Karena malam itu, semuanya berubah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK ROSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
Tidak ada!
Sebenarnya, Olivia hanya ingin tahu alasan pria itu menghamilinya. Tapi, sampai sekarang pun pria itu tak menjelaskan apa-apa dan malah mengucapkan kalimat yang konyol.
"Aku ingin bertanya," ucap Olivia tanpa ragu.
"Tanyakan saja," balas Alio sambil menatap Olivia datar.
"Kenapa harus aku? Maksudku, kenapa kamu memilihku untuk melahirkan anakmu?" tanya Olivia sambil menatap mata Alio dengan tatapan tajam dan serius.
"Karena hanya kau yang bisa," jawab Alio cepat lalu membalikkan badannya.
Hah, jawaban macam apa itu!? batin Olivia tak habis pikir.
Lebih tepatnya, Olivia tak cukup puas dengan jawaban yang diberikan pria itu.
"Ma-mau kemana?" tanya Olivia lagi saat melihat Alio yang sudah bersiap untuk pergi.
Alio melirik ke arah Olivia sebelum menjawab. "Masih ada urusan penting yang belum aku selesaikan, jika kau memiliki pertanyaan lain … tanyakan saja nanti, saat kita bertemu lagi."
Setelah itu, Alio pun pergi dan menghilang dari pandangannya. Sementara Olivia, masih terdiam di tempat karena masih belum mempercayai fakta yang baru saja ia dapatkan.
Tapi, Olivia akhirnya sadar, mungkin ... ini adalah alasan mengapa ayahnya terpilih menjadi walikota.
Dan juga ... alasan mengapa semua rumah sakit yang ia kunjungi menolaknya untuk melakukan aborsi!
Ternyata, oh ternyata ...
...—oOo—...
Di dalam mobil.
Saat Arnold melihat luka bekas gigitan di tangan Alio, ia agak terkejut.
Sepertinya ... Nona Olivia masih mengamuk.
"Apakah tangan Anda habis digigit dinosaurus, Pak?" tanya Arnold dengan nada bercanda.
Arnold ingin sekali menertawakan kesialan yang menimpa Alio.
Sejak kecil, Arnold sudah berteman dekat dengan Alio—karena ayahnya adalah salah satu orang kepercayaan keluarga Wilson.
Dari dulu hingga sekarang, Arnold selalu mengikuti kemanapun Alio pergi, mereka sudah sangat akrab seperti saudara kandung.
Tapi, mereka berdua memiliki sifat yang jauh berbeda, Arnold yang aktif dan Alio yang pasif.
Bagaimana tidak? Alio selalu bersikap dingin seperti es, mungkin ... itu karena dia di didik sebagai calon penerus keluarga Wilson.
Sedangkan Arnold adalah kebalikan dari Alio.
Meski pun mereka seumuran, Arnold sangat menghormati Alio, bukan karena perbedaan status mereka—melainkan karena pria itu adalah panutannya.
Mendengar itu, Alio merasa kesal dan hanya memasang wajah dinginnya lagi dan lagi. "Diamlah!" suruhnya dengan nada rendah yang agak malas.
"Apakah Nona Olivia yang melakukannya?" Arnold menatap Alio sembari tersenyum penuh arti.
"..."
Dengan diamnya seorang Alio Wilson—itu sudah memberikan jawaban yang pasti untuk Arnold.
Dan jawabannya pasti 'Ya'.
"Nona Olivia penuh dengan kejutan, dia sangat berani menampar dan mengigit Anda ... orang terhormat di negara ini!" komen Arnold lalu terkekeh.
"Ck, diamlah! Kau berisik, Arnold!" decak Alio kesal lalu memutar bola matanya malas.
Arnold langsung menghentikan leluconnya. "Maaf, Pak! Saya akan menelpon Dr. Lay untuk mengobati luka Anda sebelum kita rapat."
"Hm," balas Alio singkat.
Dengan cepat, Arnold mengeluarkan handphonenya lalu menelpon Dr. Lay.
Usai Arnold menelpon, Alio bertanya kepadanya.
"Bagaimana pekerjaan Olivia di kementerian luar negeri?"
"Very good!" jawab Arnold bersemangat. "Meskipun Nona Olivia masih magang, para atasan sangat menyukainya! Jika Nona Olivia bisa bertahan, saya yakin—dia akan menjadi penerjemah yang handal nantinya!"
"Hm," Alio menganggukkan kepalanya dan tak bertanya lagi.
Arnold juga tak berbicara lagi, ia penasaran apa yang akan Alio lakukan pada Olivia.
Setelah itu, di sepanjang perjalanan mereka—hanya ada kesunyian.
— Bersambung —
***
Kalau kalian suka dengan ceritanya, jangan lupa tinggalkan jejak kalian berupa like, comment and click favorit untuk mendapatkan notifikasi updatenya~
Support penulis juga dengan cara menonton iklan di gift atau hadiah ya~
Thankyou so much and see you next chapter~
dan masih menunggu kelanjutan loch
Jangan kecewakan ya/Smile//Smile/
😊
Menantikan cerita selanjutnya sejak terbit 2019.