Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Karena merasa penasaran,seseorang itu pun langsung memasuki restoran tersebut dan berniat menghampiri Alena.
"Hei,Alena.!" tegur seseorang itu yang tidak lain ternyata Gea.
Alena dan Deon yang sedang menikmati makanannya,sesaat menoleh ke arah Gea.
"Sedang apa kau disini?Apa aku tidak salah lihat?Seorang pelayan makan di restoran mewah disini?" tanya Gea dengan rasa penasarannya.Tanpa peduli berapa pengunjung yang melihatnya.
Alena pun sesaat menarik nafas panjangnya.
"Kau ini seperti lalat ya?Selalu hinggap kemana saja?" tanya Alena dengan santainya seraya menyindir Gea.
"Apa kau bilang??Kau yang lalat sampah.!!Pembantu seperti mu tidak pantas makan di restoran mewah ini.!Kalau tuan muda Toni tahu,dia pasti akan memecat mu.!Terlebih kau makan bersama pria peliharaan mu.!" cetus Gea yang asal bicara tanpa memikirkan setiap perkataannya.
"Hei,nona jaga ucapan mu." sahut Deon menegur Gea.
"Memang kau pria peliharaan dia kan?Apa kau tidak tahu kalau Alena ini seorang pelayan pribadi tuan muda Toni.!" ujar Gea masih bicara asal dengan nada yang lantang sambil menunjuk ke arah Alena.
Alena pun langsung beranjak bangkit dari tempat duduknya.Dan tanpa basa basi melayangkan sebuah tamparan ke arah wajah Gea.
Plak..
Sontak membuat Gea terkejut,begitu juga dan Deon.Beberapa pengunjung pun hanya memperhatikan pemandangan sengit Alena dan Gea.Tanpa ingin ikut campur dengan masalah mereka.
"Beraninya kau tampar aku.!" pekik Gea yang akan membalas Alena dengan menampar juga.
Namun,Alena justru dengan cepat menahan tangan Gea dan menghempaskannya secara kasar.
"Kau tahu arti tata krama??Apa lagi tata krama berada ditempat umum?Apa kau tidak pernah diajarkan untuk menghormati dan bersikap sopan santun didepan orang yang sedang makan?Semakin lama mulut mu semakin seperti sampah.Kalau kau masih ingin teruskan masalah ini dengan ku,ayo kita selesaikan di kantor polisi saja,bagaimana?" sahut Alena langsung menegur Gea dengan tatapan dingin.
Gea yang meringis kesakitan sesaat diam sambil menatap tajam ke arah Alena.
Melihat keributan antara Alena dan Gea,salah staff restoran pun datang menghampiri mereka.
"Maaf,nona.Apakah ada masalah?" tanya seorang staff restoran itu dengan Alena.
"Perempuan ini menganggu kenyamanan kami yang sedang makan.Tolong bereskan." sahut Deon langsung menjawab sebelum Alena yang akan menjawab pertanyaan seorang staff tersebut.
"Ah,maaf kalau begitu tuan.Kami akan segera bereskan.Keamanan.!!" jawab seorang staff tersebut sambil menundukkan kepalanya dengan reaksi yang panik.
Tak berapa lama 2 orang petugas keamanan pun datang dan menghampiri mereka.
"Bawa dia keluar,jangan biarkan dia masuk dan menganggu kenyamanan pelanggan kita.!" ujar staff tersebut sambil menunjuk ke arah Gea dengan tatapan tajam.
Kedua petugas keamanan itu pun langsung mengangguk paham dan akan membawa Gea keluar dari restoran itu.
"Lepaskan.!!Jangan coba kalian menyentuh ku.!!Lihat saja kau,Alena.Aku pasti akan membalas mu.!"cetus Gea dengan nada lantang dan langsung pergi meninggalkan restoran tersebut,sebelum ia akan dipaksa keluar.
Setelah perdebatan sengit itu,Alena dan Deon hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Gea yang sudah pergi.
"Silahkan dinikmati kembali makanan anda.Maaf untuk ketidaknyamanan anda berdua." ucap staff tersebut merasa tidak enak hati.
"Oke." jawab Deon singkat sambil mengangguk.
Staff dan kedua petugas itu pun meninggalkan mereka berdua.Alena dan Deon akhirnya bisa menikmati makanannya dengan nyaman.Tapi sesaat Deon justru dibuat bingung oleh kemunculan Gea yang sebenarnya tidak ia kenal.Terlebih menyebut Alena sebagai asisten pribadi Toni.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena