Aku tidak bisa menceraikan mu shafa, tapi aku juga tidak bisa meningalkan alena, apa lagi saat ini alena tengah hamil anak ku, dan aku juga sudah berjanji untuk bertanggung jawab.
begitu lah ke egois san Cakra sebagai seorang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja ardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyesalan Alena
"Dia hari sudah cakra hanya berdiam diri dirumah.
" Mas,, kita cek ke cafe yuk"!
sudah dia hari lho kamu gak cek ke kafe.
Engak Al..! jawab pria itu singkat
lho.. kena mas,? "
Apa mas gak pengen ngajak aku ke cafe mas,
gak pengen kenalkan aku sama para karyawan kamu kalau sekarang aku istri kamu, yang berarti sekarang aku ini bos nya mereka juga.
Pria itu hanya menaikan kedua alisnya.
"Ayo lah mas... " aku kan juga pengen kenal sama semua karyawan kamu, rengek alena.
"Al.... sejak dua hari lalu aku sudah tidak lagi menjabat sebagai menejer di kafe itu. ucap cakra lemas.
Maksud kamu apa mas,? "
tanya alena yang memang tidak mengerti.
"Sekarang cafe itu di handle oleh shafa sendiri .
Maksud nya apa sih mas,?
apa kafe itu kamu kasih ke shafa, terus sekarang shafa yang urus kage itu mas"?
kenapa kamu gak nyuruh aku aja mas yang kelola kafe kamu, kenapa harus istri mu yang gak punya perasaan itu.
alena membrodong beberapa pertanyaan, membuat kepala cakra terasa pusing.
" Mas,,,?
kenapa diam saja"?
Gimana aku mau jawab Al,, kalau kamu bertanya terus, jawab cakra kesal.
Habis nya aku kesal mas,, kenapa harus shafa sih mas,, kan ada aku, aku ini juga istri kamu lho.
Alena yang memang tidak tau jika cafe itu milik shafa, selama ini wanita itu mengira jika kafe itu milik cakra.
"Kafe itu kan memang milik nya Al.. jadi mau dia handle sendiri atau tidak itu sudah keputusan nya, mas tidak bisa menolak nya.
'A,, apa ,, mas.? "
Jangan bilang kamu telah memberikan cafe itu untuk shafa ya mas..!
Mas gak kasih cafe itu Al... kan memang shafa pemilik nya.
Kamu gak sedang bercanda kan mas"?
"Alena sayang,, cafe itu milik shafa,
bahkan cafe itu sudah ada sebelum aku menikahi shafa, namun sejak shafa memutuskan untuk buka 2 cabang lagi, shafa menyuruh aku yang mengelola kafe itu, karena saat itu mas juga baru saja kena PHK karene ada pengurangan karyawan ditempat mas kerja.
Berarti selama ini kamu bukan orang kaya,? "
bukan juga pemilik cafe seperti yang aku kira?
"Maksud kamu apa sih Al.?
Aku kira kamu itu sekarang sudah sukses, sudah menjadi Sultan, yang memiliki rumah bak istana, kendaraan mewah dan punya 3 cafe yang sangat terkenal di kota ini,.
tapi ternyata kamu tak lain hanya menumpang enak dari istri kamu saja. ucap Alena tanpa tedeng aling-aling.
Aku menyesal mas..!
aku sampai rela menceraikan satrio demi kamu yang aku kira dengan menikah dengan mu, kehidupan ku jauh lebih baik.
"Al,,, selama ini aku kan gak pernah bilang kalau rumah dan cafe itu miliku, dan kamu,, sendri juga tidak pernah bertanya kan.?
Sudah lah mas... aku menyesal menikah dengan mu, Tadinya aku berharap kamu akan menjadikan aku ratu dirumah itu, sama seperti kamu memperlakukan nya pada shafa.
gak tau nya seperti ini jadinya,, huufff desah alena kesal.
"Sekarang kalau sudah begini apa rencana kamu mas.. '? tanya alena.
" Entah laah Al.. yang pasti aku akan mencoba cari kerjaan nanti.
Istri kamu itu benar benar jahat sekali, mas kan masih suaminya, jadi mas kan masih berhak atas cafe itu. gak perlu cari kerjaan lain.
"Al... shafa gak mau mas mencukupi kebutuhan kalian dengan uang dari cafe shafa.
bagaimana pun aku harus menghargai keputusan nya, dan aku sebagai suami memang sebaiknya cari kerjaan lain untuk menghidupi kalian, ucap cakra panjang lebar.
Bagaimana pun cakra masih mencintai shafa, pria itu tidak rela jika istri muda nya itu menghina shafa. entak kenapa akhir akhir ini bayangan shafa terus berputar dalam ingatan yang,
pria itu tengah menyesali sikap nya yang selama ini telah mengabaikan shafa.
Ditempat lain.
"Pagi ini setelah sarapan, Shafa memutuskan untuk pergi menemui Aldi.
Surat gugatan cerai sudah ia layangkan ke pengadilan agama sejak kemaren, tanpa sepengetahuan cakra.
Kini tinggal menunggu panggilan sidang pertama nya.