NovelToon NovelToon
Zaman Para Dewa

Zaman Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Dan budidaya abadi / Fantasi / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: B.O.B

Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10. kota da jin

Sebelum mereka pergi, kakek Wu dan Ye Ting Yun ke berjalan ke belakang rumah dan kembali sambil membawa dua kuda.

Kedua kuda memiliki badan yang besar dengan tinggi mencapai dua meter membuat ia terlihat sangat gagah.

" Kuda berkaki besi." Yang Chen langsung mengenali kuda itu.

Itu adalah kuda berkaki besi, ia memiliki fisik yang tangguh. Keunggulannya adalah daya tahan dalam menempuh perjalanan jauh sehingga sangat cocok untuk untuk dijadikan tunggangan saat ini melakukan hal perjalanan.

Terlihat kuda itu telah berada di tahap spirit tingkat 8, kultivasinya bahkan lebih kuat dibanding Yang Chen yang masih ditahap spirit tingkat 4.

" Yang Chen, naiklah di kesini." Ucap kakek Wu sambil menunjuk ke belakangnya.

Yang Chen kemudian naik kuda bersama kakek Wu.

Dengan begitu mereka kemudian memacu kuda mereka ke arah hutan.

Kuda mereka berlari dengan sangat cepat sehingga perjalanan mereka tidak terlalu lama untuk sampai ke kota Da jin.

Setelah beberapa waktu, akhirnya mereka sampai ke pintu gerbang kota Da jin.

Kota itu di kelilingi oleh pagar beton yang kokoh dengan ketinggian mencapai tiga puluh meter, yang membuat ia terlihat luar biasa kokoh.

Saat akan memasuki kota, mereka di hadang oleh dua orang penjaga berbadan besar, mereka diminta uang masuk sebesar sepuluh batu roh tingkat rendah per orangnya.

Ye Ting Yun tanpa banyak bicara langsung melemparkan kantong berisikan tiga puluh batu roh untuk tiga orang. Dengan begitu mereka mulai diperbolehkan memasuki kota.

Yang Chen sebenarnya ingin berniat membayar biaya masuk untuk mereka bertiga, ini ia lakukan sebagai ucapan terimakasih karena telah membantunya. Namun ia didahului oleh Ye Ting Yun sehingga ia hanya bisa membiarkan begitu saja.

Saat masuk ke dalam kota, Yang Chen dibuat takjub dengan seberapa besar dan indahnya kota tersebut.

Jalan kota yang besar dipenuhi dengan banyaknya orang dan kereta kuda yang berlalu lalang. Setiap sudut kota di jumpai bangunan besar dengan ukiran yang indah menambah kekaguman Yang Chen.

Bagi pemuda desa seperti Yang Chen yang belum pernah melihat kota sebesar dan semegah ini membuat ia dibuat takjub.

Tapi sikap Yang Chen berbanding terbalik dengan kakek Wu dan Ye Ting Yun, mereka bersikap biasa saja seakan itu bukan hal yang pantas untuk dikagumi.

Melihat mereka yang terlihat biasa saja membuat Yang Chen juga segera menyembunyikan ekspresi kagumnya supaya tidak dianggap memalukan oleh mereka.

Namun walaupun ia Yang Chen dengan cepat mengubah ekspresinya, tapi Ye Ting Yun melihatnya terlebih dulu sehingga membuat ia segera tersenyum mengejek pada Yang Chen.

Meski begitu Yang Chen berusaha untuk tetap tenang walaupun sebenarnya ia merasa sedikit malu.

Setelah berjalan beberapa waktu akhirnya mereka berhenti di sebuah rumah makan yang terlihat megah dengan tiga lantai.

Mereka mengikat kuda mereka di depan rumah makan sebelum mereka masuk ke dalam rumah makan.

Terlihat meja di lantai satu suda dipenuhi banyak orang dan akhirnya mereka naik ke lantai dua.

Di sana masih banyak orang tapi meja disana masih ada beberapa meja kosong.

Tapi kakek Wu dan Ye Ting Yun terlihat tidak melirik ke lantai dua dan malah langsung naik ke lantai tiga.

Tempat di lantai tiga hanya ada beberapa orang sehingga disana tidak begitu berisik.

Terlihat di lantai tiga memiliki kursi dan meja yang lebih indah daripada lantai dibawahnya dan dekorasinya juga terlihat lebih indah membuat disana lebih nyaman.

Dari situ Yang Chen tahu kalau di lantai tiga adalah ruang spesial yang Chen hanya bisa dimasuki beberapa orang saja. Kemungkinan biaya makan dilantai tiga jauh lebih mahal di bandingkan dua lantai dibawahnya.

Mereka bertiga kemudian berjalan ke arah meja yang paling pojok sebelah kanan. Disana pemandangan indah kota bisa terlihat jelas.

Begitu mereka duduk, seorang pelayan wanita paruh baya datang dan berkata, " tuan dan nona akan pesan apa?" Ucapnya sambil menyerahkan sebuah menu makan pada mereka.

Tanpa melihat menu apa saja disana Ye Ting Yun langsung berkata, " bawakan makanan dan minuman terbaik di sini."

" Baiklah, kami akan segera siapkan." Pelayan itu kemudian berbalik pergi.

" Sepertinya mereka memang berasal dari keluarga yang kaya." Ucap Yang Chen dalam hati.

Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan mereka datang.

Melihat semua makanan ini, membuat Yang Chen sulit untuk menyembunyikan ekspresinya yang terlihat sangat menginginkan agar makanan itu. Sampai ia tidak sadar ia telah menelan ludahnya dan itu diperhatikan oleh kakek Wu dan Ye Ting Yun dan mereka hanya tersenyum kecil.

Di meja makan mereka ada berbagai daging yang telah di bakar dengan sangat baik dan juga sayuran yang terlihat lezat. Setiap makanan mengeluarkan aroma harum yang sangat nyaman dihirup.

Sebagai orang desa, jelas Yang Chen belum pernah makan makanan seenak ini.

" Ayo kita makan." Ucap kakek Wu sambil mempersilahkan Yang Chen makan.

Saat asik menikmati makanan, terdengar suara beberapa orang yang sedang membicarakan suatu hal.

" Pelelangan paviliun rusa langit akan besok dilaksanakan. Aku sangat tidak sabar untuk datang kesana."

" Itu benar, tahun lalu paviliun rusa langit melelang berbagai harta yang berharga dari mulai senjata spiritual, obat berharga, bahkan tanaman spirit langka yang sangat jarang ditemukan. Jadi tentu pelelangan tahun ini dinanti banyak orang."

" Aku berharap dengan jumlah uang yang aku kumpulkan aku bisa mendapatkan senjata spiritual dengan kualitas yang baik bagus."

" Senjata spiritual tingkat tinggi tentu kamu akan menemukannya tapi itu akan sulit membelinya, ada banyak fraksi besar yang juga akan datang sehingga semua barang bagus kemungkinan besar akan didapatkan oleh mereka."

" Dari segi kekuatan dan ekonomi keluargaku, aku yakin bisa mendapatkan beberapa senjata yang aku inginkan."

" Kalau itu tuan muda tentu saja akan mendapatkan harta yang anda inginkan."

Setelah mendengar obrolan mereka, membuat Yang Chen tertarik untuk datang ke pelelangan.

Ia berniat untuk membeli pedang baru menggantikan pedangnya yang patah.

ia memiliki kekuatan ratusan batu roh tingkat rendah yang ia dapatkan saat berburu hewan buas.

Ditambah ia memiliki cincin ruang milik Guo Feng dan dua rekannya sehingga Yang Chen memiliki cukup uang.

Jika itu masih tidak cukup, ia bisa menjual bunga anggrek darah miliknya.

" Apakah kamu tertarik untuk datang ke sana Yang Chen?" Melihat Yang Chen yang begitu memperhatikan obrolan pemuda disana membuat Kakek Wu menebak apa yang sedang dipikirkannya.

" Aku rasa pelelangan itu akan sangat menarik bagiku, sehingga aku berencana untuk kesana." Ucap Yang Chen tidak menyangkalnya.

" Kalau begitu kita bisa pergi bersama, kebetulan kami juga akan ikut menghadiri pelelangan." Ucap kakek Wu sambil tersenyum.

Mendengar perkataan kakek Wu membuat Ye Ting Yun terhenti makan dan mulai menatap kakek Wu sejenak. Tapi ia tidak bertanya dan malah lanjut untuk makan.

" Benarkah, kalau begitu baguslah." Ucap Yang Chen tidak menolak pergi bersama kakek Wu.

Saat mereka asik mengobati tiba-tiba ada sekelompok orang datang menuju meja mereka.

" Wah sungguh kebetulan akan bertemu dengan seorang kenalan di tempat seperti ini."

Melihat kelompok orang itu, langsung membuat wajah Ye Ting Yun berubah kesal dan kakek Wu juga menatap kelompok itu dengan seksama.

1
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Hadir
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Saran Thor..
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
biasa disebut Energi Spiritual, kalau itu pakai tekanan Jiwa mungkin disebut Energi Roh.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
secara itu apa maksudnya 🤔 secara diganti dengan kata 👉 karena
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Secara 🤔 Mungkin maksudnya: Selama ini Yang Chen hanya bisa mendapatkan batu roh dengan berburu binatang iblis, itupun tidak mudah untuk mendapatkannya.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Saran Thor.. Kok ada sekolah dijaman para dewa? mungkin kalau akademi masih nggak janggal. Tetap semangat Thor 💪💪
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
angin kelana
awalan yg lumayan menarik.lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!