HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Esokan harinya Luna berangkat ke cafe dengan tidak semangat, matanya masih bengkak mungkin semalam Luna menangisi Ronald hingga pagi.
''Kak Luna'' sapa Hanin menatap Luna yang sedang menggiling kopi.
Hanin tahu kalau saat ini Luna pasti sedang merasakan patah hati, karna bosnya semalam bertunangan, walaupun Luna tidak pernah cerita apapun tentang perasaannya, tapi Hanin bisa menebak kalau Luna pasti menyimpan perasaan pada bosnya.
''Iya Nin'' sahut Luna suaranya terdengar sengau, karna terlalu lama menangis.
''Kak Luna baik baik saja kan?'' tanya Hanin.
''Enggak Nin, aku enggak baik baik saja'' sahut Luna lirih.
Luna berhenti menggiling kopi, kedua tangannya bertumpu di atas meja, lalu kepalanya menunduk dalam, dan perlahan terlihat bahunya bergetar naik turun, Luna kembali terisak.
Hanin langsung mengelus punggung Luna untuk menenangkan. ''Kak Luna harus semangat, mungkin jodoh Kak Luna memang bukan Kak Ronald'' ucap Hanin.
''Hikss,, tapi aku sangat mencintainya'' sahut Luna terisak.
Hanin terdiam dia tidak tahu harus menghibur Luna seperti apa, pasalnya Hanin dan Winda tidak ada bedanya, mereka berdua sama sama belum pernah merasakan jatuh cinta pada pria manapun.
Saat Luna masih terisak, terdengar suara sambungan interkom di atas meja dekat mereka, Hanin bergegas mengangkatnya.
''Baik Kak'' sahut Hanin lalu sambungan intercom terputus.
Hanin terdiam sejenak menatap Luna, lalu berbicara sedikit pelan. ''Kak Luna, Kak Ronald meminta Kakak untuk ke ruangannya''
Luna menarik nafasnya pelan, setelah itu dia menghapus air matanya.
''Aku ke ruangan Ronald dulu, tolong kamu lanjutkan menggiling kopinya ya'' pinta Luna yang di angguki oleh Hanin.
''Iya Kak''
Luna bergegas ke ruangan Ronald, kemarin kemarin Luna sangat antusias jika pergi ke ruang kerja Ronald walaupun hanya untuk mengantarkan kopi saja, tapi sekarang entah kenapa Luna tiba tiba sedikit merasa takut, firasatnya mengatakan jika akan ada hal buruk yang menantinya.
Setiba di depan pintu ruang kerja Ronald, Luna menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya perlahan.
''Luna, semuanya pasti baik baik saja'' gumam Luna lalu memutar hendel pintu di depannya.
Ceklek
Saat pintu terbuka Luna melihat Ronald duduk di kursi kerjanya, yang tengah fokus menatap layar laptopnya.
Dengan langkah pelan Luna mendekat ke arah meja kerja Ronald.
''Nald, ada apa kamu memanggilku?'' tanya Luna.
Ronald mendongak menatap Luna yang berdiri di sebrang meja kerjanya, bukan pura pura tidak tahu, tapi Ronald hanya tidak perduli dengan mata sembab Luna.
''Mulai besok, kamu aku pindah kerjakan di cafe cabang tiga'' ucap Ronald datar.
Tentu saja Luna terkejut mendengarnya, lokasi cafe cabang tiga agak jauh dari asramanya, di tambah lagi Ronald berkunjung ke sana hanya satu bulan sekali, itupun kalau cafe sedang ada masalah urgent saja.
''Kenapa aku di pindah ke sana?, apa aku sudah buat masalah?'' tanya Luna yang tidak terima begitu saja dia di pindah kerjakan.
Luna sudah tidak ada kesempatan untuk memiliki Ronald, jadi dia juga tidak ingin jauh jauh dari Ronald, apa lagi setelah ini Ronald akan mulai melakukan koas di rumah sakit untuk kelanjutan gelarnya sebagai dokter, jadi sudah di pastikan dia hanya bisa bertemu Ronald di cafe saja.
''Kamu memamang tidak melakukan kesalahan apapun''
''Lantas kenapa?, pokoknya aku menolak di pindah kerjakan'' tolak Luna dengan tegas.
Ronald menatap datar Luna. ''Kalau kamu menolak, kalau begitu kamu enggak usah kerja di cafeku lagi'' tegas Ronald yang sudah tidak bisa di ganggu gugat.
Sontak Luna terkejut, kalau dia enggak kerja terus kebutuhan untuk sehari harinya beli pakai apa pikirnya.
''Hiks,,, Nald, kenapa kamu tega sekali denganku, kamu sudah buat aku sakit hati separah ini, dan sekarang kamu masih tega mau memecatku'' isak Luna.
''Aku tidak perduli dengan sakit hatimu, sekarang kamu pilih, mau pindah di cafe cabang tiga, atau tidak bekerja lagi di cafeku'' ucap Ronald.
Luna semakin menangis tersedu sedu.
''Kamu kenapa sih Nald, sejak ada Hazel kamu berubah, kamu sudan tidak perduli dengaku lagi''
''Diam!!'' bentak Ronald.
Sontak Luna terkejut dan langsung mengatupkan bibirnya rapat rapat, hanya terlihat bahunya yang bergetar naik turun.
''Jangan sekali kali kamu menyalahkan calon istriku ya, seharunya kamu minta maaf pada Hazel dan Ayahnya, karna kamu sudah memfitnahnya'' ucap Ronald marah.
Pasalnya setelah kemarin Luna memfitnah Hazel berselingkuh, sampai saat ini Luna belum ada niatan untuk minta maaf, bahkan setelah kebenaran terungkap saat itu, Luna juga tidak langsung meminta maaf.
''Berhentilah menangis, aku muak mendengarnya, lebih baik sekarang kamu bereskan barang barang milikmu, dan mulai besok kamu kerja di cafe cabang tiga, kalau tidak mau tidak usah kerja sekalian'' setelah berucap tanpa perasaan Ronald kembali fokus pada layar laptopnya, tanpa memperdulikan Luna yang terisak di depannya.
''Hiks,, baiklah, aku akan membereskan barang barangku sekarang'' ucap Luna dan berlari keluar dari ruangan Ronald.
Setelah kepergian Luna, Ronald menyadarkan badannya, andai bukan karna Hazel, pasti saat ini dia sudah memecat Luna, semalam Hazel memohon padanya agar Luna cukup di pindah kerjakan saja, menurut Hazel agak keterlaluan jika Luna di pecat hanya karna masalah pribadi, dan menurut Hazel dirinya tidak profesional sebagai bos jika sampai menyangkut pautkan masalah pribadi dan kerjaan.
''Sayang sayang, kenapa kamu murah hati sekali sama Luna, padahal dia sudah fitnah kamu dengan kejam'' gumam Ronald sembari menatap foto Hazel yang ia jadikan wallpaper di ponselnya.
Siang hari Hazel mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara, mereka sudah harus pulang karna William sangat sibuk.
Hazel tidak sendiri dia temani oleh Clara, setelah pesawat yang di tumpangi oleh kedua orang tuanya lepas landas, Hazel dan Clara segera kembali ke asrama.
Mereka berdua di jemput oleh David, yang sudah menunggu di parkiran bandara.
''Kak David udah dari tadi di sini?'' tanya Hazel.
''Barusan'' jawab David.
Hazel hanya ber oh ria saja, lalu masuk ke dalam kursi belakang mobil milik David, begitu juga dengan Clara.
''Heh, kenapa kalian berdua duduk di belakang semua?, kalian pikir aku ini supir kalian ha'' omel David dengan berkacak pinggang.
''Memang'' sahut Hazel dan Clara bersamaan, lalu mereka berdua tertawa bersama.
David mendengus melihat dua gadis yang selalu maunya sendiri itu, tapi anehnya David tidak pernah membantah mereka, dan malah nurut masuk ke jok kemudi dan menjalankan kemudinya.
''Kita mau kemana sekarang?'' tanya David sembari fokus mengemudi.
''Langsung, ke asrama aja Kak, aku ngantuk banget, mau langsung tidur'' sahut Hazel sembari menguap.
Dari kaca spion David menatap curiga pada Hazel.
''Memangnya semalam kamu sama Ronald kemana aja?'' tanya David.
''Enggak ada kita cuma jalan jalan aja di taman kota sampai jam satu malam, terus aku kembali ke hotel tempat Ayah dan Ibu nginap'' jawab Hazel.
David hanya menganggukkan kepalanya dan tidak bertanya lagi.
Beberapa menit kemudian mobil sport yang di kemudikan oleh David sudah tiba di halaman gedung asrama, Hazel dan Clara segera turun, dan kebetulan mereka sampai bersamaan dengan Luna yang baru pulang dari cafe, sembari membawa beberapa barangnya.
Tatapan mata Luna menggelap saat melihat Hazel turun dari mobil David, dengan langkah cepat Luna menghampiri Hazel, lalu mendorongnya dengan kasar, sampai membuat Hazel jatuh di atas tanah.
Brukk
Akhhh
''Lun, kamu apa apan sih!!.'' Bentak David sembari mendorong Luna balik, tapi tidak sampai jatuh, hanya barang barang yang Luna bawa jatuh berserakan.
Sedangkan Clara dia segera membantu Hazel berdiri.
''Zel, kamu enggak apa apa?'' tanya Clara, tapi sedetik kemudian wajah Clara langsung memerah, saat melihat telapak tangan Hazel terluka.
Clara langsung berbalik menghampiri Luna dan melayangkan tamparannya.
Plakkk
''Kenapa kamu dorong Hazel ha?!, memangnya dia salah apa?'' bentak Clara dengan tatapan nyalang.
''Gara gara dia!, Ronald memindahkan aku ke cafe cabang tiga'' teriak Luna marah.
Luna mendorong Clara ke samping, dan bersiap menyerang Hazel lagi, tapi dengan cepat David menghadangnya.
''Cla, cepat bawa Hazel masuk ke dalam mobilku, cepat!'' perintah David panik.
Clara menganggukkan kepalanya dan bergegas membawa Hazel masuk ke dalam mobil David kembali.
''Minggir, aku mau kasih pelajaran sama Hazel, gara gara dia Ronald menjauh dariku'' ucap Luna marah.
David langsung mendorong Luna dengan kasar, sampai Luna jatuh ke tanah.
Brukkk
Akhhh
''Luna, kamu benar benar keterlaluan'' ucap David menatap kecewa pada Luna, lalu masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya membawa Hazel ke rumah sakit.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....