NovelToon NovelToon
Our Love

Our Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:201
Nilai: 5
Nama Author: Uil

silahkan baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Papa marco pulang dari japan kemudian dia menjemput Nita.Papa marco membawa

"tok..tok..tok...sister..."Papa Marco Mengetuk pintu.

"Brother udah pulang."Memeluk marco.

"Sister aku harus pergi keluar negri untuk waktu yang lama.Aku dan keluarga akan pindah ke Malaysia entah sampai kapan kita menetap disana."

"Lalu pertunangan ian dan nita bagaimana?"

"Kita majukan saja besok.sister pilih gerejanya saja."

"Oke.sister pilih gereja carmel lembang ya brother.Kita lakukan pertunangan besok."

Hari pertunangan telah tiba adrian kecil yang mengunakan jas dan nita mengunakan gaun berlangsung dengan hikmat.Setelah pertunangan itu.Nita harus berpamitan untuk ikut papanya keluar negri.

"Koko baik baik ya.Aku doain koko baik baik aja.Tungguin aku bersama koko lagi ya."Memeluk Renita sambil menangis.

"Jangan lupain koko ya."

"Iya.Jangan jadi cowok cengeng ya."melepaskan pelukan dan menyeka air mata Drian.

"Iya..Tunggu waktunya aku pasti bakal temuin kamu walaupun nanti kamu hilang kontak denganku dan melupakan wajahku."

"Janji ya..jangan lupain aku."sambil mengankat kelingking dan mengaitkan ke kelingking adrian.

"Iya janji."

Mobil papa marco melesat kencang meninggalkan capel tempat pertunangan Nita dan Drian.

"Kapan ya kamu ada disampingku lagi?"Memandang foto pertunangan Drian dan Nita.

"Tok..tok...tok..Adrian..keluar nak..waktunya makan."

"Gak mood makan oma..Oma duluan aja."Menangis memandang foto Renita.

"Oma masuk ya, gak dikunci kan sayang pintu kamarnya?"

"Gak oma, masuk aja.."

"Kamu kenapa sayang?"

"Aku kangen, Renita oma."memeluk oma.

"Sudahlah, dia itu milikmu.Kemanapun dia pergi dia pasti akan kembali padamu.Jika kalian jodoh sejati."Menenangkan Drian.

"Tapi oma aku yang bodoh.Harusnya aku gak ejek dia jelek terus oma.Harusnya gak aku jahilin dia.Dia pasti dendam sama aku.Sampai sampai aku ditinggalin gitu aja."Menangis kencang

"Gak sayang Nita itu sayang sama kamu.Ya udah sekarang kamu tidur ya sayang."

"Iya oma."

Tahun demi tahun berlalu.Gak kerasa udah 6 tahun semenjak Drian berpisah dengan Nita.Drian terus mencari Nita hingga merasa putus asa.

Dika(dokter ahli jiwa):Halo drian.

Drian:Hi dok.

Dika(dokter ahli jiwa):Apa kabar?

Drian:Masih seperti biasa dok.Seperti hari kemarin.Aku masih mencari tahu dimana dia orang yang aku sayang.

Dika(dokter ahli jiwa):Drian drian ini sudah 6 tahun semenjak tunangan kamu menghilang.Drian kamu harus mulai banyak meditasi mencoba menyatu dengan alam dan beristirahat sebentar untuk memikirkan apa yang membuat berat kepalamu.

Drian:Baik dok.

Dika(dokter ahli jiwa):Saya bikinkan resep.Kamu harus habiskan semua obatnya.

Drian:Baik dok.

Setiap hari Drian harus meminum obat penenang agar depresinya sembuh.

"Drian oma ada rapat di luar negri.Kamu jaga rumah ya.Jangan lupa selalu minum obat dari dokter".Mengelus rambut drian.

"Iya oma."

"Ingat kamu adalah pewaris satu satunya perkebunan teh dan toko antik oma.Oma mau kamu harus bisa sedikit memendam perasaan kamu dan mencoba bangkit."

Drian:Iya oma.Oma pergi ke mana sampai kapan oma disana?

"Oma pergi ke Bangkok untuk mencari beberapa barang untuk toko kita.Sekitar 1bulan oma akan berada disana.Jaga dirimu baik baik."

"Oma cepat pulang ya.Aku sendirian disini".Memeluk oma.

"Iya cucu oma."

Oma meninggalkan bandara.Drian bergegas pulang bersama bapak supir.Dirumah sepanjang hari kerjaan Drian hanya melukis dan memandang lukisan putri duyung bikinan tunangan kecilnya.

"Tuhan kapan aku bisa bertemu tunanganku itu.Aku sangat merindukannya."Memandang lukisan nita.

"tok tok tok..Tuan..Makanannya sudah siap tuan makan dulu ya.Guru sekolah tuan sudah menunggu di ruang tengah."Bik merlin berteriak.

Drian:Iya bik ini sebentar lagi aku turun.

Drian bergegas menyantap makanannya dan keluar menuju ruang tamu yang terletak di ruang tengah.

Bu Gloria(Guru matematika dan bahasa asing):Drian hari ini kita belajar aljabar dan bahasa inggris.

Drian:Iya bu.

Bu Gloria(Guru matematika dan bahasa asing):Ok.Drian pelajaran kali ini selesai.Besok adalah hari ujian kamu untuk masuk semester 1kelas 10.Semoga hasilnya tidak mengecewakan ya.

"Iya ibu saya akan berusaha semaksimal mungkin."

Ujian telah selesai nilai memuaskan didapat oleh drian.Oma yang pulang dari bangkok merasa puas dengan apa yang di raih ian.

"Oma pulang..."Membuka pintu rumah.

"Oma.."memeluk oma erat.

"Drian oma mau membicarakan hal penting denganmu."Berbisik ke telinga Drian dan melepaskan pelukannya.

"Memang sepenting apa oma.Tentang apa itu oma?."

"Tunggu oma di ruang kerja.Oma akan memberitahu hal penting ke kamu."

Drian kembali duduk di ruang tamu dan kembali fokus mengambar sketsa.Sambil memikirkan teman kecilnya itu.

"Iya oma.".Masih sibuk dengan buku sketsa dia.

Sketsa gambar Ian

"Nyonyah barang barangnya mau ditaro mana?".

"Meja antik dan lampu peningalan mama Drian tolong.Taro di lantai 2 saja pak."

"Baik nyonyah."

"Kumpulkan semua pembantu dan supir ke ruang kerja.Saya mau mengatakan sesuatu yang penting."

"Baik nyonyah."Pak sunaryo membungkuk.

Oma bergegas berjalan masuk ke ruang kerja pak sunaryo,bik merlin dan beberapa pembantu serta supir kepercayaan keluarga berkumpul di ruang kerja.

"Semuanya..Mulai besok tanggal 11 juli kita pindah kembali ke Bandung.Beberapa orang saya minta menjaga rumah ini."

"Baik nyonyah.."Seluruh ART dan sopir membungkuk.

"Lalu sekolah aku gimana oma?."

Oma:Sekolah kamu sudah oma urusin.Kamu pindah ke SMA 5 bandung.Mulai lusa kamu sudah mulai sekolah.

"Baik oma."

Sesampainya dibandung kesedihan masih melekat dihati Drian.Karena masa kecil yang suram dan kehilangan penyemangat hidup dia.Namun drian berusaha menjadi tegar di depan oma.Drian disekolah baru juga bertemu dengan banyak teman yang selalu menyemangatinya.

Hidupnya yang tadinya dirundung awan kesedihan berangsur angsur berubah menjadi kebahagiaan walaupun terkadang masih sering menangis dan mengingat masa lalu.

Yuk dukung terus author carany like❣

vote dan selalu fav karyanya

maksih kakak* ini awan mendung.Sudah 1 bulan Bandung di guyur hujan.Hawa dinginnya Bandung bercampur dengan suara hujan yang sangat deras.

"Berr...Bang dingin.."Nita Melipatkan tangannya.

"Iya sayang.Ini aku kecilin ac mobilnya aku hangatin."

"Bang....Dingin banget."

Ditya mengambil jacketnya di kursi belakang mobilnya.Saat lampu merah dia merangkulkan jaketnya ke pundak nita.

"Makasih ya bang."

"Iya sayang.."Memeluk Nita sambil mengecup bibirnya.

"Bang jangan gigit bibir aku sakit."Rengek Nita.

"Habis mungil gak tahan sayang."Melepaskan ciuman dan memeluk Nita.

Sampailah mereka ke sekolah tempat Nita bersekolah.Ditya menyuruh Nita masuk ke kelas membawa jaketnya.

"Ini jaketnya gimana bang?".

"Pakek kamu dulu aja yank."

"Sayang kamu."Mencium punggung tangan Ditya.

"Aku juga sayang kamu.Ya udah sana masuk kelas keburu bel masuk."Mengacak acak rambut Nita.

"Yah..diacak acak lagi..Jangan lupa masakanku dimakan."Mengerutu.

"Siap sayang.Sayang kamu..Muachhh.."Kiss bye.

"iya."Berlari menuju kelas.

Kepala sekolah memasuki kelas dan mengatakan hari ini.Sekolah dipulangkan lebih awal karena ada rapat komite.

"Selamat pagi anak anak."Kepala sekolah pak Noel masuk.

Seluruh anak 11 IPA 1:Pagi pak.

"Hari ini kita ada rapat kelas saya bubarkan sekarang.Silahkan berkemas dan pulang."Kepala sekolah pak noel memberikan instruksi.

Seluruh anak 11 IPA 1:Yesss..Pulang awal..

Nita yang berkemas menelepon Ditya hari saat itu mendung ditambah hujan petir.Namun telepon tak diangkat oleh ditya karena hari itu dia ada kelas dan ada ujian mendadak.Nita yang bingung hanya pasrah sama keadaan.Dari kejauhan terdengar suara Drian.

"Nit..kamu gak dijemput sama bang Ditya?."Sapa drian.

"Aku telepon gak diangkat angkat."

"Mungkin dia sibuk."

"Mungkin..Terus aku pulangnya gimana.."Mata Nita berkaca kaca menatap Drian.

"Mau, pulang bareng aku? udah lama kan kita gak pulang bareng."

"Gak ngrepotin nih?"

"Gak kok, sejak kapan kamu ngerepotin aku?"Tunggu disini ya aku ambil jas ujan sama mantel.

"I..i..iya sih, makasih ya."

"Hemmm..iya, kaya sama siapa aja."Mengacak acak rambut Renita.

"Uhh..drian rambutku rusak."

"Biarin wek.."Mengejek Renita.

"Ih..ngeselin banget."

"Tunggu, disini bentar ya aku ke parkiran dulu."

"Iya."Mengangguk.

Brumm..brumm..brumm..Adrian memanaskan motor diparkiran.Dan Adrian memacu motor CBR nya ke depan lobby tempat Nita menunggu.Dia sudah bersiap memakai jas hujan.

"Lama ya?"

"Gak kok."Menanti sambil berdiri di lobby depan.

"Ini pake helm sama mantelnya."Membantu mengunakan mantel.

"Makasih ya."Menatap Drian.

"Hemmm..iya".

"Bisa kaitin sabuk helmnya gak?.Mau aku bantu?."

"Boleh.."Menatap dalam muka Drian.

Dalam hati nita berkata"Kamu ganteng juga ya ian".Termenung sambil menatap Drian.

"Nit..Hallo?."Melambaikan tangan ke mata Nita.

"I..Iya.."Mengaruk kepalanya untuk mengurangi grogi.

"Kok bengong kenapa? terpesona sama aku?.Aku tau kok aku emank ganteng."Ledek Drian.

"Apaan sih? masih sempet sempetnya ngelawak."Dengan muka memerah dan Mencubit lengan Drian.

"Ih sakit kali Nit."Mengacak rambut Nita.

"Udah ah..ayo..keburu makin deras hujanya terus hujan petir.Ada pemberitahuan dari hp gue ada hujan petir jam 2 sore.Ayo pulang."

"Iya iya.Ayo.Pegangan yang erat ya."Menghidupkan mesin motornya dan memacu motornya.

"Kamu jangan ngebut ngebut ya."

"Pegangan ya.Aku mau ngebut mumpung sepi..Keburu makin basah baju kamu nanti sakit."

"Ian..pelan pelan..aku takut.."Bertriak kencang sambil memeluk erat pinggang ian.

"Hahaha..Gitu donk meluk aku erat.."

"Ih...masih sempat bercanda."Mencubit perut Drian.

"Aduhduh..Sakit."

Hujan makin deras petir menyambar Drian mengajak Nita untuk berteduh di rumah pribadi dia yang dia beli tanpa sepengetahuan oma.

"Kamu kedinginan?."Berteriak ke Nita.

"I..i..Iya dingin banget."Wajah nita memucat dan bibirnya dingin mengelupas.

"Kita berteduh yuk."

"Dimana?"

"Ada deh.."

"Kok gitu."Sambil kedinginan memeluk pinggang Drian.

"Udah sampai."

"Ini dimana?."Terbengong sesaat.

"Udah masuk aja.Ayo masuk.."Menarik tangan Nita.

"Bagus ya rumahnya."

"Makasih..Ini rumah yang aku beli dari hasil tabungan aku."

"Wah hebat ya.."Terpesona.

Petir kencang tiba tiba menyambar kencang membuat Nita ketakutan.Nita langsung memeluk Drian.

"Iannnn....Takut..."Reflek memeluk drian.

"Kamu takut petir?..Hahaha lucu mukanya."

"Hatcih..hatcihhh.."Bersin ke baju Drian yang basah.

"Kamu gak apa apa?"

"Sinusku kambuh sepertinya."

"Ya ampun aku ambilin handuk ya."

"Dingin banget."Memeluk erat drian sambil mengigil.

"Lepasin baju kamu yang basah aku peluk biar lebih hangat."

"Ih..Maksud kamu apa?Mesum deh."

"Udah lepas aja aku gak lihat kok."Berbalik memblakangi Nita.

Derrr...Derr...Derr⚡⚡.Lampu padam karena hujan dan petir yang makin kencang.

"Driannn....Takut ian.."

"Tenang ada aku.Aku bantu lepas baju sekolah kamu ya.Dingin soalnya."

"Jangan ngintip ya tapi."

"Iya..Udahkan selesai".

"Makasih ya."

"Untuk apa?"

"Untuk kamu yang selalu ada buat aku kalau aku susah."

"Iya sama sama."Tersenyum dingin.

Drian mengambil handuk di lemari kamar dia.Dengan refleks dia memeluk Nita dari belakang yang hanya mengunakan pakaian dalam dan celana pendek.

"Huppp..."Merangkulkan handuk dari belakang ke Nita.

"Ahhh..geli ian.."Dengan muka memerah.

"Aku ngerasa panas banget ta tubuhnya.Duduk yuk."

"Aku takut.."

"Takut apa?.."

"Takut kalau kak Ditya ninggalin aku ian."Menyenderkan kepalanya ke pundak Drian.

"Aku bakal selalu disamping kamu ta."Memeluk Nita.

"Jangan tinggalin aku ya."

"Iya.."sambil mencium bibir Nita.

"Hahhh...Ahhh..Gak bisa nafas.."memukul punggung drian.

"Sorry,Aku kelepasan.Maaf ya ta.."

"Iya gak apa apa."

"Kamu tidur aja dulu ta.Begitu ujan berhenti aku telepon bang Ditya biar jemput kamu."

"Makasih ya."

"Is ok.."

Nita tertidur pulas di kursi tamu.sementara itu Drian masuk ke kamar dan menangis melihat foto tunangannya disaat kecil dahulu.

"Kamu kemana Nit?.Aku kangen banget sama kamu.Aku putus asa cari kamu dimana."Menatap foto tunangan kecilnya.

Nita yang tertidur pulas terbangun karena kepalanya pusing.Dia mencari kamar Drian tetapi ketika dia ingin mengetuk pintu kamar Drian.Nita mendengar drian menangis terisak isak sambil memandang foto seseorang.

"Kenapa ada suara tangisan ya.Drian kenapa?".mengintip dari pintu yang terbuka sedikit.

"Gue ketuk pintu kamar dia apa gak ya?."bertanya dalam hati.

"Ya udah deh gue ketuk aja pintunya lagian kepalaku pusing."Berbicara dalam hati.

"Tok..tok..tok...Driann..."Mengetuk pintu kamar drian.

"Iya..Masuk.."Menyeka air matanya.

"Sorry..Aku ganggu ya?"

"Gak kok Nit.Kok kamu bisa tahu ini kamarku?."

"Iya tadi pintunya agak kebuka dikit.Aku intip dikit dari pintu hehe...jadi aku ketuk pintu kamar kamu.Maaf ya."

"Iya gak apa apa.Kamu kok udah bangun?".

"Iya..Aku pusing banget.."

"Aku ambilin obat ya sama minum bentar.Kamu tiduran aja dikamar aku."

"Maaf ya ngerepotin."

"Iya gak apa apa kamu boleh lihat lihat kamar aku kok.Tapi jangan sentuh apapun yang ada di meja belajar aku."

"Ok.."Nita melihat lihat kamar drian dan membuka foto yang dilihat drian.

"Kenapa anak kecil difoto itu mirip aku di waktu kecil?"Berbicara dalam hati.

"Nit..Aku masuk ya..ini aku bawain obat pusing sama bubur ayam biar kamu hangat."

"Ya..ampun Drian..Aku teh ngerepotin kamu banget atuh..makasih banget ya."

"Iya gak apa apa.Abisin ya.Aku tak tidur di ruang tamu aja nanti kalau kamu sudah enakan aku anterin kamu pulang atau aku telepon bang ditya biar jemput kamu."

"Iya makasih ya."

Nita terpejamkan hingga waktu menunjukan pukul 6 sore hari.Wa dari ditya pun masuk ke hp Nita yang berada disebelah meja tempat tidur Drian.

Ditya:Sayang..Sayang..Sayang..Kamu dimana?:

Nita:Maaf bang ketiduran.Aku tadi pulang lebih awal terus ini aku lagi dirumah Drian.

Ditya:Sama siapa disana?

Nita:Sendiri soalnya tadi hujan. Jadi aku berteduh dirumah dia.

Ditya:Kamu share location ke aku.Aku jemput kamu sekarang juga.

Nita:Gak usah bang aku pulang sama Drian aja.

Ditya:Oh ya udah deh.Aku tunggu di rumah ya..Love you..

Nita:Love you too.

Nita bergegas mandi dan berganti maju.Dia berlari turun ke ruang tamu untuk membangunkan ian yang tertidur pulas.

"Driann..Drian...bangunnn..."Mengoyangkan badan drian.

"Apaan sih lagi mimpi indah juga."

"Please, bangun anterin aku pulang."

"Eh sorry..aku ketiduran.."mengusap matanya.

"Iya gak apa apa."

"Tunggu sebentar ya aku cuci muka terus anterin kamu pulang."Melihat sudah terang cuacanya dari jendela kamarnya.

"Okey."Menunggu sambil duduk diruang tamu.

"Yuk..aku udah siap.Pakai helmnya yang kencang ya.Biar gak jatuh."Menarik tangan Nita dan menyalakan motornya.

"Iya iya bawel."Menaiki motor Drian.

Sesampainya didepan rumah Ditya yang terbakar api cemburu datang menghajar Drian.Drian yang kaget langsung tersungkur dijalan depan rumah Nita.

"Kurang ajar kamu ya."menghajar bibir drian.

"Bang apa salah aku?."Tiba tiba mukul gituh aja.

"Gue gak suka lu deket deket sama cewek gue.Lu cuma diangap sahabat dia gak lebih dari itu."Menunjuk Drian.

"Jangan salah paham bang.Aku cuma anterin Nita."Menjelaskan.

"Stop kalian apaan banget sih.Bang ditya juga kasar banget.Drian tu cuma anterin aku pulang.Minta maaf sekarang sama dia."Memapah Drian untuk berdiri.

"Gue gak sudih minta maaf sama tu orang."Membalikan badannya.

"Minta maaf sekarang.Atau kita putus."

"Iya iya..Gue minta maaf sama lu ian..Gue kasar sama lu maaf ya."Memeluk Drian.

"Iya gak apa apa."Saling berpelukan.

"Sayang aku pulang dulu mau nenangin pikiran."

"Iya..hati hari ya bang."

"Iya sayang.muach."mencium kening nita.

"Drian aku obatin luka kamu.Ayo masuk aku kompres pake es dulu.."Merangkul Drian masuk ke rumahnya dan mendudukan drian di ruang tamu.

"Iya makasih ya.Maaf aku buat kamu berantem sama bang ditya.Gara gara aku kalian mau putus."

"Udah gak usah dibahas nanti juga dia membaik kok.Santai aja ya."mengompres luka drian.

"Pelan pelan dong sakit tau.."reflek memegang pergelangan tangan Nita.

"Sorry.Kekencengan ya."sambil bertatapan.

"Gak apa apa kok."

"Udah selesai aku obatin ya luka kamu."

"Makasih ya.Aku balik dulu."

"Kok cepat banget."

"Kasian oma sendrian di toko.Maaf ya ngerepotin kamu."

"Gak apa apa kok.Aku makasih banget sama kamu.Aku yang harusnya minta maaf sama kamu.Gara gara bang ditya kamu jadi luka kaya gitu."

"Gak apa apa kok.Toh juga udah clear kan masalahnya."

"Iya sih."

Nita mengantarkan Drian ke depan rumah tempat Drian memarkir motornya.

"Ya udah gue balik ya ta."Bersalaman dan berpamitan.

"Iya..makasih ya."

"Sama sama".sambil mengacak acak rambut Nita.

"Ih ian kebiasaan deh."

"Biarin kan gak ada yang acak acak rambut kamu selain aku."Sambil naik ke atas motor CBR nya.

"Iya deh iya teraserah kamu lah."

"Balik dulu ya."

"Iya hati hati."

"Okey..sampai ketemu besok ya."Memakai helem dan memanaskan motornya.

"Iya..Makasih ya."

"Is okey.Ada apa apa kabarin aku."

"Siap bosku..."

Merekapun berpisah Drian memacu motornya ke toko oma.

Jangan lupa y temen* smua..

Always like dan love serta vote karyaku..⭐😘

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!