Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Kebun Terlarang dan Tamu Tak Diundang
Pagi berikutnya, aroma darah di halaman sudah lenyap, digantikan oleh aroma manis dari jus anggur premium yang disesap Kenzo di kursi malasnya. Di depannya, mayat-mayat para kultivator kemarin telah dibersihkan oleh sistem menjadi poin tambahan.
"Ayah, apa itu?" Lin-er terbangun dan keluar dari gubuk, menunjuk ke arah pistol hitam yang terselip di pinggang Kenzo.
Kenzo menatap anaknya datar. "Ini hanya alat musik baru, Lin-er. Suaranya agak keras, jadi jangan dimainkan tanpa izin Ayah."
"Ooh, alat musik ya!" Lin-er tersenyum riang, lalu beralih melihat lahan kosong di depan rumah mereka. "Ayah, Lin-er lapar. Apa kita punya makanan lain selain daging besar kemarin?"
Kenzo terdiam. Ia baru ingat bahwa ia sekarang punya poin. "Sistem, buka toko. Aku butuh bibit tanaman yang tidak sampah. Dan berikan aku perlindungan wilayah."
[Ding!]
[Membuka Menu Konstruksi & Agrikultur...]
[Item Tersedia:]
Bibit Padi Surgawi (Gagal Produksi): Tumbuh dalam 1 jam, tapi rasanya seperti hambar. (5 Poin)
Pagar Bambu Berduri (Berkarat): Pagar sederhana yang bisa menyetrum siapa pun yang menyentuhnya. (20 Poin)
Pupuk Kandang Iblis: Mempercepat pertumbuhan 10x lipat, namun baunya bisa memanggil monster. (10 Poin)
"Berikan aku Padi Surgawi itu, Pagar Bambu, dan simpan pupuk baunya. Aku tidak butuh monster datang saat aku tidur." perintah Kenzo.
Dalam sekejap, pagar bambu kusam yang dialiri percikan listrik biru samar muncul mengelilingi gubuk mereka. Kenzo kemudian menanam bibit padi tersebut. Dengan sedikit aliran Qi dari tangannya—hasil modifikasi teknik Napas Siput yang ia kembangkan sendiri—padi-padi itu mulai bertunas dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
"Wah! Ayah hebat! Tanamannya tumbuh cepat!" Lin-er bertepuk tangan kegirangan.
Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Dari kejauhan, terlihat kepulan debu dan deru langkah kuda-kuda spiritual yang gagah. Sekelompok pasukan berseragam lengkap dengan lambang matahari merah—Sekte Utama Awan Biru—datang dengan formasi tempur. Kematian ketua cabang mereka ternyata memicu amarah pusat sekte.
"Di sana! Gubuk terkutuk itu!" teriak seorang letnan yang memimpin pasukan. "Tangkap pembunuh itu hidup-hidup! Aku ingin tahu sihir apa yang dia gunakan!"
Kenzo berdiri perlahan. Ia meletakkan gelas jusnya di meja kayu. "Lin-er, masuk ke dalam. Ayah harus bermain musik sebentar dengan tamu-tamu ini."
"Musik yang keras tadi, Ayah?" tanya Lin-er polos.
"Ya. Musik yang sangat keras." jawab Kenzo dingin.
Setelah Lin-er masuk, Kenzo berdiri di balik pagar bambunya. Pasukan itu berhenti tepat di depan gerbang. Ada sekitar tiga puluh orang, dan pemimpinnya berada di ranah Inti Emas awal—kekuatan yang jauh di atas lawan-lawan Kenzo sebelumnya.
"Rakyat jelata! Berlututlah!" sang pemimpin berteriak, memancarkan tekanan Qi yang membuat pohon-pohon di sekitar melengkung.
Kenzo tidak bergeming. Ia mengeluarkan pistol modifikasinya, tapi kali ini ia melakukan sesuatu yang berbeda. Ia memasukkan sebutir "Pil Pemurnian Qi Cacat" ke dalam slot rahasia yang ia buat di bawah laras pistolnya sebagai booster.
"Kalian merusak pemandangan kebun padiku sialan!" ucap Kenzo dengan suara rendah yang mengancam.
"Apa itu? Mainan kayu?" sang pemimpin tertawa meremehkan. "Serang!"
Saat pasukan itu merangsek maju, Kenzo menarik pelatuknya. Namun kali ini, pelurunya bukan lagi biru pucat. Berkat dorongan pil sampah, tembakan itu berubah menjadi lidah api putih yang membara.
BOOOM!
Satu tembakan meledak di tengah-tengah formasi pasukan, menciptakan gelombang kejut yang mementalkan kuda-kuda spiritual mereka.
[Ding!]
[Peringatan! Penggunaan senjata di luar nalar terdeteksi!]
[Kreator, Anda menghancurkan keseimbangan ranah Inti Emas!]
"Bising, Sistem," gumam Kenzo sambil membidik kepala sang pemimpin yang kini wajahnya pucat pasi. "Di dunia ini, aku adalah hukumnya."
sebentar😅😅