NovelToon NovelToon
Pertarungan Tanpa Akhir

Pertarungan Tanpa Akhir

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Persahabatan / Anime / Barat / Tamat
Popularitas:64k
Nilai: 5
Nama Author: Mirles

Perselisihan antara umat manusia dan bangsa siluman mengakibatkan perang besar yang meluluh lantakan daratan timur, kini perang itu kembali pecah di karenakan bangkitnya kembali siluman penguasa yang ratusan tahun silam dikurung dalam segel oleh seorang pemuda misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirles, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Guan Lin

Saat ini Guan Lin masih saja sibuk dengan sebongkah batu giok di tangannya, Guan Lin mencoba menyalurkan energi spiritualnya pada batu giok itu.

Batu giok itu pun bersinar, pertanda bahwa batu giok itu menerima energi spiritual yang Guan Lin salurkan.

Guan Lin semakin penasaran saat melihat batu giok itu bersinar, namun Guan Lin masih juga belum menemukan apa kegunaan dari batu giok yang saat ini ia pegang.

"Mungkinkah lima titik ini adalah arah?!." batin Guan Lin. "Utara, selatan, timur dan barat. Lalu, maksud dari titik di tengah ini___?" Guan Lin terus memperhatikan dengan sangat teliti simbol yang ada pada batu giok itu.

Guan Lin mencoba memfokuskan pikirannya pada salah satu titik yang ada pada batu giok itu sambil menyalurkan kembali energi spiritualnya, dan sesuatu yang mengejutkan pun terjadi.

Batu giok itu bersinar dan sinarnya seakan-akan menarik Guan Lin ke dalam batu giok itu, Guan Lin dengan cekatan berpegangan pada panda yang sedang tertidur pulas di sebelahnya.

***

Di desa sunyi, tepatnya di markas orang-orang berjubah hitam. Kini pertarungan semakin memanas, setelah Lien Hua memberitahukan pada Feng Ying dan juga Jia Li, bahwa orang-orang berjubah hitam itu bukanlah manusia, melainkan jelmaan dari bangsa siluman.

Awalnya Feng Ying dan Jia Li masih ragu, tapi setelah mereka menyaksikan sendiri saat si pemimpin dari orang-orang berjubah hitam itu berubah menjadi seekor laba-laba raksasa di depan mata mereka sendiri, mau tidak mau Feng Ying dan Jia Li akhirnya percaya.

**

"Adik ke lima, segera datang ke markas dan bantu adik ke enam!" siluman kakak ke satu memerintahkan lewat pikirannya.

"Baik kakak."

Adik kelima pun kini melesat ke arah timur dengan kecepatan penuh.

**

Siluman laba-laba itu kini mengamuk sejadi-jadinya, ia menyemburkan jaring dari mulutnya kearah pasukan petarung yang kini sudah berhasil melumpuhkan hampir semua bawahannya.

Siluman laba-laba itu berhasil menjerat lima orang dari pasukan petarung, saat siluman laba-laba itu menarik kelima petarung yang terjerat dalam jaring yang ia ciptakan, seketika jaring itu terputus oleh serangan tiba-tiba yang di lancarkan oleh guru pembimbing dari akademi pedang dan sihir.

Guru pembimbing itu baru saja tiba bersama sepuluh siswa senior akademi, mereka datang bersama seorang pemuda yang juga memimpin sebuah pasukan para pejuang di desa sunyi.

Pertempuran pun kembali pecah, kini siluman laba-laba itu harus menghadapi serangan dari guru pembimbing, Feng Ying dan juga Jia Li.

Sementara Lien Hua melesat ke halaman belakang, Lien Hua berniat untuk membantu menyelamatkan para gadis.

*

Sementara di markas belakang, seseorang kini menghentikan aksi Ming Shu dan Yue Yin yang sedang menyelamatkan para gadis.

"Beraninya kalian!" teriak seorang pria berjubah hitam dengan wajah sangar.

"Lindungi para gadis," bisik Ming Shu pada Yue Yin.

"Mn," Yue Yin segera mengeluarkan sihir tanahnya dan membuat sebuah dinding tinggi sebagai perisai.

Sementara Ming Shu langsung mengeluarkan pedangnya dan melesat ke arah orang berjubah hitam. Ming Shu menebaskan pedang yang telah ia aliri dengan energi spiritual ke arah pria berjubah hitam itu, namun dengan mudah pria berjubah hitam itu menghindari serangan dari Ming Shu.

"Heh, manusia lemah," desis si pria berjubah hitam.

Ming Shu dan pria berjubah hitam itu saling bertukar serangan, Ming Shu juga telah mengeluarkan sihir apinya, namun si pria berjubah hitam itu selalu bisa menghindari serangan yang Ming Shu lancarkan.

Ming Mei dan Li Wei ikut membantu Ming Shu melawan pria berjubah hitam, mereka melakukan serangan dari dekat menggunakan belati, namun dengan mudah Ming Mey dan Li Wei terkena serangan dari pria berjubah hitam.

Ming Mei dan Li Wei jatuh bersamaan setelah terkena pukulan dari pria berjubah hitam, mereka berdua menyemburkan darah akibat luka yang mereka alami setelah menerima serangan dari si pria berjubah hitam.

"Sekarang giliran mu bocah!" ucap si pria berjubah hitam dengan pandangan menghunus ke arah Ming Shu.

Kemudian pria berjubah hitam itu mengumpulkan energi spiritual pada kedua telapak tangannya, namun saat ia akan melesatkan serangan pada ming Shu, sesuatu tiba-tiba saja terjadi.

Muncul sebuah sinar dan keluarlah dua sosok dari sinar itu, satu sosok langsung ambruk dan menimpa tubuh si pria berjubah hitam, alhasil pria berjubah hitam itu ikut ambruk dengan posisi tengkurap sedangkan sosok besar menimpa di atasnya. Dan serangan yang telah ia persiapkan sebelumnya, tidak sengaja mengenai dirinya sendiri.

"Aaaaa......"

Pria berjubah hitam itu mengerang kesakitan, serangan yang hendak ia lancarkan pada Ming Shu malah berbalik dan tepat mengenai dadanya sendiri, yang mengakibatkan pria berjubah hitam itu mengalami luka dalam yang sangat parah.

Seketika darah merembes dari sudut bibir si pria berjubah hitam. Namun apalah daya, kini si pria berjubah hitam itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin bergerak pun susah, di karenakan ada satu sosok yang menimpa tubuhnya. Sosok itu sangatlah berat dan membuat pria berjubah hitam itu merasa sesak.

"Woy... kau menimpa seseorang kawan, ayo cepat bangun, tubuh besar mu itu telah membuat seseorang kesulitan bernafas!" ucap seorang pemuda yang suaranya terdengar sangat familiar di telinga Ming Shu.

"Guan Lin!" Ming Shu memanggil Guan Lin dengan suara yang nyaris tidak bisa terdengar, andaikan saja indra pendengaran Guan Lin tidak sensitif, sudah jelas Guan Lin tidak akan bisa mendengarnya.

Guan Lin menoleh ke arah Ming Shu yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Ming Shu!" Guan Lin segera berlari ke arah Ming Shu dan langsung memeluknya.

Ming Shu masih saja diam terpaku, Ming Shu masih begitu syok melihat Guan Lin yang tiba-tiba berada di hadapannya.

"Aku sangat merindukan mu, aku yakin pasti kau juga merindukanku, bukan?!" ucap Guan Lin dengan penuh percaya diri.

"Tidak," jawab Ming Shu singkat.

Apa yang ada dalam hati dan yang Ming Shu ucapkan, benar-benar tidak sinkron. Pada kenyataannya, Ming Shu memang merindukan sosok Guan Lin, hanya saja ego Ming Shu terlalu tinggi untuk mengakuinya.

Sementara si panda terbangun dari tidurnya dan kini panda gendut itu duduk dengan santai di atas punggung pria berjubah hitam yang tidak sengaja telah menjadi korban.

"Apapun itu, segera menyingkir lah dari tubuhku!" gertak si pria berjubah hitam, namun dengan suara lemah.

Si panda hanya menguap dengan malas, dia mengucek kedua matanya dengan tangan. Panda itu masih berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawanya, meski matanya kini sudah terbuka namun panda itu belum tersadar sepenuhnya. panda itu belum tau bahwa kini dia sudah tidak lagi berada di dalam jurang, tempat biasa panda itu menghabiskan waktu hanya dengan makan dan tidur.

Yue Yin menarik kembali sihir tanahnya setelah ia melihat pria berjubah hitam sudah berhasil di kalahkan.

"Hey-hey... Kalian yang di sana, cepatlah habisi pria berjubah hitam itu, bukannya malah asik berpelukan!" Protes Yue Yin.

Guan Lin yang menghadap ke arah Yue Yin, seketika melotot kan mata kepadanya.

"Dan kau gadis genit, jangan menodai mataku yang polos ini. Datang-datang langsung main peluk. Heh, dasar tidak tau malu!" cibir Yue Yin.

Ming Shu Langsung mendorong Guan Lin dan berjalan ke arah pria berjubah hitam yang kini masih menjadi alas duduk untuk seekor panda.

"Hey gadis kecil, lihatlah baik-baik sebelum kau berbicara, aku ini lelaki bukan perempuan!" protes guan Lin, Guan Lin merasa tidak terima.

"Siapa yang kau bilang gadis kecil. Heh, aku ini seorang senior, jadi seharusnya kau memanggilku senior Yue Yin!" ucap Yue yin.

"Lagipula bukan salah ku jika aku mengira kau seorang gadis, salahkan saja wajahmu itu yang feminim!" ucap Yue Yin dengan sengit.

"Guan Lin!"

Guan Lin membuka mulutnya kembali hendak membalas ucapan Yue Yin, namun ia urungkan karena mendengar suara seseorang kembali memanggilnya.

"Guan Lin, kau kah itu?!"

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎AnitaPraditaM⃟3💋
apa yg di bisikkan burung cantik itu ke Kien Hua 🤔
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
Apa yang di katakan tetua betul, yakin pada diri sendiri yang utama. Kalau kalian ngga yakin dan percaya pada diri sendiri ya ngga akan bisa
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Zhi lin sangat baik walaupun kamu setengah siluman 😣
Nuri
gaun Lin akan jadi pahlawan dimasa depan 👍
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
siluman rubah itu dah tau akan kalah kali makannya tertawa hihi
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
wah wah kejam kenapa kau melakukannya hah emang ada salah kah dia padamu
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
nah bener kan ngek ujungnya terlalu percaya sih jadi orang kena kan ngalamat sudah nyawa mu
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
ngebayangin bikin merinding & mual apa lg yg melihat didepan mata mu sendiri y Mingshu, itu serigala berebutan makan mayat orang 🤢
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ❀∂я🤎Aₙᵢₜₐ♉🏫⃟Sᵐᵖ
gak Puy penglihatan pasti km mempunyai kelebihan yg lain y Lien Hua, yg gak bs dimiliki oleh manusia normal
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish Tian Bao pegu ini nih karena dah terlanjur cinta ma tuh rubah sampai kagak ada rasa curiga nya sama sekali, titeni sih pas mendekat pasti siluman rubah langsung menebas nya
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
dusta kau mengatakan itu semua wahai siluman rubah, jangan percaya itu cuma siasat dia aja tuh
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
haish dasar rubah licik dah jadi sifatnya mau kalah kaya apa ha pasti akan ada ide liciknya ja yang muncul
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
Jangan tinggalkan aku dengan jurus berdoa nya biar kalian menang hihihi 😁
𝓐𝔂⃝❥🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄Jinda❀∂я😘
gimana kagak mental itu kibasan bukan sembarang kibasan, mana gede banget lagi bentuknya pasti. Ku harap bangsa manusia bisa mengalahkan nya kembali
Ney 🐌
knp udh meninggal kah🤔🤔
Ney 🐌
🤗🤗🤗🤗
Alan Bumi
bentar jadi Tian Zhi itu pemimpin Kota Timur apa Kota Utara?
Alan Bumi
kok Tian Zhi?
Alan Bumi
lah kok Tian Zhi?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!