin menghabiskan sisa waktu ku bersama Gina dan Gani.. Tapi nyatanya Fifian terus menuduhku pelakor, dia bahkan menyumpahiku cepat mati. Hiks." febi berpura-pura menangis sangat histeris..

Alex langsung menatap tajam Fifian..

Fifian langsung memutar bola mata malas sambil terus mengigit apelnya dengan santai.

Dulu Fifian selalu berusaha untuk menjelaskan ini itu, tapi sekarang... Fifian bodoh amat. Mau Alex marah, membentaknya atau apapun itu, Fifian sudah tidak peduli.

"Febi, yang kenceng dong nangisnya, akting kamu kurang bagus deh, belajar lagi sana." ledek fifian

"Fifian cukup!" bentak Alex

"Fifian memang selalu seperti itu, Mas. Padahal aku hanya ingin berteman dengan nya. Aku tulus dan nggak ada niat merebut kamu. Aku sudah melupakan masa lalu kita dan menganggap kamu sebagai abangku." febi berkilah

"Iya, aku percaya," Alex mengusap rambut febi dengan lembut,

"Udah jangan nangis ya."

Fifian menghembuskan napas kasar.

"Terserah deh, aku mau ke kamar. Have fun ya."

Fifian tersenyum, berbalik badan, dan seketika Itu matanya menetes. Sekuat apapun dia, melihat suaminya membela perempuan lain di depannya, hatinya tak akan sanggup. Fifian tidak sekuat itu. Fifian bisa menahan luka fisik, tapi jika hatinya yang sudah tersakiti, Fifian tidak akan bisa menahan air matanya.

Saat nya sarapan pagi,,Datanglah Gina menghampiri..

"Morning, Mama, Daddy, Mommy," sapa Gina.

"Morning, Sayang," sapa balik Febi sambil mengusap rambut putrinya.

"Sini duduk samping mama."

Seperti biasa setelah enam bulan kembalinya Febi, Gina selalu nempel padanya.

Fifian yang sudah menemani bocah kecil itu sejak umurnya lima tahun, sekarang seolah tak ada artinya. Gina yang dulu selalu merengek padanya, sekarang begitu cuek. Saat butuh apa-apa yang dia cari pasti mencari Febi..

Tidak bisa dipungkiri, hati Fifian sangat begitu Sakit, bahkan rasa sakitnya lebih sakit daripada saat Alex mencuekinya.

"Morning Mommy," sapa Gani pada Fifian

Untung saja masih ada Ganj yang selalu perhatian padanya. Gani bahkan terlihat cuek dengan Febi dan lebih dekat dengan nya.

"Morning, Gani."

Tanpa diminta pun Gani duduk di samping Fifian..

Sementara Alex duduk di ujung meja, di sebelah kanan meja ada Fifian dan Gani dan di sebelah kanan ada Febi dan Gina

"Sini, Mas, aku ambilin nasinya," Febi menyiduk nasi goreng untuk Alex dan meletakkan nya di piring,

"Aku yang masakin ini mas, nasi goreng campur telur kesukaan kamu."

Lalu Febi meletakkan piring nasi goreng di depan Alex.. Alex melirik Fifian yang sejak tadi diam. Fifian juga ikut makan nasi goreng buatan Febi, padahal biasanya Fifian tidak pernah mau menyentuh makanan buatan Febi. Biasanya juga Fifian akan berebutan dengan Febi untuk menarik perhatiannya, tapi sekarang Fifian hanya diam.

Diamnya Fifian sungguh membuat hati Alex merasa tak enak.

"Mama, Gina mau diambilin juga," pinta Gina.

"Iya, Sayang, sebentar,"Febi lalu mengambilkan nasi goreng dan meletakkan di depan putrinya.

"Makasih Mama."

"Sama-sama sayangku," Febi tersenyum sambil mengusap rambut putrinya.

"Gani sayang, mau Mama ambilin nasi goreng juga?"

Gani menggeleng, lalu menatap Fifian yang duduk di sampingnya.

"Mommy, Gani mau diambilin nasi goreng." Gerakan tangan Fifian yang ingin menyuapkan nasi goreng ke mulutnya tertahan.

"Mommy," Gani lalu memegang lengannya, "Gani mau diambilin Mommy."

Entah mengapa Fifian ingin menangis. Hatinya pedihh sekali mendengar nada manja Gani. Selama ini hanya Gani yang selalu peduli padanya. Disaat semua orang mengabaikan nya hanya Gani yang selalu perhatian. Gani juga yang membuatnya bertahan selama enam bulan ini.tapi Gani harus terbiasa tanpanya.

"Sayang," Savanna mengusap rambut Gani

" Gani diambilin Mama febi aja ya."

Gani hanya diam dan menatapnya dengan sorot mata terluka. Ya Tuhan, Fifian GG ingin sekali memeluknya. Tapi Fifian harus mulai membiasakan diri menjauh dari Gani..

"Febi, tolong ambilin buat Gani."

Senyum febi langsung mengembang. Dia senang sekali akhirnya Fifian mengalah juga ..

"Gani, Sayang, sebentar ya, Mama ambilin."

Setelah meletakkan nasi ke dalam piring, febi berdiri dan menghampiri meja Gani.

"Ini, Sayang, selamat makan ya," Febi mengusap rambut putranya sambil tersenyum manis.

"AKU GAK MAU..!!!!"

Pranggg...

Gani melempar sepiring nasi goreng ke lantai hingga pecah. Serpihan beling mengenai kaki febi

"ARGG," Febi menjerit kaget dan merasakan sakit

"Febi," Alex dengan cepat langsung menghampiri Febi

"Mommy," Gina juga ikut khawatir.

"Sakit, Mas." ringis febi

Alex berlutut di depan febi dan mengecek kakinya yang ternyata berdarah.

"Kasihan Mommy," Gina yang tak tega melihat kaki mamanya berdarah pun menangis.

"Ga papa, Sayang, mama ga papa, jangan nangis," Febi menenangkan putrinya.

Kemarahan Alex tersulut, dia berdiri, mendekati Gani dan menatap tajam pada putranya.

"Apa-apaan kamu, hah! Papa nggak pernah mengajari kamu jadi kasar kayak gini. Lihat kan sekarang akibatnya. Mama kamu terluka."

Gani turun dari kursi dan menatap tajam balik papanya.Ganj nggak suka sama perempuan itu. Gani nggak suka perempuan itu ada di rumah ini."

"GANI.... KAMU..!!!"

Kalimat Alex tertahan saat tiba-tiba Fifian berdiri di depannya, menghalangi pandangannya dari Gani Sorot mata Gani menajam, namun juga terlihat rapuh dalam waktu bersamaan.

Matanya memerah marah, tapi juga berkaca-kaca seolah menahan tangis. Mata itu menggambarkan betapa terluka nya Fifian sekarang.

"Fifian," lirihnya dengan suara tercekat ditenggokan.

"Jangan membentak Gani seperti itu, Mas. Jangan...!!"

"Aku nggak bermaksud bentak. Aku-"

"Kamu urus saja Febi.. biar aku yang mengantar Gani ke sekolah."

"Fifian tunggu-"

Fifian langsung menggendong paksa Gani, mengambil tasnya dan membawa nya pergi dari ruang makan. Gani melingkarkan tangan mungilnya di leher Fifian dan menyandarkan kepalanya di sisi kepala mamanya.

Air mata Fifian yang ia tahan sejak tadi, mengalir juga. Dia mencium pipi Gani dan mempercepat jalan nya menuju ke mobil..

Alex lalu mengejar sampai ke halaman depan, tapi sayang nya mobil istri dan putranya sudah keluar dari halaman.

"Mas Alex,sini...!!" panggil febi.

Alex mengepalkan tangan nya.. Tak tergambarkan bagaimana perasaan nya sekarang. Marah, sedih, benci, kesal, jengkel. Semua bercampur satu sampai Alex bingung harus melakukan apa.

Di sisi lain Fifian yang melajukan mobil dengan konsentrasi penuh. Agar Jangan sampai kesedihan hatinya membuatnya tak fokus untuk menyetir.

"Gani...Sayang..."

"Iya, Mommy."

"Soal Daddy yang bentak Gani tadi, Gani jangan

Marah ya. Daddy hanya sedang marah saja dan emosinya nggak terkontrol. Daddy nggak mungkin bermaksud bentak Gani"

"Gani tak marah Daddy bentak Gani, tapi Gani lebih marah saat Mommy cuekin Gani" ucap Gani sambil bersedih

"Mommy nggak cuekin Gani kok."

"Tadi di ruang makan, Mommy nggak mau ambilin Gani nasi goreng."

"Kan udah ada Mama Febi.."

"Aku nggak suka perempuan itu Mommy."

"Jangan begitu, Sayang," Fifian mengusap rambut putra nya, saat dia ingin menarik tangan nya ,Gani tiba-tiba menggenggam tangan nya dan meletakkan di pangkuan nya.

"Gani sayang banget sama Mommy. Cuma Mommy satu satunya ibu nya Gani," lirih Gani sedih sambil mengeratkan genggaman tangan nya.

"Tapi Mommy bukan ibu kandung Gani"

Bagaimana tanggapan Gani yah..???

Tunggu Bab selanjutnya yah..!!!

1
Novita Sari
Luar biasa
Mamah Kaila
hadeeeeh udahlah berhenti aja bacanya, jijik kayak g punya harga diri yg cewek
Mamah Kaila
terlalu bodoh
Memyr 67
𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾 𝗄𝗎𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖺𝗃𝖺𝗋. 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾 𝗆𝗎𝗇𝖼𝗎𝗅, 𝗁𝗉 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖺𝗍𝗂, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗒𝖺𝗅𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂. 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗃𝖺𝗆 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗇𝗒𝖺𝗅𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗃𝖾𝗇𝗀𝗄𝖾𝗅𝗂𝗇 𝗂𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗌𝗁𝗈𝗉𝖾𝖾.
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖺𝗅𝖾𝗑 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈? 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗁. 𝗒𝗀 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌 𝖽𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝖽𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖽𝗋𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗈𝖺𝗇𝗄 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗋𝗂𝗎𝗌
Memyr 67
𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗁𝖺𝖽𝖾𝖾𝖾𝗁
Memyr 67
𝗅𝖺 𝗂𝗇𝗂? 𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝗏𝖺𝗇𝗇𝖺. 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝖽𝖺𝗋𝗂𝗈 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂𝗁? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗀𝖺𝗃𝖾
Shyfa Andira Rahmi
dia emang adikmu...
Herlina Anggana
tenang ffian gak akan kabur ntar jg tau3 pulang trus mas mes mas mes lagi di apa2in mapan trus skit hati lagi di hinakanan kiri lagi mas mes mas mes .. gila jg bnyak bgt yg GK suka ffian msak yg pro cm Gani Ama Rudolf 😄😄😄😄
Herlina Anggana
padahal anak2 di sana ffian bisa prepare bua kabur soal berkas2 masak GK ada kopiannya...
Herlina Anggana
udah di cuwekin 3tahun masih mas mes mas mes jadi aku Sudi bgt manggil .. ngmong ya ngmong aja GT sopan bgt kmu fifian.... revisi dong tor dario apa alex
Herlina Anggana
ffisn cuekin ja tu laki duit mulus mslah batin pcran ja sama berondong
piwpie
ini cerita nyolong yaaa.. typo nya banyak banget
Siti Maulidah
ceritanya menarik
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
YuWie
dikerjainnkaubsama suamimu fi..fi
YuWie
lha istri hy dianggap jadi baby sister anaknya aja dong..kenapa kau tahan sampe 3th fie..
reti
knp km ksh tahu berkas itu ke alex sih?
mestinya lsg gerak aja ke pengadilan
Yati Jenal
ternyata karma tdk semanis korma kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!