NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Habis Kesabaran

Berkali-kali bel rumah berbunyi saat Ayra baru saja akan merebahkan tubuhnya.

"Iya, sebentar," teriaknya dari dalam kamar. Dia mencari-cari sandal rumah yang terdorong ke kolong ranjang. Namun, orang yang membunyikan bel itu terdengar tidak sabaran.

Teettt... teettt...

"Astaghfirullah, siapa, sih? Nggak sabaran banget," keluh Ayra sambil menyeret langkah menuju ruang tamu. Begitu mengintip dan memastikan siapa yang datang, ia pun malas-malasan memutar kunci.

Ayra berdiri di antara kusen dan pintu yang sengaja ia buka hanya sepas badannya. Satu tangannya menahan daun pintu itu supaya tidak terbuka lebar. Dia menatap Rayyan dengan raut wajah yang memperlihatkan ketidaksukaannya.

"Mas Rayyan, ada apa ke sini?" tanya Ayra. Suaranya datar dan pelan, tapi tatapannya menusuk.

Di hadapannya, Rayyan berdiri tegak sambil tersenyum dipaksakan. Aura wajahnya pun tak enak dilihat. Ayra baru menyadarinya sekarang. Mungkin dulu ia tak begitu memperhatikan karena sibuk menata hatinya untuk berusaha mencintai laki-laki bajingan ini.

"Lama sekali buka pintunya, kamu sedang apa?" tanya lelaki itu dengan nada suara sinis.

"Ini sudah malam, tentu saja aku sudah mau tidur," jawab Ayra tak kalah sinis.

"Atau jangan-jangan kamu menyembunyikan seseorang di dalam?" tuduhnya, lalu menatap Ayra curiga.

"Menyembunyikan siapa?"

"Ya... mana kutahu. Mungkin pacarmu," ucap Rayyan dengan entengnya.

"Astaghfirullah, aku tidak sebejat kamu, Mas!"

"Apa kamu bilang?!" sentak lelaki itu sewot.

"Cukup, Mas, ini sudah malam! Silakan Mas cepat pulang!"

Tapi bukannya pulang seperti yang Ayra perintahkan, Rayyan malah merangsek masuk dengan mendorong tubuh Ayra hingga hampir terjengkang.

"Mas, kasar sekali?!"

"Kamu yang tidak sopan, membiarkan suamimu menunggu lama di luar. Terus tak disuruh masuk lagi."

Ayra menarik napas dalam-dalam, berusaha meredam amarah yang mulai mendidih di dadanya.

"Memangnya Mas Rayyan mau apa datang ke sini? Aku kan sudah bilang, tolong jangan ganggu aku lagi, kecuali kamu sudah mengurus perceraian kita," tegas Ayra. Kalau boleh jujur, dia sudah muak dengan laki-laki yang ada di hadapannya ini. Dan sudah tidak sabar ingin segera lepas dari ikatan yang tidak sehat ini.

"Jangan ge-er kamu! Aku juga tidak mau datang ke sini kalau bukan karena Bapak yang suruh."

​Laki-laki itu duduk di salah satu sofa di ruang tamu. Ayra mengepalkan tangannya dan terpaksa ikut duduk di hadapan lelaki itu.

"Jujur, aku datang ke sini bukan karena keinginanku tapi karena Bapak," kata Rayyan membuka pembicaraan di antara mereka setelah hening beberapa saat. Namun, Ayra terlihat sangat acuh, meski kata-kata yang keluar dari mulut Rayyan sangat menorehkan luka di hatinya.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Rayyan pelan, seolah melupakan perdebatan barusan. Lalu ia mengeluarkan kotak rokok dari saku jaketnya.

"Maaf Mas, ruang tamu di rumahku bebas asap rokok," kata Ayra tegas, membuat Rayyan urung mencabut satu batang dari kotaknya.

"Mas tidak perlu berbasa-basi. Di sini kita hanya berdua. Langsung saja, apa Mas sudah mengurus perceraian kita?" Nada suara Ayra tetap dingin. Kilat di matanya pun sudah tak lagi menampakkan kelembutan seperti saat-saat sebelum ia mengetahui perselingkuhan lelaki itu dan mengalami keguguran.

"Halah, serba salah memang menghadapi wanita. Ditanyain kabar salah. Nggak ditanyain, malah lebih salah," sungut Rayyan kesal.

"Kalau begitu, tidak usah berbasa-basi. Lagian ini sudah malam, aku sudah mengantuk."

Ayra semakin berani. Dulu dia tak pernah sekalipun membantah suaminya. Tapi kini beda cerita, dia tak sudi lagi harus bersikap manis pada laki-laki yang sudah terang-terangan lebih memilih selingkuhannya, tak ada lagi rasa hormat di hati Ayra untuk Rayyan.

"Kamu ngusir aku?"

"Terserah apa persepsimu."

"Aku masih suamimu, Ayra. Sekarang turuti saja perintahku. Cepat kemasi barangmu, kita pulang!" tegas Rayyan. Tapi Ayra hanya tertawa getir.

"Pulang? Pulang ke mana, Mas? Ini rumahku!"

"Ay, kamu sadar kan aku masih suami sah kamu? Bagaimanapun hubungan kita sekarang, kamu tetap harus menuruti suamimu. Meski aku minta dilayani di ranjang sekalipun!"

Mata Ayra langsung terhunus mendengar kata-kata terakhir Rayyan. Tapi lelaki itu langsung tersenyum sinis.

"Sayangnya aku tidak selera!" ucapnya dengan nada melecehkan.

"Keluar, Mas, aku bilang keluar dari rumahku atau aku berteriak supaya para tetangga di sini dengar dan mengusir paksa kamu!" desis Ayra sudah tidak tahan lagi.

"Kamu harus ikut aku pulang dan jangan membantah! Aku tidak ingin Bapak terus mema..."

​"KELUAR!!" sambar wanita itu cepat. Ayra mulai hilang kendali. Ia berteriak keras sambil telunjuknya mengarah ke pintu.

Luka lahir dan batin karena keguguran saja belum sembuh total, sekarang Rayyan masih terus menginjak-injak harga dirinya.

"Kamu sudah gila, ya?" ucap Rayyan pelan. Tapi hatinya ciut takut para tetangga dengar teriakan Ayra dan dia jadi bulan-bulanan kekesalan mereka.

"Tuli? Masih tidak mendengar?" Ayra semakin marah. Akhirnya Rayyan pun berdiri dan berjalan ke pintu.

"Kamu memang sudah gila. Menyesal dulu aku menuruti permintaan Bapak untuk menikahimu," katanya sebelum keluar dan menghampiri mobilnya yang diparkir di depan teras.

"Aku berjuta kali lebih menyesal. Kukira yang menikahiku bukan lelaki berengsek," balas Ayra tak mau kalah. Tapi Rayyan tak membalas lagi. Ia segera memasuki mobilnya dan langsung tancap gas. Menyisakan Ayra yang merasa seperti sampah yang tidak berguna.

Hati Ayra hancur berkeping-keping. Kakinya lemas dan hampir saja ambruk di lantai kalau tidak berpegangan pada kusen pintu. Tangisnya pecah kembali, bukan karena ia takut akan kehilangan lelaki itu. Tapi karena harga diri sekaligus kepercayaan dirinya sudah diempaskan laki-laki itu ke titik paling rendah.

***

Besok paginya, setelah ia merasa tenang, Ayra memberanikan diri menelepon bapak mertuanya. Sekarang ia sudah siap menceritakan semuanya, tanpa ada yang akan ditutupi lagi. Kesabarannya sudah habis. Ia ingin segera terlepas dari Rayyan.

"Assalamualaikum, bagaimana kabar Bapak dan Ibu? Sehat, kan? Maaf pagi-pagi begini Ayra sudah mengganggu waktu Bapak."

"Waalaikumsalam, Nak, tidak apa-apa. Alhamdulillah Bapak dan Ibu sehat. Bagaimana keadaanmu?"

"Fisik Ayra juga Alhamdulillah sudah sehat. Tapi..."

"Tapi apa, Nak?" Terdengar nada cemas dari suara Herman.

"Ayra sebenarnya tak ingin membicarakan ini di telepon, tapi..."

"Ya sudah, biar Bapak yang ke Jakarta hari ini juga. Kita ngobrol langsung saja biar enak. Bapak juga khawatir dengan keadaan kamu."

Ayra mengangguk tanpa sadar. Padahal Herman tak mungkin melihatnya.

"Tapi kemarin lusa Bapak dan Ibu baru saja pulang dari sini, apa Bapak tidak lelah kalau sekarang ke sini lagi?"

"Sama sekali tidak, Nak. Tinggal duduk di pesawat, lalu sampai. Hehehe..." kekeh Herman untuk mencairkan ketegangan.

"Baiklah kalau begitu. Ayra akan menunggu kedatangan Bapak di rumah Ayra."

Setelah itu sambungan telepon terputus. Ayra menarik napas lega dan segera beranjak untuk membereskan rumahnya.

1
Ma Em
Thor jgn sampai Marissa mengganggu ketentraman rumah tangga Zavian dgn Ayra yg baru saja dimulai , jauhkan godaan atau kejahatan orang2 yg iri pada kebahagiaan Ayra .
Dini Yulianti
ooo ternyata hanya anak pungut to
Yul Kin
lanjut kak
Anonymous
ENTAH KENAPA SAYA INGIN MEMBUNUH ORANG INI SI LITZHA
Ummi Rafie
jangan² Monalisa yg maksa masuk di pernikahan ayra
Dini Yulianti
akhirnya sah jg
Cookies
lanjut thor
Dini Yulianti
musuh terberat ayra hanya si sasa marisa, psyco dia, kalo semacam elly sama lizta mah hanya kelas teri
Ramlah Ibrahim
kna sambungan nya kenpa tiba2 kerlur cerita lain
Ma Em
Bu Elly sok soan mau manas2 in Zavian agar TDK jadi menikah dgn Ayra kalau Zavian tdk dengar Rayyan ngancam mau keluar dari perusahaan Zavian lah emang kalian siapa samapi Zavian mau mendengar omongan Rayyan dasar orang tdk tau malu , semoga Ayra bahagia bersama Zavian .
Yul Kin
pecat Rayyan dan lita kak, gedeg aku sama mereka, klg mak Lampir jg
Ma Em
Elly ,Anika dan Serly sombong didepan nyonya Euginia , Elly kamu itu tdk ada apapa nya kalau dibandingkan dgn nyonya Euginia dasar norak pake perhiasan kayak toko emas berjalan , Elly ,Ayra itu bkn jadi pengasuh tapi calon istri orang kaya .
Dini Yulianti
nah gitu ay jangan egois, zavian jadi leluasa lindungin kamu, kuliah masih bisa jalan meski udh nikah, zavian beda sama rayyan
Anonymous
Pantau terus si marissa van.. Gunakan semua aksea yg dikau punya
Anonymous
Please zavian.. Jgn butek2 banget... Gunakan kekuasaan keluarga loe..
Ma Em
Demi keamanan dan perlindungan penuh dari Zavian Ayra tentu hrs mau cepat menikah dgn Zavian jgn ditunda lagi karena Marissa sangat berbahaya .
Ma Em
Zavian seorang pengusaha yg berkuasa masa kalah oleh kelicikan Marissa .
Anonymous
AWOKAWOK dibutuhkan Spy seperti Loid
Ma Em
Rayyan sekarang Ayra berada diatas mu dan sebentar lagi akan menjadi istri bosmu , jgn sampai kamu cari masalah dgn Ayra kalau Elzian tau kamu pasti dipecat Rayyan .
Retno Harningsih
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!