NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:968
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembali takut kehilangan

jam dinding kini menunjukkan pukul 4 sore hari. Aku menunggu Aksara yang menjemputku di halte depan sekolah seperti biasa. Namun, sayangnya Aksara tak kunjung sampai. Jeda waktu itu terasa sangat membosankan. Hingga aku terkejut dengan suara klakson mobil.

Aku berjingkat kaget, aku mendongakkan pandanganku dari arah layar hpku. Mataku membelalak melihat seorang yang ada di depanku.

"Gilang.. kamu masih di sini? " pertanyaanku pada Gilang yang tersenyum di dalam mobil sedan putih yang di kendarai.

"Mau pulang Ai? yok masuk gue antar. " Ajak Gilang mempersilahkan masuk.

"gue tunggu kak Aksa, Lang" jawabku dengan wajah yang sudah terlihat lelah.

"coba kamu telpon Aksa dulu. sampai mana kalau masih jauh bareng gue aja." Gilang memberiku saran.

"oke aku coba menghubungi kakak dulu. tunggu sebentar. " aku menyuruh Gilang menungguku menghubungi Aksara.

Dering telepon dariku mungkin tak terdengarnya. Berulang kali aku mencobanya tapi tiada jawaban. Aku memutuskan pulang bersama Gilang dan memberikannya pesan agar terbaca olehnya.

Gilang mengantarkanmu pulang dan singgah sebentar di rumah. Kulihat Aksara berlarian di dalam rumah seperti terjadi sesuatu saat aku baru sampai.

"kak Ak ada apa, apa yang terjadi? " aku bertanya padanya walaupun aku tak di jawabnya. Aku mengikuti langkahnya naik ke atas. Aksara membuka pintu kamar utama membuatku berpikir sedang apa dia.

Langkahku perlahan mengikutinya masuk ke dalam kamar itu. Di sana mama berbaring lemah dengan bibir kering dan pucat. nafasku tercekat melihat orang yang ku sayangi seperti itu.

Aku mendekati mama dan memegang dahinya memastikan dia baik baik saja.

"Ai, jangan khawatir, mama baik baik saja. " ucap mama sambil menggenggam tanganku dengan lemah. Meskipun hubunganku dengannya terjadi sesuatu yang membuat asing tapi dia adalah orang yang berarti.

Pikiranku terlalu berisik membuatku sulit untuk terlihat biasa. Tanganku bergetar saat menggenggam tangan lemah mama. Jantungku mencelos melihat dia yang merintih merasakan sakit.

"Kak Aksa lebih baik bawa mama ke rumah sakit. Ada Gilang di bawah yang bisa bantu kakak. " Aku mengajak Aksara membawa mama ke rumah sakit.

"oke kakak gendong mama turun, suruh Gilang siapkan mobil. " Aksara menyetujui ajakanku. Aku dengan cepat melangkah menghampiri Gilang sesuai arahan Aksara.

Kini aku berada dalam perjalanan membawa mama ke rumah sakit. Aku berteriak di dalam lorong rumah sakit yang ramai orang lalu lalang.

Suster rumah sakit dengan telaten membantuku yang berteriak karena keadaan mama yang semakin lemah. Teriakku terdengae sampai ujung tanpa membuatku merasa malu dengan tingkahku.

"maaf dari keluarga bu Reta ya?" ucap dokter yang menanganinya.

"saya dok" jawab Aksara maju menghadap dokter tersebut.

"keadaan ibu anda belum stabil. Detak jantungnya berdebar secara tidak teratur dan nafas beliau masih terasa sesak untuk ukuran orang normal. kami mendiagnosis sepertinya ibu anda mengalami kardiomiopati. sebaiknya ibu anda di rawat inap dan kami akan melakukan pemeriksaan lebih intensif dan lebih dalam." ucap dokter cantik dengan kartu nama bertulisan dr. Wilnanda Renika,Sp.JP.

"Maaf dok, apakah ibu saya bisa di sembilan? " tanyaku kepadanya dengan keadaan yang kacau.

"akan kita usahakan untuk membuatnya kembali sehat. Ibu anda belum mendapatkan tahap yang serius dan masih bisa kita obati. Tapi tolong jaga kesehatan ibu anda setelah keluar dari sini." ucap dokter itu kembali. Aku memandang dokter itu dengan lamat. Aku berpikir pernah melihatnya, tapi entah di mana.

Sepertinya aku pernah melihatnya dengan jelas. Tapi entah mengapa aku melupakan itu. Wajahnya terlihat tidak begitu asing dalam ingatan. Aku sibuk bertanya tanya dalam pikirku hingga tanpa sadar kehadiran seseorang di sebelah dokter tersebut tak ku lihat.

Orang itu sangat aku kenal dan sekarang aku paham mengapa aku merasa mengenal dokter itu. Dia adalah ibu Alga, aku pernah bertemu dengannya di rumahnya.

"Alga sepertinya mama pernah lihat gadis ini. Apakah kamu pernah membawanya kerumah? " dokter Wilna bertanya kepada Alga tentang diriku.

"Dia pernah aku bawah ke rumah saat itu ma." ucap Alga mengiyakan sang mama bahwa aku pernah datang bersamanya ke rumahnya.

"Al temenin dia. kakaknya sedang pergi ke administrasi dan satu temenya pulang. Sepertinya dia tidak baik baik saja. " ucap dokter Wilna memberi perintah kepada anaknya.

"tidak usah dok, sebentar lagi kakak saya datang. " tolakku dengan halus kepada dokter Wilna. Aku tidak ingin kembali berdekatan dengan Alga. Kali ini aku bertekat untuk menjauh darinya dan mencoba mencari pengganti. Aku tidak mau terjebak dengan hubungan tanpa status yang membuatku kembali merasakan terluka.

"tenang aja cantik, Alga akan menemanimu di disini. Mamamu pasti baik baik saja. Tenangkan diri kamu." ucap dokter Wilna setelah itu meninggalkan kami berdua duduk dengan canggung.

"kamu menghindar La? " tanya Alga tanpa memandangku. Aku diam tanpa mau menjawabnya. kondisiku kini belum stabil, tu buku bergetar seiring tanganku yang bergetar dengan hebat. Seperti biasa Alga tahu apa yang harus dia lakukan untuk menenangkanku. Tanganku di genggamnya dengan perlahan. Rasa hangat dan ketenangan yang dia berikan membuatku sedikit lebih tenang. Kami duduk diam berdua tanpa bersuara.

Posisiku denganya tak berubah sedikitpun sebelum aku yang memulai sedikit menjauh darinya. Tubuhku sedikit lebih tenang dari beberapa saat. Aku mencoba menarik tanganku perlahan darinya.

"Kamu akan meninggalkanmu saat kamu mulai tenang La? aku menjadi orang bodoh yang bertanya dan bergelut dengan amarahku. kamu menjauhiku tanpa sebab" cerca Alga tanpa bisa aku jawab. Aku tak bisa menjawab gamblang apa yang aku rasa.

"Kupikir aku memang seharusnya jaga jarak denganmu Al. Aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubunganmu dengan kekasihmu" jawabku mencoba memberikan dia kejelasan.

" Aku sendiri La, tanpa ada wanita di sisihku. " jawabnya membuatku menatapnya. Sepertinya dia tak tahu apa yang aku maksud.

"Jelas sekali bukan, mereka semua bahkan lebih tahu bahkan lebih bahagia melihatmu dengannya. " Aku tak ingin menjadi penghalang bahagianya. Aku tak ingin menjadi egois karena rasa dalam diriku. Mungkin memang Alga adalah adalah nama yang terukir dalam hatiku. Tapi cukup aku pernah menjadi bagian darinya.

"Naina bukan kekasihku. " ucap Alga lalu pergi meninggalkanku yang kini semakin penasaran. Aku duduk diam memikirkan sikapku yang bertindak tanpa mau melihat kebenaran dahulu. Aku terlalu impulsif, bertindak semauku.

Aku melangkah memasuki ruangan mama dengan perasaan yang tak karuan. Aku mencoba memberanikan diri untuk melihat mama yang sedang berjuang dalam rasa sakitnya.

Mama terlihat tertidur lelap dengan alat alat yang terpasang dalam tubuhnya. Air mataku menetes melewati pipiku tanpa bisa aku mencegahnya. Aku menangis di pinggir ranjang rawat mama tanpa bersuara. Bahuku yang mungkin bergetar membuat mama terusik dalam tidurnya.

"sayang jangan sedih, mama baik baik saja. Mama gak mau lihat anak mama sedih" ucapan mama mampu membuatku diam dari tangisku. Ku usap air mataku dan mencoba tegar di depan mama. Aku tak mau membuat mama semakin merasakan sakit dari pada yang ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!